Aku Wanita Penggoda?

Aku Wanita Penggoda?
Episode 35


__ADS_3

Beberapa jam Anita menghabiskan waktu dilantai dasar. ia menonton tv, membaca majalah,dan juga sesekali kembali muntah. Anita terus saja menyibukan diri, sesekali pula ia melirik ke arah tangga melihat mengapa Rey sedari tadi tak keluar kamar.


Anita terus saja berfikir kenapa Rey tidak keluar kamar,padahal hari sudah menjelang sore. Anita pun memutuskan untuk naik keatas. Anita berjalan secara perlahan,menaiki anak tangga satu persatu secara pelan-pelan.


Anita membuka pintu kamar,dan matanya mulai mencari keberadaan rey namun tidak ada sosok yang ia cari disana. Anita pun mulai mikir macam-macam,ia berfikir Rey loncat dari ketinggian. Anita pun segera berlari ke arah balkon kamar namun disana pun tak ada tanda-tanda keberadaan rey. Anita mulai cemas, dirinya nampak mundar-mandir dan menggigit jari-jarinya kecil.


"kenapa kau gelisah?" tanya Rey tiba-tiba dan membuat Anita terkejeut.


Anita tak menjawab, ia hanya sedikit gugup dan malu entahlah. "kau kenapa? apa kau akan terus seperti ini an?" tanya Rey kembali sambil memeluk Anita dari belakang.


"le...lepaskan." ucap Anita seraya menghempaskan tangan kekar Rey dari pinggangnya.


"an! ak..."


"pulanglah, hari sudah sore!" dingin Anita.


Rey yang mendengar ucapan Anita hanya memicingkan matanya" apa kau mengusirku?".


"Ya,euh tidak! apa kau tak lihat jam? ini sudah sore dan kau harus segera pulang!!" ujar Anita kembali sambil meninggalkan Rey.


" Aku akan bermalam disini!" ucap Rey yang mampu membuat langkah Anita berhenti lalu berbalik.


"apa kau Gila!!!!"


"apa apanya yang gila?" tanya Rey sambil mendekat kearah Anita.


"Kau pulanglah, mbak mungkin sudah menunggumu. Jangan buat dia menunggu dan segeralah perbaiki hubunganmu dengannya. aku tau kalian berdua sangat saling mencintai" lirih Anita menguatkan diri.


"Mbak? mbak siapa maksudmu. Dan Aku akan tetap bermalam disini?" ujar rey yang membuat Anita kesal.


"istri mu, dan jika kau ingin bermalam disini bermalam lah. terserah!" ketus Anita kembali meninggalkan rey sendiri.


"An, kau sedang sakit. berbaringlah dan beristirahat" tutur Rey lembut.


"aku akan memasak untuk makan malam" ujar Anita, ya meskipun nanti ketika ia memasak harus merasakan mual yang hebat kembali. tapi mau bagaimana lagi hari sudah sore dan menjelang makan malam.

__ADS_1


"tidak-tidak! biar aku saja yang masak. kau tunggulah disini, atau engga kita pesan saja ya" ujar Rey sambil merogoh ponselnya.


"terserah" ucap Anita sambil berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


sementara itu ketika Rey merogoh ponselnya ia banyak sekali mendapatkan notif panggilan tak terjawab dan ratusan pesan singkat dari Maria dan juga Zoy.


Rey terbelalak kaget. ia lupa jika belum mengabari Maria sedari tadi pagi. Rey pun dengan cepat segera menyambungkan telpon ke nomer Maria.


tutttt..Tut....Tut...


"hallo mas,mas kemana aja sih! aku telpon gak diangkat. aku chat gak dibales. aku khawatir tau hikss..hikss" ucap Maria di sebrang sana.


"maaf sayang tadi mas ketiduran. perjalanan begitu melelahkan dan sedikit kacau karna kemacetan. kau jangan panik aku baik-baik saja!" ujar Rey menenangkan.


"ketiduran? tapi bukankah tadi aku menelpon Zoy dia bilang mas langsung meeting dengan klien di luar?" Tanya Maria yang mampu membuat Rey bingung.


"Bodoh kau Rey! kenapa gak nelpon Zoy dulu baru nelpon Maria sih. bagaimana kalau dia curiga? tidak, jangan sampai dia tau akan hal ini.". batin Rey berucap.


"mas..mas! hallo?"


"gitu ya? yasudah kamu jangan lupa makan sama istirahat. kamu pasti lelah, cepat pulang! aku dan anakmu merindukan kamu" ujar Maria .


"ok boss, tunggu papa ya nak! papa akan segera pulang menemuimu dan ibumu. bersabarlah" ucap Rey kembali.


"aku tutup ya mas telponnya, mama sudah memanggil." jawab Maria yang langsung mematikan ponselnya.


sementara Rey masih menatap ponsel itu.


