Aku Wanita Penggoda?

Aku Wanita Penggoda?
Episode 41


__ADS_3

setelah selesai makan, Arkan pun berpamitan pada ibu dan juga mbak Rita. Arkan bersikap sangat baik, Arkan pun menceritakan dirinya baru akan wisuda dan belum bekerja. tentu saja hal itu adalah sebuah pembohongan yang diberikan Arkan, padahal sebenarnya Setelah wisuda nanti Arkan pun akan mengambil alih perusahaan Wijaya pada tangannya. namun Arkan, tak mau dianggap dirinya sedang menyombongkan diri karna menceritakan siapa dirinya. jadi dia hanya bilang bahwa dirinya belum bekerja.


"Ibu saya pamit dulu ya, terimakasih untuk makan malamnya" ujar Arkan sambil menyalami ibu.


"baiklah, lain kali mampir kembali ya nak!" ujar sang ibu. sementara Anita ia hanya kesal, entah mengapa baginya Arkan sangatlah menyebalkan.


"Nak, antar nak Arman kedepan" titah ibu pada Anita.


"ibu, namaku Arkan tapi kalo ibu nyaman dengan panggilan itu tidak apa-apa kok Bu" ujar Arkan dengan mimik wajah api-api sendu.


" ah ya, ibu minta maaf. Anita antar nak Arkan kedepan!" titah ibu kembali, dan menghentikan Anita yang tengah terkekeh.


"baiklah Bu, tapi ibu nanti sama siapa ke kamarnya? tanya Anita.


" gapapa an, biar sama mbak aja. ayo buk!" ajak Rita kemudian ibunya mengangguk seraya tersenyum.


"terimakasih ya mbak!" ujar Anita tersenyum.


Anita pun mengantar Arkan kedepan, Anita yang diam di ambang pintu dan Arkan yang menyandar pada tiang rumah itu.


"bukankah kamu ingin pulang? dan ya terimakasih untuk makanannya tadi." ujar Anita tersenyum.


"terimakasih sudah mengajaku makan malam bersama dengan ibu dan mbak mu. oh ya apa dia mbak mu??" tanya Arkan kembali.


"kenapa? apa kau menyukainya? aku tau dia itu cantik dan baik tapi kau harus ingat kau sudah punya kekasih. jadi laki-laki itu harus punya prinsip dan komitmen. kamu tau ada tiga mahkota pada diri laki-laki menurut wanita. yang pertama Imannnya, kesetiaan, dan juga tanggung jawab. jadi jadilah pria yang mempunyai mahkota Dimata wanita " ucap Anita panjang lebar. sementara Arkan ia hanya mencerna perkataan Anita.


"kekasih??? apa kau tau aku punya kekasih? dari mana ??" tanya Arkan kembali.


"kau lupa! waktu itu di toko buku! ah sudahlah cepat pulang sudah malam. tidak enak diliat tetangga." usir Anita pada Arkan.


"tapi aku.. akk.."


"sudah sana ayo pulang, hati - hati dijalan!" ucap Anita mendorong tubuh Arkan kemudian berlari memasuki rumah dan menutup pintu.


Arkan pun hanya mendengus kesal.


"Astaga, aku bertanya apa dia mbaknya atau bukan malah dijawab seperti ini. aku menyukai dia,dia malah menyangka aku punya kekasih. ah sial aku lupa meminta nomer ponselnya lagi !!" ucap Arkan seraya menendang ban mobilnya itu.

__ADS_1


"Awwww!" ucap Arkan seraya memegang ujung sepatunya. dan kemudian berlalu memasuki mobil dan meninggalkan halaman rumah Anita.


didalam kamar, Anita tidur disamping ibunya. ia mencoba memejamkan mata karna esok pagi harus sudah kembali ke apartemen lalu pergi kesekolah untuk mengambil kartu ujian. Anita heran, seharian ini ia tak merasa mual sama sekali. tapi yasudahlah, pikir Anita ini jauh lebih baik dan tak akan membuat siapapun curiga.


"kamu memang anak baik sayang" batin Anita seraya mengelus perutnya kemudian terlelap tidur.


Keesokan paginya di kediaman Rey:


"sayang bangun, ayo sarapan" ujar Maria seraya menggoyang-goyangkan tubuh Rey.


"aku masih mengantuk, semalaman tak tidur" ucap Rey yang membuat Maria merasa bersalah.


"maafin aku mas, maaf sudah membuat mu repot hiks..hiks.." ujar Maria menangis. Rey yang merasa ada tetesan air jatuh ke pipinya pun segera terbangun dan mendapati Maria tengah menangis.


