Aku Wanita Penggoda?

Aku Wanita Penggoda?
Episode 42


__ADS_3

Hari ini Anita sudah sampai disekolah, ia kini tengah berjalan menyusuri koridor sekolah. ia terus berjalan dan memancarkan pesonanya. rambut yang dibiarkan tergerai menjadi ciri khas sosok Anita.


"Anita tunggu!!" teriak seseorang . mendengar namanya dipanggil Anita pun menoleh .


"keysaa!!!" balas Anita. keduanya pun berpelukan.


"gimana an keadaanmu??" tanya Keysa sembari merengkuh pinggang Anita.


"seperti yang kamu lihat sya" ujar Anita seraya tersenyum.


"baiklah, hari ini ada pengambilan kartu ujian" ujar keysa seraya tersenyum.


"tentu saja, gak kerasa ya udah mau ujian aja. perasaan baru kemarin kita berkenalan dan bertemu hehe" ujar Anita seraya berjalan bergandengan dengan Keysa.


Keysa pun hanya tersenyum, kemudian memegang erat tangan Anita, keduanya bak adik dan kakak yang tengah berada di satu sekolah yang sama.


Anita sampai dikelas, kelas sekarang masih keadaan sepi. karna memang waktu lumayan masih pagi. lagi pula kelas pembelajaran sudah selesai, hanya tinggal persiapan ujian saja.


waktu berlalu, siswa sudah mulai berdatangan dan sudah mengambil kartu ujian satu persatu. tiba giliran saatnya kelas sosial untuk mengambil kartu ujian. Anita, Keysa, Rio,Devin,dan Deni mengambil bersamaan.mereka mengambil kartu ujian dengan rapih dan tertib. setelah selesai, mereka kembali ke ruangan kelas hanya untuk bercanda ria atau mengobrol semata. karna tidak adanya pembelajaran,mereka sangat terlihat bahagia dan akrab nampak jelas kehangatan menyelimuti bak layaknya keluarga.terlebih kehadiran Rio dan Devin yang selalu menambah kehangatan dengan candaan mereka. seperti sekarang ini mereka tengah melihat-lihat foto tiap siswa yang tertera pada kartu ujiannya.


" muka lo mirip Kuya yang dipasar deh Dev" ujar Rio seraya menunjuk foto Devin.


"sembarangan, muka lo tuh kaya tutup botol minum" ejek balik Devin pada Rio.


"yeah kalo ngomong suka bener lu hahahah" ucap Rio seraya tertawa terbahak-bahak.


"eh gimana kalo kita ngumpul-ngumpul di kafe sebelum ujian?" usul Deni antusias.


"ide bagus tuh, gimana kalo nanti kita makan-makan??" ujar Rio semangat.


"yeah dodol, Lo mah soal makan terus. mending kalo bayar sendiri lah ini minta bayarin temen. Lo tau gak?" ejek devin untuk Rio.


"gak tau kan Lo belum ngasih tau dodol" ujar Rio yang mampu membuat Anita dan Keysa terkekeh.


"Nih ya gue kasih tau, Lo itu kalo dirumah beban keluarga. terus kalo bareng kita-kita nih ya,Lo itu beban teman, nyusahin terus!!" ujar Devin.

__ADS_1


"Dev, baru kali ini Lo ngomong bener hahaha" tumpah Keysa.


"Hahahaha cup-cup Rio gapapa, kadang omongan orang tu suka ada benernya sih" timpah Anita yang mampu membuat semua yang ada disana terkekeh geli. sementara Rio ia tak bergeming ia berapi-api kesal dan mengerucutkan bibirnya. karna tingkah Rio, semuanya kembali mengejek bahkan tertawa kembali.


"jadi gimana mau gak?" tanya Deni disela-sela tawanya.


"Kita sih ayo- ayo aja, lagi pula kita udah gak ada kelas yakan Dev" ujar Rio seraya menaik turunkan alisnya.


"ihh apaansih" ketus devin dengan mata mendelik.


"gimana Lo key,An? " tanya Deni kembali. sementara Keysa nampak tenang berbeda dengan Anita ia nampak tengah berfikir.


"maaf, kayanya aku gak bisa deh. aku mau kerumah ibuku terus langsung balik ketempat kerja" ujar Anita.


"apa?? Ibu udah pulang?? serius? kapan!!!" ucap Keysa antusias.


"iya kapan sih ayang mbeb, ko mama mertua pulang gak ngasih tau aku sih" ujar Rio dengan nada manja.


"kemarin sore," ujar Anita tersenyum lebar.


"tentu saja, maka dari itu maaf aku gak bisa ikut kalian. tapi nanti kapan-kapan aku pasti ikut kok" ujar Anita .


" sorry, gue gak ikut. gue mau ketemu ibu" ujar Keysa semangat kemudian beralih posisi dari duduknya.


