
Anita, dan ibunya yang kemudian di ikuti Rita perawat baru sang ibu memasuki rumah. Mereka semua terkejut ketika melihat isi dalam rumah tersebut sudah lengkap. mulai dari, kursi , lemari , dan perabotan lainnya.
mata mereka mengarah pada segala penjuru ruangan rumah tersebut. rumah dengan cat warna dasar putih dan gold itu terkesan mewah dengan ukuran minimalis yang sangat indah dan nyaman.
" Nak, apa kita pantas menerima ini semua?" tanya ibu Anita pada sela- sela kekagumannya.
"iiiii... iya Bu bagaimana lagi, asal ibu tau majikan Anita itu orang nya memang terpandang baik hati. dan ia tidak suka juga jika pemberian atau kebaikannya ditolak " ujar Anita berbohong. sebenarnya, ia juga merasa tidak enak dan merasa tidak pantas untuk menerima semua pemberian Rey sekarang tapi mau bagaimana lagi.
" Oh iya mbak Rit, kamu boleh istirahat ya biar sekarang aku mengurus dan menjaga ibu. Itu kamar kamu sebelah sana, dan yang sana pintu kamar ibu dan juga aku. lalu satu kamar lagi, biarkan menjadi kamar tamu saja ya" ujar Anita pada Rita . sementara, Rita hanya mengangguk paham.
" Baik non, saya permisi istirahat dulu ya. ibu mari! sebelumnya terimakasih banyak ya" ujar Rita seraya mengangguk hormat.
"ah tidak apa-apa Mbak, oh iya saya yang mau ucapin terimakasih sama mbak karna sudah mau menjaga ibu. dan jangan panggil saya non panggil saya Anita saja ya mbak" ucap Anita tersenyum ramah.
"tapi..."
"sudah, kamu panggil saya ibu dan ini Anita putri saya. jangan terlalu formal ya kita seperti biasa saja. seperti satu keluarga yang hidup di bawah atap rumah yang sama.
"Baiklah Ibu, Anita Terimakasih banyak ya!" ujar Rita. sementara ibu dan Anita hanya mengangguk seraya tersenyum. Rita pun berlalu menuju kamar yang sudah di tunjuk Anita untuknya, dan Anita pun sama mendorong kursi roda sang ibu untuk menuju kamarnya.
Di dalam kamar, Anita membantu ibunya membersihkan diri terlebih dahulu kemudian setelah selesai ia membaringkan ibunya diranjang. ranjang dengan ukuran yang lumayan besar dan juga sangat empuk membuat siapa saja yang tidur di atasnya akan merasa sangat nyaman dan betah.
" empuk banget ya nit, beda banget sama yang di kontrakan. ibu benar-benar mengucapkan terima kasih kembali pada majikanmu itu." ujar ibu seraya menepuk-nepuk ranjang.
" Terima kasih mas, Hari ini aku Bahagia karna ibu ku sudah kembali pulang dengan kondisi yang sangat baik, meskipun disini harus tetap memeriksakan diri. dan juga terima kasih hari ini kamu sudah membuat ibuku bahagia dan juga bisa merasakan indahnya surga dunia diatas kemewahan yang pertama kali kita rasakan berdua." Batin Anita berucap.
"An! kamu kenapa nak??" tanya ibu ketika melihat Anita dengan wajah yang sendu.
Anita yang tersadar pun segera mengukir senyuman indah kembali " Ah, tidak Bu! Anita hanya sangat senang bisa berkumpul kembali dengan ibu. Tapi Bu, besok Anita harus sudah kembali ke apartemen milik majikan Anita. " ujar Anita.
"baiklah, yasudah tidak apa-apa. tapi... bagaimana dengan sekolahmu? apa kau benar-benar berhenti dari sekolahmu?" tanya ibu dengan mimik wajah yang berubah menjadi sedih.
"ah tidak Bu! Anita tetap melanjutkan sekolah kok Bu. awalnya Anita akan keluar tapi saat Anita menceritakan kehidupan kita pada beliau, beliau menyuruh Anita melanjutkan sekolah lalu bekerja padanya selepas pulang sekolah. " ujar Anita berbohong.
