Aku Wanita Penggoda?

Aku Wanita Penggoda?
episode 47


__ADS_3

seminggu berlalu, semenjak kejadian hari itu hubungan Rey dan Anita kembali membaik.begitupun dengan Maria, Rey selepas dua hari bermalam di appartement menemani Anita ia bisa kembali lagi kerumah. maria sama sekali tidak curiga dan percaya jika Rey memang pergi ke salah satu cabang perusahaan di salah satu kota.


hari ini adalah hari Senin, dimana Anita akan melakukan ujian hari pertamanya di sekolah. ujian sekolah dimana adalah tahap terakhir untuk lulus dari sekolah itu. Anita sangat antusias, ia berharap perjuangan nya selama tiga tahun ini akan berbuah manis dan tidak sia-sia.


dalam bayangan cermin terdapat gadis cantik dengan rambut hitamnya, wajah putih bersih polos tanpa polesan makeup sedikitpun. tas abu-abu yang ia bawa , dan juga sepatu kets nuansa putih abu semakin membuat penampilan Anita sempurna. Anita pun segera keluar turun menggunakan lift yang tersedia,ia berangkat menuju ke sekolah dengan kendaraan seperti biasanya yaitu angkutan umum.


Anita pergi keluar dari area appartement dan menuju jalan utama untuk menunggu angkutan umum, tak butuh waktu lama Anita kini sudah naik di angkutan umum. jelas, penumpang lainnya terpesona akan kecantikan yang dimiliki oleh Anita. siapapun akan takjub akan aura yang dipancarkan gadis cantik ini.


" neng cantik-cantik ko mau sih naik angkutan umum?" tanya salah seorang penumpang. menanggapi hal itu Anita hanya tersenyum ramah.


"tidak apa-apa Bu lebih nyaman, lagi pula saya sedari kecil sudah terbiasa" jawab Anita ramah.


ya memang, meskipun sekarang Anita sudah memiliki segalanya. namun bagi Anita semua itu bukanlah miliknya, ia tak mau seakan memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh Rey. Anita juga tak ingin membuat orang-orang disekitarnya merasa curiga termasuk ia tak ingin membuat ibunya curiga. terlebih sampai sekarang Anita masih menyembunyikan status yang sebenarnya.


15 menit berlalu, dan sudah setengah dari perjalannya menuju ke sekolah SMA Garuda , sekolah tercinta untuk melaksanakan ujian sekolah. namun, Anita baru sadar jika ia tak menggunakan almamater. ya, nampak almamater adalah hal biasa tapi jelas almamater adalah seragam terpenting. Anita nampak bingung, jika ia tak memakai seragam lengkap ia pasti tidak akan bisa mengikuti ujian sekolah. Anita pun memutuskan untuk berhenti turun dari mobil dan mencari angkutan umum yang berlawanan arah untuk kembali lagi ke appartement nya.


tak butuh waktu lama ia kembali lagi naik angkutan umum untuk menuju ke appartement. dengan langkah terburu-buru ia memasuki appartement mengambil almamater yang digantung dilemari.


"huftttt ini dia! semoga aku tidak terlambat" ujar Anita seraya melihat ke pergelangan tangannya.


tak membuang-buang waktu, Anita kini kembali turun dari lift untuk berangkat kesekolah, dengan perasaan was-was karna takut terlambat.


dengan langkah cepat bahkan sesekali berlari Anita kembali menuju jalan utama untuk mencari angkutan umum. sesampainya dipinggir jalan namun Anita tak menemukan angkutan umum yang ia cari. entahlah ada apa hari ini, rasanya Anita benar-benar di uji. raut cemas jelas semakin terlihat. hingga akhirnya setelah beberapa menit Anita menunggu dipinggir jalan, ia melihat angkutan umum yang berada di serbang jalan. ia pun dengan langkah cepat mencoba menyebrang jalanan.


"akhirnya itu dia!!" ujar Anita seraya menyebrang. sayang, Anita menyebrang jalan tanpa melihat arah kanan kiri. hingga ia tak sadar ada sebuah kendaraan yang melaju cukup cepat yang hampir menabraknya.


'Tinnn...Tin.....' suara klakson dari sebuah kendaraan, mendengar klakson mobil Anita pun menoleh dan nampak terkejut ketika mobil melaju cepat dan hampir sampai mendekatinya.

__ADS_1


"akhhhhhhhhhhh" teriak Anita kencang. dengan reflek bukannya ia lari ke tepi jalan, Anita justru malah menunduk sambil memeluk perutnya yang mulai buncit itu. 'ckittttttt' suara rem beedecit keras.


"astaga, apa aku sudah menabrak seseorang?" ujar pria yang menyetir mobil sport mewah itu. " aku harus memeriksanya!".


pria itu pun keluar dari mobil, ia melihat seorang perempuan yang membungkuk dengan rambut terurai menghalangi wajahnya.


