
Rey sudah sampai didepan gedung perusahaannya, seperti biasa para karyawan berdecak kagum akan ketampanan yang dimiliki oleh Rey,beberapa karyawan membukukan badan tanda memberi hormat. sementara Rey hanya tersenyum ramah.
Rey segere menaiki lift,tak butuh waktu lama Rey sudah sampai di lantai dimana ruangan nya ada disana. Rey segera membuka pintu ruangannya.
cklekkk
Rey menatap seorang wanita yang sedang duduk di sofa dengan tangan yang memegang majalah. sosok wanita yang selama ini ia rindukan, sosok wanita yang selama ini selalu Rey pertahankan.
Rey masih berdiri diambang pintu sementara Maria kini sudah berdiri dan hendak melangkah mendekati Rey. namun Rey mengangkat tangannya sebelah seakan menyuruh tetap diam disana.
Rey segera menghampiri Maria dengan senyuman hangatnya,begitupun Maria tersenyum pada Rey.
Rey merasa tertegun,karna selama 2 tahun ini Rey tak melihat Maria tersenyum .
'apa dia tersenyum?? aku yakin tak salah liat di tersenyum padaku bukan??' batin Rey bertanya-tanya.
"mas Rey!" ucap Maria sambil menjetikan jarinya.
"ehh eh iya, kenapa tumben kamu kesini?" tanya Rey.
"aku,,,kesini karna aku ing..."
"iya hallo!" Rey memotong ucapan Maria karna ada panggilan pada ponselnya. Rey juga memberikan isyarat untuk jangan berisik dulu pada Maria,sementara Maria hanya mengangguk patuh.
sebenarnya Maria merasa heran,pasalnya Rey mengangkat telpon sedikit menjauh dari dirinya,tak seperti biasanya.
(............)
"aku udah di kantor,baru aja sampe. kenapa?"
(..........)
"tadi, aku buru-buru."
(............)
"really?I'm Sorry. maaf ya" ucap Rey lembut. Maria yang mendengar hal itu entah mengapa ada perasaan aneh dihatinya. pasalnya Rey hanya bicara selembut itu biasanya hanya pada dirinya saja.
Maria mulai bertanya-tanya siapa yang menelpon Rey.
(...........)
"iya baiklah, sorry and see u" ucap Rey yang kemudian menutup sambungan telponnya,dan segera menghampiri Maria.
Rey mendudukkan bok*nya di sofa berhadapan dengan Maria, nampak sejuta pertanyaan dari mata Maria.
"dia klien ku, aku minta maaf karna aku meninggalkannya tadi buru-buru tanpa meminta izin pamit" ucap Rey berbohong. sebenarnya yang menelpon Rey adalah Anita. Anita merasa khawatir karna mencari Rey di appartement nya tidak ada, padahal Anita ingin makan bersama dan Anita sudah selesai makan. tapi ternyata Rey sudah pergi kekantor.
__ADS_1
"oohhhm baiklah" ucap Anita yang seakan percaya dengan rey. sementara Rey hanya tersenyum.
"oh ya kamu kenapa kesini tumben??" tanya Rey.
"aku kan istrimu,apa aku tidak boleh kemari??" ucap Maria dengan nada merajuk.
deg!!!!
entah mengapa Rey merasa jantungnya berhenti sekejap.apa ini mimpi? pikir Rey. ya,kalian tau sendiri lah bagaimana rumah tangga Rey dan Maria, hingga Rey memutuskan mencari wanita lain..
"aahhh boleh dong!!" ucap Rey sambil tersenyum.
"sebenarnya aku kesini ingin minta maaf, aku sadar kesalahan aku mas. aku sadar aku telah banyak melukai mu selama ini. Aku ingin memperbaiki hubungan rumah tangga kita mas. aku mencintaimu dan aku tau kau pun sama sepertiku masih mencintai aku. entah mengapa saat akhir-akhir ini kamu beberapa kali tak pulang kerumah, aku merasa ada yang hilang pada diriku. aku harap mas mau maafin aku hiks...hikss.. aku ingin minta maaf dan memperbaiki semuanya sebelum terlambat...sebelum kamu mencari wanita lain mas hikss...hikss..." lirih Maria dengan air mata yang terus mengalir.
