Aku Wanita Penggoda?

Aku Wanita Penggoda?
Episode 24


__ADS_3

Maria pun dengan senang hati mengajak masuk Arkan . Maria berbincang segala hal bahkan sesekali mereka bernostalgia tentang masa kecil bahagia dengan kedua orang tua mereka yang kini hanya menjadi kisah kenangan.


Mereka terus saja bercerita bahkan tertawa,suasana yang sangat hangat menggambarkan kedekatan Kakak beradik itu. bahkan Arkan pun sudah memberikan puluhan buku novel yang ia beli. tentu saja hal itu membuat Maria sangat senang bahkan sampai menitikan air mata. bagi Maria, bukan karna buku novelnya melainkan perhatian yang diberikan adiknya Arkan yang tidak pernah berubah sejak dulu.


"oh ya kak, Kaka ipar dimana?" tanya Arkan sambil meneguk minuman yang sudah dibuat Maria.


"kakak mu pergi keluar,ada urusan" jawab Maria sambil tersenyum,sementara Arkan hanya mengangguk paham.


"oh ya, Arkan apa kamu tau?.. sekarang kakak dan Kakak ipar ku tengah melakukan program hamil. Do'akan kakak ya semoga kita berdua berhasil dan akan memberikan kamu ponakan yang lucu " kata Maria dengan semangat. sementara Arkan yang mendengar penuturan kakaknya merasa sangat senang,karna pasalnya Arkan pun tau bahwa sebenarnya dua tahun ini hubungan rumah tangga Maria dengan Rey tidak baik-baik saja.


"benarkah Kak???" tanya Arkan dengan mata berbinar. sementara Maria menjawab dengan menganggukan kepalannya.


"semoga berhasil kak,aku selalu berdoa semoga kebahagiaan selalu menyertaimu dan keluarga kecilmu." ucap Arkan.


"ammin,terimakasih adik Kaka yang paling ganteng. kamu tau kamu itu adalah adik kakak yang paling sempurna,tapi hanya satu kekuranganmu .." imbuh Maria.


"apa??" tanya Arkan sambil menaikan alisnya sebelah.


"kamu jomblo akut!!! padahal usia mu sudah cukup untuk menikah hahaha" ledek Maria yang membuat Arkan kesal.


"hey kakak ku yang paling cantik! tenanglah sebentar lagi aku akan membawa kekasihku untuk bertemu dengan kakak!!!" ketus Arkan sambil menaikan sebelah kaki kanannya diatas kaki kiri.


Maria pun langsung berubah dengan wajah mimik yang serius "benarkah? kau punya kekasih?? siapa wanita itu?" .


"entahlah aku belum tau siapa namanya, tapi yang jelas dia sangat cantik." ucap Arkan seraya tersenyum dan membayangkan tingkah gemasnya.


"bagaimana kau punya kekasih sedangkan kau sendiri belum tau namanya huh!!!" ketus Maria.


"hehehe aku baru bertemu tadi sebentar,dan aku yakin satu hari nanti pasti kita akan bertemu lagi dalam waktu dekat ini" ujar Arkan percaya diri.


"astaga Arkan! dimana otakmu. apa ini yang kau dapat setelah kuliah di luar negri bertahun-tahun???jangan terlalu berharap Arkan,bagaimana jika dia sudah menikah hahahahaha!" ejek Maria kembali yang berhasil membuat Arkan berfikir sejenak dengan raut wajah yang kesal.


"tidak Kaka, dia masih sekolah hahaha dan sepertinya sebentar lagi ia akan lulus!" ujar Arkan kembali membela diri.


"kau menyukai gadis kecil??? Hahahahahaha astaga adik ku ini menggemaskan sekali!!!!" ucap Maria dengan nada yang terus saja meledek.


"ah sudahlah, kakak jangan mengejek ku terus. aku gerah bolehkah aku numpang mandi??" tanya Arkan.

__ADS_1


"tentu saja" ucap Maria seraya tersenyum.


******


"kamu mau apa? beli lah sesuka hatimu!!" ucap Rey sambil mengelus kepala Anita.


"benarkah?? apapun itu??" tanya Anita sambil mendongakan kepalanya sedikit,mengingat Rey yang lebih tinggi darinya.


"tentu saja"


"kalau begitu aku ingin seluruh barang dari mulai makanan dan barang yang ada di mall ini bagaimana??" tanya Anita sambil memicingkan alisnya.


"apapun itu, aku akan membelinya untukmu. bahkan sekalipun aku membeli seluruhnya uang ku tidak akan pernah habis." ujar Rey dengan nada sombong.


"yeahh mulai deh sombongnya!! engga mas aku gak mau apa-apa. kita kan kesini mau belanja buat bahan dapur doang hehehe. tadi aku cuma becanda ko. lagi pula apa yang mas udah berikan buat aku dan ibu itu sudah jauh lebih dari cukup. aku ingin mengucapkan terimakasih untuk mas."ucap Anita yang kini sudah menitikan air matanya.


"hey,apa ini. kamu tidak boleh menangis,aku benci jika melihat wanita menangis. sudahlah lagi pula kamu istriku juga hartaku yang aku punya, artinya itu juga punya kamu." imbuh Rey sambil menghapus air mata Anita menggunakan kedua jempolnya.


