Aku Wanita Penggoda?

Aku Wanita Penggoda?
Episode 30


__ADS_3

Kehidupan tetaplah Kehidupan. Kehidupan setiap manusia yang memiliki porsi kebahagiaan,luka ,sakit dan trauma tiap orangnya yang berbeda. namun keadaan tetaplah keadaan terkadang tak bisa menawar tak bisa juga pergi meninggalkan. dan satu hal yang pasti, Takdir Takan bertanya sesakit apa ketika kita menjalaninya.


Anita kini sudah terbangun, dengan badan yang lemas ia terus berusaha melangkah menuju dapur untuk membuat bubur. sebenarnya bisa saja ia memesan makanan via online. hanya saja ia ingin membuatnya sendiri.


Anita terus berkutat didapur membuat bubur yang persis seperti bubur dibuat ibunya dulu ketika ia jatuh sakit. ia memasak dengan deraian air mata yang berlinang, wajah yang pucat serta bibirnya yang semula merah ranum sekarang sudah tak memiliki warna.


tak butuh waktu lama, bubur yang dibuat Anita sudah siap untuk dihidangkan. dengan tangan gemetar Anita mulai menyendokan bubur yang ada di mangkuknya. meniup perlahan kemudian memasukannya kedalam mulut yang pucat.


tak ada rasa, hanya pahit yang terasa begitulah orang sakit. namun Anita tetap mencoba memakannya, sedikit demi sedikit hingga disuapan ke lima tiba-tiba saja perut Anita serasa diaduk-aduk. dengan cepat Anita melangkah menuju watafel dan memuntahkan semua makannya hingga rongga mulutnya terasa pahit karna memuntahkan banyak cairan.


Anita terkulai lemas,ia terduduk dilantai dengan kedua tangan yang menopang kepalanya. lagi-lagi Anita merasa mual ia pun kembali berdiri dan kemudian memuntahkan kembali isi perutnya yang kosong. ia membasuh bibirnya dengan air keran,mengusap secara perlahan dengan pikiran yang kalang kabut.


"kenapa aku terus mual akhir-akhir ini? jika masuk angin biasanya hanya semalam saja tapi ini sudah beberapa hari. apa jangan jangan aku...." ucap Anita pada dirinya sendiri.


"tidak,tidak mungkin!! baiklah aku akan memeriksakan diriku pada dokter. sebenarnya apa yang terjadi padaku" ucap Anita kembali.


dengan sekuat tenaga Anita melangkah menuju kamar dan bersiap. dengan memakai celana katun dan juga sweater serta rambut yang diikat asal ia pergi menuju klinik kesehatan. kali ini ia tak memakai angkutan umum, ia memesan taksi online agar lebih cepat. lagi pula badannya tak mampu bertahan berlama-lama pikir Anita.


Anita pun kini tengah diperjalanan menuju klinik terdekat. 45 menit berlalu, Anita sudah sampai dirumah sakit.


"nona sudah sampai!" ucap sang supir.


"ah baiklah terimakasih pak!" ucap Anita yang sudah memberikan uang untuk biaya perjalanannya .


"terimakasih kembali nona !" ucap sang supir yang kemudian berlalu pergi.


Anita pun dengan langkah gontai menyusuri klinik yang lumayan ramai. mungkin karna musim hujan, daya tahan tubuh juga menurun hingga banyak orang yang jatuh sakit.

__ADS_1


Anita kini sudah mengambil nomer antrian, cukup lama ia menunggu. tubuhnya yang sudah semakin lemas bahkan pelipisnya dibanjiri keringat dingin ia terus menunggu gilirannya. terbesit rasa kecewa pada Rey, jika boleh jujur untuk kali ini saja Anita ingin menjadi sosok wanita yang egois. yang ingin meminta Rey untuk berada disampingnya merawatnya yang sedang jatuh sakit. apa wajar seorang istri juga meminta perhatian dan pertolongan suaminya? ya meskipun Anita hanya istri simpanan tapi ia tetaplah istri Rey.


kini giliran Anita masuk kedalam ruangan dokter. disana sudah ada 1 orang dokter pria dan juga dua orang asisten wanita yang membantunya didalam.


"selamat siang Bu" ucap sang dokter


"siang dok" jawab Anita tersenyum dengan wajah pucatnya.


"ada keluhan apa Bu?" tanya sang dokter.


"emmm... saya .. saya akhir-akhir ini merasakan pusing dan mual-mual dok" ujar Anita menjelaskan sementara dokter hanya mengangguk paham.


"baiklah mari kita lakukan pemeriksaan" ucap sang dokter. Anita pun mengikuti dokter kemudian berbaring diatas brankar. dokter pun mulai memeriksa keadaan Maria.


