Aku Wanita Penggoda?

Aku Wanita Penggoda?
Episode 29


__ADS_3

"bagaimana,apa kau sudah temukan kabar terbaru tentang wanita itu??" ujar seseorang sambil bermain di kursi putarnya.


"ma..maaf boss. saya belum berhasil mendapatkan informasi tentang pria itu. tetapi saya berhasil mendapatkan informasi jika 2 bulan lalu ibunya dibawa ke luar negri untuk mengobati penyakit jantungnya bahkan melakukan oprasi!" ujar seseorang dengan tubuh kekar dan memakai seragam hitam.


"apa!!! oprasi,perawatan di luar negri??? menarik sekali. cari tau siapa yang membantu mereka dan aku menginginkannya segera!!" ujarnya dengan menyeringai licik.


"baik boss! saya permisi !" ujar pria itu.


"hmhhh, ternyata kalian begitu kuat. rupanya racun yang ku berikan padamu saja tak mempan. lihatlah seberapa lama kalian akan bertahan. dan siapa yang sudah membantu mereka?" batinnya bertanya-tanya.


Dirumah Maria:


keadaan kembali riuh, Rey yang bersikap posesif dan juga cerewet membuat Maria kadang merasa kesal. seperti sekarang mereka sedang makan bersama dan Maria begitu kesal akan tingkah laku rey yang menyebalkan.


Rey memaksa Maria untuk makan dengan porsi banyak ditambah potongan buah yang sudah dikupas dan juga segelas susu yang tersaji.


"mas!! aku tidak mungkin memakan ini semua sekarang.." ucap Maria lesu.


"ayo sayang sekarang kamu tidak sendiri ada adik bayi yang juga butuh banyak nutrisi" ujar Rey memaksa sambil menyuapi potongan buah kemulut Maria. sementara Maria tak lagi membantah ia terus menerima suapan dari Rey meskipun dengan wajah kesal dan mengerucutkan bibirnya.


ketika Rey sedang menyuapi Maria. tiba-tiba saja Arkan dan 2 orang paruh baya masuk dengan berteriak memanggil nama Maria dan Rey.


Maria dan Rey pun segera mendongakan kepala dan kemudian saling menatap dan mengangkat bahu pertanda tidak tahu apa yang terjadi.


"biar aku periksa!" ucap Rey pada Maria. Maria pun dengan senang hati ia tersenyum. pasalnya ia bisa bermain curang. melihat keadaan Rey sudah pergi Maria dengan cepat memindahkan potongan buah yang ada dimeja segera memindahkannya kepiring lain. lalu dengan cepat ia menghampiri BI isah yang tengah membersihkan area dapur kotor.


" bi..bi isah!!" bisik Maria.


"ini iya nyonya kenapa??" tanya bi isah panik.


"tidak! bibi jangan panik. bibi tolong aku, ini bibi makan ya sekarang juga dan habiskan! jangan bilang-bilang sama mas Rey ya!" ucap Maria dengan berbisik. bi isah yang melihat Maria berbisik secara reflek ikut juga berbisik.


"memangnya kenapa?" tanya Bi isah penasaran.


"aku sudah kenyang bi aku dan anaku sudah tidak kuat untuk memakannya tapi mas Rey tetap memaksaku untuk memakannya. baiklah bibi cepat habiskan aku pergi dulu. makasih banyak ya Bi!" ucap Maria pelan kemudian berlalu pergi. bi isah yang masih heran pun seketika tersadar.

__ADS_1


"apa anak?? jangan-jangan nyonya....." ucap Bi isah yang tersadar akan ucapan majikannya tersebut. mendengar hal itu, BI isah merasa senang kemudian ia berniat untuk menanyakan kebenaranya nanti.


sementara itu Rey, sedang duduk di ruang keluarga. disana sudah ada Rima Agatha dan Romi Agatha orang tua Rey serta Arkan adik maria sekaligus adik iparnya.


mereka datang kemari untuk menanyakan kabar perihal Maria yang semalam belum pulang. Rey pun dengan segera menceritakan semuanya. orang tua Rey sekaligus Arkan merasa sangat senang dan bersyukur mendengar kabar bahagia ini. bahkan Rima, ibu mnya Rey nampak menitikan air matanya.


Maria pun kini menghampiri ruang keluarga yang terdengar ricuh. Maria merasa senang melihat ketiga orang yang disayanginya datang mengunjungi rumah Maria dan rey. namun Maria tiba-tiba saja bingung melihat ibu mertuanya menangis.


"mama?? mama kenapa ko nangis? ada apa siapa yang nyakitin mama. biar aku hajar habis-habisan ma!" ucap Maria yang langsung menghambur kepelukan Rima.


begitulah Maria, jika sudah bertemu dengan orang tua Rey. mereka bukan seperti mertua dan menantu lebih tepatnya seperti orang tua dan anak kandung.


