
Anita sudah berada di appartement, setelah bersikeras untuk menolak tawaran Keysa dan mencari berbagai alasan yang masuk akal agar ia bisa pulang sendiri tanpa diantar oleh Keysa.
Anita kini tengah berbaring di ranjang,badanya terasa masih lemas dan entah mengapa pusing yang tadi hilang tiba-tiba saja kembali terasa.
Anita menangis dalam diam, bagaimana pun juga ia tetaplah wanita yang masih membutuhkan sosok ibu. satu hal yang membuat Anita bersedih, dulu saat ayah ibunya masih bersama.mereka berdua selalu gesit mengurus Anita ketika ia sedang sakit.
Anita tersenyum getir mengingat kenangan yang tak mungkin terulang kembali. ia menyelimuti dirinya sendiri dan tidur meringkuk menandakan ia begitu kesepian disaat sedang jatuh sakit. meskipun Anita memiliki suami, namun dia bukanlah suami utuh Anita.
"Bu cepatlah sembuh,Anita kangen sama ibu hikss..hiks.. biasanya kalo Anita demam sedikit saja ibu sudah mengurus Anita dengan baik.. tapi sekarang Anita sendiri Bu hikss...hikss." Isak tangis Anita pecah dibalik selimut.
cukup lama Anita menangis, menahan rasa sakit,sepi,sedih secara bersamaan. hingga tanpa terasa Anita kini sudah terpejam dalam lelapnya tidur dan dihiasi kedua matanya yang sembab dan wajah yang sangat pucat.
Dikediaman Maria dan Rey:
Rey kini sedang berada dijalan menuju pulang kerumah, dengan diantar Zoy asisten pribadinya.
selama perjalanan Rey dan zoy banyak berbincang mengenai pekerjaan ataupun hal lainnya.
tak butuh waktu lama Rey kini sudah sampai dikediamannya. sementara Zoy ia langsung pamit pulang karna akan makan malam bersama ibu dan adiknya di luar.
"Rey, aku pulang duluan. aku ingin mengajak makan malam ibu dan adiku Tasya diluar" ujar Zoy berpamitan .
"baiklah,terimakasih jangan lupa persiapkan yang sudah aku katakan tadi" kata Rey mengingatkan.
"tenanglah, apa kau meragukan asistenmu ini hah??"
"tidak! aku percaya padamu Zoy" jawab Rey sambil menepuk-nepuk pundak Zoy.
Zoy pun sudah berlalu pergi dan Rey kini masuk kedalam rumah. hari ini ia merasa heran, pasalnya Maria tak seperti biasa menyambut Rey dipintu utama dengan deretan gigi rapihnya. tapi sekarang Rey tak melihat tanda-tanda keberadaan Maria.
__ADS_1
Rey kini menaiki anak tangga menuju kamar berharap Maria ada dikamar. tapi ternyata sesampainya dikamar, Maria tidak ada disana. Rey kembali turun kebawah dan memanggil bi isah asisten dirumahnya itu.
"bi... bi isah!!" teriak Rey. bi isah yang berada didapur pun segera sigap menemui Rey.
"iya tuan, ada apa?" tanya bi isah sambil membungkukkan badannya.
" Maria mana?" tanya Rey sambil melonggarkan dasi yang ada dileherya.
"tadi nyonya Maria pergi keluar tuan" ucap bi isah .
"keluar? sejak kapan?" tanya Rey kembali.
"sejak jam 4 sore tuan"
"astaga Maria kamu kemana???" Rey mulai khawatir akan istrinya itu. jika Maria pergi sejak jam 4 sore seharusnya ia sudah kembali pulang. selama ia kenal dengan maria, Rey tak pernah melihat Maria pulang larut malam seperti sekarang.
Rey pun mencoba menghubungi Arkan dan kedua orang tuanya namun Maria tidak ada disana. Rey nampak gusar ia pun memutuskan untuk mencari Maria dan sudah menelpon Zoy untuk membantunya. namun, baru saja Rey hendak melangkah seseorang baru saja masuk dengan derai air mata. Rey yang melihat itupun langsung saja panik, melihat istrinya menangis setelah pulang dari luar.
"Maria sayang, katakan! jangan buat aku khawatir. ada apa??apa yang terjadi ??" tanya rey kembali .
"mass, ta... tadi aku pergi kerumah sakit. untuk bertemu dengan dokter Clara. aku kemudian memeriksa diriku yang akhir-akhir ini merasa aneh. kemudian aku aku dinyatakan hikss..hikss.." ucap Maria terpotong.
"dinyatakan apa sayang? katakan cepat!! apa yang terjadi padamu??" ucap Rey kembali dengan nada yang begitu khawatir.
"aku aku... aku dinyatakan tengah mengandung anakmu mas Rey!!" teriak Maria dengan deraian air mata.
ya, dokter Clara adalah dokter yang menangani Maria dan Rey ketika sedang melakukan program hamil sekaligus beberapa terapi pengobatan pada rahim Anita yang sebelumnya pernah terbentur keras.
Rey yang mendengar hal itupun merasa tak percaya " benarkah?" tanya Rey dengan tatapan yang sulit diartikan.
