Aku Wanita Penggoda?

Aku Wanita Penggoda?
Episode 40


__ADS_3

Rey sudah sampai di parkiran rumahnya, Zoy pun segera kembali pamit. karna ibunya sudah menelpon dan mengajak makan malam bersama. sebenarnya Rey ingin mengajak Zoy makan malam bersama namun Rey tak berani memaksa apabila ibu nya Zoy sudah menelpon.


Rey pun segera masuk kedalam rumah dan dikejutkan dengan pelukan seorang wanita yang begitu erat.


" sayang!!! lepas duhhh mas susah nafas!" ujar Rey seraya melepaskan tangan erat milik Maria.


"ihhh mas, aku kan kangen tau! mas gak kangen sama aku??" ucap Maria seraya mengerucutkan bibirnya.


"hahaha mas kangen kok sama kamu, dan juga Adik bayi!!!" ucap Rey kemudian membungkukan badannya dan mencium perut rata milik Maria.


"dasar, gimana semuanya lancar?" tanya Maria seraya membawakan tas kantor milik Rey dan menaiki anak tangga.


"lancar semua sudah selesai, bagaimana denganmu?" tanya Rey seraya menapaki anak tangga.


"baik, mama dan papa mengurusku dengan sangat baik. bahkan Arkan pun ikut berkunjung ke rumah mama" ujar Maria meletakan tas milik Rey diatas sofa kamar.


"Arkan? ah ya dimana anak itu sekarang?" tanya Rey kembali.


"entahlah, tadi dia pamit langsung pulang setelah mengantarkan ku kemari" jawab Maria. sementara Rey hanya manggut-manggut paham kemudian berlalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


setelah selesai Maria dan Rey pun kembali turun kebawah untuk makan malam. sebenarnya Rey merasa khawatir ketika Maria bulak balik naik turun tangga, terlebih sekarang ia tengah mengandung. namun Maria menolak apabila dirumahnya ini ada lift khusus atau tidak harus pindah kamar.


"sayang mau makan apa?" tanya Maria seraya mengambil piring bersih.


"apa saja yang kamu ambilkan," ucap Rey tersenyum.


"baiklah." Maria pun melayani keperluan Rey dengan baik.sementara Rey ia memperhatikan wajah Mari dengan seksama.


"maafkan aku mar, aku sudah meluakai mu dengan sengaja" batin Rey seraya menatap wajah Maria.


makan malam yang romantis pun antar keduanya terjadi, kehangatan seolah begitu terasa sangat hangat di area meja makan. tak hanya mereka berdua yang merasakan kehangatan itu, bi isah sebagai asisten rumah tangga pun ikut merasakan kehangatan yang terjadi pada keluarga kecil mereka.


setelah selesai makan malam, keduanya pun kembali ke atas kamar untuk beristirahat. tak butuh waktu lama, Maria yang tidur diperlukan Rey dan Rey memeluk Maria membuat keduanya seakan menjadi cepat terlelap dalam menjemput mimpi.


tengah malam tiba, Maria tiba-tiba saja terbangun. entah mengapa ia ingin makan ketoprak, ia pun merubah posisi menjadi terduduk dan bersandar pada hulu ranjang.


" Bagaimana ini, aduh kenapa aku ingin makan ketoprak malem-malem gini sih" batin Maria seakan gelisah.


Rey yang menyadari Maria tak memeluknya kembali lantas terbangun dan menatap Maria yang sepertinya tengah gelisah.

__ADS_1


"sayang ada apa??" tanya Rey panik kemudian ikut terduduk disebelah Maria .


"aku ingin makan ketoprak" lirih Maria sembari mengelus-ngelus perutnya.


"apa kau ngidam? tapi ini tengah malam. memangnya masih ada jam segini yang jualan ketoprak??" tanya Rey kembali.


"entahlah,tapi aku ingin makan ketoprak!!" ucap Maria tegas. Rey yang mengerti pun langsung menghela nafas.


"baiklah aku akan mencarinya, kamu tunggu disini kalau ada apa-apa telpon aku ya" ujar Rey melangkah kemudian mengambil kunci mobil,dompet dan ponsel yang ada di nakas meja.


"terimakasih papa!" ucap Maria menggunakan suara seperti anak kecil. sementara Rey, ia hanya tersenyum kemudian mengecup kepala Maria.


Rey pun segera melangkah menuruni anak tangga yang tak terhitung, menancapkan gas mencari kenalan untuk membeli ketoprak yang diinginkan oleh Maria itu.


cukup lama ia mencari, berjalan secara perlahan mengamati setiap para pedagang yang masih ramai dikunjungi pembeli. namun ia tak melihat, tukang jualan ketoprak yang masih berjejer dijalanan.