"sayang, ini bukan airmata tersakiti. tapi ini air mata bahagia." ucap Rima sambil mengecup kening dan pipi Maria.


"apa kalian sudah mendengar kabar baik dari mas Rey?" ucap Maria bertanya.


"iya nak, kami sudah mendengarnya. selamat ya, perbanyaklah bersyukur dan berdoa . kami berdoa semoga kalian selalu diberikan kesehatan" ujar Romi dengan mata berkaca-kaca.


"iya kak, akhirnya kabar yang kutunggu sudah tiba. tidak sia-sia aku pulang ke tanah air ternyata disini banyak hal yang kurasa ini adalah hadiah istimewa dari tuhan" ujar Arkan menatap haru biru kakanya.


"terimakasih mama,papa, dan kamu Arkan. kakak bersyukur memiliki kalian semua. dan mama,papa kalian akan menjadi kakek nenek. dan kamu Arkan, kamu akan menjadi paman" lirih Anita dengan senyuman.


"baiklah, bagaimana jika hari ini kita makan-makan dan mengundang beberapa anak yatim atau piatu yabg didekat komplek sini? kita mengadakan syukuran!" usul papa Romi.


"mama setuju sama papa" timpal mama Rima.


"Arkan juga sama , Arkan begitu setuju sangat mendukung" ujar Arkan tak kalah semangat.


"gimana denganmu Rey?" tanya papa Romi.


"Rey juga setuju. lagi pula itu baik untuk kita dan Maria" ujar Rey kembali mencium pucuk kepala Maria.


"baiklah aku akan mempersiapkan semuanya" ujar Arkan.


mereka pun kini tengah sibuk dengan tugasnya masing-masing. mama Rima yang menyiapkan dekorasi sederhana dan menghubungi pihak katering. papa Romi dan Arkan yang mulai menyiapkan untuk pengisi acara serta memanggil beberapa anak yatim piatu yang ada didekat komplek serta anak-anak dari panti asuhan yang ada dikeat komplek itu juga.

__ADS_1


sementara Maria hanya diam memperhatikan semuanya. ia merasa bersyukur melihat keluarganya yang begitu semangat dan juga begitu perhatian. hari ini akan menjadi hari bahagianya setelah duka mendalam menimpa keluarganya.


kebahagiaan Maria semakin bertambah ketika sedari tadi Rey berada disampingnya. menemani Maria untuk bercerita bahkan menjadi tempat bersandar untuk Maria. begitupun Rey yang sedari tadi sudah menghubungi Zoy karna tidak masuk kantor juga sekaligus mengundang keluarga Zoy untuk ikut acara syukuran ini.


dengan senang hati Zoy menerima undangan sahabat sekaligus bosnya itu. Zoy pun merasa senang karna kebahagiaan kembali menghiasi kehidupan Rey dan Maria.


"sayang apa kamu haus?" tanya Rey sambil mengelus kepala Maria.


"tidak!!" ujar Maria.


"baiklah, jika kamu haus atau lapar beritahu aku. atau kau menginginkan sesuatu bicaralah padaku!" ujar Rey penuh hangat.


"mas?"


"iya kenapa,apa kau mau sesuatu?" tanya Rey memastikan


"tidak!" jawab Maria singkat.


"lalu kenapa?"


"aku ingin bertanya, sejak kapan mas menjadi posesif, bawel dan cerewet." imbuh Maria dengan mengerucutkan bibirnya.


"memangnya kenapa? apa aku menyebalkan?" tanya Rey yang sengaja menggoda Maria.


"hahaha menyebalkan?? tentu tidak mas" ujar Maria yang membuat Rey tersenyum kuda.


"tidak menyebalkan tapi menyebalkan sekali" ketus Maria.


"apa!!!!" ucap Rey membulatkan netranya.


"hahahahahah tidak mas, aku bersyukur. terimakasih sudah sabar dan setia menjadi suamiku" ucap Maria kembali bersandar pada dada bidang milik Rey. Rey pun tersentak mendengar penuturan Maria.


"mas kenapa?" tanya Maria khawatir.


"tidak..tidak. tidurlah sebentar beristirahatlah" ucap Rey mengelus kepala Maria. sementara Maria hanya mengangguk dan mulai memejamkan matanya disandaran Rey.

__ADS_1


"setia?? aku bahkan hampir lupa sedari kemarin aku tak menghubungi anita. apa dia baik-baik saja? tapi biarlah lagi pula dia akan segera ujian. mungkin sekarang dia tengah fokus untuk belajar. aku memberikannya waktu untuk itu" batin Rey berucap.


...Bersambung.......


__ADS_2