Aku Wanita Penggoda?

Aku Wanita Penggoda?
Episode 49


__ADS_3

Waktu berlalu,


Dalam hidup tentunya banyak hal yang terjadi setiap harinya, parade waktu yang terus berlalu dengan ritme berbeda tanpa disadari justru membuat karakter dan jati diri terbentuk dari sana. Seperti halnya siswa-siswi SMA Garuda Pelita yang sudah menyelesaikan ujian akhirnya. Raut bahagia jelas menyeruak di ruangan kelas ketika guru mengumumkan bahwa semuanya lulus dengan nilai yang memuaskan. Semua bersorak riang gembira termasuk pula Anita.


Untuk merayakan kebahagiaan ini, tentunya Takan dibiarkan usai begitu saja. Semuanya pun antusias untuk menggelar acara tahunan perpisahan sekolah dengan semarak pesta yang meriah. Acara yang digelar dengan tema “ Life is a journey” itu akan digelar tepat dua hari lagi.


Semua siswa-siswi SMA Garuda Pelita nampak tengah sibuk dengan tugasnya masing-masing, mengambil posisi untuk mengisi kegiatan.


Berbeda dengan Anita, justru ia kini menolak ketika mendapat tawaran untuk mengisi acara. Bukan tanpa sebab, melainkan karna ia tengah mengandung dan akhir-akhir ini mudah kelelahan. Anita pun tidak memaksakan diri, ia pun memilih hanya akan menjadi penonton diacara itu nanti. Dan memberikan alasan masuk akal kepada guru dan teman-temannya.


“anita, kamu mau pake dress apa?” tanya Keysa pada Anita.


Anita sejenak nampak berpikir, ia belum tahu akan memakai apa untuk acaranya itu.


“ entahlah aku masih belum tahu”


“Hufttt... Kamu belum menyiapkannya?” tanya Kesya malas.


“hehehe belum” jawab Anita dengan menampilkan deret gigi rapihnya.


“Kenapa padahal dua hari lagi loh acaranya Nita...”


“Rencananya setelah ini aku akan mencarinya key, tenang aja. Nanti tau-tau kamu terkesima hahaha” jawab Anita dengan percaya dirinya.


“Hahahaha baiklah tuan putri, mau aku antar?” tawar Keysa.


“tidak perlu key, aku sendiri saja hehe” jawab Anita.


“baiklah kalo begitu, aku pulang duluan ya. Hati-hati sahabatnya akuuuuu” ujar Keysa melambai, lalu melajukan mobilnya meninggalkan Anita yang tengah berada di parkiran sekolah itu.


*********

__ADS_1


“mas, aku bosan” keluh Maria pada Rey. Rey yang tengah berkutat dengan berkas dan juga laptopnya pun menghentikan aktivitasnya sekejap lalu menatap istrinya Maria yang tengah duduk selonjoran di sofa.


“Kamu bosan? Tunggu ya sebentar lagi aku selesai.” Jawab Rey seraya tersenyum hangat. Mendengar jawaban Rey Maria menghela nafas kasar.


“Ah mas bagaimana kalo aku kebutik depan sebentar? Aku ingin melihat beberapa baju untuk acara kita nanti.” Ucapnya bersemangat dengan mata berbinar.


“Ide bagus, tapi aku ma..”


“Mas gak usah ikut, mas selesaikan saja dulu pekerjaannya. Aku pergi sendiri saja, lagian aku Cuma ke butik depan yang tak jauh dari kantor mas ini. Nanti aku kesini lagi kok.. boleh ya mas boleh ya?...” bujuk Maria dengan memasang wajah melas.


Melihat tingkah Maria yang manja Rey pun hanya pasrah mengangguk, Rey akan menyelesaikan pekerjaannya secepat mungkin lalu nanti ia akan menyusul Maria.


“Baiklah, hati-hati ya. Nanti mas menyusul” ujar Rey seraya tersenyum hangat. Maria pun mendekat lalu mencium pipi Rey dengan gemas.


“terimakasih mas, aku pergi dulu” ujar Maria seraya menyambar tas dan juga ponselnya di sofa. Sementara Rey ia hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah istrinya yang makin hari semakin manja. Namun Rey tak ambil pusing, mungkin itu hormon ibu hamil pikir Rey.