"sudah,sudah aku sudah memaafkanmu. berhentilah menangis,kau tau aku tidak suka jika melihat kamu menangis"ucap rey sambil mengusap pipi Maria yang basah.
"hiks...hiks... beneran mas maafin aku??" tanya Maria kembali.sementara Rey hanya mengangguk. kemudian Maria memeluk Rey begitu erat seakan menumpahkan kerinduan yang begitu lama terpendam. Rey juga membalas pelukan Maria dengan tak kalah erat.
ada perasaan bahagia,syukur,terharu menjadi satu. namun entah mengapa tiba-tiba bayangan Anita terbesit di kepala Rey. Rey seketika merasa bersalah pada Maria, andai saja jika ia bersabar mungkin ia tak harus terjebak seperti ini. Rey juga tak mungkin bilang pada Maria jika ia sebenarnya memiliki istri simpanan, wanita gadis yang begitu menarik perhatian rey akhir-akhir ini.
"mari kita mulai dari awal " ucap maria dengan pelukan yang masih erat. sementara Rey hanya tersenyum,ia tak mampu menjawab penyataan yang diucapkan oleh Maria .
"kamu sudah makan?" tanya Rey memastikan. sementara Maria hanya menggeleng.
"kenapa? apa Bi isah tak memasak?" tanya rey kembali.
"masak ko,tapi aku tadi gak makan. setelah tau kalo kamu gak pulang lagi tadi malam." ucap Maria dengan sendu.
"maaf, aku sibuk lembur" ucap Rey berbohong , padahal jelas-jelas Rey semalam tidur dengan istrinya yang lain.
"tak apa,aku mengerti!" jawab Maria sambil tersenyum.
sementara Rey hanya mengelus puncak kepala istrinya yang ia rindukan. Rey merogoh ponsel yang ada disaku celananya. dan jarinya bergerak seperti mengetik. Rey mengirim pesan pada Zoy asistennya untuk menghandle keadaan di perusahaan karna Rey akan pergi bersama dengan istrinya.
"ayo keluar,kita makan bersama!" ajak Rey yang dijawab anggukan oleh Maria. Rey menggandeng tangan Maria dengan mesra,sementara Maria hanya bersikap manja.
semua tatapan karyawan merasa kagum dan juga terkadang iri melihat pasangan yang serasi. seperti biasa keluarga mereka di kenal sebagai keluarga yang harmonis dan juga tak sungkan jika pamer kemesraan dihadapan orang lain.
Maria terus saja bergelayut manja,meskipun didalam mobil Maria tak melepaskan pelukannya pada lengan kekar milik rey begitupun Rey yang merasa bahagia. tak jarang mereka ya tertawa terbahak-bahak karna obrolan yang menurutnya lucu.
mobil Rey sudah berhenti di salah satu mall terbesar di Jakarta. ia ingin menghabiskan waktunya bersama dengan Maria disana,ditempat mereka berdua kencan pertama kali dahulu.
jam terus berlalu hari semakin sore,langit sudah menunjukan lembayungnya. sementara didalam mobil nampak 2 insan yang saling bercanda ria dengan tawa yang menghiasi sore mereka.
setelah seharian berada di mall untuk makan atau bermain serta berbelanja,kemudian keduanya juga memutuskan untuk pulang. tak lupa Rey juga membelikan dress cantik yang dipilihnya untuk Anita. tentu saja tanpa sepengetahuan Maria.
tak butuh waktu lama,setelah 40 menit membelah jalanan ibu kota Rey dan Maria sampai di istana keduanya melabuhkan kasih. Rey membukakan pintu mobil untuk Maria . bi isah dan beberapa pelayan serta security disana nampak bahagia ketika melihat hubungan majikannya kini membaik.
__ADS_1
pasalnya sudah lama pula mereka tak melihat keharmonisan,gelak tawa dari Rey dan Maria.
