
-Dirumah sakit
Anita terus memandang wajah pucat sang ibu yang belum sadarkan diri.
Anita terus menangis dan menggenggam tangan sang ibu.
"Bu ibu ko belum sembuh?? ibu ko gak bangun-bangun? ibu bilang ibu gak bakal tinggalin Anita. tapi sekarang ibu emang gak tinggalin Nita Bu tapi ibu gak bangun-bangun."
" Bu Anita minta maaf ya , Anita banyak salah sama ibu. ibu tau? Anita rela melakukan apapun agar ibu kembali sehat agar ibu kembali bangun agar ibu kembali membuka mata ibu, ibu Anita kangen senyumannya ibu. Anita kangen kalo lagi kerja nyuci sama tetangga kita maen lempar sabun. ibu inget gak? ibu harus inget ya. sekarang ibu akan berobat keluar negri,ibu akan ditangani dengan sangat baik sama dokter di singapur sana, tapi Anita minta maaf Anita gak bisa ikut ibu, tapi ibu tenang ibu jangan khawatir nanti ibu disana ditemani sama dokter pribadi temen aku Bu. aku beruntung Bu masih dipertemukan dengan orang baik seperti dia. dia mau membantuku Bu. ibu cepat sembuh ya" lirih Anita, seakan-akan sedang mengobrol dengan sang ibu. Rey yang mendengar penuturan Anita ikut meneteskan air mata. namun dengan cepat Rey menghapusnya.
"sudah ya sayang jangan nangis lagi,ayo ibu akan segera dinaikan ke dalam pesawat." ucap Rey sambil mengelus pundak Anita.
"hmhhh, baiklah." ujar Anita yang melepaskan genggaman sang ibu.
Bu Anisa pun segera dibawa masuk kedalam helikopter yang sudah terparkir di roftoop rumah sakit oleh beberapa orang. dan diikuti oleh 1 dokter pribadi Rey dan 1 orang asisten yang akan merawat segala kebutuhan ibu Anisa.
dokter itu bernama Hans dan Mela sebagai asistennya.
"pak dokter jagain ibu" ucap Anita lirih.
"baik nona saya akan melakukan yang terbaik" ucap dokter Hans sambil tersenyum meyakinkan Anita.
"dan mbak Mela jagain ibu juga ya" tutur Anita menatap mela yang tengah berdiri disamping dokter Hans.
"baik nona " jawabnya singkat.
"Hans gue titip ibunya Anita ke Lo, lakukan penangan yang paling terbaik. dan kalo ada apa-apa Lo cepet hubungin gue atau Zoy!!" ucap Rey.
"siap, Lo gak usah khawatir" ujar dokter Hans sambil berlalu dan menepuk pundak Rey.
dokter Hans dan Mela meninggalkan Rey,Anita,dan zoy. ada banyak pertanyaan di benak Hans untuk Rey, Hans nampak bingung dengan wanita yang tak lain adalah putri dari pasiennya. mengapa Rey begitu peduli pada wanita itu, namun sudahlah Hans tak punya banyak waktu untuk bertanya.
kini Anita berada diperlukan Rey, Rey mendekap Anita begitu hangat. ia seakan memberikan kekuatan untuk Anita. Zoy yang memperhatikan itu seakan malu sendiri.
" Rey begitu perhatian pada Anita. apa Rey mencintai Anita juga? tapi bagaimana dengan Maria??? sikap Rey sekarang seperti Rey bersikap pada Maria." Rey terus berfikir.
"khemmm...khemmm.." mendengar suara zoy, sontak Anita langsung melepaskan pelukan dari Rey,dan Rey kini menatap tajam Zoy.
"apa kau ingin kupecat?" ketus Rey.
"hey,kau tau kalo kau memecatku kau akan kes...."
"kesepian karna aku adalah sahabatmu, lagi pula apa kau tidak kasian padaku yang harus menghidupi ibu dan juga adiku?" ucap Rey yang memotong perkataan Zoy. Zoy yang mendengar hal itu langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal. sementara Anita yang menyaksikan kedua pria itu hanya terkekeh,dan menghapus sisa air matanya.
__ADS_1
"itu kau tau Rey.." ucap Zoy kikuk.
"jadi??"
"apa kau akan terus berpelukan di sini??" ketus Zoy.
"sayang ayo pulang,kita lanjutkan dirumah. kesian kalo disini Zoy pasti akan kepanasan." ledek Zoy.
