
"Malam ma," Dewa dengan wajah tidak bersemangat nya malam itu. Pikiran nya kacau kembali saat tadi pagi Arumi menemui nya ke tempat kerja.
"Mau berangkat ke Bali kok cemberut?" tanya ibu Rahma.
"Dewa capek ma, mau mandi dulu." Dewa kemudian naik ke lantai dua dan lama sekali merendam tubuhnya di dalam bathub.
Ceklek
Saat Dewa membuka pintu, sudah dikejutkan oleh Mega yang berdiri di samping pintu bathroom.
"Kenapa kak? Apa kakak ada masalah? Apa kakak keberatan besok kita akan pergi ke Bali?"
"Kamu ini ngomong apa sih? Ya nggak lah. Aku malah justru senang."
Mega senang mendengarnya. Karena tadinya dia pikir, Dewa tidak suka dengan surprise mama nya. Ternyata tidak.
"Biar aku bantu packing di koper." Dewa yang bersikap manis dan lembut semenjak kehadiran Mega di rumahnya kembali. Dia benar-benar berupaya keras untuk menepikan segala urusan Arumi saat bersama Mega. Tidak ingin melukai hati istrinya kembali, sesuai janji yang sudah dia ikrarkan pada kakaknya.
.
.
Esok harinya.
"Hati-hati ya kalian. Dan semoga bahagia disana," ucap ibu Rahma yang menepuk pelan pipi kanan putra nya.
"Iya ma. Kita berangkat dulu ya pa."
"Da..." Ibu Rahma melambaikan tangan nya kepada putra dan menantu nya.
__ADS_1
Tiga puluh menit perjalanan untuk sampai pada bandara. Dan apa yang terjadi?
"Mega... Dewa..." teriak Zahrin dengan melambaikan tangan yang sudah berada di kursi tunggu untuk menunggu kedatangan Dewa dan Mega. Sementara Regi sibuk dengan Arsyad yang rewel dan meminta pulang.
"Kak Zahrin," lirih Mega yang menghampiri keluarga mantan kakak iparnya itu. "Kakak pergi ke Bali juga?"
"Kejutan... kakak, suami dan anak-anak akan satu pesawat dan satu vila bersama kalian. Kita terbang liburan bersama." Zahrin dengan sangat bahagia mengatakan nya. Karena dapat dilihat dari senyum merekahnya yang tidak pernah pudar.
Begitu juga dengan Mega. Sementara para suami mereka hanya bisa geleng-geleng kepala.
.
.
Ayana vila Bali.
Booking selama tiga hari kedepan. Dan bisa dibayangkan, hanya dengan duduk manis, bersantai ria menghirup hawa Bali yang penuh dengan nuansa alam di atas balon kolam renang saja, sudah seperti melihat indah nya surga dengan memandang jauh disana pantai pulau Dewata Bali yang menyuguhkan segudang panorama.
Setelah seharian sejak menginjakkan kaki di Bali dan mereka langsung jalan-jalan. Petang adalah saatnya istirahat dan pulang ke vila.
Disaat Dewa dan Mega berada di kamar mereka dan tengah bersiap istirahat. Dewa memijit pelan kaki istrinya yang sepertinya capek karena jalan-jalan tadi siang. Banyak hal sentuhan remeh yang dilakukan Dewa saat mereka tengah berdua menghabiskan malam. Dari yang membelai rambut hitam ikal milik istrinya. Memeluk Mega dari belakang di saat dia berdiri menatap kolam renang yang tidak jauh dari ranjang. Keduanya saling menghangatkan dengan penyatuan pelan secara sukarela tanpa ada pemaksaan.
Semuanya mereka nikmati tanpa beban. Seolah nama Satrio dan Arumi sudah mereka tanggalkan. Jam demi jam berlalu dan belum ada kata selesai saat keduanya masih saling menuntut sebuah kehangatan. Dewa dan Mega hanyut di dalam nya hingga matahari mengusik mata keduanya.
Dewa bangun perlahan secara bersamaan dengan Mega dan mengecup kening istrinya. Dewa mengajak Mega untuk menikmati sunrise dengan berada di atas balon kolam renang berbentuk kerang terbuka sembari menikmati sarapan pagi. Tidak ada kata selain kata bahagia. Dan dengan sadar pula, Dewa mengganti foto profilnya seorang diri yang tengah menikmati pemandangan pantai di Bali. Dan itu tidak luput dari Arumi yang pagi itu tengah berkirim pesan dengan mama nya.
"Dewa berada di Bali? Ngapain?" tanya Arumi saat tahu Dewa mengganti foto profil WhatsApp nya satu menit yang lalu. "Urusan pekerjaan? Atau...?" Arumi mengakhiri praduga nya. Karena jujur tidak sanggup melanjutkan kata setelahnya, yaitu berkaitan dengan Mega yang jujur dia menampiknya.
