Aku Wanita Penggoda?

Aku Wanita Penggoda?
Episode 9


__ADS_3

Rey mengantarkan Anita pulang ke apartement miliknya. Namun sebelum Rey menancapkan gas,Rey terlebih dahulu menelpon Zoy untuk menanyakan persiapan untuk besok. Setelah selesai melangsungkan panggilan singkat. Rey pun memutuskan untuk masuk kedalam mobil dimana Anita sudah menunggu.


Tak butuh waktu lama Rey menancapkan gas membelah jalanan ibu kota, sementara didalam mobil hening tak ada yang bersuara. Hanya terdengar suara klakson dari kendaraan lain diluar sana. Tak ada yang berani membuka suara hingga sampailah mereka di loby appartement.


Rey membuka sabuk pengaman dan kemudian turun. Begitupun dengan Anita, baru saja Anita ingin membukakan pintu mobil Rey sudah membuka nya terlebih dahulu.


'menggemaskan, kamu perhatian sekali tuan!' batin Anita berucap.


"Hey ayo turun! Malah melamun!!" Ucap Rey .


Anita pun segera tersadar dalam lamunan kemudian ia ikut turun. Ia melangkahkan kakinya tak lupa Rey pun menggenggam tangan anita hingga Rey sampai di depan pintu appartement.


Rey segera menekan tombol kode pintu appartement nya.kemudia pintu langsung terbuka,Rey segera melangkahkan kakinya masuk.namun Rey tersadar jika Anita tak mengikutinya. Rey pun membalikan badan dan segera menarik tangan Anita.


Anita yang merasa takjub akan kemewahan appartementnya ini mulutnya menganga,netranya membulat sempurna,pandangannya menyapu seluruh penjuru ruangan dengan warna cat abu muda disertai dekoran mewah dan elegant.


"Besar sekali rumah ini!!! Apa kau tidur disini tuan?" Ucap Anita dengan pandangan yang masih mengedar.


"Ini appartement Anita! Astaga apa kau tidak tau?? Dan ya ini apartemen kecil aku hanya sesekali kesini!" Ucap Rey memberi penuturan.


"Ahhh yayayaya ini appartement maksudku itu tuan... Tunggu! Kau bilang ini kecil?? Lalu bagaimana dengan rumahku yang hanya terdapat 1 kamar kecil saja!!" Ujar Anita.


"Ckcckk sudahlah, kau malam ini tidur disini. Dan esok pagi akan ada yang datang kemari untuk merias mu!" Kata Rey yang duduk di sofa.


Anita pun mengikuti rey duduk di sofa,tepat di samping Rey


"Apa dirias? Untuk apa?? Bukankah kita menikah hanya biasa saja??" Tanya Anita heran.

__ADS_1


"Aku tau, tapi nanti kita juga akan ada sesi foto untuk kenang-kenangan. Sudah kubilang kita harus seperti suami istri pada umumnya hanya satu bedanya kita hanya menikah siri..." Ujar Rey menjelaskan. Sementara Anita hanya mengangguk paham.


'satu lagi bedanya tuan, kau tidak mencintaiku...' batin Anita berucap.


"Dan jika kau mau appartement ini untukmu." Ujar Rey dengan serius.


Anita yang mendengar hal itu matanya bulat sempurna, ia tak menyangka jika akan ada orang yang menawari dengan memberinya appartement seluas dan semewah ini kepada orang yang baru 4hari dikenalnya.


"Ti..tidak usah tuan! Saya tidak mau menerimanya.!" Tegas Anita. Meskipun Anita memanglah menerima tawaran untuk menjadi istri simpanan Rey, namun Anita berfikir hubungan dia dan Rey memang berbeda dengan yang lainnya. Anita tak mau dianggap matre lagi pula selama ini Anita merasa tercukupi semenjak Rey memintanya untuk menjadi istri kedua.


"Maaf tuan, aku lelah apa aku bisa mandi?" Tanya Anita .