"baiklah ayo!!" ucap Anita menurut.
anita,Zoy,dan Rey pun kini sudah berada di mobil untuk kembali ke appartement.
selama diperjalanan Rey terus memeluk Anita dari samping. sementara Zoy sesekali melirik sahabatnya itu dari kaca.
ketika Zoy melirik kembali,kini Rey pun menatapnya.
"sejak kapan kau menjadi kepo Zoy?" ucap Rey yang membuat Zoy gelagapan karna terciduk mengintip.
"hey aku memperhatikan kendaran dibelakang mobil saja" Zoy beralasan.
"cklekkk,alasanku tak masuk akal!" ketus Rey.
sementara Anita mendongakan kepalanya ketika mendengar kedua pria itu berdebat.
"Ya,Tidak!" ucap keduanya yang berbeda membuat Anita terkekeh geli.
"euh tidak sayang, dia yang selalu mencari keributan denganku. bukan begitu Zoy??" ucap Rey sambil menatap Zoy dari kaca.
"tidak tau" ketus Zoy Rey yang mendengar pernyataan dari Zoy langsung memukul kepala Zoy dengan botol air mineral yang Rey pegang.
"awwwww"ringis Zoy sambil memegang kepalanya.
"mass, gimana kalo Zoy kenapa-napa?" ucap Anita dengan nada kesal.
"heyy! apa kau membela Zoy?" tanya Rey sambil menatap anita.
"tii...tidak!" ucap Anita singkat.
sementara Rey hanya memanyunkan bibirnya dan bersandar pada kursi mobil.
"apa kau cemburu padaku Rey??" ucap Zoy dengan nada menggoda.
"cihhh, cepatlah kau cari pasangan. dasar jomblo akut!!" ledek Rey dengan suara ketus.
__ADS_1
"hahahahahah" tawa Anita pecah,kemudian langsung terdiam karna mendapatkan tatapan dari kedua pria yang ada didalam mobil.
-Dirumah Maria.
"mas Rey kenapa akhir-akhir ini berubah ya, dia bahkan tak pulang kerumah? bukankah walaupun lembur dia selalu pulang kerumah?"
"apa aku sudah keterlaluan karna sikapku? apa mas Rey memiliki wanita lain?? oh tuhan jangan sampai itu terjadi" ucap Maria sambil duduk di kursi taman.
"ah sudahlah" ucap Maria kembali tak mau ambil pusing,lagi pula Maria berfikir Rey tidak akan berani bermain dibelakangnya karna Maria tau jika Rey begitu mencintai Maria. dan kini ia pun beranjak pergi untuk masuk kedalam rumah.
keseharian Maria ia selalu menanam tanaman di belakang rumahnya itu, kemudian hanya membaca majalah saja. namun akhir-akhir ini semenjak pertengkaran tempo lalu di taman, Maria selalu memikirkan Rey.
karna merasa gelisah Maria pun mencari benda pilihnya dan segera menekan tombol panggilan.
sambungan telpon tersambung.
"hallo" ucap Maria.
"hallo,Maria?" ucap seseorang disana
"apa kabar bel??" tanya Maria
"kabarku baik, bagaimana dengan mu?" tanya seseorang disebrang sana.
"kabarku kurang baik" ucap Maria singkat. mengingat hubungannya dengan Rey yang semakin menjauh.
"loh kenapa? coba sini cerita. siapa tau aku bisa bantu kamu?"
"bisa kita ketemu?"
" tentu saja,lagi pula aku rindu dengamu sahabatku" Ucapnya semangat.
"baiklah kita ketemu di kafe X ya. aku akan segera bersiap." ucap Maria dengan tersenyum.
"aku akan menunggumu. see u aku merindukanmu Maria" ucap seseorang dari sebrang sana.
sementara Maria langsung memutuskan samnbungan telponnya. Maria segera bergegas untuk bersiap menemui sahabatnya. dia adalah bela, bela adalah sahabat maria semenjak duduk di bangku SMA dan juga kuliah. bela juga menjadi tempat bercerita Maria ketika ia pertama kali menyukai Rey.
jika mengingat masa-masa dulu, Maria hanya tersenyum. bagaimana ia mengejar cinta Rey dan kemudian menjadi terbalik ksrna Rey yang mengejar cinta Maria.
Bersambung.....
like dan komen ya. terimakasih🥰
__ADS_1