"ayo sayang" ajak Maria ketika akan menaiki anak tangga menuju kamarnya.
"iya sebentar, kamu baiklah duluan sepertinya aku meninggalkan ponselku didalam mobil." ucap Rey beralasan.
"baiklah" ucap Maria yang langsung saja bergegas naik keatas. sementara Rey ia nampak keluar dan masuk kedalam mobilnya. bukan untuk mengambil ponsel karna ponsel rel sebenarnya dari tadi ada di saku celananya. tapi Rey melainkan ingin menelpon Anita terlebih dahulu.
disisi lain Anita yang sudah membersihkan diri yang memakai berbagai macam wewangian serta sudah memoles dirinya dengan sentuhan yang natural kini sedang duduk di kursi depan meja rias. Anita menatap dirinya di pantulan cermin.
Anita begitu cantik, dengan rambut yang berwarna kecoklatan tergurai indah. bukan tanpa alasan ia berhias seperti itu,melainkan untuk menyambut kepulangan Rey. Anita juga sudah memasak masakan yang bisa menggugah selera siapa saja untuk Rey. meskipun Anita masih duduk di bangku sekolah tapi Anita memang pandai memasak.
"kring...kring..." dering ponsel membuyarkan lamunan Anita. Anita segera berdiri menuju nakas yang ada disamping ranjang dan menekan ikon hijau untuk menerima panggilannya.
tertera inisial nama dilayarnya "R". Anita segera mengangkatnya.
"hallo" ucap Anita.
"hallo sayang, apa kamu sudah mandi?" tanya Rey dari dalam mobil.
"sudah dong!!" jawab Anita dengan semangat.
"tapi ko masih bau sih,sampe kecium kesini" ujar Rey yang sengaja menggoda Anita.
"heyy,itu pasti bau tubuhmu bukan tubuhku!!!" ketus Anita.
"hahahaha iya,iya jangan ngambek dong!"
" oh iya sayang, aku minta maaf malam ini aku gak bisa pulang ke appartement. aku menginap di rumah Maria" ujar Rey hati-hati,sebenarnya ada perasaan bersalah pada diri rey tapi mau bagaimana lagi.
Anita yang mendengar hal itu entah mengapa ada perasaan kecewa, tapi bagaimanapun juga ia sadar posisi. ia hanya dijadikan yang kesekian kalinya. ia tak boleh bermimpi untuk dijadikan prioritas oleh Rey.
"MMM.baiklah tidak papa!" ucap Anita dengan senyum yang dipaksakan. sebenarnya Anita tak usah tersenyum segala karna mereka hanya melakukan voice call sih wkwkwk.
"beneran?" tanya Rey memastikan.
"iya beneran, oh iya besok aku mulai masuk sekolah. tapi buku dan seragam ku ada dirumah lama" ucap Anita,yang memang besok ia akan pergi kesekolah,karna sudah lama dirinya izin.
"baiklah,kau tidak usah khawatir nanti Zoy akan mengantarnya, dan besok Zoy juga akan mengantarmu kesekolah!" ucap Rey.
"tidak,tidak! aku mau naik angkutan umum saja. aku sudah terbiasa lagi pula aku tidak mau ada yang curiga . jika aku diantar oleh Zoy pasti semua orang akan bertanya-tanya, mana mungkin Anita si gadis miskin diantarkan dan naik mobil mewah hehe" tolak Anita.
"hmhh baiklah terserah!" ucap Rey.
"kalo gitu aku tutup telponnya"
"hmhh yasudah" ucap Anita dengan tersenyum getir.
__ADS_1
"kenapa ya,hatiku merasa kecewa ketika mas Rey gak pulang kesini. apa aku mulai suka sama mas Rey? ah tidak,tidak! tapi kalo sekedar suka kan gapapa lagi pula banyak yang suka juga ko sama mas Rey. mas Rey itu sangat baik,tampan,gagah dan eh kenapa aku mikirin dia" ucap Anita pada dirinya sendiri.
...bersambung.........