"keadaannya ibu dan janin baik-baik saja Bu." ucap sang dokter.


"A.... apaa janin dok?? janin???" ucap Anita kaget.


"iya Bu, tapi untuk lebih jelasnya ibu bisa langsung periksakan ke dokter obgyn " ucap sang dokter.


Anita yang masih tercengang kaget pun hanya mengangguk pelan. kemudian ia turun dari brankar dan menyelesaikan pemeriksaannya.


Anita pun dengan langkah yang masih tak percaya ia segera menuju ke ruangan obgyn. seperti biasa Anita mulai menjelaskan keluhannya dan sang dokter lagi-lagi hanya mengangguk paham.


"sepertinya ibu sedang mengandung, mari Bu untuk lebih jelasnya kita lakukan pemeriksaan dan USG." ucap sang dokter.


Anita pun mulai berbaring diatas brankar. kemudian dokter itu mulai memeriksa Anita dan mengoleskan jelly khusus pada bagian perut Anita.

__ADS_1


dokter pun dengan perlahan mulai menggeser alat yang langsung terhubung ke layar monitor kecil yang menampakan rahim Anita. beberapa menit berlalu, dokterpun tersenyum ketika masih memeriksa Anita. Anita yang menyadari hal itu semakin bingung apa yang terjadi.


"selamat ya Bu, ibu kini sedang mengandung." ucap sang dokter yang lagi-lagi membuat Anita terkejut.


"apa dok?? jadi beneran saya... saya sedang hamil dok?" tanya Anita dengan air mata yang mulai keluar.


"iya Bu, selamat ya. titik kecil ini adalah janin ibu. usianya baru tiga Minggu dan besarnya masih sangat kecil. bahkan mungkin hanya sebesar kepala jarum pentul." ucap sang dokter.


"mari Bu ikut saya, saya akan meresepkan beberapa vitamin untuk membantu mengurangi mual dan pusing. dan ya, ibu juga tak perlu khawatir jika sering merasa mual karna itu proses yang dialami ibu hamil. terlebih jika di trimester pertama, dengan kata lain ibu sedang mengalami morningsickness. tapi, jika ibu merasakan mual berlebih ibu harus segera melakukan pemeriksaan kembali dan makan serta istirahatlah yang cukup karna usia kehamilan pertama masih rentan keguguran" jelas sang dokter sementara Anita sadar tidak sadar ia hanya tetap diam mencoba menyimak apa yang dijelaskan dokter.


"dan ini vitaminnya , diminum sebelum tidur ya Bu" ujar sang dokter menyodorkan vitamin yang sudah dibungkus plastik.


"baiklah,terimakasih dok" ucap Anita yang kemudian berdiri dan menyelesaikan pembayarannya. setelah semuanya selesai Anita kembali melangkah . ia berniat untuk langsung pulang.


dengan langkah terseok Anita mulai kembali berjalan. air mata yang sudah membanjiri pipi, serta pikiran yang berlarian kesana kemari memikirkan masa depannya.


"apa aku benar-benar Hamil? apa ini mimpi? jika ini mimpi tolong segera bangunkan aku tuhan!!" lirih Anita yang terus berjalan menyusuri jalanan.


entahlah, kali ini perasaannya begitu sulit untuk dijelaskan. apa dia sedang bahagia atau malah sebaliknya. ia terus berfikir apa yang akan terjadi pada kehidupannya. kehidupan yang sudah mulai tak tertata rapih dan mulai hancur.


"kenapa kamu harus hadir sekarang! disaat aku mulai ingin melepaskan mas Rey kenapa kamu hadir didalam rahimku? kenapa!!! tuhan apa salahku? hingga kau terus mengujiku dengan segalanya dengan semua ini. kau ambil ayahku dan memberikannya pada orang lain. kemudian kau ambil kesehatan ibuku dan menjauhkannya dariku. tuhan,apa selama ini aku pernah mendzalimi dirimu? apa aku pernah membuat dosa yang sangat besar tuhan??" lirih Anita dengan air mata yang deras.


bagaimana rasanya menjadi Anita, dengan keadaan yang seharusnya ia bahagia dengan sang suami karna sudah hadir benih cinta keduanya tapi kini justru Anita merasa sangat terpukul.


Anita merasa Tuhan tak adil padanya, tuhan mengambil segalanya dari Anita. Anita terus saja menangis dan sesekali memukul perutnya kasar. ia tak peduli jika ia merasakan sakit karna ukahnya sendiri. hingga tak disadari tubuh Anita mulai lemas matanya mulai kabur membuat Anita kehilangan kendali akan dirinya.


"Brugggg!" Anita jatuh pingsan ditengah-tengah ramainya orang yang berlalu lalang.

__ADS_1


...Bersambung......


__ADS_2