
Hari sudah siang, hari ini adalah hari terakhir Rey berada di appartement bersama dengan Anita. seperti yang direncanakan beberapa waktu lalu, hari ini adalah hari dimana ibu Anita akan segera pulang dari Singapure karna sudah menjalani pengobatan. namun meskipun begitu, ia harus tetap menjalani berobat jalan di tanah air untuk memeriksa keadaannya.
Rey sengaja tidak memberi tahu Anita, ia ingin memberi kejutan atas kepulangan ibunya. bukan tanpa alasan, melainkan ingin melihat reaksi Anita seperti apa, terlebih semenjak kejadian pagi itu kedekatan dirinya dengan Anita sedikit renggang.
" cepatlah bersiap ayo kita pergi." ajak Rey pada anita. namun Anita hanya diam tak menjawab seakan bertanya mau kemana.
"kita ke suatu tempat menjemput satu hal yang selalu dinantikan" ujar Rey kembali.
"kemana?" tanya singkat Anita dengan buku-buku yang ada dihadapannya.
"bersiaplah, nanti juga tau!" ujar Rey.
Anita pun segera bersiap, ia membersihkan badan terlebih dahulu. setelah selesai ia segera bersiap dengan memakai dress selutut sederhana warna biru muda dengan renda putih dilehernya. rambut Anita dibiarkan tergerai, semakin membuatnya nampak terlihat anggun dan cantik.
setelah selesai Rey dan Anita pun masuk kedalam mobil dimana Zoy sudah menjemputnya. Anita ingin sekali bertanya kemana ia akan pergi, tapi dirinya enggan membuka mulut. ia hanya diam dan menerka-nerka maksud dari ucapan Rey di appartement tadi.
Rey yang melirik kearah Anita ia hanya menghela nafas. memperhatikan wajah cantik Anita yang tengah memandangi gedung-gedung pencakar langit metropolitan Jakarta. Rey tersenyum penuh arti, Zoy sesekali hanya melirik atasan sekaligus nya itu dari kaca spion.
"kapan kau ujian?" tanya Rey membuka suara dan memecah keheningan.
"2minggu lagi" jawab Anita singkat tanpa menoleh pada Rey.
"apa kau akan terus seperti ini padaku? apa kau tak ingin memanfaatkan sisa-sisa waktu kita sebelum semuanya benar-benar usai?" tanya Rey pada anita. Zoy yang tanpa sengaja mendengar penuturan Rey pun menerka apa yang terjadi, apa Rey sudah memikirkan perkataan dan keputusannya? itulah pikiran Zoy saat ini.
sementara Anita ia tak menjawab, ia tetap saja memandang indahnya gedung yang menjulang tinggi, serta kendaraan-kendaraan lain yang imut berlalu lalang.
"maafkan aku mas, aku seperti ini agar aku tak semakin jauh dalam berharap padamu, agar tak terlalu dalam lukanya ketika nanti kita berpisah " batin Anita berucap.
perjalanan terjadi begitu saja, tak ada lagi obrolan yang dilontarkan oleh Rey, Anita maupun Zoy. semuanya diam bahkan hanya suara dari kendaraan lainlah yang menghiasi keheningan pada mobil yang ditumpangi ketiganya.
kini mereka sudah sampai di parkiran bandara. Anita yang sadar akan posisinya pun segera bertanya.
"kita dimana?" tanya Anita dengan wajah bingungnya.
__ADS_1
"tidak mungkin kau tidak tau!" ucap Rey singkat.
"maksudku untuk apa?" tanya Anita kembali namun Rey tak menjawab. justru ia meninggalkan Anita begitu saja, Anita yang merasa kesal pun langsung mengejar pelan rey berusaha mengimbangi langkah yang baginya besar itu.
Rey yang melihat hal itu sekilas ingat beberapa bulan lalu, hal yang sama dengan mimik wajah yang sama pula yang ditampilkan Anita ketika tengah berada di restoran untuk makan. Rey tersenyum sambil membayangkan kejadian-kejadian lucu bersama dengan Anita.
"hey!! kita mau kemana!" teriak Anita sambil membungkukkan badannya dan memegang kedua lututnya.
"bisakah kau berjalan dengan pelan, aku lelah. apa kau lupa aku tengah hamil" lirih Anita yang membuat langkah Rey terhenti.
