Aku Wanita Penggoda?

Aku Wanita Penggoda?
Episode 23


__ADS_3

setelah mengantar keysa ke toko buku. Anita memutuskan untuk kembali ke appartement ,selain tubuhnya yang mulai lelah ia juga butuh waktu untuk belajar karna ujian yang akan dilaksanakan beberapa Minggu lagi.


Anita bertekad jika ia lulus SMA , ia akan mulai mencari pekerjaan yang lebih baik dan mulai menabung untuk biaya pengobatan sang ibu yang masih saja berlanjut. Anita ingin bebas dari cengkraman Rey dan juga bebas dari status predikat orang ketiga yang ujung-ujungnya dia akan dicemooh sebagai Wanita penggoda.


setelah membersihkan diri,Anita kini tengah berbaring di atas ranjang merehatkan sejenak pikirannya. saat ini,entah mengapa ia merindukan tingkah jail Rey andai Rey suami Anita seutuhnya mungkin Anita sangat bersyukur memiliki pria sebaik Rey. namun itu semua hanya ilusi belaka yang tidak akan pernah terwujud.lamunan Anita buyar ketika perutnya berbunyi pertanda cacing-cacing didalamnya sudah berdemo meminta asupan.


Anita pun bergegas turun menuju dapur,ia rencana akan memasak beberapa lauk yang ada. sesampainya didapur Anita membuka kulkas,tapi ternyata tidak ada apa-apa. ia lupa jika ia belum belanja bulanan bulan ini. karna rasa lapar yang tak bisa ditahan, ia pun membuka laci untuk mengambil mie instan yang disediakan disana. tak tanggung-tanggung bahkan Anita mengambil dua bungkus mie instan untuk dimakannya. padahal biasanya memakan habis satu bungkus mie instan saja Anita kesulitan.


tak butuh waktu lama,Anita kini tengah menyantap makanannya dengan lahap. entah mengapa akhir-akhir ini nafsu makannya seakan bertambah, dengan porsi makan yang tidak seperti biasanya. tapi ia tak masalah dan tak mau ambil pusing, justru pikirnya bagus untuk menambah berat badannya yang kurang berisi.


setelah selesai makan ia pun kembali masuk kekamar,sebelum belajar Anita pergi ke balkon untuk melihat keindahan kota Jakarta yang dihiasi dengan gedung yang menjulang tinggi, langit biru dan teriknya mentari seakan menambah indah suasana disana. disaat Anita menikmati keindahan itu,tiba-tiba saja sebuah tangan kekar melingkar di pinggang Anita. Anita terperanjat kaget dan langsung menoleh.


benar saja,ternyata itu Rey. Anita pun tersenyum karna memang dari tadi ia merindukan Rey. dan Rey seakan mengerti. padahal biasanya jika libur Rey tidak akan mengunjungi Anita. Rey mengunjungi Anita hanya di waktu kerja.


"mas Rey!!" ucap Anita seraya tersenyum.


"iya kenapa? kaget??" tanya Rey sambil mengeratkan pelukannya. dan Anita hanya mengangguk karna faktanya ia begitu merindukan sosok laki-laki yang beberapa hari ini selalu ia rindukan setiap saat.


"aku sengaja kemari,karna aku juga merindukanmu" ucap Rey .


sedangkan Anita seakan tak percaya dengan apa yang diucapkan Rey " benarkah??" tanya Anita memastikan.


"iya Anita, aku juga rindu masakan buatan kamu" ucap Rey yang mengacak-acak rambut Anita.


"ah tapi mas kali ini aku gak masak.." jawab Anita,mengingat tidak ada apapun di dapur.


"benarkah? lalu kamu makan apa?" tanya Rey yang kini membalikan badan Anita agar menghadapnya.


"tadi aku makan mie instan"


"tapi itu kan gak sehat Anita!!!!"


"tapi mas ,habisnya aku lapar!" ucap Anita sambil mengelus-elus perutnya.


