
setelah beberapa menit,anita segera menyelesaikan ritual mandinya. namun lagi-lagi Anita lupa membawa bajunya. ia pun berteriak.memanggil nama Rey namun tak ada jawaban. mungkin Rey tidur pikir Anita, ia pun membuka pintu pelan dan mengintip keadaan kamar.
"amannn" ucap Anita.
Anita melangkahkan kaki dengan mengendap-ngendap,dan melihat kearah ranjang dimana Rey tengah tertidur pulas.
Anita pun nampak tersenyum dan segera menuju walk in closed untuk mengambil pakaiannya. karna sudah sore Anita memutuskan untuk mengambil piyama saja.
namun ketika Anita tengah mengambil pakaian dalam,ia dikagetkan dengan tangan kekar yang tiba-tiba saja melingkar di pinggangnya. secara reflek Anita pun menjatuhkan piyama dan pakaian dalamnya kelantai.
"ahhhhhh,lepassss!!!" teriak anita yang meronta mencoba melepas pelukan Rey.
"kamu harum sekali,sabun apa yang kau pakai?" tanya Rey sambil mencium ceruk leher Anita.
namun Anita tak menggubris ia terus saja menggerakkan tubuhnya kekanan dan kekiri harap-harap Rey akan melepaskannya.
namun ternyata Rey justru semakin mengeratkan pelukannya.
"Diamlah jangan terus bergerak aku hanya ingin memelukmu sebentar nit!" Imbuh Rey.
__ADS_1
karna Anita sudah diam tak bergerak kembali,Rey membalikan tubuh Anita untuk menghadapnya.
kini Anita sudah menghadap Rey. Anita sontak langsung menutup dadanya dengan kedua tangan yang menyilang ketika Rey menatap dengan tatapan yang sulit di artikan. Rey terus menatap Anita dari atas sampai bawah,menatap Anita yang hanya mengenakan sehelai handuk yang hanya menutupi bagian tertentu.
Rey menelan salivanya dengan susah. Rey pun mulai kembali mendekatkan wajahnya pada wajah Anita. namun belum juga aksinya dimulai. Rey mendapat dorongan dari Anita.
"hey apa yang kau lakukan!!!" teriak Anita dengan tangan yang masih menutupi dadanya.
"aku hanya merindukanmu! lagi pula kita kan pengantin baru" ucap Rey dengan menaik turunkan alisnya.
"Ya terus?!!!!!" ketus Anita yang kemudian membungkukkan badannya mengambil pakaian yang tadi jatuh.
dengan cepat Rey segera membopong tubuh Anita ala bridestyle membawa Anita ke arah ranjang. dijatuhkannya Anita secara perlahan keatas ranjang. kini posisi Anita dibawah kukungan tubuh kekar Rey.
Rey menatap Anita,netra nya saling bertemu. degupan jantung Anita terdengar oleh Rey hingga membuat Rey tersenyum. Anita yang melihat Rey tersenyum menyeringai ia hanya bergidik ngeri.
ada sebuah kode keras yang di isyaratkan oleh Rey,sementara Anita hanya menggelengkan kepalanya. namun tetap Rey tak menggubris kode dari Anita. kini Rey mulai mendekap lembut penuh kehangatan tubuh Anita.
perlahan namun pasti Rey kini mulai mencumbunya dengan lembut dan penuh hasrat sementara Anita tak membalas perlakuan Rey. ia hanya diam, menerima sentuhan yang diberikan oleh Rey.Sedangkan Anita merasakan desiran panas menjulur diseluruh tubuhnya. namun dengan keras ia mencoba menahan dengan menggigit bibir bawahnya dengan keras.
__ADS_1
Anita tak bergeming,ia terus saja diam. bibir dan pikirnya seakan menolak,tapi tubuhnya tidak.
tak sampai disitu, Rey kini mulai menarik ujung handuk Anita dan membuat handuk itu terbuka hingga menampakan tubuh polos milik Anita. Anita hanya terpejam menahan malu. Dan terjadilah yang seharusnya terjadi.
Malam itu bagi mereka adalah malam yang panjang, kehangatan,kelembutan begitu kental terasa didalaam ruangan itu. Meski tak didasari karna cinta namun keduanya saling melengkapi satu sama lain. Saling menerima kekurangan yang dimiliki oleh keduanya.
Saling memberikan kebutuhannya satu sama lain, Anita hanya tersenyum matanya sedikit sembab karna beberapa air mata yang keluar. Namun ia sadar,inilah syaratnya. Inilah yang dilakukannya setelah ia mendapatkan apa yang ia butuhkan.
Ya,semuanya demi ibu.
Entahlah, Anita terkadang berfikir apa suatu saat nanti ada pria yang akan menerima dirinya yang sudah hancur. Jujur saja Anita tak berharap lebih pada Rey,sebab ia tau posisinya. Posisi yang mungkin bisa berakhir kapan saja,jika istri pertama rey sudah kembali seperti sedia kala pada Rey.
Namun untuk sekarang,biarlah semua berjalan semestinya. Anita pun kini sudah terlelap karna lelah. Begitupun dengan Rey ketika ia sudah puas ia pun memejamkan matanya untuk beberapa saat mengelus puncak kepala Anita hingga Anita benar-benar terlelap.
BERSAMBUNG....
jangan lupa like,komen,dan vote juga sih boleh hehe.
terimakasih
__ADS_1
haturnuhun🥰**