Aku Wanita Penggoda?

Aku Wanita Penggoda?
Episode 38


__ADS_3

Rey,Anita dan zoy tengah menunggu kedatangan Dokter Hans dengan ibunya Anita. tak hanya dokter Hans, disana juga sudah ada perawat baru yang dipesan oleh Rey untuk menjaga ibunya Anita yang tak lain adalah Rita.


Anita terus saja menunggu, dengan mata berbinar dan penuh harap. kebahagiaan dan juga hal yang paling dinantikan selama ini akan segera tiba didepan mata.


"Itu dokter Hans!" ucap Zoy yang kemudian membuat Anita berhenti dari kegiatannya dan mulai menatap dokter Hans tengah mendorong kursi roda yang dinaiki wanita paruh baya yang selama ini menjadi alasan Anita mengapa ia berani berkorban.


"Ibu!!!!!!" Teriak Anita dengan tangis bahagia nya. Anita berlari menuju sang ibu, ia memeluk,mencium, dan menangis sesenggukan menumpahkan segala kesakitan dan juga kerinduan yang ia pendam selama ini.


"An...Anita!!!' lirih Bu Anisa yang membuat Anita mendongakan kepalannya.


"ibu!!! Anita kangen sama ibu. ibu lama sekali, ibu bilang ibu tidak akan meninggalkanku. tapi ibu justru malah meninggalkanku sendiri selama ini. hikss..hiks..." tangis Anita pecah.


"maafkan ibu nak, ibu janji ibu tidak akan meninggalkanmu lagi." ujar sang ibu seraya memeluk dan mencium putri semata wayangnya itu.


"ekhemmm" Rey berdehem disela-sela pelepasan kerinduan antara ibu dan anak itu.


"siapa dia nak? tampan sekali??" tanya Bu Anisa yang merasa terpanah.


"dia, dia... dia majikan aku bu. Aku bekerja padanya, semenjak ibu masuk rumah sakit hari itu aku berhenti berjualan dan menjadi buruh cuci Bu, aku bekerja pada beliau" ujar Anita berapi-api.


"terimakasih tuan, terimakasih sudah membantu putri saya. terimakasih untuk semua kebaikannya,semoga Tuhan selalu memberikanmu keberkahan saya tidak bisa membalasnya dengan apapun" ujar ibu Anita seraya menempelkan kedua telapak tangannya didepan dada "🙏"


"tidak perlu berlebihan, ini sudah rezeki Anita dan juga ibum saya hanya perantara dari tuhan untuk ibu" ujar Rey sopan yang ikut masuk kedalam skenario yang dibuat Anita.


sementara Anita hanya menatap kagum pada Rey. Rey yang mampu ikut kedalam skenario kepura-puraannya seakan semuanya benar-benar terjadi.


"ah iya bu, ayo kita pulang" ajak Anita. sementara ibu Anita hanya mengangguk. Anita pun kini mengambil alih kursi roda yang sedari tadi didorong oleh Hans.


"Zoy !" ucap Rey pada Zoy.


"baik pak" ujar zoy yang tak biasanya memanggil rey dengan panggilan seperti itu.


"Dokter Hans apa kamu mau pulang bersama kami atau Kam.."


"terimakasih pak Rey, saya langsung pulang saja. dan oh ya ini perawat baru yang kau pesan untuk menjaga ibu" ujar Hans seraya menunjuk Rita.


"hallo, saya Rita saya akan merawat nyonya" ujar Rita sopan.

__ADS_1


"baiklah, kamu ikut kami. dan Hans terimakasih,selamat beristirahat. kalo begitu,kami permisi" ujar Rey dengan bicara formal.


"baiklah, silahkan" ujar dokter Hans.


mereka pun masuk kedalam mobil.Anita yang duduk dikursi tengah dengan sang ibu,Rita perawat baru yang duduk dikursi paling belakang serta Rey yang duduk dikursi depan samping kemudi tepatnya samping Zoy.


namun, sebelum itu Rey membantu terlebih dahulu ibu Anita turun dari kursi roda,setelah itu ia memasukan kursi roda kedalam bagasi lalu ia mulai ikut masuk kedalam mobil.


Zoy melaju membelah jalanan ibu kota, Anita dan ibunya yang duduk di kursi tengah saling melepas rindu. keduanya berpegangan tangan dan enggan untuk melepaskan,bahkan sesekali Anita bersandar dipundak sang ibu dan sang ibu membalas dengan kecupan halus dipucuk kepala Anita.


terbayang bukan, ibu dan anak yang terpisah beberapa bulan kemudian dipertemukan menjadi sebuah kebahagiaan yang sangat sulit untuk diungkapkan, begitulah perasaan Anita sekarang. sementara Rey yang sesekali melihat Anita dari kaca spion pun tanpa sadar bibirnya tertarik membentuk garis lengkung senyuman.


mobil terus melaju, namun ibu Anita sadar jika ini bukan jalan menuju arah kontrakannya. benar atau salah, apa karna dia sudah lama sakit hingga ia melupakan jalanan di ibu kota? ah rasanya tidak. ia masih mengingat jelas jalan menuju kontrakannya.


"An, kenapa jalannya bukan kearah jalan kontrakan kita??" tanya ibu Anita. Anita yang tersadar pun segera menoleh ke kanan dan kiri jendela mobil, ia pun baru sadar jika ini bukan arah jalan menuju kontrakannya. dengan segera Anita melirik Rey seakan meminta penjelasan.


