Aku Wanita Penggoda?

Aku Wanita Penggoda?
Episode 26


__ADS_3

Rey kini sudah sampai di halaman istana nya dengan Maria. nampak mobil mewah terparkir disana, Rey bertanya-tanya siapa yang bertamu menjelang makan malam. tak mungkin itu orang tua Rey,pasalnya orang tua Rey sedang berada di Belanda untuk urusan bisnis pula.


sementara didalam rumah, Maria langsung segera berlari menuju pintu utama ketika mendengar klakson mobil yang ia sudah sangat kenali, benar saja itu mobil Rey.


Maria menyambut Rey dengan senyuman yang hangat.


"mas sudah pulang? aku nunggu mas loh dari tadi!" ujar Maria semangat.


"benarkah?? maafkan mas, mas tadi ada keperluan mendadak " ujar Rey berbohong,namun Maria sama sekali tak curiga.


"oh iya, mobil siapa diluar?" tanya Rey sambil melangkah menaiki anak tangga.


"mas tau,Arkan sudah pulang. tadi siang dia kemari.aku sangat bahagia mas. kebahagiaanku terasa semakin sempurna karna hadirnya mas yang setia disisiku dan kehadiran Arkan yang selalu menjadi pelindungku sejak aku masih kecil"ujar Maria dengan senyum berbinar.


sementara Rey hanya tersenyum mendengar penuturan tulus maria,terbesit perasaan bersalah pada hati Rey. Maria yang melihat Rey diam ia pun menjentikan jarinya .


"mas?" tanya Maria.


"i...iya mas mandi dulu aja ya!" ujar Rey .


"baiklah, air hangatnya sudah disiapkan" imbuh Maria dengan senyuman.


"terimakasih istriku yang paling cantik, baik " ujar Rey sambil mengacak-acak rambut Maria.


"hahaha mas bisa aja, yaudah aku kebawah duluan aku mau manggil Arkan dulu, sebentar lagi kan makan malam. aku tunggu ya dibawah!" ucap Maria.


"yasudah " ujar Rey yang kemudian berlalu kekamar mandi. sedangkan Maria sebelum turun ia menyiapkan pakaian ganti untuk Rey.


Rey kini berada dikamar mandi,ia tengah berendam di rendaman air hangat di bathub yang sudah disiapkan oleh Maria. Rey sesekali memijat pelipisnya yang terasa pusing. bukan urusan kantor,melainkan urusan kedua istrinya yang satu sudah jelas keberadaannya dikenal setiap orang bahkan menjadi menantu kesayangan orang tuanya. dan yang satu gadis belia yang keberadaanya hanya Rey dan zoy saja yang tau.

__ADS_1


Rey tak mampu membayangkan bagaimana jika Maria mengetahui perselingkuhannya. apakah Maria bisa memaafkannya atau tidak.apa Rey harus menceraikan Anita atau tidak. entahlah Rey saat ini tengah gusar namun Rey selalu berharap semoga kejadian yang selalu terbayang tidak akan pernah terjadi.


sementara kini Maria tengah mengetuk pintu kamar tamu yang didalamnya terdapat Arkan. sudah beberapa kali Maria memanggil bahkan mengetuk pintu namun Arkan tak menjawabnya. tanpa Maria ketahui ternyata didalam kamar sana Arkan tengah berbaring dengan mata yang menatap langit-langit kamar. pikirannya tertuju pada wanita yang menurutnya sangat menggemaskan dan cantik. Arkan berfikir apakah ia akan bertemu kembali dengannya atau tidak. Arkan yakin jika ia akan bertemu kembali dengannya, dan jika suatu saat nanti bertemu. Arkan pasti akan meminta nomer ponselnya. entahlah Arkan seorang pria yang sulit jatuh cinta,tiba-tiba saja ia merasa tertarik dengan perempuan dengan pertemuan yang tak sengaja.


Maria yang bingung pun mencoba memutar knop pintu dan pintu terbuka itu artinya pintu nya tak terkunci, Maria pun segera menghampiri Arkan, namun ia segera menghentikan langkahnya ketika melihat adiknya Arkan tengah tersenyum sendiri sambil menatap langit-langit. hingga terbesitlah ide jail Maria .


"Dorrr!!" ucap Maria sambil menghentakan kakinya. yang secara reflek membuat Arkan terperanjat kaget bukan main.