" maafkan aku mar, aku sudah berbohong padamu. maaf aku sudah menyakitimu!" batin Rey berucap.


sementara, tanpa Rey sadari ada sepasang telinga dan juga mata yang mendengarkan obrolan mereka. diam dibalik pintu, dan mengelus-ngelus perutnya yang rata seakan sedang menguatkan diri dan bayi yang ada di dalam rahimnya.


"mas, apa kau benar-benar peduli padaku bukan karna aku sedang sakit? dan kau bilang ibu?papa? apa mbak sedang mengandung! oh tuhan aku harus apa. apa aku harus memberi tahu dia juga kalo aku sedang hamil tapi bagaimana nantinya" batin Anita berucap dan mulai kembali menitikan air mata. ia menangis karna semakin bersalah dan juga memikirkan nasib dirinya kedepannya.


namun dengan cepat Anita segera menghapus air matanya dan kemudian keluar dari kamar mandi agar Rey tak curiga. Anita kini sudah memakai piyama tidur dan membiarkan rambutnya terikat sembarangan.

__ADS_1


"ayo kebawah! makanan akan segera sampai!' ajak Rey yang akan menuntun Anita.


"duluan lah, aku akan menelpon sahabatku dulu!" ujar Anita menolak .


"baiklah" lalu Rey pergi begitu saja. Anita kembali berfikir dengan meremas-remas jarinya halus. ia bingung apa harus memberitahu Rey tentang kehamilannya atau tidak.


jika Anita memberitahu Rey, apa Rey akan menerimanya terlebih sekarang mariia istri pertama Rey pun sepertinya sedang mengandung. jika pun Rey menerima anak yang ada dirahim Anita, pasti anaknya tetap akan kurang mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari ayahnya.tapi lebih baik kurang daripada tidak sama sekali. disisi lain jika ia menyembunyikan kehamilannya, cepat atau lambat Rey pasti akan mengetahuinya dan jika Anita berbohong pasti kelak akan menimbulkan masalah yang baru.begitulah,kira-kira pemikiran Anita sekarang.


"ayo! kenapa lama sekali" ujar seseorang yang membuat Anita terkejut.


Anita pun segera berdiri dari tepi ranjang dan terlihat gugup, sementara Rey hanya memicingkan mata seakan curiga pada Anita.


"apa kau sedang menutupi sesuatu? kenapa sedari tadi kau nampak gelisah an?" tanya Rey menyelidik.


"ti..tidak! ayo kebawah!" ucap Anita berlalu pergi lalu diikuti oleh Rey.


Anita kini sedang duduk di sofa lantai dasar sambil kembali menonton televisi. sementara Rey ia hanya memainkan benda pipihnya dengan senyum-senyum sendiri.


sesekali Anita melirik, dan masih mendapati Rey sedang tersenyum. Anita hanya membuang nafas kasar menguatkan dirinya. karna ia tau, Rey pasti sedang saling mengirim pesan dengan istri pertama Rey.


tak butuh waktu lama, suara bel berbunyi. sudah pasti itu adalah pengantar makanan yang Rey pesan. Rey pun segera beranjak dan benar saja ketika Rey kembali, ia sudah menenteng plastik yang membungkus makanan. dari aromannya memang sangat menggugah selera.


Rey membawakan piring, kemudian menyusun rapih makanan yang ia pesan. sementara Anita ia hanya memperhatikan Rey dari kejauhan.


"ayo!" ajak Rey pada Anita. tanpa menjawab Anita pun segera.mendekat kearah meja makan lalu duduk bersebrangan dengan Rey.


keduanya makan begitu nikmat, dan tanpa ada suara. namun sesekali Anita juga kembali memuntahkan makannya. Anita beralasan mungkin karna dirinya belum sepenuhnya sehat jadi masih merasa mual, dan hal itu tak membuat Rey curiga. keduanya kembali menikmati makan malam bersama untuk yang pertama kalinya.


selepas makan malam Anita kembali keatas terlebih dahulu, ia ingat jika harus segera meminum vitamin. setelah itu ia kembali berbaring diranjang dan mulai terlelap tanpa menunggu Rey dan mengucapkan selamat malam pada Rey.


...**Bersambung......


hi,masih pagi ni wkwk. jadi awalnya inituh episode semalem guys. tapi jaringan auhtor tidak memadai. yasudahlah ya author post nya sekarang aja. oh iya mohon maaf kalo banyak typo. dan kalo kalian mau kenalan sama author yang sering ngoceh curhat kalian boleh mampir ke Ig aku @RevaOktavia_ nanti kita kenalan ya. duh jadi gak sabar nih mau kenalan sama kalian.


jangan lupa like,komen,dan vote ya. aku sayang kalian🥰

__ADS_1


hatur nuhun, terimakasih banyak🖤🖤**


__ADS_2