"terimakasih mas!!" ucap Anita sambil memeluk Rey, entah dapat keberanian darimana Anita memeluk Rey terlebih dahulu ditambah ini ditempat umum. dan Rey ia tak mempermasalahkannya bahkan dengan senang hati ia merasa senang Anita memeluknya dengan inisiatif sendiri.


"sudah, bukankah kita ingin belanja?? ayo kita kesana" ajak Rey sambil merengkuh bahu anita. Anita pun dengan senang hati merengkuh pinggang Rey. mereka berjalan berdua melewati orang yang berlalu lalang. tentu saja hal itu membuat semua orang yang melihatnya nampak iri,akan keharmonisan dan juga keromantisan keduanya.


bahkan sesekali Rey dan Anita terlihat bersenda gurau dengan belanjaan ditangannya. mereka tertawa bersama bahkan mereka lupa bahwa Anita dan Rey kini tengah berada di tengah-tengah keramaian. seperti saat ini Anita sengaja mengagetkan Rey hingga membuat Rey secara reflek menarik anita, karna hal itu sontak membuat Anita jatuh kedalam troli.


"heyyy mass awww bantu aku!!!" teriak Anita.


sementara Rey hanya tertawa terbahak-bahak. "Hahahahahaha makanya jadi orang jangan usil!!" ledek Rey sambil menjulurkan lidahnya.


"ishhh massssss!!! tolongin gak???" ucap Anita dengan nada kesal.


"hahaha baiklah-baiklah." ucap Rey sambil membantu Anita berdiri dan turun dari troli kosong entah milik siapa.


"aww!!" pekik Rey ketika tangannya di pukul oleh Anita. Rey meringis kesakitan,dan sontak membuat Anita khawatir. sebenarnya Rey tidak papa hanya saja Rey sengaja mengerjai Anita.


"mas?? mas sakit ya? maafin aku mas aku kan kesel lagi pula salah mas sendiri sih!!" ucap Anita sambil mengelus tangan Rey. namun Rey tak menjawab pertanyaan anita justru Rey kembali tertawa yang membuat Anita kesal.


"mas ngerjain aku lagi ya? huhhh!" ketus Anita dengan tangan yang sudah siap akan memukul Rey kembali, namun Rey dengan sigap ia segera berlari.

__ADS_1


"mas mau kemana???" tanya Anita .


"toilet!!!" ucap Rey. sementara Anita hanya tersenyum sendiri.


"pengantin baru ya mbak??" tanya salah seorang wanita paruh baya yang sedang berbelanja. sementara Anita hanya tersenyum kikuk malu.


"aku harap hari nanti kebahagiaan seperti ini datang sesungguhnya dengan ketulusan dan status yang jelas dan itu mungkin bukan bersamamu mas" batin Anita berucap dan kemudian anita melanjutkan kembali untuk memilih barang dan berbelanja.


kini Anita sedang mendorong trolinya ia hendak duduk di kursi dekat dengan kasir. entah mengapa dirinya merasa sangat lelah padahal ia hanya berdiri dan berbelanja sebentar saja. tapi pikirnya mungkin karna ia lelah sejak sedari pagi ia sudah keluar rumah bahkan pergi ke toko buku mengantar keysa.


namun,ketika ia berjalan tiba-tiba saja Anita tanpa sengaja menabrak seseorang.anita pun merasa kaget dengan segera ia pun meminta maaf.


"maaf, saya tidak sengaja." ucap Anita sambil mengulurkan tangannya.


"maaf-maaf!! jalan itu pake mata!!! liat nih kulitku lecet! apa kau tau aku perawatan begitu mahall!!!!" dengus wanita itu dan menolak uluran tangan Anita. sementara Anita hanya diam.


"sa.. saya tidak sengaja" ucap Anita. mendengar suara yang tak asing baginya, wanita itupun langsung mendongakan kepalanya , dan ia merasa terkejut ketika melihat gadis yang baru saja menabraknya begitupun dengan Anita.


"kau!!!!" tunjuk anjani. ya wanita itu adalah Anjani istri dari ayah nya Burhan .


"iii...ibu???" lirih Anita.


"cihhh jangan sebut saya dengan panggilan itu. menjijikan!!!"


"dan ya apakah sekarang kau bekerja menjadi pembantu di keluarga berada?? hingga mampu berbelanja banyak seperti ini di mall mewah?" ucap Anjani dengan nada meledek.


"tidak!" singkat Anita.


"aaahh ya, jika gadis miskin seperti mu tidak bekerja sebagai pembantu pasti kau menjadi wanita simpanan pria kaya hahahahaha!"


mendengar ejekan Anjani, Anita pun hanya diam. ia bingung harus menjawab apa, harusnya tadi ia mengiyakan bahwa dirinya bekerja sebagai pembantu.


"kenapa diam?? apakah benar???" ucap Anjani kembali dengan menyunggingkan senyumannya.


"jaga ucapan anda!!!! apa urusan anda dengan kehidupan saya? apa anda sudah tak memiliki pekerjaan hingga mengurusi kehidupan saya Ibu? ah tidak maksudku IBU TIRI YANG MEREBUT AYAHKU!" Ujar Anita dengan penekanan di akhir kalimatnya. yang membuat Anjani kalah telak kemudian merasa malu. karna orang yang sedari tadi berkerumun menyaksikan perdebatannya dengan Anita dan mulai berbisik.


"Ada apa ini?!!!!" ucap seseorang dengan tegas.

__ADS_1


Deg!!! Anita menoleh dan terkejut melihat siapa yang datang.


...Bersambung......


__ADS_2