"sayang, maaf gapapa kok! mas gak maksud gitu. semalam mas memang tidak tidur karna setelah membeli ketoprak mas harus mengirim email terlebih dahulu pada para kolega yang ikut serta menanam saham di perusahaan mas" ujar Rey menghapus air mata Maria.


"benarkah?? tapi aku merasa bersalah aku menginginkan ketoprak tapi entah mengapa setelah mas pergi tiba-tiba saja aku mengantuk. maafkan aku mas" ucap Maria kembali.


"sudah ya, ayo kita kebawah . kita sarapan" ujar Rey mengajak Maria. Maria pun hanya tersenyum ramah, ia beruntung memiliki suami seperti Rey.


"mas mau ke kamar mandi dulu sebentar kamu turun lah dulu. sekalian mas juga mau bersiap untuk pergi ke kantor" ujar Rey.


Maria menunggu Rey di meja makan seraya menyiapkan makanan untuk sarapan dengan dibantu BI isah.


tak butuh waktu lama, Rey sudah turun dan mulai menarik kursi meja makan kemudian duduk disana.


Sebelum Rey makan, ia kembali berdiri dan membuat maria bertanya-tanya kenapa apa dia masih marah pasa Maria perihal ketoprak itu.


"mas mau kemana?" tanya Maria namun Rey pun tak menjawab ia bergegas kearah dapur dan menuju kulkas. melihat Rey tak menjawab , Maria pun ikut berdiri dan mengejar Rey.


"mas, mas masih marah??" tanya Maria namun Rey tak menjawab.


"mas maaf, aku janji aku gak bakal ngerepotin kamu lagi" ucap Maria menguntit dibelakang Rey.


" Mas jawab, Mas bukannya kita udah sepakat kalo ada masalah atau kesel harus diungkapkan. mas jangan diem aja, jawab massss" ucap Maria seraya menarik- narik jas milik Rey.


" Mass ihh mas aku minta maaf" teriak Maria.

__ADS_1


"apa sih sayang, ini minum dulu!" ucap rey menyodorkan segelas susu pada Maria. Maria yang sudah menitikan air mata pun merasa heran.


"maksudnya apa mas??" tanya maria.


"kamu kenapa? kok nangis? aku cuma mau bikinin kamu susu buat adik bayi. kamu ko nangis sih!" ucap Rey kembali.


"aku kira mas marah, aku takut mas marah" ujar Maria . kemudian Rey pun segera memeluk tubuh Maria pada dekapannya.


"mas udah bilang mas gak marah, kalo kamu mau apa-apa harus hubungin mas ya !" ucap Rey seraya mengelus rambut Maria.


"terimakasih sudah menjadi suami yang baik selama 6 tahun ini, aku bahagia bersamamu." ujar Maria.


Rey dan Maria pun kembali menuju meja makan dan melakukan sarapan, setelah selesai ponsel Rey berbunyi pesan singkat dari Zoy.


"sayang mas pamit dulu ya!" ujar Rey.


"baiklah , hati- hati jangan lupa makan siang ya!" ucap Maria kemudian menyalami suaminya itu.


Rey pun berlalu meninggalkan Maria, dan menuju halaman rumah karna Zoy sudah menunggu.


"bagaimana? apa kau sudah menjemput dan mengantar Anita?" tanya Rey sembari masuk kedalam mobil.


"Sudah" ujar zoy singkat.


sementara Rey pun hanya mengangguk paham, kemudian bersandar di kursi mobil.


"kau kenapa Rey? matamu seperti panda begitu ?" tanya Zoy sambil melirik kearah Rey.


"aku semalaman bergadang mencari ketoprak," jawab Rey sambil memijat pelipisnya.


"untuk apa?" tanya Zoy kembali seraya menancapkan gas.


"Maria ngidam, dan kau tau setelah lama mencari ketoprak sesampainya dirumah dia malah tertidur" jawab Rey kembali yang mampu membuat Zoy terkekeh.


"hahaha begitu berat tugas suami ya Rey. apalagi punya istri dua" sindir Zoy.


Rey pun diam, dia ingat jika Anita pun tengah mengandung pikirnya apa Anita juga sama dengan maria yang mengidam.

__ADS_1


"Anita tengah hamil, bagaimana jika ia pun mengidam tengah malam. siapa yang akan menuruti kemauannya. bagaimana ini??" batin Rey berucap.


...Bersambung...


__ADS_2