"mbakk maaf saya tidak sengaja, apa ada yang terluka mari saya antar" ujar pria yang juga ikut membungkukan badannya untuk membantu perempuan tersebut yang tak lain adalah Anita.


dengan perasaan gemetar dan takut, Anita menoleh dan mendongakan kepalanya. "saya tidak apa-apa" ujar Anita yang kemudian terkejut melihat siapa pria yang hampir saja menabraknya itu.


"Kamu!!" ucap keduanya berbarengan.


"kamu anita kan??" ucap seseorang kaget seraya melepaskan tangannya dari Anita .


"kamu Arkan kan??" tanya Anita kembali.


"ahh tidak,tidak! aku tidak apa-apa. sebelumnya aku minta maaf karna menyebrang jalan tidak memperhatikan kanan kiri disekitarku. aku yang salah, sekali lagi aku minta maaf" ujar Anita dengan mimik wajah merasa tidak enak.


"tidak apa-apa yang penting kamu selamat" ujar Arkan yang kemudian ia menatap Anita dari kepala sampai kaki. "apa kamu mau pergi kesekolah?" tanya Arkan kembali yang melihat Anita tengah memakai seragam lengkap.


"ah yaaa!!!! aku ketinggalan angkutan umum. aku sudah terlambat, bagaimana ini" ujar Anita cemas. melihat Anita yang cemas Arkan pun merasa kasihan dan berniat untuk mengantarkan Anita kesekolah.


"jika boleh bagaimana kalo kamu saya antar saja?" ucap Arkan menawarkan bantuan.


"benarkah? apa aku tidak merepotkan?" tanya Anita . "tentu tidak!" imbuh Arkan.


"ah baiklah, berhubung tidak ada pilihan lain maka aku akan ikut denganmu. sebenarnya aku malas tapi yasudahlah mau bagaimana lagi. ayo cepat antarkan aku segera!" ujar Anita .

__ADS_1


arkan pun segera membuka kan pintu mobil untuk Anita, tanpa menunggu waktu lama Anita pun naik kedalam mobil yang disusul oleh Arkan. setelah memakai belt, mereka berdua pun melaju menuju sekolah Anita.


didalam perjalanan hening tak ada obrolan diantara keduanya, hanya suara klakson yang bersahutan dari kendaraan yang lainnya. sesekali Anita melihat pergelangan tangannya untuk melihat sisa waktu yang ada. waktu menunjukan pukul 6.45 itu artinya Anita hanya memiliki waktu sekitar 30 menitan lagi saja. mimik wajah cemas semakin terlihat. Arkan yang sesekali melirik Anita pun merasa heran.


"kenapa wajahmu begitu cemas? aku tidak akan menyulikmu tenang saja!" ujar Arkan dengan tatapan masih lurus kedepan. Anita tak menggubris ia hanya melirik sekilas kearah arkan, lalu kembali melirik pergelangan tangannya.


"kenapa tidak menjawab pertanyaanku? apa kamu sedang banyak pikiran? memikirkan hutang? atau memikirkan pacarmu ?" ucap Arkan kembali yang mampu membuat Anita merasa kesal.


"bisa kah kamu diam?" ketus Anita kesal. sementara Arkan hanya terkekeh kecil. "baiklah" ujar Arkan seraya menghentikan laju mobilnya.


Anita yang kaget Arkan menghentikan mobil secara mendadak, sontak langsung membulatkan matanya " apa yang terjadi?" tanya Anita pada Arkan.


"bukankah kau menyuruhku untuk diam?" ucap Arkan dengan wajah tanpa dosanya. mendengar penuturan Arkan membuat Anita menganga tak percaya, orang setampan Arkan memiliki tingkah dan pikiran yang menurut Anita idiot.


"kau!!!" tunjuk Anita pada Arkan. "kau cepat kembali lakukan mobilnya, kau tau aku sudah terlambat. aku akan melaksanakan ujian dan ini hari pertama!!!!!!" teriak Anita dengan suaranya yang khas .


"benarkah?" ujar Arkan dengan nada yang menggoda. "ujian atau sudah ditunggu kekasihmu hah?" ujar Arkan dengan menaik turunkan alis tebalnya.


melihat tingkah Arkan seperti itu mampu membuat Anita merasa kesal, " cepat?jika tak bisa mengantarku turunkan aku!" ujar Anita dengan nada yang naik satu oktaf .


"baiklah-baiklah, ayo jalan" Ujar Arkan yang kembali menancapkan pedal gasnya. sementara Anita ia hanya duduk dia memandang jalanan melalui jendela.


...bersambung......


hayooo, Anita udah ketemu Arkan lagi. jadi gimana?????


next tunggu kelanjutannya , sayang author gak? kalo sayang jangan lupa vote, like juga ya 😘😘

__ADS_1


haturnuhun sayang-sayangnya aku🥰


__ADS_2