Aku Wanita Penggoda?

Aku Wanita Penggoda?
Episode 48


__ADS_3

didalam perjalanan hening tak ada obrolan diantara keduanya, hanya suara klakson yang bersahutan dari kendaraan yang lainnya. sesekali Anita melihat pergelangan tangannya untuk melihat sisa waktu yang ada. waktu menunjukan pukul 6.45 itu artinya Anita hanya memiliki waktu sekitar 30 menitan lagi saja. mimik wajah cemas semakin terlihat. Arkan yang sesekali melirik Anita pun merasa heran.


"kenapa wajahmu begitu cemas? aku tidak akan menyulikmu tenang saja!" ujar Arkan dengan tatapan masih lurus kedepan. Anita tak menggubris ia hanya melirik sekilas kearah arkan, lalu kembali melirik pergelangan tangannya.


"kenapa tidak menjawab pertanyaanku? apa kamu sedang banyak pikiran? memikirkan hutang? atau memikirkan pacarmu ?" ucap Arkan kembali yang mampu membuat Anita merasa kesal.


"bisa kah kamu diam?" ketus Anita kesal. sementara Arkan hanya terkekeh kecil. "baiklah" ujar Arkan seraya menghentikan laju mobilnya.


Anita yang kaget Arkan menghentikan mobil secara mendadak, sontak langsung membulatkan matanya " apa yang terjadi?" tanya Anita pada Arkan.


"bukankah kau menyuruhku untuk diam?" ucap Arkan dengan wajah tanpa dosanya. mendengar penuturan Arkan membuat Anita menganga tak percaya, orang setampan Arkan memiliki tingkah dan pikiran yang menurut Anita idiot.


"kau!!!" tunjuk Anita pada Arkan. "kau cepat kembali lakukan mobilnya, kau tau aku sudah terlambat. aku akan melaksanakan ujian dan ini hari pertama!!!!!!" teriak Anita dengan suaranya yang khas .


"benarkah?" ujar Arkan dengan nada yang menggoda. "ujian atau sudah ditunggu kekasihmu hah?" ujar Arkan dengan menaik turunkan alis tebalnya.


melihat tingkah Arkan seperti itu mampu membuat Anita merasa kesal, " cepat?jika tak bisa mengantarku turunkan aku!" ujar Anita dengan nada yang naik satu oktaf .


"baiklah-baiklah, ayo jalan" Ujar Arkan yang kembali menancapkan pedal gasnya. sementara Anita ia hanya duduk dia memandang jalanan melalui jendela.


15 menit berlalu, mereka kini sudah hampir sampai didekat sekolah SMA garuda tempat dimana Anita menimba ilmu selama ini. Anita sekarang nampak lebih tenang, pasalnya ia tak akan telat seperti apa yang dibayangkan. mengingat 5 menitan lagi ia akan segera sampai di sekolahnya.


namun, baru saja Anita bernafas lega. tiba-tiba hal yang tak diinginkan pun terjadi. terdengar suara ledakan yang berasal dari mobil Arkan. dengan kaget Arkan pun segera menginjak rem mendadak.


"kenapa?ada ap?" tanya Anita dengan raut wajah takut.

__ADS_1


"sebentar aku akan mengeceknya!" ucap Arkan yang kemudian melepaskan belt dan membuka pintu mobil untuk keluar .


"aku ikut" imbuh Anita yang menyusul Arkan keluar.


"arghhhhh sial" ujar Arkan sembari menendang body mobil nya itu. sementara Anita yang baru saja keluar dari mobil terkejut mendengar emosi dari Arkan.


"kenapa? apa yang terjadi?" tanya Anita panik.


"ban mobilnya pecah, sepertinya menginjak paku?" jawab Arkan yang membuat Anita merasa kasihan dan bingung. "lalu sekarang bagaimana?" tanya Anita .


"entahlah, ini tidak apa-apa. tapi aku tidak mengantarkan mu sampai kesekolah" ujar Arkan merasa tidak enak. " maafkan aku, ini diluar ekspektasi ku."


"tidak apa-apa, 5 menit lagi sampai. untuk sampai ke kelas tepat waktu. aku bisa ambil jalan tikus yang lebih dekat dan bisa langsung menuju kelasku." ujar Anita.


"benarkah? aku akan mengantarmu!" ujar Arkan spontan.


"baiklah terserah" ujar Anita yang membuka pintu mobil dan mengambil tasnya. Anita pun berjalan mengambil arah jalan tikus, yaitu jalan gang kecil dengan bau got yang menyengat. langkah Anita diikuti oleh langkah Arkan yang terus berbicara tanpa hentinya semakin membuat Anita kesal.


"apa kau terbiasa dengan bau seperti ini?" tanya Arkan pada Anita. "Ya tentu!" jawab Anita singkat.


"oh astaga ini menyebalkan!' imbuh Arkan yang mampu menghentikan langkah Anita dan mulai membalik badanya kearah Arkan.


"maaf tuan Arkan , saya sudah meminta anda untuk diam dan tidak ikut kemari ya." ucap Anita ketus.


"yayayaya baiklah, maaf." ujar Arkan seraya terus berjalan.

__ADS_1


"dan bisa kah kamu diam! " ketus Anita seraya terus berjalan. "kau tau? disini ada anjing gila yang akan mengejar kita apabila kita berisik!" tipu daya Anita.


"benarkah an??" ujar Rey yang sedikit berlari untuk mengejar Anita.


"tentu saja!" jawab Anita.


namun tanpa disangka, seakan ucapan tertulis langsung oleh malaikat. entah darimana tiba-tiba suara anjing menggonggong . Anita yang masih mengoceh pun lantas langsung diam membisu. seakan sedang memastikan bahwa suara yang terdengarnya itu hanyalah halusinasi belaka.


"apa kau mendengar sesuatu?" tanya Anita pada Rey. "tidak!" jawab Rey sejujurnya.


tanpa ambil pusing, Anita mulai melajukan kembali langkahnya. namun lagi-lagi suara anjing menggonggong. tapi kali ini, yang mendengar hanyalah Rey seorang.


"an, apa kau mendengar sesuatu??" tanya Rey pada Anita. "tidak!" jawab Anita serentak lalu melajukan kembali langkahnya.


suasana hening kembali, namun tiba-tiba suara anjing menggonggong kembali terdengar. namun kali ini mereka berdua pun mendengarnya.


lantas mereka pun menghentikan langkah dan juga saling pandang satu sama lain. mereka semakin keras mendengar suara menggonggong. hingga akhirnya, mereka berdua menoleh kebelakang. nampak satu anjing tengah memperhatikan mereka berdua, seakan akan siap untuk dijadikan mangsa.


"aaaaaa ....nnnnnnn .....jjiiingggggggggggg" teriak keduanya serentak.


"ok ok tenang an tenang ya," bisik Rey pada Anita. "ba..baik, terus apa yang harus kita lakukan?" tanya Anita dengan nada berbisik .


"yang harus kita lakukan adalah.......KABUR!!!!!!" Ujar Rey seraya lari terlebih dahulu . Anita yang kaget karna ditinggalkan oleh Rey pun hanya bisa ikut kesal, kemudian menyusulnya berlari.


"Rey!!!!!!!!!!!!!!!! keparat kamu reyyyyyyyyy" teriak Anita seraya lari sekencang-kencangnya..

__ADS_1


......bersambung...........


__ADS_2