"Baiklah ayo aku antar kamu kekamar ku..." Ujar Rey yang langsung berdiri dari duduknya. Anita pun hanya menguntit dari belakang.


"Haaaaaaaa.. apa ini kamar mu tuan?" Anita berdecak kagum saat memasuki kamar yang begitu indah dengan nuansa putih.


"Semua ini juga milik kamu...apapun yang kamu inginkan akan aku berikan" ucap Rey tersenyum.


"Benarkah???" Tanya Anita . Dan Rey hanya mengangguk.


"Aku ingin ibuku cepat sembuh..." Lirih anita dengan mata yang menetes.


"Hanya itu?" Dan Anita memberikan jawabannya dengan anggukan.


"Anita... Kamu tak usah khawatir. Aku akan membawa ibumu herobat keluar negri besok. Dan kamu hanya perlu berdoa. Kamu tau setiap hal sudah tuhan yang menentukan tapi kita hanya mampu berusaha. Berdoalah.." ujar Rey yakin sudah menuntun Anita untuk duduk di tepi ranjang. Rey sangat tulus berkata seperti itu pada Anita. Dengan tatapannya yang tulus serta genggaman tangannya, Anita merasa sangat nyaman.


"Terimakasih tuan hikss..hikss.... Saya tidak bisa membalas kebaikan tuan" ujar Anita yang langsung menyandarkan kepalanya di bahu Rey.

__ADS_1


"Apapaun untuk dirimu,terimakasih juga sudah mau denganku.yang aku berikan padamu tidak seberapa dengan yang kamu berikan untuku. Dan berhentilah memanggilku tuan. Aku bukan tuanmu karna besok kau akan jadi istriku dan aku akan jadi suamimu" ucap Rey yang mengelus puncak kepala Anita.


"Terus aku panggil kamu apa ?"


"Terserah, senyamannya kamu aja" ujar Rey.


'aku manggil dia apaan,kalo panggil sayang ihh geli juga dengernya.' batin Anita.


"Emm gimana kalo mas???" Tanya Anita.


"Tidak terlalu buruk,itu lebih baik sayang..." Ujar Rey.


Rona mera menyembul di pipi Anita ketika mendengar Rey memanggilnya dengan sebutan sayang. Rey yang menyadari itupun langsung menggoda Anita.


"Apa kau malu?jantungmu berdegup kencang" ucap Rey dengan nada menggoda.


"Benarkah?" Ucap Anita sambil memegang dadanya.


Dan ternyata benar, karna malu Anita pun langsung melepaskan diri dari pelukan Rey lalu berlari menujuu kamar mandi dengan pipi yang sudah memerah.


"Hey mau kemana gadis kecil!!" Teriak Rey.


"Mandi!!!" Ucap Anita dengan berlari lalu menutup pintu kamar mandi.entah mengapa ada.perasaan nyaman ketika Anita berada di dekat Rey. Begitupun dengan Rey yang merasa mendapatkan tempat tersendiri pada Anita.


"Yatuhan aku melakukan kesalahan,tolong jangan berika rasa cintaku untuk mas Rey..." Batin Anita yang kini sudah bersandar pada pintu.


"Dia gadis baik,aku akan menjaganya. Akupun merasakan kenyaman yang hilang selama 2tahun ini saat didekatnya, maafkan aku Maria. Andai saja kamu mau mendengarkanku dan mengijhlaskan semuanya mungkin kita tidak akan seperti ini. Tapi percayalah aku mencintaimu Maria." Batin Rey dengan perasaan campur aduk antara bahagia dan sedih.

__ADS_1


Setelah Anita selesai mandi Rey pun berpamitan untuk pulang. Karna ia takut tak mampu menahannya jika berada dekat dengan Anita. Anita pun mengangguk setuju lagi pula malam ini Anita ingin tidur dengan tenang tanpa gangguan.


__ADS_2