"Ini akan menuju kerumah baru ibu. sekarang ibu tidak harus mengontrak disana" ujar Rey tersenyum ramah.


Anita dan juga beberapa anggota lain yang ada di mobilmu tersentak kaget termasuk Zoy.


"kenapa? saya tidak butuh rumah tuan, saya sudah bersyukur ketika tuan membantu putri saya . saya tidak mau merepotkan dan menambah hutang kami pada tuan?" ucap ibu Anita.


"tidak-tidak!! ini bukan hutang. saya ingin berterimakasih pada putri ibu karna sudah bekerja dengan sangat baik " ujar Rey pada ibu Anita.


sementara ibu Anita hanya manggut-manggut heran, Anita kerja apa hingga majikannya membelikan rumah dan membantu Anita membiayai biaya rumah sakit dan pengobatan di luar negri. bukan tidak berterimakasih atau bersyukur, ibu Anita heran karna jaman sekarang sulit menemukan orang yang memang benar-benar membantu kecuali orang itu juga membutuhkan kita.


"terimakasih tuan, saya akan bekerja pada tuan semakin baik lagi dan giat." ujar Anita seraya tersenyum sementara Rey hanya tersenyum.


"aku harap dengan seperti ini , kamu akan berfikir kembali untuk tidak meninggalkanku Anita " kata batin Rey berucap.


mobil telah sampai di parkiran rumah baru ibu Anita, Ibu Anita dibantu Rey dan zoy untuk turun. sementara Rita ia menurunkan tas milik dirinya dan juga ibunya Anita. Anita hanya terperangah kaget,ketika rumah yang injak sekarang sangat lah indah. ukuran minimalis namun begitu rapih dengan sedikit taman hijau dihalamannya yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga.


"Tuannn apa ini tidak terlalu berlebihan??" tanya Anita dengan mata berbinar seakan tak percaya.


"sesuai dengan kerjamu" ujar Rey singkat


sementara Zoy ia hanya diam memperhatikan.

__ADS_1


"baiklah, ibu ini rumah milik ibu dan ini kuncinya." ujar Rey membungkukan badan dan memberikan kunci diatas telaoak tangan ibu Anita.


"tuan, saya... saya tidak tau lagi harus berkata apa! benar kata Anita ini terlalu berlebihan. saya tidak bisa menerimanya" ujar ibu Anita serasa memberikan kembali kunci yang diberikan Rey.


" tidak Bu! tolong ibu terima. ibu tau setelah Anita menceritakan semuanya tentang ibu dan juga kehidupan kalian. aku merasa tersentuh dan salut pada ibu dan juga Anita. dan tolong jangan panggil aku tuan Bu, aku sudah menganggap dirimu sebagai ibuku sendiri" ujar Rey ramah.


"apa ini tidak berlebihan dan merepotkan? ini pasti mahal nak! euh ya, saya memanggilmu nak saja boleh?" tanya ibu Anita kembali.


sementara Rey hanya tersenyum " tidak Bu, ini tidak seberapa. sudah ibu boleh masuk kedalam dan melihat-lihat isinya. dan saya sangat bahagia dan senang dengan panggilan yang ibu berikan itu" ujar Rey tersenyum.


"terimakasih nak, terimakasih banyak. ibu yakin Tuhan akan membalas kebaikan kamu dengan berjuta-juta kebahagiaan dan juga keberkahan disetiap langkahmu." ujar ibu Anita seraya memegang tangan rey sementara Rey hanya kembali tersenyum ramah dan hangat.


"apa kau tidak akan ikut masuk?" tanya ibu Anita pada Rey.


"maaf Bu saya harus kembali kekantor,tapi kapan-kapan saya akan kembali kesini untuk menjenguk ibu. dan ah ya,ini Rita Bu yang akan merawat ibu disini." ujar Rey menunjuk pada Rita yang kemudian Rita menunduk hormat seakan mengucapkan salam.


"baiklah kalau begitu nak terimakasih banyak ya, tapi kenapa ibu harus memakai perawat?" tanya ibu Anita kembali.


"karna Anita ia akan bekerja di appartement saya,dan dia tidak bisa menemani ibu. jadi ibu dirumah berdua dengan perawat" ujar Rey menjelaskan.


"baiklah, terimakasih nak Rey!" ujar ibu Anita kembali.


"baiklah saya permisi pamit dulu, dan kamu tolong jaga ibu dengan baik!" ujar Rey tegas pada Rita.


"baik tuan" ujar Rita menunduk.


setelah berpamitan, Rey dan zoy pun segera naik ke mobil. didalam mobil Zoy pun hanya tersenyum-senyum sendiri. Rey yang memperhatikan Zoy mengeryitkan heran apa yang terjadi pada asisten sekaligus sahabatnya itu.


"kau kenapa" tanya Rey singkat.


"apa kau sedang mencintai dua hati dalam satu hati?" ujar zoy.


"apa maksudmu?" ucap Rey dengan mimik wajah ingin tau.


"kau mencintai Maria dan sepertinya kau juga sudah mencintai Anita. jika tidak, untuk apa kau melakukan ini semua!" ucap Zoy yang mampu membuat Rey bungkam.


"sudahlah cepat jalan!" ujar Rey singkat. sementara Zoy ia hanya menjalankan perintah Rey.

__ADS_1


"apa benar aku sudah mencintai dua hati? tidak, entahlah aku tidak tau apa yang terjadi padaku!!" batin Rey berucap sambil menatap jalan lewat jendela mobil.


__ADS_2