****


Anita pun memutuskan akan mencari butik sekali lagi, jika ia tak menemukan yang cocok biarlah ia akan kembali pulang. Kali ini Anita akan berkunjung ke salah satu butik dimana disana menjual banyak dress cantik untuk ibu hamil.


Sesampainya didepan butik, Anita takjub akan desain butik tersebut yang terbilang sangat indah dengan warna ruangan yang seakan membuat tenang. Terbesit dalam diri Anita juga untuk mengubah warna cat di appartement yang diberikan oleh Rey tempo lalu. Mengingat nama Rey, Anita hanya tersenyum miris. Pasalnya akhir-akhir ini Rey tak mengunjungi lagi dirinya. Jangankan mengunjungi, menanyakan kabar lewat ponsel pun tidak. Tapi mau bagaimana lagi, Anita selalu sadar akan posisi.


Anita mulai melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam butik dan mulai mencari-cari gaun untuk dipakainya nanti. Matanya kesana kemari menelisik satu persatu koleksi dress di butik itu. Matanya berbinar cerah ketika melihat satu buah dress berwarna merah darah. Bagaimana tidak, dreess dengan warna cerah dengan pundak model Shabrina, pernak pernik mutiara berkilauan dengan panjang yang sepertinya pas ditubuh Anita membuat Anita ingin membeli dress tersebut.


Anita pun dengan segera menghampiri dress itu, akan tetapi ketika Anita ingin mengambilnya tiba-tiba saja ada tangan seseorang yang juga ikut memegang dress itu. Anita sontak kaget lalu mendongakkan kepalanya. Sementara wanita yang tengah ditatap oleh Anita seperti terkejut pula, namun kemudian ia bisa menetralkan kembali ekspresinya tersebut. Sebenarnya Anita merasa aneh pada wanita yang disampingnya ini “ada apa” pikir Anita .


“Euhh mbak maaf, saya duluan” ujar Anita kepada sosok wanita tersebut.


“Ah tapi saya menginginkannya, bisakah kamu mencari yang lain?” ujar Maria pada Anita. Ya perempuan yang berebut dress tersebut adalah Anita dan Maria.


“Saya sudah lelah mencari seharian ini, dan saya baru menemukannya lagi” ujar Anita seraya mengusap halus perutnya itu.

__ADS_1


“apa kamu tengah hamil?” tanya Maria pada Anita.


Anita pun mengangguk pelan “ iyaaa” .


Entah mengapa mata Maria sedikit memerah seperti menahan tangis. Anita yang melihat itupun merasa tidak enak, Anita pikir wanita yang ada disampingnya ini sedih karna tak bisa mendapatkan dress yang mereka pegang itu.


“Mbak kenapa? Kalo mbak mau yasudah tidak apa-apa. Mbak boleh mengambilnya kembali” ujar Anita pada Maria.


“Meski kamu menyukainya?” tanya Maria tegas.


“iya” jawab Anita singkat.


“baik hati sekali kamu, tapi tak apa ambil saja dress itu. Saya akan mencari dress yang lain “ ujar Maria melepaskan tangannya dari dress yang juga dipegang oleh Anita.


“Benarkah?” tanya Anita bahagia. Sementara Maria hanya mengangguk.


“Terimakasih” ujar Anita kembali, sementara Maria hanya membalasnya dengan senyuman.


“Mbak, saya mau yang ini” ujar Anita. Pelayan disana pun segera membungkusnya dengan rapih. Anita pun mengeluarkan beberapa lembar uang lalu pergi meninggalkan butik itu.


“sayang, aku mencarimu kemana-mana” ujar sosok pria pada Maria. Maria pun menoleh, lalu menyeka air matanya yang hampir keluar. Rey yang melihat itupun mengernyit heran bertanya-tanya apa yang terjadi.


“kamu kenapa?” tanya Rey seraya menatap dalam Maria.


“Tidak ada mas, ayo kita pulang. Aku rasa tidak ada dress yang cocok disini hehehe” ujar Maria beralasan.


“Hmhh baiklah ayo” ajak Rey.


...BERSAMBUNG


..........

__ADS_1


__ADS_2