Rey nampak diam dan seakan sedang berfikir. Anita pun menjadi heran karna melihat Rey diam.


"Mas!!!" teriak Anita yang membuat Rey reflek menutup kedua telinganya.


"ya!! MMM gimana kalo kita belanja kebutuhan dapur mas akan menemanimu?" ajak Rey pada Anita. mendengar hal itu Anita nampak tak percaya dan ia sangat senang karna untuk pertama kalinya Anita diajak keluar bersama dengan Rey.

__ADS_1


"benarkah????" tanya Anita dan Rey hanya mengangguk dengan senyumannya.


"tapi aku tak...."


"sudahlah kamu tidak usah khawatir,aku punya cara agar orang tak tau dengan siapa kamu pergi... dan cepatlah bersiap." ucap Rey pada Anita. Anita pun dengan cepat ia berlari untuk bersiap.


sementara Rey ia pun kini sama tengah bersiap, dengan memakai Hoodie,topi, dan masker.


15 menit berlalu, Anita kini sudah memakai dress selutut dan rambut dibiarkan tergerai serta flatshoes yang ia pakai warna hitam. cantik,begitu sederhana dengan wajah tanpa polesan makeup,bibir merah ranum alami tanpa polesan lipstik.


Anita segera keluar dari toilet dan menghampiri Rey. Anita sangat kaget ketika Rey yang sudah terbungkus rapih dengan hoodie,masker,dan juga topi. benar saja, siapapun tidak akan mengenal Rey bahkan Anita pun mungkin tak akan mengenal Rey jika ia tak melihat sepatu dan jeans yang Rey pakai.


"mas apa tidak gerah???" tanya Anita memastikan. sementara Rey tak bergeming ia menurunkan masker yang ia pakai ke dagu, dan matanya menatap Anita dari atas sampai bawah.


"cantik!!!" gumamnya.


"hahhh benarkah ???" tanya Anita dengan mata berbinar.


"bajunya!" singkat Rey yang membuat Anita merasa kesal.


"hahahaha tidak-tidak,kamu jauh lebih cantik." ujar Rey tersenyum,namun Anita kini hanya mengerucutkan bibirnya dengan tangan yang dilipat.


"ishhh mas sakit tau!!" ketus Anita.


"hahaha iya iya maaf, sebagai tanda permintaan maaf, mas janji deh nanti kamu bebas belanja apapun yang kamu inginkan!!"


"beneran mas??" tanya Anita kembali.


"ya!!" jawab Rey.


"ok ayo mas kita belanja sekarang" ajak Anita dengan semangat.


sementara Rey hanya menyetujui nya dan kemudian mereka berdua bergandengan menuruni anak tangga yang tak terhitung untuk segera melaju ke salah satu mall terbesar yang ada di ibu kota. Rey sangat senang karna ini pertama kalinya ia mengantar Anita berbelanja bulanan,begitupun dengan Anita,ia merasa senang selain pertama kalinya ia pergi belanja dengan Rey. tapi ini juga hari pertamanya mereka berjalan berdua keluar appartement meskipun dengan tampilan Rey yang sangat tertutup. tapi yasudahlah mau bagaimana lagi pikir Anita.


 


Ting Tong


Ting Tong

__ADS_1


Ting Tong


bel berbunyi tiga kali, seorang penghuni rumah besar nan mewah itupun segera beranjak mendekati pintu untuk melihat siapa yang bertamu.


perlahan ia membuka pintu , dan ia menatap tak percaya akan sosok yang ada didepan pintu sekarang. ia pun buru-buru membuka kunci pintu dan membuka pintu yang menjulang tinggi itu.


"Arkan!!!!" teriak si penghuni rumah. sementara yang bertamu hanya tersenyum dan membuka kedua tangannya seakan kode minta pelukan.


dengan senang hati si pemilik rumah pun memeluknya begitu erat, melepas kerinduan yang 2 tahun ini tak tersalurkan. melepas kerinduan pada wanita yang paling ia cintai setelah ibunya.