Rey pun kembali menyusuri jalanan dan akhirnya ia menemukan penjual ketoprak. dengan cepat ia memesan 1 porsi ketoprak kemudian kembali memasuki mobil untuk kembali kerumah.


sesampainya dirumah, Rey dengan semangat mengambil piring dan satu sendok kemudian membawa kantong plastik tersebut ke kamar.


"sayang!!" ucap Rey semangat sambil membuka knop pintu.namun hening, tak ada jawaban,Rey segera masuk dan melihat Maria tengah tertidur pulas.


"hmhhhh, aku sudah tidak mau. aku mengantuk" ujar Maria kembali tertidur.


"lalu ini bagaimana??" lirih Rey seraya mengangkat kantong plastik keudara.


"mas makan aja ya" ujar Maria dengan mata tertutup .


Rey pun tak menjawab ia mendengus kesal karna ulah Maria, tapi bagaimana lagi ia sudah tau jika ibu hamil memang seperti itu. karna dahulu ia pun merasakannya dan tahu ketika Maria hamil pertama kali.Rey pun dengan kesal menyimpan ketoprak dan piring itu diatas nakas kemudian berbaring disamping maria.


DISISI LAIN:


Anita sampai dirumah barunya, Arkan terperangah kaget ketika Anita menunjukan rumah barunya yang memang minimalis dalam bentukan modern.


"ayo masuk dulu" ujar Anita mengajak Arkan. Arkan pun hanya mengangguk dan mengikuti Anita dari belakang.


" Ibu, mbak Rita, Anita pulang!!" ucap Anita.


Ibu Anita pun keluar kamar dengan kursi roda yang didorong oleh Rita.

__ADS_1


"kenapa lama sekali nak? ibu khawatir menunggu mu!" lirih ibu sembari memeluk anita.


"maafkan Anita Bu, tadi dijalan ada sedikit kendala tapi ibu tak usah khawatir" ujar Anita. ibu pun hanya mengelus lembut rambut Anita kemudian menatap pria yang tengah berdiri memperhatikan.


"itu siapa lagi nak??" bisik ibu pada Anita.


Anita pun menoleh ke arah Arkan " ah itu teman Anita Bu, kenalin namanya Arman . Arman kenalin ini ibu aku, dan ini Mbak Rita " ujar Anita tersenyum ramah.


sementara Arkan yang mendengar Anita memperkenalkan dirinya dengan nama Arman terbelalak kaget dan ada perasaan kesal pada Anita karna sudah mengganti namanya begitu saja.


"halo nak perkenalkan nama ibu, Anisa" ujar ibu seraya tersenyum ramah. sementara Arkan baru saja tersadar.


"ah iya ibu, salam kenal. perkenalkan nama saya Arkan Andreas Wijaya" ujar Arkan sembari menekan bagian namanya itu.


ibu Anita Mera heran, ia memperkenalkan diri sebagai Arkan tapi Anita bilang dia adalah Arman jadi mana yang benar, pikir ibu Anita.


"hey kau!! bukankah namamu Arman?? sejak kapan berganti menjadi arkan hah??" ucap Anita dengan wajah tanpa dosa nya.


"hey! namaku Arkan, Arkan Andreas Wijaya. sembarangan ganti nama orang!" ucap Arkan kesal.


"hey benarkah??? ah kalau begitu aku minta maaf ya. Arman? Arkan? ah beda sedikit bukan hanya huruf M dan K yang membedakannya jadi tak perlu dipermasalahkan ya.. benarkan ibu?" ucap Anita.


"ahhh sudahlah, ibu lapar. nak Arman mari ikut makan bersama kami!" ajak ibu pada Arkan namun dengan panggilan Arman. Arkan pun hanya membuang nafas lesu kemudian tersenyum.


" Ah tidak Bu! sepertinya dia orang sibuk jadi dia harus kembali pulang " ucap Anita mengusir secara halus.


namun Arkan tak menggubris ucapan anita, "apa boleh??" tanya Arkan kembali.


"tentu saja mari!!" ajak ibu, Arkan pun dengan senang hati menerima ajakan itu. sementara Anita ia hanya mengerucutkan bibirnya kesal.


" mbak, aku boleh minta tolong gak siapin piring 4 ya" ucap Anita pada mbak Rita.


" baik Anita, mbak ambil dulu ya" ujar Rita kemudian berlalu.


dengan mimik wajah kesal Anita mendorong kursi roda sang ibu menuju meja makan. berbeda dengan Arkan yang sedari tadi nampak tersenyum, baginya ini adalah kesempatan untuk dekat dengan Anita pikirnya. tak apalah nama dia berubah menjadi Arman meskipun ia kurang suka dengan nama itu karna menurutnya yang cocok untuk karakter dari segi manapun adalah dengan menggunakan nama Arkan.


......Bersambung..........


jangan lupa like,komen,dan vote sayangnya aku🥰🥰

__ADS_1


hatur nuhun parantos sumping🙏🖤


__ADS_2