Aku Wanita Penggoda?

Aku Wanita Penggoda?
Episode 32


__ADS_3

Dikediaman Rey Dan Maria:


Tamu mulai berdatangan karna waktu sudah mulai sore, Rumah yang tadinya sepi sekarang mulai ramai dihadiri oleh puluhan anak yatim piatu dari panti asuhan maupun dari daerah dekat komplek .


Yang hadir semuanya berbusana putih, begitupun dengan Maria yang sudah memakai dress panjang putih serta selendang yang dikaitkan di kepalannya. Maria nampak begitu sangat cantik dan aura nya terpancar begitu sempurna.


Semua orang kini sudah berkumpul, hanya satu orang yang terlambat datang yaitu Arkan.Tak butuh waktu lama, Arkan sudah sampai dengan langkah tergesa-gesa kemduian ia duduk disamping kanan maria.


"Kau dari mana?" Bisik Maria.


"Tadi ada urusan dulu sebentar" jawab Arkan yang kemudian hanya dibalas anggukan oleh Maria.


"Baiklah kalo begitu mari kita mulai acaranya" ucap Rima mertua Maria.


Acara berjalan dengan lancar tanpa hambatan apapun. Semuanya nampak berbahagia dan mengungkapkan rasa syukurnya. Acara selesai kemudian dilanjutkan dengan berbagi sedikit rezeky dari keluarga Rey yang diberikan pada puluhan anak yatim piatu itu.


Para tamu pun mulai pergi dari kediaman Rey dan Maria. Hingga kini tinggalah para keluarga yang ada dirumah Rey tak terkecuali disana ada bela dan juga keluarga Zoy.


Zoy yang sedari ikut serta dalam acara nampak pula ia ikut berbahagia. Namun,disisi lain Zoy pun memikirkan bagaimana nasib pernikahan Rey dan Anita yang disembunyikan itu.


"Rey ada hal yang ingin aku bicarakan padamu" ucap Zoy ramah dan membungkukkan badannya ketika Maria datang.


"Ada apa?" Tanya Rey.


"Ada hal penting. Dan sepertinya tidak bisa dibicarakan disini Rey." Ujar zoy yang kemudian menatap Maria seakan meminta izin.


"Pergilah mas,acara sudah selesai." Jawab Maria seraya tersenyum ramah.


Zoy dan Rey pun kini menuju taman belakang rumah dimana keadaannya sepi dan aman untuk membicarakan hal yang bersifat privasi.

__ADS_1


Rey dan zoy pun duduk dikursi yang ada dibawah pohon mangga.


"Ada apa Zoy? Kau serius sekali" tanya Rey sambil duduk bersandar.


"Begini, nampaknya kau dan Maria sudah sangat membaik terlebih kebahagiaan kalian akan bertambah karna Maria hamil." Imbuh Zoy to the point'.


"Lalu?" Ucap Rey kembali.


"Lalu bagaimana dengan gadis kecil itu? Euh mm..makasudku dengan Anita"


"Bagaimana apanya? Katakan lebih jelas!" Ujar Rey menatap Zoy.


"Maksudku begini, kau dan Maria sudah bahagia bahkan kebahagiaan kalian kini bertambah. Lalu apa kau akan melepaskannya?" Tanya Zoy kembali.


Rey tak menjawab ia membuang nafas kasar. "Hufttttt, entahlah Zoy. Apa aku bisa melepasnya begitu saja aku tak tau!" Imbuh Rey lesu.


"Maksudmu?? Apa kau mencintainya? Tapi bagaimana bisa kau mencintai dua hati secara bersamaan. Kau akan melukai salah seorang dari mereka jika suatu saat ini terbongkar" ucap Zoy yang membuat Rey kembali berfikir.


"Terserah padamu saja Rey, aku hanya ingin membicarakan itu dan sebaiknya kau pikirkan baik-baik ucapanmu tadi karna jika Maria tau kau akan..."


"Akan apa ?" Ucap seseorang dari belakang. Yang membuat Rey dan zoy langsung melihat kearah suara. Mereka terbelalak kaget ketika ternyata yang datang adalah Maria .