Arumi mendengus. Berjalan gusar, bolak-balik di sisi tempat tidur nya. Dan sepertinya tidak ada yang Dewa kerjakan di Bali lalu apa tujuan nya dia kesana? Masih menjadi pertanyaan untuk Arumi, namun lagi-lagi tidak ada jawaban yang tepat dan akhirnya ada lagi satu pembaruan status dari Dewa yaitu dua balita kecil yang tengah asyik berenang bersama nya dan mereka bahagia. "Fix, mereka liburan. Dan otomatis ada Mega." Kedua tangan Arumi terkepal bersamaan dengan nafasnya yang menggebu penuh amarah kepada keduanya. Dewa yang seolah lupa dengan janji manisnya dan itu teringat jelas oleh Arumi. Jika keduanya akan menikah sampai anak mereka lahir. Dan setelah itu kembali kepadanya dengan membawa cinta yang sama dan menikahinya.
__ADS_1
Namun apa yang terjadi? Ditengah jalan mereka ingkar janji. Dewa tenggelam dan hanyut oleh cinta Mega. Mega pun sama. Yang awalnya hanya menuntut dua baris nama yaitu Sadewa Dirgantara saja di akta kelahiran anaknya, berujung merembet jauh dan terbawa arus oleh cinta yang sama-sama mereka nyalakan berdua. Menggores luka pada masing-masing kekasih yang masih belum ada kata putus.
Terlebih dirinya, banyak menelan kepahitan sejak awal Dewa membatalkan pertunangan. Dan mengabarkan akan bertanggung jawab pada wanita yang tengah mengandung darah dagingnya. Masih tidak berhenti disitu saja, yang awalnya Dewa tidak cinta Mega dan menganggap dia segalanya. Sekarang berbalik, Mega dunianya dan terpenting baginya. Dirinya seakan yang menjadi orang ketiga padahal sebenarnya tidak.
Apa yang harus dia lakukan? Ikhlas, berat. Karena semuanya terlanjur diserahkan kepada Dewa. Salahnya, tentu, dan jangan dicontoh. Mengapa dia membiarkan pria begitu mudah menikmati tubuhnya tanpa ada ikatan perkawinan.
Satu pembaharuan lagi update status WhatsApp milik kekasihnya. Yakni seorang perempuan yaitu Mega, namun Dewa tidak berani menampilkan wajahnya. Dan Arumi tahu alasan terbesarnya. Nama adiknya adalah alasan terbesar Dewa bermain teka-teki atas wanita yang dengan sengaja dia unggah di status WhatsApp nya.
"Kamu bahkan berani mengunggah foto Mega dan menyebutnya sayang?" buliran jernih dari bola mata Arumi berdesakan dan akhirnya tanggal secara bersamaan. Arumi cukup getir dan sudah tidak kuat lagi untuk tahu apa yang akan mereka lakukan di sana. Banyak hal. Pasti banyak hal.
Dan apa yang dikatakan Dewa saat dengan sadar mengunggah foto istrinya di WhatsApp yang membelakangi kamera? Jawaban nya adalah, maafkan aku Arumi, maafkan aku Satrio.
"Kamu serius melakukan nya?" tanya Regi kepada Dewa yang kemudian Dewa menunjukkan ponselnya kepada Regi.
Regi tersenyum senang. "Syukurlah, kamu sadar dan menerima Mega. Yang meskipun awalnya sebuah kekeliruan. Namun aku yakin, kamu akan bisa mencintainya dan Mega pasti sama."
Dewa tersenyum yang kemudian setelahnya mereka menikmati sarapan pagi dan berenang di kolam. Mereka semua pergi ke Bali zoo. Dimana Arsyla dan Arsyad sangat gembira melihat banyak binatang di dalamnya. Arsyla dan Arsyad yang bergantian naik gajah super big di sana. Dan masih banyak lagi yang mereka lakukan yang semuanya sangat menyenangkan.
Hingga sebuah pesan hinggap di ponselnya dan itu tidak biasa.
Satrio
Baru lagi?
Arumi dikemanakan?
Kayak kenal. Diikuti emoticon mulut ditutup dengan telapak tangan. Yang artinya Satrio hanya bercanda.
Dewa terhenyak melihat pesan adiknya yang sebelum-sebelumnya mereka jarang berkomunikasi. Dan baru kali ini, Satrio berkirim pesan setelah sekian lama.
__ADS_1
"Kamu memang kenal Sat. Dan dia adalah Mega, kekasihmu. Salah sendiri kamu tidak membawa ikut serta pas kamu antar papa ke rumah sakit malam itu. Misal kamu bawa. Tidak runyam seperti ini Sat," ujar Dewa tentu pada dirinya sendiri.
BERSAMBUNG