Aku Wanita Penggoda?

Aku Wanita Penggoda?
Episode 45


__ADS_3

'Ting...Tong'


'Ting...Tong'


suara bel berbunyi, mendengar suara bel. Maria segera turun dan membuka pintu. ia nampak bingung ketika melihat Zoy datang sendiri tanpa ada sang suami.


"eh Zoy, mana Rey?" tanya maria.


"oh iya Maria, aku kesini hanya ingin memberi tahumu. jika Rey, sepertinya hari ini lembur tidak pulang kerumah. ada sedikit masalah di cabang perusahaan hingga ia diharuskan turun langsung kelapangan" jawab Zoy sesantai mungkin agar tak membuat Maria curiga.


"masalah cabang? bagaimana bisa?. lalu mengapa kamu tidak ikut Zoy?" tanya Maria selidik.


Zoy yang mendengar pertanyaan kembali dari Maria merasa bingbang, jantungnya berdegup kencang takut jika ia ketahuan berbohong.


"Zoy kenapa kau terlibat dalam hal seperti ini Zoy" batin Zoy .


Maria yang melihat Zoy nampak berfikir dan diam, mulai melambai-lambai tangannya pada wajah Zoy.


"Zoy! kenapa??" tanya Maria yang membuat Zoy terkejut.


"oh tidak apa-apa. iya aku akan ikut kesana untuk menyusulnya sekarang. kau tak perlu khawatir" jawab Zoy seraya tersenyum.


"hmhh baiklah, ummmm apa aku boleh ikut?" tanya Maria.


"Deg!!!" jantung Zoy semakin berdebar. bagaimana jika Maria memaksa ingin ikut, tamatlah sudah nasib Zoy.


"ah tidak, kau kan sedang hamil. kau harus banyak-banyak beristirahat. dan sebaikanya kau dirumah saja dan doakan semua segera selesai" jawab Zoy kembali. "ah baiklah kalo begitu" jawab maria seraya tersenyum.


"baiklah, kalo begitu aku permisi pamit ya" ucap Zoy berpamitan.


"baiklah terimakasih" ujar Maria.


Zoy pun kembali memasuki mobil lalu melaju meninggalkan istana Rey agatha itu. sementara Maria masih menatap kepergian mobil yang dikendarai oleh Zoy. ia tersenyum miring, seraya tangannya mengusap-ngusap perutnya itu. kemudian ia mengetik sesuatu kepada benda pipih yang selalu ia pegang.


"hallo kita ketemu sekarang" singkat Maria dan langsung mematikan telponnya .


sementara itu diappartment.


"berhentilah menatapku seperti itu" ujar Anita pada Rey.


"kau menggemaskan, badanmu agak kurus sekarang?"

__ADS_1


"ya,aku banyak mual" jawab singkat Anita.


"kau harus banyak makan buah, dan minum susu" Rey mewanti-wanti


"sudah, namun sering keluar lagi" lirih Anita.


Rey menarik nafas panjang lalu menghembuskannya, ia merasa kasihan pada Anita. ya semenjak hamil, Rey sendiri tahu bahwa Anita menjadi sering sakit dan pingsan. tentu hal itu berpengaruh pada berat badan Anita. sementara Anita ia hanya diam menatap wajah Rey yang seakan tengah berfikir.


"Minggu depan aku mulai ujian, dan aku harap kamu tidak menggangguku. aku harap kamu banyak-banyak mengerti akan diriku agar semuanya berjalan lancar" ujar Anita.


"baiklah, aku akan ikuti semua kemauanmu" ucap Rey seraya mengelus rambut hitam Anita.


"terimakasih, kenapa kau tidak pulang? mbak pasti menunggumu" tanya Anita pada Rey.


Rey sedikit tertegun dan merasa bersalah, ia juga merasa kagum akan kekuatan dan kesabaran yang dimiliki Anita. "bahkan disaat kondisimu seperti ini, kau masih memikirkan istriku Maria" batin Rey berucap.


"hey!" ucap Anita kembali.


"ah iya, aku tidak akan pulang. aku akan bermalam disini" jawab Rey.


"tapi mbak nan..."


Anita diam nampak berfikir. sebenarnya ia merasa ingin mangga muda dengan sambal asam manis yang kental. namun ia tak berani meminta pada Rey.melihat Anita diam, Rey kembali bertanya.


"jadi mau apa?" tanya Rey.


"aku, aku ingin mangga muda dengan sambal gula merah asam pedas" lirih Anita pelan.


"benarkah? tapi itu kan ti.."


mendengar Rey seperti akan melarangnya, Anita dengan lesu dan pasrah "baiklah tidak usah saja, kalo tidak boleh"


"tidak maksudku, makanan seperti itu tidak ada disekitar sini. kalo pesan pasti agak lama" jawab Rey yang mampu membuat Anita kembali semangat.


