
"aku dimana" ucap Anita sendiri yang berada didalam ruangan asing baginya.
"hi, kau sudah sadar?? syukurlah!!" ucap seseorang yang menghampiri Anita. Anita yang mendengar suara pria pun langsung terperanjat kaget.
"siapa kau!!" tanya Anita dengan ketakutan.
"kau lupa siapa aku??? astaga usiamu masih muda tapi ingatanmu seperti sudah lansia" ujarnya sambil memandangi Anita dengan jarak 1 meter dari ranjang yang Anita tempati.
Anita yang mendengar penuturan pria yang bersamanya itupun langsung mengingat-ngingat siapa dia. dan sepertinya Anita pun pernah bertemu dengannya. cukup lama Anita mengingat hingga ia tersadar,dia adalah orang yang mengambilkan bukunya waktu itu.
"ahh iya, kau kau pria manis itu kan?" ucap Anita dengan wajah pucatnya.
"baiklah, kau masih ingat rupayanya" ucapnya tersenyum dan kemudian menyodorkan segelas teh hangat pada Anita, Anita yang melihat itupun langsung mengeryitkan dahi dan menatap heran.
"apa?" tanya Anita .
"ckkk ini minumlah agar dirimu memiliki tenaga" ujarnya. lalu Anita pun segera mengambil minuman itu dan mulai meneguknya.
"terimakasih, tapi bagaimana aku bisa bersamamu dan dimana aku sekarang?" tanya Anita kembali. sementara pria yang menolong Anita yang tak lain adalah arkan mulai menceritakan semuanya pada Anita.
Kilas balik On
Arkan kini tengah membeli beberapa hiasan kecil untuk diberikan pada anak yatim piatu yang nanti sore akan berkunjung ke rumah kakanya.
namun disaat ia akan masuk kedalam mobil,tiba-tiba saja pandanganya mengarah pada sekumpulan orang-orang yang tengah berkerumun. arkan pun penasaran apa yang terjadi, apa ada kecelakaan pikirnya.
arkan pun menghampiri kerumunan itu dan menggeser beberapa orang agar Arkan bisa melihat apa yang sedang terjadi. Arkan merasa terkejut ketika melihat sosok gadis yang cantik tengah tergeletak pingsan di bawah langit yang mulai panas. Arkan pun mengingat gadis itu setelah Arkan sadar bahwa gadis itu adalah gadis yang beberapa hari ini mencuri jam tidurnya. Arkan pun dengan sigap membawanya kedalam mobil.
didalam mobil, Arkan bingung harus mengantarkannya kemana karna ia tak tau alamat rumah dia. Arkan pun berinisiatif membawanya ke appartement baru yang letaknya tak jauh dari lokasi tadi.
sesampainya di loby appartement Arkan langsung membopong tubuh gadis itu dan menuju kamarnya. Arkan meletakan Anita disana secara perlahan kemudian mengolesi minyak kayu putih pada tengkuk dan juga dekat area hidung agar Anita dapat menghirupnya.
Kilas Balik Off
"apa? jadi aku pingsan ??" tanya Anita polos.
__ADS_1
"ya" jawab Arkan singkat.
"terimakasih, maaf aku sudah merepotkan mu" lirih Anita yang mengasihani nasibnya sendiri.
"tidak gratis kau harus membayarnya!" jawab Arkan kembali. Anita yang mendengar penuturan Arkan pun kembali terkaget.
"jika kau tak ikhlas membantuku, kenapa kau membawaku kesini hah??" ucap Anita dengan nada suara yang sudah meningkat 1 oktaf.
"santai lah, aku cuma bercanda. dan oh ya apa yang terjadi padamu hingga kau pingsan disana. dan wajahmu sangatlah pucat apa kau sakit?" tanya Arkan.
Anita merasa bingung harus menjawab apa,tidak mungkin Anita menceritakan semuanya pada Arkan. Anita pun mulai berfikir dan memberikan alasan yang masuk akal.
"aku tidak enak badan, dan beberapa hari ini kesehatanku menurun kemudian tadi pagi aku memutuskan untuk pergi ke klinik." ujar Anita.
"mana keluargamu? apa mereka membiarkanmu memeriksakan diri hanya seorang diri?" tanya Arkan kembali. namun Anita tak menjawab ia hanya diam.
menyadari sifat gadis yang ada dihadapannya tiba-tiba berubah membuat Arkan mengerti dan merasa bersalah.
"maaf sebelumnya aku tidak ta.."
"tidak apa-apa. kalo gitu aku permisi aku harus pulang dan beristirahatlah." ujar Anita mencoba menghindar.
