Aku Wanita Penggoda?

Aku Wanita Penggoda?
episode 6


__ADS_3

lampu ruangan sudah dimatikan,pertanda operasi sudah selesai. Anita yang duduk dengan gusar akhirnya berdiri ketika dokter sudah keluar dari ruangan.


ada nampak kecemasan, selama berjam-jam Anita tak tenang. dirinya terus berdoa meskipun entah doa itu diterima oleh sang kuasa atau tidak karna dosanya, namun ia tetap yakin kepadanya.


"dok gimana bagaimana keadaan ibu saya dok?" ucap Anita pada salah satu dokter.


"oprasi berjalan lancar, namun untuk pemulihan dibutukan waktu yang lumayan lama." ujar sang dokter.


Anita merasa bersyukur tangis haru keluar dari pelupuk matanya, ia bahagia ketika semuanya berjalan lancar. usahanya tak sia-sia meskipun harus menjual tubuhnya namun Anita rela asal mendapatkan uang waktu itu.


sebenarnya seandainya saja pak Burhan ayah Anita meminjamkan uang mungkin Anita tak perlu menjual tubuhnya dan mengotorinya dirinya sendiri,bahkan sekarang ia terikat menjadi simpanan pria yang ia kenal semalam demi biaya kesembuhan sang ibu yang nominalnya tak sedikit.


Bu Anisa dipindahkan diruang rawat yang tergolong VIP, jangan tanya Anita dapat uang darimana. karna semenjak perjanjian semalam,semenjak Anita menerima menjadi istri simpanan Rey semua kebutuhan Anita Rey yang membiayainya.


Rey juga tak mempersalahkan Anita yang masih ingin sekolah, Rey akan mengurusnya jika Anita ingin melanjutkan sekolah,hal itu bukanlah perkara sulit bagi Rey.


Anita sudah duduk disamping hospital bed,ia menggenggam tangan sang ibu, ditatapnya wajah pucat sang ibu,mata yang indah terpejam,suara pendeteksi jantung yang menghiasi ruangan.membuat Anita tak mampu menahan segala kesedihannya. jika mengingat kejadian kebelakang, disaat dirinya bahagia berysukur memiliki keluarga yang utuh,tiba-tiba saja ayahnya direbut sang penggoda. dan sekarang disaat dirinya bahagia ibunya harus kritis sehingga Anita sendiri terpaksa menjadi seorang wanita yang mungkin kelak akan mendapatkan gelar pelakor,orang ketiga,bahkan penggoda.


suara detik jam terdengar menggema di ruangan, Anita yang terus menggenggam tangan sang ibu lama-lama merasakan kantuk,anitapun terlelap sejenak ia melupakan kerasnya kehidupan.


 


pagi hari,


diperusahaan Agatha group. Mobil sport mewah memasuki area kantor,semua mata karyawan memandang, mereka tau jika yang baru saja datang adalah CEO mereka. mereka menunduk tanda hormat, sementara Rey hanya tersenyum tipis bahkan hampir tak terlihat.


Rey yang turun dari mobil di ikuti oleh Zoy asistennya. semua karyawan terutama wanita nampak kagum akan ketampanan dari 2 pria yang melewatinya.


Rey dan zoy memasuki lift dan menuju lantai paling atas,tepatnya ruangan Rey dan zoy.

__ADS_1


mereka ngobrol bersama layaknya sahabat, Rey tak mau jika Zoy bersikap formal baginya itu tidak menyenangkan. lagi pula Rey memperkerjakan Zoy selain karna hanya percaya padanya, Rey juga ingin selalu bersama dengan sahabat kecilnya itu.


lift terbuka Rey memasuki ruangannya dan diikuti oleh Zoy.


Rey duduk di kursi kebesarannya,dengan melipat kakinya. ia nampak begitu sempurna ,mungkin jika Zoy perempuan ia juga akan menyukai CEO tampannya itu.


"oh iya Zoy apa kau sudah dapat yang aku minta?" tanya Rey disela-sela kesibukannya.


"udah bro, nih!!" Jawa Zoy sambil menyerahkan sebuah berkas.


Rey yang melihat itupun merasa senang, ia membukanya dengan cepat satu persatu ia baca dengan seksama.


"good job Zoy, makasih Lo emang selalu bisa diandalkan" ujar Rey sambil menepuk pundak Zoy.


"Yoi bro,apapun itu buat sahabat gue,tapi ini gak gratis ya bro!" Zoy terkekeh.


"beneran serius Lo?"


"apa muka gue keliatan gk serius gitu?"


"yayayaya serius banget sampe mirip pemangsa".


"yayaya pemangsa gadis kecil hahahahah" Rey terkekeh,ketika mengingat sendiri ia tertarik pada gadis yang 10 tahun lebih muda darinya.


"maksud lo,Lo suka sama Anita pelayan itu?" tanya Zoy. Rey hanya mengangguk dengan senyumannya.


"tapi Maria?apa yang terjadi antara Lo Rey sama Maria?" tanya Zoy penasaran.


"ok,mungkin hari ini saatnya Lo tau semua!" ujar Rey menarik nafas dan menghembuskan ya kasar.

__ADS_1


Rey menceritakan semuanya kepada Zoy, Zoy yang mendengar itu nampak tercengang, pasalnya hubungan mereka sedari dulu sangatlah hangat. bahkan mereka pasangan yang bisa membuat orang lain iri akan kehormanisan dan juga kemesraannya. tapi nyatanya sekarang keadaan berbalik.


Rey juga menceritakan malamnya bersama Anita gadis kecil itu, Rey menceritakan bahwa dia sudah mengambil kehormatannya maka ia akan bertanggung jawab dan menjadikan Anita istri keduanya.


bukan hanya bertanggung jawab, Rey pun memang merasa tertarik akan kharisma yang dimiliki oleh Anita .


Zoy yang mendengar hal itu nampak prihatin, ternyata selama ini sahabatnya itu menyimpan masalah yang sangat besar.


Zoy pun mengerti akan kondisi Rey,dan zoy menyetujui permintaan Rey yang meminta untuk tidak memberi tau Maria perihal ia akan menikah secara siri dengan gadis kecil yang sudah memikatnya..


Rey tersenyum bahagia ia merasa beruntung memiliki sahabat seperti Zoy.


"thanks bro! oh ya hari ini apa ada meeting?" tanya Rey.


"gak ada ,hari ini free" ujar Zoy.


"baguslah gue keluar dulu" ujar Rey sambil mengambil jasnya.


"kemana Lo ?"


"makan siang sama istri muda" ujar Rey.


"calon woy!!!"


"sama aja" ucap Rey sambil melangkah keluar.


"yeayyy dasar CEO kampret!!!" kesal Zoy. pasalnya ia tidak diajak makan siang.


''gue tau ini salah, tapi ada sebab pasti ada akibat. dan ini gk seluruhnya salah Rey!!" batin zoy.

__ADS_1


__ADS_2