"kakak!!! kaget tau. kakak sejak kapan disini hah? ko gak sopan sih maen masuk kamar orang aja!!" ketus Arkan sambil mengusap dadanya karna kaget.


"hahaha maaf! kakak udah ketok pintu, udah manggil-manggil kamu,tapi kamu gak denger malah senyum-senyum sendiri. kamu mikir jorok ya??? hayoo ngaku!!!" ucap Maria sambil menunjuk Arkan. Arkan yang merasa dituduhoun segera mengelak.


"ihhhhh enggak kak!! fitnah banget. aku gak mikirin apa-apa!! oh ya kak,Kakak tau fitnah lebih kejam dari pada pembunuhan huh!" ucap Arkan serasa menyandarkan kepalanya ke kepala ranjang.


"iya,iya Kaka minta maaf. udah ayo kita makan malam. mas Rey udah pulang tuh. kamu gak kangen sama dia?" tanya Maria.


"apa!!! kamu ngatain suami kakak hah!!! sini kamu biar kakak kasih pelajaran." ujar Maria yang sudah berlari mendekat dan mulai melempar bantal pada wajah Arkan . melihat kakaknya menyerang,arkanoun segera membalas hingga terjadila perang bantal.


Rey yang sudah turun dan selesai mandi pun kini tengah mencari keberadaan Maria dengan Arkan yang katanya sudah pulang. namun sesampainya di meja makan Rey tak menemukan istri maupun adik iparnya.


Rey pun teringat jika tadi Maria akan memanggil Arkan terlebih dahulu. Rey pun segera berlari kecil menujur ruang tamu dengan suara yang memanggil Maria menggema diruangan rumah itu.


Rey sampai dikamar tamu, ia mendengar keributan dari dalam, Rey pun segera membuka knop pintu dan mendorongnya. hingga pintu terbuka Rey merasa terkejut ketika sudah melihat kapas kapuk bantal yang berserakan dilantai akibat perang bantal yang dilakukan oleh Maria dan Arkan.


Rey yang melihat itupun hanya tersenyum dengan melipat tangannya didepan dada. sudah lama ia tak melihat tawa lepas milik Maria. Maria begitu bahagia bertemu dengan Arkan,hingga mereka tak menyadari jika Rey sudah ada disana sejak beberapa menit lalu.


Maria tertawa terpingkal-pingkal diatas ranjang Arkan hingga Maria tak menyadari jika ia berada diujung ranjang. Maria yang terus tertawa pun kehilangan keseimbangan hingga satu hal terjadi pada Maria. ya,Maria jatuh terjungkal kebelakang tepatnya kelantai karna tawanya yang pecah begitu saja.


"brugggg" suara benda terjatuh ke lantai. Rey dan Arkan yang melihat itupun segera bergegas menghampiri Maria.

__ADS_1


"kakak!"


"Maria!!" ucap Rey dan Arkan bersamaan.


"kakak gak papa?"


"sayang gak papa?" ujar mereka berdua berbarengan. sontak Rey dan Arkan pun segera menoleh.


"bisakah kau diam!" ujar Rey dan Arkan kembali secara bersamaan. sementara Maria Yang sedang berpura-pura pingsan pun tak bisa menahan ketawanya kembali. Maria tertawa begitu lepas,dirinya merasa puas mengerjai kedua pria pelindungnya.


"hahahahahaha!" gelak tawa Maria.


"diamm!" ujar Rey dan Arkan bersamaan yang membuat Anita diam seribu bahasa.


"huhhhhh menyebalkan!!" ujar Arkan .


"ya, ngapain kamu kesini!!" ketus Rey


"suka-suka aku dong kak!" ucap Arkan dengan memicingkan senyumannya.


"sudah cukup!! bisakah kau sehari saja untuk berdamai. kenapa sih hobi kalian tuh berantem doang dari dulu???" tanya Maria dengan nada suara yang sudah naik satu oktaf.


"tidak!" ucap Arkan dan Rey berbarengan yang membuat Anita semakin kesal dan marah. Anita hanya menepuk jidatnya ketika melihat tingkah Rey dan Arkan yang selalu seperti Tom and Jerry ketika bertemu.


...Bersambung.......


**episode santai-santai aja dulu ya,author masih ngerasa cape gitu. kalo author malam ini gk update lgi tunggu besok pagi-pagi buta ya hahaha.


jangan lupa like dan komen juga bisa ,ikhlas ko hehehe🤣**

__ADS_1


__ADS_2