"astaga mengapa aku bisa lupa " batin Rey berucap lalu kemudian berbalik arah kembali melangkah menuju Anita dengan nafas yang tersenggal-senggal.
"maaf aku lupa! ayo biar aku bantu" ucap Rey sambil memegang bahu anita.
"lupa?? ya bahkan kau lupa jika ada benihku dalam rahimku mas. semesta apa kau kasihan padaku? ah tidak! semoga kau tidak ikut bersedih semesta!!" batin Anita .
"terimakasih" jawab Anita singkat.
" Mas Zoy kita mau kemana?" tanya Anita yang beralih bertanya pada Zoy.
"kau dan Rey sama saja! sama sama menyebalkan!! aku benci kalian arghhhh!!" kesal Anita yang berjalan melewati Rey dan zoy .
bibir yang mengerucut serta hentakan kaki Anita mampu membuat Rey terkekeh geli.
"kita akan menjemput ibumu !!" ucap Rey . Anita yang mendengar itupun langsung menghentikan langkahnya lalu berbalik badan menghadap Rey. kini netra Rey dan Anita bertemu. pandangan Anita yang sayu, dengan bola mata indah coklat mampu membuat Rey terpana begitu saja.
"benarkah? apa benar yang kau katakan barusan?" tanya Anita dengan tatapan penuh harap.
"aku tidak mengulangi perkataan ku." ujar Rey tersenyum.
"benarkah?? astaga mas!!! apa ini nyata? apa ini benar-benar bukan mimpi " teriak Anita girang. sementara Rey tiba-tiba saja mencubit hidung Bangir Anita.
"ahhhhhh" teriak Anita merasakan sakit.
__ADS_1
"itu artinya nyata!" jawab Rey kembali. sementara Anita ia nampak loncat kegirangan layaknya anak kecil yang tengah diberikan eskrim oleh ibunya.
"hey hati-hati ada janin di perutmu itu. jangan loncat-loncat!!" teriak Rey dengan mimik wajah khawatir.
" ahh iya -iya maaf aku lupa, terimakasih banyak mas terimakasih. aku sangat bahagia,terimakasih untuk semuanya hikss.hikss.." tiba-tiba saja Anita menangis. Rey yang melihat Anita pun hanya bingung lalu memeluk Anita.
"sudahlah jangan menangis lagi, ibumu pulang tapi kau malah menangis" ucap Rey seraya mengusap pucuk kepala Anita.
"aku bahagia, tapi...." ucap Anita kembali menunduk.
"kau tak perlu khawatir katakan yang baik-baik padanya, aku akan membantumu " ujar Rey menenangkan anita kembali.
"terimakasih" ucap Anita kembali, lalu dijawab dengan anggukan oleh Rey.
disisi lain:
"bagaimana dengan mereka?" tanya seseorang yang tengah duduk di kursi kebanggaannya.
"ibunya akan pulang hari ini, dan fakta mengejutkan dia tengah hamil" ujar pria berseragam hitam itu.
"apa ibunya mengetahui?" tanyanya kembali.
"tidak bos! dia menjadi istri simpanan agar bisa mendapatkan uang untuk biaya oprasi ibunya." jawab pria berseragam itu kembali.
"istri simpanan? sudah kuduga"
"ya!! istri simpanan dari pemimpin perusahaan terbesar di negara ini bahkan pemegang saham terbesar dibeberapa perusahaan di luar negri, REY AGATHA!"
"Apa!!!! hahahahahaha kau tau,bahkan Dewi Fortuna pun memihak padaku!! sekali tepuk dua nyamuk mati hahahahaha" tawanya pecah menggema di sepenjuru ruangan.
"siapkan segalanya!!" perintah seseorang yang duduk dan bermain dengan kursi putarnya.
"baik" ucap pria berseragam itu kemudian berlalu pergi meninggalkan ruangan.
__ADS_1
"hahahahahaha!!!!! baiklah akan kuberi waktu kalian untuk bersenang-senang dalam dua bulan ini, lalu setelah itu yang pertama aku akan menyingkirkan wanita tua itu kemudian membuat dirimu menderita dan membuat perusahaan yang kau dirikan susah payah hancur ditanganku!!!!" tawanya kembali menggema diselenjuru ruangan luas itu, seakan-akan menggambarkan seorang iblis yang menyeringai karna akan segera mendapat kemenangan.
......BERSAMBUNG...........