"benarkah? tidak apa-apa aku akan menunggunya" jawab Anita antusias.


"baiklah akan kupesankan sekarang" ujar Rey seraya membuka gawainya.


Anita merasa senang, ia berfikir bahwa mungkin seperti inilah perasaannya diperhatikan. di turuti keinginan disaat ia mengidam. ditemani seseorang disaat ia merasakan mual. Anita berharap hak seperti ini selamanya, tapi lagi-lagi ia sadar akan posisi yang seharusnya.


mengenaskan, kehidupan ini memang kejam. bahkan untuk mendapatkan perhatian saja sangat sulit untuk didapatkan. untuk merasakan bahagia saja rasanya sulit untuk digenggam. mengingat nasib Anita tak seberuntung orang lain, dari awal ia harus sudah berjuang sendirian. seharusnya seusia Anita sekarang ia tengah menikmati kehidupan,dan mencari pengalaman.bukan sepertinya sekrang mengandung diam-diam dan berjuang sendirian.

__ADS_1


sering kali Anita merasa bahwa dirinya sangat bodoh, namun apa daya semua terlanjut terjadi. semua yang ia lakukan semata-mata hanya untuk ibu.


sekilas Anita memandang wajah Rey yang tengah serius memesan makanan. bibirnya tertarik tersenyum tipis, Anita merasa semakin bodoh disaat ia menyadari jika ia mencintai Rey. hal yang ia takutkan sekarang adalah ia bisa semakin dalam mencintai Rey dan semakin sulit untuk pergi dari Rey.


rey yang merasa dirinya diperhatikan oleh Anita,merasa heran. "kenapa?" tanya Rey seraya mengernyitkan dahinya.


"tidak" jawab Anita kaget. Anita pun langsung mengalihkan pandangannya kearah lain.


"makanan dan pesananmu tengah di proses, sabar ya" ucap rey. sementara Anita hanya menjawab dengan anggukan kepala saja.


cukup lama mereka menunggu, hingga kemudian makanan pun tiba. Anita nampak antusias ketika melihat Rey datang kekamar dengan menenteng kantong plastik dan juga beberapa piring.


"mana pesananku??" tanya Anita dengan mata antusias dan berbinar.


"sebentar aku akan menatanya dahulu kedalam piring" ujar Rey seraya mengambil sebuah piring dan mangga muda dari dalam kantong plastik. Anita hanya menelan salivanya, ia menatap binar seakan tengah menatan emas berlian.


"nih" asong Rey. tanpa berlama-lama Anita segera mengambil piring itu lalu melahapnya dengan nikmat. mangga muda dengan sambal gula yang kental, menambah kenikmatan yang dirasa Anita menginginkannya sejak lama.


Anita memakannya sangat bersemangat tanpa ada rasa mual seperti biasanya, sementara Rey ia hanya memperhatikan Anita bahkan sesekali ia menggeleng-gelengkan kepalanya. sadar jika ia tengah diperhatikan Rey, Anita segera menyudahi makannya lalu menyodorkan sepotong buah mangga pada Rey.


"apa kau mau?" tanya Anita seraya menyuguhkannya.


"tidak, aku heran bagaimana kamu menyukai mangga yang asamnya seperti itu?" ujar Rey .


"ini enak, cobalah sedikit saja" ujar Anita kembali mengasongkan separoh buah mangga itu.


"tidak an!" ujar Rey menolak.


mendengar penolakan Rey, Anita pun langsung memasang mimik wajah lesu dan tangannya yang kurus mulai mengelus-ngelus perutnya yang mulai terlihat buncit.


Rey yang melihat hal itupun segera menyetujui.


"baiklah-baiklah, sini berikan aku sedikit itu." ujar Rey yang langsung membuat Anita kembali bersemangat.


"aaaaaaaa" ujar Anita seraya menyuapi Rey, Rey pun langsung membuka mulut lebar dan menerima suapan itu.


"haaaaaaaaa anitaaa asam sekaliiiiiii" ujar Rey seraya memuntahkan kembali mangga muda itu.


melihat ekspresi Rey dan tingkahnya membuat Anita semakin tertawa terbahak-bahak. sebenarnya Anita ingin mengerjai Rey saja. lagi pula sebenarnya ia tak ingin berbagi mangga muda itu pada Rey . sadar bahwa ia sedang dikerjai oleh Anita, Rey yang tengah minum langsung menyimpan gelas diatas nakas dan mendekati Anita dengan tatapan yang tajam.


......bersambung........

__ADS_1


__ADS_2