"Arkan!! apa ini kamu?? apa Kaka sedang bermimpi?" tanya Maria sambil melepaskan pelukannya.


ya penghuni rumah itu adalah Maria dan yang bertamu adalah arkan. Arkan Andreas Wijaya. adik semata wayang Maria yang selama 2 tahun ini tengah menempuh pendidikan nya diluar negri bahkan sekarang Arkan tinggal menunggu wisuda. tak hanya itu genap usia Arkham nanti yang ke 25 tepatnya 2bulan lagi. arkan akan mengambil alih perusahaan alm. ayahnya ketangan arkan dari pamannya yang kini sementara menjadi CEO utama di perusahan Wijaya.


"No Kaka! ini aku Arkan. " jawab Arkan sambil tersenyum .


"Arkan Kaka rindu sama kamu!!! kenapa kamu jarang sekali menghubungi kakamu ini hah!! adik seperti apa kamu hikss hikss!!!!" Maria mengoceh dengan air mata yang sudah jatuh.


Arkan yang melihat kakanya menangis pun hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia berfikir pastilah kejadian seperti ini yang akan terjadi. sebenarnya, bagi Arkan sudah biasa pasti setiap ia bertemu dengan kakanya.kakanya itu pasti menyambutnya dengan pelukan dan selang beberapa menit pasti disambut dengan ocehan dan juga tangisan.


"hey ka! sudahlah jangan menangis. aku ingin memberimu kejutan!!!" ucap Arkan menenangkan Maria kakaknya.


"tapi kamu jahat hiksss..hiks!!" jawab Maria sambil menghapus air matanya.


"hehehe maaf ya kak aku juga merindukan kakak!! emm apa aku gak diajak masuk??" tanya Arkan yang memang sudah merasa pegal.


"ah iya ayo masuk adiku sayang!!" ajak Maria.


Arkan dan Maria pun masuk kedalam istana yang terbangun mewah itu. Maria sangat bahagia, hari ini bertemu dengan adiknya yang sudah dua tahun tidak bertemu. meskipun sesekali mereka hanya bertukar kabar melalui ponsel namun tetap saja pertemuan yang sebenarnya lah yang mereka selalu nantikan. dan hari ini penantian itupun terwujud.


...Bersambung.......


**Wahhh!!! Adiknya Maria udah kembali lagi. jadi pertanyaannya. apakah yang bertemu dengan Anita di toko buku adalah arkan? atau bisa jadi juga yang bertemu dengan Anita adalah orang lain?? lalu bagaimana kisah kebahagiaan Maria dengan Arkan? sedekat apakah Kakak beradik itu? dan apakah yang dilakukan Anita ketika ia pertama kali keluar appartement dengan Rey? apakah menyenangkan atau justru ada masalah baru yang akan datang??.


so, nantikan ceritanya. jangan bosen-bosen like,komen dan juga vote. atau ngasih tips sekali lagi boleh ya🤭


author minta maaf kalo ada typo-typo gitu ya 🤭**


oh iya author minta dukungan dari kalian lewat like sama komennya aja, kalo kalian bilang atau mikirnya "apasih author ngemis like" hehehe iya sih bisa jadi kaya gitu wkwk. author kadang suka gak pede sama cerita author,kadang author juga takut kalo kalian bosen. tapi author selalu berusaha untuk memperbaiki tiap kesalahannya seperti typo gitu,author pasti merevisi ulang.

__ADS_1


makanya kalo author liat like tiap bab kalo likenya banyak author pikir tuh kalian berarti seneng sama ceritanya heheh. oh iya maaf ya author jadi curhat. aku cuma mau bilang makasih banyak buat yang udah baca karya author yang amatiran ini ,aku sayang kalian semua🥰🥰


__ADS_2