Sadar karna tak ada respon, Maria pun bertanya kembali sambil melangkah membawa nampan berisikan teh hangat.


"Jika aku tau akan terjadi apa? Apa yang tidak aku ketahui Zoy mas Rey?" Tanya Maria sambil meletakan nampan diatas meja kecil disana.


"Mmmm itu aku....aku ada tugas keluar kota selama 3 hari. Dan aku,aku pasti akan meninggalkanmu" ucap Rey yang bingung harus menjawab apa.


Tak ada raut sedih diwajah Maria. Ia nampak biasa dan membuat Rey bingung sementara Zoy ia terus saja diam.

__ADS_1


"Pergilah, tak apa lagi pula ini pasti urusan penting" jawab Maria sambil tersenyum dan mengelus punggung tangan Rey.


"Tapi bagaimana dengan dirimu?" Tanya Rey seakan memastikan.


"Aku akan menginap dirumah mama papa, memangnya kapan kau akan pergi?" Tanya Maria.


"Baiklah aku lebih tenang. Besok pagi aku akan pergi" ujar Rey.


"Yasudah. Kalo begitu aku kembali masuk dulu aku ingin membicarakan hal ini pada mama dan papa" jawab Maria sambil berlalu.


"Apa benar ada jadwal ke luar kota Rey??" Tanya zoy kembali.


"bodoh!, aku hanya berbohong dan aku bingung tadi harus menjawab apa!" Ucap rey memukul tangan Zoy.


"Kau!!!" Pekik Zoy " lalu kau akan kemana selama 3 hari itu hah!!" Ucap Zoy kesal.


"Aku akan bersama dengan Anita" jawab Rey singkat. Zoy yang mendengar hal itupun hanya menarik nafas kasar.


"Terserah padamu, dan kuharap kau bisa memikirkan hal yang tadi dan resikonya kedepan " ucap Zoy sambil berlalu meninggalkan Rey yang masih mematung.


"Aku tau zoy, aku akan memikirkannya" ucap Rey yang kembali terduduk.


Di appartement :


Anita kini sudah sampai di appartement ia pun mulai membersihkan diri. Setelah membersihkan diri Anita kini mulai makan malam meskipun dengan selangan muntahan yang keluar dari mulutnya. Anita terus saja bulak balik memuntahkan isi perutnya.


"Sampai kapan aku seperti ini? Apa aku bisa menjalani semuanya. Tapi bagaimana dengan ibu dan teman-temanku bagaimana jika mereka tau. Apa yang akan terjadi kedepannya. Bagaimana jika pihak sekolah mengetahui aku hamil,apa aku tetap akan bisa mengikuti ujian sekolah? Bagaimana ini.. dan bagaimana dengan mas Rey, apa dia akan menerima anak ini. Bagaimana jika ia menolak nya. Aku harus apa tuhannn!!" Lirih Anita yang menatap dirinya dipantulan cermin.


"kau tau, mungkin aku adalah salah satu wanita beruntung yang dipercaya untuk merasakan mengandung. namun untuk sekarang, aku tak memiliki rasa apapaun entah bahagia atau sedih. kau pasti sudah tau jawabannya apa. kau pasti mengerti apa yang aku rasakan. untuk itu,aku minta padamu tolong jadilah anak baik jangan rewel ya. meskipun aku tak tau ini kabar bahagia atau duka tapi tetap aku akan menjaga dan merawatmu. aku harap ayahmu juga akan senang dengan kabar ini. meskipun kau tau sendiri jika kau hadir dalam rahimku maka kau pun akan memiliki status sebagai anak dari rahim istri simpanan." lirih Anita dengan bulir air mata yang mengalir

__ADS_1


setelah lelah bercengkrama dengan diri sendiri,Anita pun kini memilih untuk kembali keranjang untuk beristirahat. Sebelum Anita naik keranjang ia juga meminum vitamin yang diberikan domter tadi pagi. Anita mulai memejamkan mata untuk melupakan sejenak masalah dan beban hidupnya yang kini semakin bertambah. Berharap esok pagi, semuanya akan lebih membaik.


......Bersambung..........


__ADS_2