"benarkah??? memangnya kamu kerja apa nak, mengapa majikanmu sangat baik sekali. dan ya, maafkan ibu ya nak ibu sudah membuat susah hidupmu dan juga menjadi beban untukmu hiks..hiks.." lirih ibu seraya menitikan air mata.
"ibu... Tidak Bu, ibu jangan sedih ibu jangan nangis. beliau memanglah orang yang sangat baik Bu, bahkan kebaikannya orang lain pun banyak yang sudah merasakan. dan ibu jangan berbicara seperti itu, Anita merasa senang saat ibu kembali dengan keadaan yang jauh lebih baik" ujar Anita seraya tersenyum.
"andai ayah kamu mas..."
" sudah ya Bu, ibu lebih baik istirahat. dan aku mau pergi mandi dulu, habis itu Anita mau beli makan malam keluar sebentar ya ibu. ibu disini saja, nanti aku panggilkan Rita untuk menemani ibu beristirahat" imbuh Anita seraya mengelus pundak sang ibu kemudian berlalu menuju kamar mandi yang ada di kamar itu, ibu pun hanya mengangguk melihat Anita.
__ADS_1
tak butuh waktu lama, ritual mandi yang di lakukan Anita pun sudah selesai. seperti hal nya tadi, Anita sudah berpamitan kemudian menyuruh Rita untuk beristirahat dikamar ibunya saja. karna ia akan pergi sebentar untuk mencari makan malam diluar, karna belum ada persediaan stok makan di dapur.
Anita membeli nasi Padang di pinggiran jalan sebanyak 3 porsi, untuknya, ibu dan juga Rita. tak lupa Anita juga menyempatkan untuk membeli bahan makanan untuk sarapan esok pagi. setelah membeli makanan dan juga sayur mayur di pasar, Anita memutuskan untuk kembali pulang. namun disaat ia berjalan dengan tengtengan belanjaan ditangannya, tiba-tiba saja mobil melaju kencang menuju arahnya. melihat hal itu tentu saja secara reflek Anita menyingkir kepinggiran jalan, namun bungkusan plastik yang berisikan nasi Padang itu pun jatuh dan berantakan diatas jalan.
"maaf-maaf saya tidak sengaja, apa ada yang terluka?" tanya pria itu dan membantu Anita berdiri. Anita mendongakan kepalanya ketika ada yang mengulurkan tangan. namun Anita dan pria itu sama- sama terkejut dengan siapa yang ada dihadapannya.
" Kamu " ucapnya berbarengan.
"maaf saya tidak sengaja, apa ada yang luka?" tanya Arkan pada Anita. ya pria yang hampir menabrak Anita adalah arkan. Arkan yang didalam mobil tengah mencoba mengambil ponselnya yang jatuh tiba-tiba saja hilang kendali dan hampir menabrak seseorang yang tak lain adalah Anita. namun beruntung kejadian itu tak terjadi.
"ah tidak apa-apa lain kali hati-hati!" ujar Anita seraya tersenyum.
" lebih baik kita ke dokter untuk memeriksa keadaanmu!" ujar Arkan kembali.
"tidak hey!! kenapa kamu selalu memaksa dan begitu menyebalkan." ujar Anita mulai kesal.
"ah yasudah kalo begitu, sekali lagi saya minta maaf. sebagai bentuk pertanggung jawaban mari saya antar!" imbuh Arkan menawarkan tumpangan.
"benarkah tidak merepotkan? ah tapi sepertinya tidak perlu" ujar Anita kembali.
"benarkah?" tanya Arkan .
" ah tunggu tidak ibu sudang menunggu, ayo aku mau diantar kamu. ibu pasti sudah menunggu dan lapar" ujar Anita polos tanpa sadar bahwa plastik berisikan nasi sudah berceceran di atas jalan. sementara Arkan hanya menatap aneh pada Anita.
"kenapa?" tanya Arkan.
