
Pagi telah tiba, mentari mulai menampakan sinarnya dan masuk membangunkan setiap makhluk yang tengah tertidur berada dalam alam mimpi melalui celah jendela.
Anita mulai terbangun, ketika mendengar deringan suara ponsel rey. Saat Anita hendak bangun, ia baru tersadar bahwa ada sebuah tangan kekar yang melingkar diperutnya. Anita mencoba melepaskan pelukan itu namun Rey malah memeluknya semakin erat.
Anita terus mencoba melepaskan diri, namun tenaganya kalah kuat dengan Rey. Anita pun hanya mendengus jengah. Ia kembali berbaring dengan pelukan erat dari Rey yang melingkar. Namun selang beberapa menit, ponsel Rey terus berdering. Rey yang menyadari ponselnya berdering pun langsung terbangun kemudain mulai menerima panggilan itu.
Dalam obrolan mereka bagi Anita terdengar sangat mesra dan romantis. Ya siapa lagi, dialah istri pertama. Ada perasaan iri pada hati Anita, namun entah mengapa. sepertinya menyenangkan ketika kita bersanding dengan orang yang mencintai kita seutuhnya itulah pikir Anita.
Cukup lama Rey bercengkrama dengan istri pertamanya lewat ponsel. Sedangkan Anita ia hanya memperhatikan dan mendengarnya saja sambil membelakangi rey.
Selang beberapa detik, Rey kembali memeluk perut Anita erat sementara Anita tak merespon ia hanya diam. Rey yang menyadari tak mendapatkan respon dari Anita pun hanya kebingungan.
"Kau kenapa akhir-akhir ini? Seperti mencemaskan sesuatu? Maafkanlah aku, maaf sudah tidak adil padamu tapi mau bagaimana lagi" . Lirih Rey sembari terus memeluk Anita.
"Apa kau dan mbak sudah membaik?" Tanya Anita mengalihkan pembicaraan.
"aku bertanya kau menjawab dengan pertanyaan lagi" ucap Rey sambil beralih menjadikan tangannya sebagai bantal kemudian menatap langit-langit kamar.
"jawab saja" ucap Anita singkat.
"Sudah, entahlah mengapa tiba-tiba ia berubah. Tapi aku sangat bahagia itu artinya dia juga masih mencintaiku." Jawab Rey jujur.
"Itu artinya kau akan segera melepaskanku bukan?" Tanya Anita kembali.
__ADS_1
"Entahlah!" jawab Rey dengan mata terpejam.
"kenapa? bukankah perjanjian awal kita seperti itu? tapi mengapa? mbak dan kamu sudah membaik tapi mengapa kamu tidak mau melepaskanku? kamu tau, aku pun sama seperti dirimu. aku wanita yang ingin dicintai seutuhnya, meraih kebahagiaan ku sendiri melewati hari-hari yang indah dengan jodohku kelak. ya meskipun aku tidak tau apa ada orang yang mau menerimaku kembali setelah diriku seperti ini." ucap Anita yang kini sudah berbalik menghadap Rey. sementara Rey ia hanya menatap Anita sekilas lalu kembali menatap langit-langit ruangan.
"dan bukankah mbak tengah mengandung? aku ucapkan selamat. semoga pernikahan kalian selalu diwarnai dengan kebahagiaan. dan kamu tau jika kita ingin menempuh kebahagiaan maka kita harus menjauhi kebohongan."
"apa kau tau?" tanya Rey kembali.
"maaf, aku semalam mendengar pembicaraanmu di telponmu." jawab Anita.
Rey hanya membuang nafas lalu kembali bertanya " lalu jelaskan apa yang membuatmu gelisah beberapa saat ini?" tanya Rey yang mampu membuat Anita diam seribu bahasa. Rey yang melihat gelagat Anita pun semakin yakin ada yang disembunyikan oleh Anita.
"katakan!" titah Rey kembali.
"maksudmu!! katakan lebih jelas jangan bermain teka-teki denganku" ucap Rey kembali.
"aku...aku euhhh aku Hamil" lirih Anita dengan nada bergetar. Rey yang mendengar penuturan Anita hanya terperanjat kaget seakan tak percaya.
"katakan sekali lagi!"