"tidak, aku tidak mau merepotkanmu" ucap Anita jujur.
"merepotkan?? oh ya? jelas tidak karna aku juga memiliki misi tersendiri dan akan meminta baayarannya nanti setelah sampai dirumahmu" ucap Arkan sambil menurun Naikan alisnya . Hal itu justru membuat Anita terkekeh kecil dan sejenak melupakan segala kesusahan dan beban berat yang ditanggungnya.
"apa??" tanya Anita penasaran.
"nanti aku akan memberi tahumu dan sejarang baiklah ke mobilku. aku akan mengantarmu pulang.
Anita pun hanya mengangguk dan mulai duduk disebelah kursi kemudi atau kursi Arkan. Anita merasa sangat senang karna pasalnya ini pertama kali ia merasakan naik mobil yang begitu mewah dan mahal. bahkan Anita yang takut sendalnya mengotori karpet mobil ,ia pun dengan sengaja melepas sendalnya itu. .
Arkan yang melihat itupun hanya terkekeh melihat tingkah Anita yang menurut Arkan adalah tingkah yang sangat menggemaskan.
"apa yang kau lakukan pfftttt " tanya Arkan disela-seka kegiatan mengemudinya.
__ADS_1
"ah aku .. aku hanya melepasnya. aku takut sendal ku yang kotor dan murah ini akan mengotori mobilmu" jawab Anita. sementara arkan hanya terkekeh kecil.
"no!!! pakailah sendalmu tu. dan berikan alamat rumahmu." ucap Arkan.
"baiklah. aku tinggal di daerah b jalan xxx" ujar Anita.
"baiklah aku akan mengantarkanmu " ucap Arkan. yang membuat suasana di mobil tenang sekali. sementara Anita hanya mengangguk.
sesampainya di jalan X sesuai yang ditunjukan oleh anita. Arkan pun membukakan pintu untuk Anita. sementara Anita hanya tersenyum.
"ini rumahmu?" tanya Arkan penasaran.
"iya ini rumahku lebih tepatnya kostan ku." jawab Anita.
sementara Arkan hanya menatap seluruh ruangan yang menurutnya sudah tak layak huni. rumah yang hanya terdapat sepetak ruangan yang sempit dan nampak kumuh.
"ayo masuk dulu" ajak Anita.
"ah tidak, tidak perlu. aku harus segera pulang. dirumah kakak ku sedang mengadakan syukuran." jawab Arkan menolak secara halus,lagi pula mungkin ia sudah ditunggu oleh kakak dan yang lainya.
"syukuran? ah baiklah yasudah terimakasih banyak sudah menolongku" ucap Anita seraya tersenyum.
"baiklah aku permisi " jawab Arkan yang kemudian hanya dijawab anggukan oleh Anita.
setelah memastikan mobil Arkan berlalu pergi. anitapun dengan cepat segera Memesan taksi online kembali untuk berpulang ke apparatment. harap-harap Rey akan datang menemuinya.
sementara itu Arkan yang kini masih melaju membelah jalanan ibu kota tiba,tiba saja tersadar ketika ia lupa berkenalan dan juga meminta nomer ponsel gadis yang mampu menarik hati Arkan ketika pertama kali bertemu.
"ahhh kenapa aku harus lupa. bukankah ini tujuanku yang paling penting. jika aku bertemu dengannya maka aku akan berkenalan dan meminta nomor ponselnya. astaga Arkan kenapa sekarang kau bodoh sekali ahhh" ucap Arkan prustasi.
begitupun disisi lain dengan Anita, Anita yang sedang menuju appartement pun bertanya-tanya. siapa nama pria yang sudah menolongnya dua kali itu. bahkan Anita merasa heran mengapa ia selalu hadir dan memberikan pertolongan-Nya untuk Anita. apa dia malaikat pelindungku pikir Anita.
...Bersambung.........
**Next, besok aku up lagi. author minta maaf beberapa hari ini paling author update 2 episode saja/ hari. karna author lagi sibuk dengan kegiatan luar dengan para warga yang terkena bencana. selain itu juga author sibuk sama kegiatan tugas-tugas yang sudah menumpuk. bahkan mungkin pengetikan naskah cerita akan terganggu dengan pengetikan tugas author sendiri.
__ADS_1
tapi tenang aja, author akan bagi waktu buat nugas diluar,nugas sekolah,dan nugas ngetik cerita tentang Anita🥰🥰🥰 mohon maaf kalo ada typo, jangan lupa like,komen,dan vote sayang-sayangnya aku😗😗
haturnuhun kasadayana parantos Linggih🥰**