"itu" lirih Anita seraya menunjuk jalan, Arkan pun ikut menoleh mengikuti arah telunjuk Anita.
"aku akan menggantinya" ujar Arkan.
"tidak, aku masih memiliki uang kok. aku permisi aku harus membelinya kembali " ujar Anita pamit namun dengan cepat Arkan menahan tangan Anita.
"eh maaf" ujar Arkan ketika Anita menatap tajam Arkan.
" ayo aku akan ganti rugi untuk itu. lalu aku akan mengantarkan mu pulang." ujar Arkan, tak mau menunggu lama Anita pun kembali masuk ke warung nasi Padang yang ada di pinggiran sana.
setelah semuanya selesai Anita kini langsung menaiki mobil Arkan. karna ia juga buru-buru lagi pula hari sudah sore.
didalam perjalanan Anita terus berfikir apa tidak apa-apa jika ia diantar Arkan kerumah barunya. bagaimana jika Rey tau, apa dia akan marah.
"ah tapi kan ngapain dia marah, kecuali kalo dia cemburu. eh! cemburu?? bukankah cemburu hanya untuk orang yang mencintai wanitanya? kalo Rey kan gak mungkin cinta sama aku. yasudahlah tidak apa-apa kali ini aku diantar Arkan" gumam Anita tanpa sadar. Rey yang mendengar celotehan Anita tentang "Cemburu" pun hanya mengeryitkan heran.
__ADS_1
"cemburu? siapa? apa kau punya kekasih?" tanya Arkan sembari melirik Anita.
Anita yang tersadar pun terperanjat kaget, namun sebisa mungkin ia kembali menetralkan ekspresi wajahnya. " Ah tidak kau salah dengar. aku bilang bagaimana jika ibu menungguku terlalu lama. ya,ya itu maksudku" alibi Anita.
"apa kau punya kekasih?" tanya Arkan kembali.
Anita yang ditanya hal itupun merasa bingung harus menjawab apa." aku?? aku tidak punya!" ucap Anita.
" aduh bagaimana ini ngapain sih dia nanya-nanya gitu" batin Anita berucap.
"eh, kita lewat jalan sana ya." ujar Anita mengalihkan pembicaraan.
"loh kenapa? bukankah kontrakanmu arah sini?" ujar Arkan kembali dengan tatapan kedepan.
"tidak, aku sudah pindah " ujar anita lalu dijawab dengan anggukan oleh Arkan.
tak ada lagi,pembicaraan antara Arkan dan Anita. Arkan yang fokus mengemudi serta Anita yang tiba-tiba saja Anita lupa jika ia tak meminta izin pada Rey bahwa ia tidak akan pulang ke apartemen.
Anita pun dengan sigap ia mengirim pesan singkat pada Rey.
Anita
" Mas Rey, aku gak pulang. besok pagi aku baru pulang"
tak butuh waktu lama Rey pun membalas pesan singkat Anita.
Rey
"yasudah, besok Zoy akan menjemputmu. beristirahatlah jaga anak kita dengan baik. aku tidak ingin terjadi sesuatu pada anak ku. dan ya, sekarang aku pulang kerumah" balas Rey.
Anita yang membaca pesan singkat itupun sedikit tersenyum kemudian beralih kembali dengan raut wajah yang sendu.
"baiklah, tidak apa-apa ya adik bayi. setidaknya dia mau bertanggung jawab dan peduli padamu. sabar ya, maafkan mama karna kamu harus berada pada rahim seorang istri simpanan yang masih muda" batin Anita seraya mengusap-ngusap perutnya yang rata.
Arkan yang kembali melirik Anita pun mengeryitkan heran, mengapa ia mengelus-ngelus perutnya.
"apa kau lapar?" tanya Arkan. Anita pun menoleh lalu tersadar akan gerakannya " Tidak heheh" ujar Anita seraya terkekeh. sementara Arkan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya ketika melihat tingkah Anita yang menurutnya selalu bersikap menggemaskan.
...Bersambung......
jangan lupa like,komen dan vote ya sayang-sayangnya aku🥰
__ADS_1
hatur nuhun🙏🖤