
Hari ini adalah hari Senin, semua orang mulai kembali beraktifitas seperti biasa. Begitupun dengan Anita. Anita yang kini hendak pergi kesekolah entah mengapa ia merasa malas. Ingin rasanya Anita memejamkan matanya kembali diatas ranjang yang empuk. Namun, Anita sadar bahwa selain sebentar lagi akan ada ujian. Ia pun tidak boleh bermalas-malasan. Pikirnya memang dia siapa,apa dia sudah menjadi orang sukses hingga bisa bermalas-malasan? Bahkan orang sukses saja selalu bekerja setiap waktu.
Anita kini sudah sampai disekolah, seperti biasa ia mengikuti upacara bendera yang rutin dilaksanakan. Upacara berjalan dengan lancar, namun di pertengahan kegiatan itu. Anita merasa pusing. Namun dengan sekuat tenaga Anita menahannya, ia tetap berdiri tegak mengikuti setiap proses upacara bendera.
Pertahanan Anita roboh ,ketika ia sudah merasa lemas. Tubuhnya gemetar,keringat dingin membajiri pelipisnya, pandangan kabur tentu membuat Anita semakin merasa lemah.
"Bruggg!" Anita terjatuh pingsan ditengah kegiatan upacara. Keysa yang tepat ada dibarisan samping Anita pun langsung menoleh dan terperangah kaget ketika sahabatnya jatuh pingsan. Ia pun segera menghampiri Anita dan mulai menggoyang-goyangkan bahu Anita. Namun, dengan sigap para petugas OSIS dan beberapa sahabat Anita segera membawanya ke ruang UKS sekolah.
Cukup lama, Anita tak sadarkan diri. Bahkan Keysa sedari tadi sudah mundar mandir dan juga mengoleskan minyak kayu putih pada tubuh Anita. Namun tetap saja Anita belum juga sadar. Hal itu semakin membuat Keysa panik. Sementara sahabat yang lain sudah kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran yang sebenarnya mereka benci yaitu matematika. Terlebih dengan pak Bondan yang memiliki kumis tebal dan perut buncit serta galak membuat mereka semakin malas mengikuti kelas.
5 menit berlalu, Anita mulai mengerja-ngerjapkan matanya dan menatap sekitar yang tak asing baginya. Ya,benar saja Anita memang kini sedang berada di ruangan UKS yabg ditemani oleh seorang sahabatnya saja yaitu Keysa.
Keysa yang melihat Anita sudah sadar pun segera menghambur kepelukan Anita.
"Anita ,kamu sudah sadar??" tanya Keysa sembari memeluk Anita dan Anita hanya mengangguk lemas. Keysa pun segera mengambil air putih dan kemudian diberikan pada Anita.
"Anita kamu sakit?kenapa kamu sekolah?" tanya Keysa kembali .
"ah tidak key! aku tidak papa. hanya saja aku merasa pusing. mungkin karna belum sarapan" ucap Anita jujur.
"benarkah? yasudah tunggu sebentar,aku akan memberikanmu makanan. tunggulah sebentar ya" ujar keysa sambil mengangkat kedua tangannya mengisyaratkan untuk jangan kemana-mana. Anita pun tak menjawab ia hanya mengangguk pelan.
Anita kini tengah menunggu,beberapa menit kemudian Keysa sudah datang dengan semangkuk bubur dan teh hangat. Keysa dengan perlahan menyuapi anita. Anita hanya menurut badanya terasa lemas, setelah selesai makan Anita kini tengah meminum obat juga yang dibeli Keysa.
Anita merasa bersyukur memiliki sahabat seperti keysa.yang selalu ada menemani nya dikala susah maupun senang. begitulah,terkadang Anita selalu merasa menjadi beban Keysa sebagai sahabatnya.
"key,makasih banyak ya. maaf aku merepotkan mu terus" lirih Anita.
"sudahlah kamu adik aku,aku ingin menjagamu. kamu orang baik nit aku menyayangimu." ucap Keysa sambil tersenyum.
__ADS_1
"makasih banyak sekali lagi key" jawab Anita kembali dengan air mata yang menetes.
"Andai kamu tau key, aku bukan wanita baik. aku wanita simpanan yang kelak akan mendapatkan gelar wanita penggoda dari orang. apa kamu masih mau bersahabat denganku key" batin Anita berucap. dan Anita pun segera menghapus air matanya yang jatuh.