__ADS_1
sementara Maria menjawab dengan anggukan.
"sayang, coba cubit aku!" titah Rey. Maria pun segera mencubit tangan Rey dengan keras hingga Rey merintih kesakitan.
"ini nyata, ini nyata!!!! ini bukan mimpi!!!!!! terimakasih sayang terimakasih aku sangat bahagia!!!! ceritakan padaku semuanya apa yang terjadi nanti. sekarang bersihkan dirimu dan makan malam lalu istirahat. ayo!!!" ucap Rey panjang lebar.
Maria dan Rey pun segera naik keatas tangga, namun Maria tak berjalan ia justru digendong oleh Rey. Maria sudah menolak namun Rey tetap saja kekeuh hingga membuat Maria kalah telak.
Maria segera membersihkan diri, bahkan dibantu dengan Rey yang menyiapkan air hangat untuk Maria mandi. tak hanya itu, Rey pun mengambilkan pakaian ganti lebih tepatnya piyama tidur untuk Maria. Maria merasa sangat senang dengan sikap Rey yang begitu perhatian.
setelah selesai mandi, kini giliran Rey. tak butuh waktu lama, Rey dan maria kini sudah bersiap untuk makan malam yang dibuat oleh bi isah. keduanya makan dengan begitu lahap. begitupun dengan Maria, meskipun sedang hamil namun Maria tak merasakan mual seperti hamil pertama kali dahulu.
setelah selesai makan,lagi-lagi Rey menggendong Maria ketika hendak menuju kamar. sesampainya dikamar Rey membaringkan tubuh Maria diatas ranjang secara perlahan. dan Rey pun duduk disamping Maria. Rey bertanya bagaimana semuanya terjadi, dan bertanya kenapa Maria pergi kerumah sakit sendiri dan tak meminta ijin terlebih dahulu pada Rey.
"sayang,Ayo jelaskan kenapa kamu keluar rumah tidak meminta ijin terlebih dahulu padaku dan ceritakan semuanya apa yang terjadi!" ucap Rey dengan nada tegas dan melipat kedua tangannya didepan dada.
melihat tingkah Rey jelas membuat Maria terkekeh,pasalnya semenjak Maria memberitahu kabar bahagia itu Rey berubah menjadi suami yang bawel dan cerewet akankah ia nanti berubah menjadi suami yang posesif.
"hahahaha,baiklah. jadi begini, akhir-akhir ini aku merasa pusing dan terkadang begitu sensitif. bahkan terkadang aku agak sedikit mual, aku kira itu penyakit magh ku yang kambuh. akupun berencana untuk memeriksakan ke dokter di rumah sakit itu untuk memeriksa kesehatanku supaya tidak menganggu promil yang sedang dijalani. tapi dokter itu justru menyuruhku untuk bertemu dengan dokter Clara"
"awalnya aku takut, apa yang terjadi padaku. akupun dengan yakin mencjba menemui dokter Clara. disana aku diperiksa bahkan ditanya terakhir kali aku datang bulan. aku baru ingat aku telat datang bulan. dan setelah itu dokter Clara mulai menyuruhku untuk melakukan USG . dan kau tau, dokter Clara pun merasa terkejut ternyata setelah melakukan USG aku dinyatakan hamil 2 minggu.hiks..hkksss" imbuh Maria dengan air mata yang sudah keluar.
"kau tau, aku tak percaya. akupun sama sepertimu aku merasa bahwa ini mimpi. ini mimpi indah yang akan segera berlalu jika aku terbangun. tapi ternyata tidak, ini benar-benar nyata mas. aku menangis. aku tak percaya aku yang divonis akan sulit untuk mengandung kembali tapi ternyata sekarang aku sedang mengandung mas, mengandung buah cinta kita berdua hikss..hikss" ucap Maria.
Rey yang mendengar penuturan Maria pun ikut menitikan air mata, bagaimana pun rey sangat bersyukur bahwa Tuhan masih begitu baik padanya dan Maria. Rey pun memeluk Maria penuh cinta dan hangat. suasana dikamar pun menjadi penuh dengan rasa haru biru rasa syukur yang menjadi satu.
" terimakasih tuhan.terimakasih Maria,terimakasih istriku, terimakasih sayang terimakasih. aku sangat bersyukur aku bahagia.dan aku tau kau pun sama hal nya denganku." ucap Rey yangbterus tak hentinya mencium pucuk kepala Maria.
"akupun bahagia mas, aku janji akan menjaga anak ini dengan baik. aku tidak mau kejadian itu terulang kembali hiks..hiks.."
__ADS_1
"sudah,kejadian itu biarlah berlalu. sekarang kita harus mulai kembali menata semuanya untuk masa depan kita masa depan keluarga kita dan masa depan adik bayi. aku janji aku akan menjagamu setiap saat dan selalu ada disamping mu" ucap Rey sambil mengelus perut rata milik Maria. Maria pun hanya menitikan haru airmatanya. tak henti-henti nya Maria berucap syukur karna diberikan suami sebaik Rey dan sekarang kebahagiaan mereka akan bertambah dengan hadirnya jabang bayi yang dinantikan selama bertahun-tahun setelah kejadian buruk menimpa Maria.
...Bersambung.......