" Ayo an cepet. kita let's go!!" ujar Keysa seraya menarik -narik tangan Anita.


"eh-ehh sabar key, yaudah kayanya aku pulang duluan deh. bye semuanya" ujar Anita berlalu begitu saja karna tangannya ditarik oleh Keysa.


ya, Keysa sangat bersemangat dan juga terlihat sangat bahagia ketika mendengar bawah ibu Anita sudah pulang. memang Keysa sangatlah dekat dengan ibu, mereka sudah seperti ibu dan putri kandung. sifat ibu Anita yang ramah dan Keysa yang manja dan bawel terlihat sangat cocok diantara keduanya.


Keysa pun dengan semangat langsung menancapkan pedal gasnya dan membelah keramaian ibu kota. ditengah-tengah perjalanan keduanya berbincang banyak mengenai hal dimulai dari kepulangan sang ibu hingga sekarang. Keysa membelah jalanan ibu kota dengan kecematan normal, disela-sela perjalanan Anita memberi tahu jika dirinya sudah pindah dari kontrakan.


"key aku udah gak tinggal disana lagi.aku udah pindah " ujar Anita . Keysa yang masih fokus menyetir pun hanya melirik sebentar kearah Anita.


"benarkah?lalu kalian tinggal dimana sekarang?" tanya Keysa kembali.

__ADS_1


" Di jl.Pelita Buana" jawab Anita yang membuat Keysa melirik dengan mengeryitkan dahinya. pasalnya menurut sepengetahuan Keysa, jl pelita buana adalah daerah perumahan tergolong elit.


"nanti akan aku jelaskan,kenapa aku bisa tinggal disana. sekarang cepatlah kita kerumah" ujar Anita yang membuat Keysa tersenyum lebar.


tak butuh waktu lama, Anita dan Keysa kini sudah sampai di perumahan tepatnya rumah milik Anita. benar saja, rumah Anita yang kini ditempatinya dengan desain minimalis dan modern. tapi Keysa tak mempermasalahkan hal itu, lagi pula hal baik jika Anita diam dirumah yang layak.


"assalamualaikum, ibu ,mbak Anita pulang" seraya membuka pintu. sementara Keysa ia hanya mengikuti Anita dengan mata yang masih menyusuri ruangan dirumah itu.


"Anita, Keysa!" lirih seorang wanita paruh baya yang baru saja keluar dari kamar dan dibantu oleh Rita.


"ibu!!!!! ibu Keysa kangen" ucap Keysa manja. seperti itulah, terkadang Keysa yang lebih manja daripada Anita. dan Anita hanya menggeleng-gelengkan kepala saja.


"Keysa sayang, ibu juga merindukanmu." ujar ibu seraya mencium kening Keysa.


"ekhemmmm!" Anita berdekhem.


"jadi inituh siapa sih sebenernya yang anak ibu?? aku atau Keysa??" tanya Anita seraya menyimpangkan kedua tangannya didepan dada.


"ehh, sayang sini. Kamu, keysa, dan Rita adalah putri ibu" ujar ibu seraya tersenyum. Keysa yang baru menyadari ibu menyebutkan nama lain sontak langsung mendongakan kepalanya.


"Rita??" tanya Keysa sembari menatap wanita berusia sekitaran 20 tahun itu.


"iya perkenalkan nama saya Rita " ujar Rita seraya tersenyum. Keysa pun hanya mengangguk paham dan membalas senyuman pada rits kemudian memperkenalkan dirinya pada Rita.


"yasudah ayo makan siang bersama " ajak ibu yang kemudian langsung di setujui oleh semuanya.


mereka makan siang dengan begitu menyenangkan ,Keysa yang bersikap manja, Anita yang tertawa bahagia serta Rita yang ikut merasakan kehangatan di tengah-tengah kebahagiaan yang kini menjadi majikannya itu.


hingga tak terasa , waktu berlalu sore. Keysa yang sudah puas melepas rindu Senda gurau bersama ibu pun berpamitan untuk pulang. Anita yang tengah duduk disamping ibu pun tiba-tiba saja teringat seharusnya tadi selepas pulang sekolah dan bertemu ibu ia harus kembali lagi ke appartement.


Anita dengan cepat merogoh ponselnya dan benar saja panggilan dan juga pesan singkat sudah tertera begitu banyak dari Rey. Anita takut jika Rey akan marah,karna kemarin tadi ketika dirinya diantar Zoy menuju sekolah, Zoy berpesan pada Anita setelah dari rumah ibu ia harus kembali pulang ke appartement atas perintah Rey.


tak membuang waktu banyak, Anita pun segera ikut berpamitan setelah Keysa pamit terlebih dahulu. dan segera menuju kembali ke appartement.


...bersambung......

__ADS_1


__ADS_2