Perusahaan Agatha:
"Zoy, jadwalku hari ini tinggal apa saja?" tanya Rey yang masih berkutat dengan komputer dihadapannya.
"1 jam lagi meeting dengan perusahaan company untuk membahas proyek yang ada di Bandung. kemudian pukul 4 sore bertemu dengan para kolega yang akan ikut bekerja sama untuk membangun proyek di Singapure." tutur Zoy memberi tahu Rey sisa kegiatannya dikantor hari ini setelah sedari pagi melakukan meeting penting dengan beberapa perusahaan dari luar negri.
"baiklah, siapkan berkas yang akan dibawa untuk meeting terakhir." kata Rey.
"baiklah" jawab Zoy singkat. kemudian Zoy pun pergi dari ruangan Rey untuk kembali ke ruangannya sendiri. sementara Rey masih berkutat dengan tumpukan dokumen yang harus ditandatangani. hari ini, jadwal Rey memanglah padat dan sangat sibuk. hingga sedari pagi Rey tidak memberi kabar pada Anita maupun Maria.
tak lama kemudian pintu kembali diketuk.
"ada apa?" tanya Rey singkat.
"dokter Hans barusan memberi kabar jika ibunya Anita sudah membaik dan bisa segera kembali ke tanah air." ujar zoy, yang membuat Rey berhenti sejenak dari pekerjaannya.
"benarkah? ini kabar baik. Anita pasti senang!" ujar Rey yang sumeringah.
"tentu!" ucap Zoy.
"baiklah,zoy segera persiapkan kepulangan nya esok lusa dan beritahu Hans tentang ini. dan aku akan memberi tahu Anita." imbuh Rey.
"baiklah, apa ada lagi?" tanya Zoy kembali yang dijawab dengan gelengan kepala oleh Rey. Zoy pun kembali pamit untuk menuju ruangannya.
ngomong-ngomong Rey baru tersadar bahwa sejak pagi ia belum mengabari Anita maupun Maria. Rey pun segera merogoh ponselnya dan mulai menelpon Maria.
__ADS_1
"Tut...Tut...Tut.." suara ponsel.
"hallo mas!" ucap Maria dari serbang sana.
"hallo sayang, maaf mas baru ngabarin kamu. mas hari ini benar-benar sibuk" ucap rey.
"tidak papa mas aku ngerti kok, mas jangan lupa makan ya. oh iya cepatlah pulang aku punya kabar penting yang harus segera disampaikan." ucap Maria dengan nada serius yang membuat Rey menjadi penasaran.
"kabar apa?" tanya Rey kembali.
"sudahlah nanti saja aku sampaikan."
"baiklah, oh iya apa Arkan masih ada dirumah??" tanya Rey kembali.
"tidak,dia sudah pulang ke appartement nya yang baru." jawab Maria.
"baiklah, kalo begitu aku tutup telponnya. hati-hati dirumah see you my wife!" imbuh Rey dengan nada mesra kemudian menutup sambungan ponsel.
setelah menelpon Maria, Rey pun menyempatkan untuk menelpon Anita. selain ingin memberi tahu tentang akan kepulangan sang ibu ia juga ingin mengetahui kabar Anita,karna setelah pulang dari mall kemarin Anita maupun Rey tak memberi kabar sama sekali.
cukup lama Rey mencoba menghubungi ponsel Anita,namun tidak ada jawaban. Rey pun berfikir akan memberitahu Anita secara langsung saja. tapi tidak hari ini, karna Maria meminta pulang cepat. lagi pula jadwal Rey sangatlah padat.
"ayo!" ucap Zoy yang masuk tiba-tiba. hal itu tentu saja membuat Rey terperanjat kaget. sementara Zoy yang melihat Rey kaget langsung menahan tawanya.
"apa!! kau ini terkadang sopan terkadang menyebalkan!" ketus Rey.
"pffftttt, baiklah aku minta maaf pak bos. ayo meeting sebentar lagi" ajak Zoy yang kemudian dijawab Rey dengan sebuah anggukan. Rey pun segera berdiri dan melangkah keluar yang diikuti oleh Zoy.
...bersambung.......
__ADS_1