"aku hamil mas Rey aku hamil!!!!! aku hamil anak kamu, dan kamu tau aku merasa hidupku semakin hancur. usiaku masih muda, sebentar lagi aku akan lulus sekolah. bagaimana dengan ibu ku jika ia tau putrinya sudah menikah dan tengah mengandung dengan status sebagai istri simpananmu! bagaimana dengan orang terdekat dan sahabat-sahabatku mas. bagaimana dengan anak ini jika ia lahir dari rahim ibu yang hanya menjadi istri simpanan orang kaya orang yang membantunya mebiayai kehidupan dan juga pengobatan ibuku mas. Apa kau mau menjadi ayahnya sementara kau sendiri akan segera memiliki anak dari istrimu yang sebenarnya!!" ucap Anita dengan air mata dan emosi yang tak tertahan setelah semalaman ia pendam.
"maka dari itu, tolong! tolong lepaskan aku mas. apa kamu ingin membuat hidupku semakin hancur? lepaskan aku, aku ingin menyudahi mimpi buruk ini mas aku ingin menyudahinya " air mata yang terus membanjiri pipi Anita membuat Rey seakan tertampar menerima fakta dengan yang baru saja Anita ucapkan.
__ADS_1
Rey yang merasa gusar dan sedih pun langsung memeluk tubuh Anita. "lepaskan aku, aku ingin menyudahi kesalahan besar ini mas. aku ingin menyudahinya hikss hikss." lirih Anita sambil memukul-mukul tangan Rey.
"tidak! aku akan bertanggung jawab atas anak ini. jangan berfikir untuk menyudahinya. jika kau memang ingin menyudahinya baiklah tapi biarkan aku bertanggung jawab selama bayi ini lahir. kau tak perlu khawatir aku akan merawat anak ini dengan baik. dan setelah itu kau bisa pergi dari kehidupanku nanti kau bebas menjemput kebahagiaan dan menyudahi mimpi burukmu ini An. kumohon!" ujar Rey sambil memeluk Anita. Anita hanya menangis sesenggukan berusaha tegar menerima takdir yang menimpanya.
"terimakasih untuk segala kebaikanmu. aku akan menyetujuinya aku akan menunggu hingga bayi ini lahir." jawab Anita sambil beranjak pergi.
sementara Rey ia masih terduduk diatas ranjang mengusap wajahnya kasar. bingung mengapa hidupnya sekarang menjadi seperti ini, apa ini karma yang diberikan Tuhan karna sudah menduakan istrinya.
Rey terus saja berfikir bagaimana jika bayi itu lahir dan Anita pergi dari kehidupannya. apa alasan yang ia buat untuk menjelaskan semuanya pada Maria. apa ia mampu? benar kata Zoy, Rey sudah menyakiti dua hati sekaligus dalam status pernikahan. pernikahan yang sudah terjalin hampir 7 tahun, lalu pernikahan diam-diam yang terjadi hampir 3 bulan.
beberapa orang jelas akan memandang buruk terhadap Anita, ia yang sudah tau rey memiliki istri dan menjalani pernikahan selama 6 tahun tapi masih mau menjadi mainannya.
untuk sekarang, bahkan Anita bingung siapa yang salah dalam hal ini. ia merasa sedang dipermainkan oleh takdir tuhan. ayahnya yang pergi meninggalkan Anita dan ibunya, ibunya menjadi sakit-sakitan, kemudian Anita menjadi seorang istri simpanan bahkan kini ia tengah mengandung.
dari awal ini sudah salah, tapi Anita baru menyadari sepenuhnya sekarang. menyesal? untuk apa! semua tak akan bisa kembali seperti semula. diibaratkan kata pepatah nasi sudah menjadi bubur, kini hanya cara kita bagaimana membuat bubur itu terasa enak untuk dimakan.
maka dari itu, Anita memutuskan untuk sementara waktu bertahan dalam ikatan pernikahan yang dianggapnya mimpi buruk dan kesalahan. Anita mulai ingin kembali menata kehidupannya dan juga mulai menerima takdir tuhan.
berbeda dengan Rey, entah mengapa ada perasaan sulit dan sakit dikala Anita berbicara ingin lepas darinya. menyudahi segalanya, entah apa yang terjadi. bukankah Rey begitu mencintai maria? tapi kenapa ia harus menempatkan Anita di tengah-tengah hubungannya. mengikat Anita dengan ketidak jelasan dan kepastian.
Apa Rey juga mencintai Anita? tapi bagaimana bisa ia mencintai dua hati sekaligus dalam waktu yang sama dalam ikatan pernikahan. Obsesi Rey pada Anita membuatnya seakan tak rela jika Anita benar-benar pergi dari kehidupannya. perawakannya yang apa adanya, sederhana, dan juga memiliki tingkah tersendiri yang bisa membuat Rey jatuh cinta pada Anita. namun, sekarang biarlah semuanya berjalan beringin dengan waktu bagaimana dia dan Anita dalam menjalani setiap kisahnya.
...Bersambung.......
__ADS_1