Aku Wanita Penggoda?

Aku Wanita Penggoda?
Episode 19


__ADS_3

-Perusahaan Agatha Group.


Rey kini sedang makan siang bersama dengan Zoy. setelah seharian sibuk bertemu dengan beberapa klien dari dalam hingga luar negri.


Rey memanglah pengusaha yang sukses dan tergolong berusia muda,maka tak heran jika banyak yang kagum atau pun iri. tak sedikit pula banyak perusahaan lain yang ingin menghancurkan Agatha group. tapi bagi Rey,itu adalah hal wajar dalam dunia perbisnisan.


Rey dan zoy segera kembali ke ruangannya,ia pun duduk dikursi kebesaran dan zoy duduk di sofa yang ada diruangan Rey.


Rey sesekali memutar kursinya,dan zoy mulai mengerjakan beberapa dokumen lagi yang harus diselesaikan.


"Zoy"


"hmm"


"apa hari ini jadwalku sudah selesai?" tanya Rey.


"sudah selesai untuk hari ini,hanya ada beberapa berkas saja yang harus ditandangani". jawab Zoy,Rey nampak diam berfikir.


"Zoy"


"Hmmm"


"kamu tau,semenjak kemarin hubungan aku dan Maria sudah lebih baik" ujar Rey yang kemudian menghela nafas kasar. Zoy yang mendengar helaan nafas Rey tentu langsung berhenti dari pekerjaannya kini ia mengeryitkan dahinya.


"baguslah Rey, hubungan kalian membaik. lalu kenapa?" tanya Zoy yang kini mendekat kearah Rey.


"lalu bagaimana dengan Anita?? karna sekarang tidak mungkin aku bermalam di appartement kembali. dan bagaimana dengan gadis kecil itu."


Rey nampak gusar,ia memijit pelipisnya.


"aku memang salah,aku memang bodoh. harusnya aku bersabar lebih lama lagi. dan tak perlu melakukan hal konyol itu. tapi sekarang bagaimana,aku tak mau menyakiti Maria dan aku juga tak mau meninggalkan Anita. bagaimanapun juga dia gadis yang baik meskipun aku menemukannya di tempat terkutuk"


Zoy nampak diam tak bergeming.


"Zoy"


"hmhhhh iya Rey"


"apa kau mendengarkanku????" tanya Rey kembali.


"yayayaya aku mendengarmu Rey. sudahlah tapi mau bagaimana lagi, begini saja kamu tidak perlu memikirkan untuk bermalam di appartement bersama Anita. kamu mengunjunginya hanya di siang hari saja bagaimana?" usul Zoy.

__ADS_1


"siang hari aku bekerja"


"maksudku ya temui disaat waktu free. setelah semua selesai" ujar Zoy kembali.


"apa itu adil bagi Anita?"


"ya bagaimana lagi...untuk sekarang hanya itu jalan satu-satunya." ucap Zoy.


"hahhh aku akan membicarakan ini dengan Anita! tolong handle semua pekerjaan ku aku pulang lebih awal."ucap Rey yang beranjak dari duduknya dan menuju keluar ruangan.


"yayaya bersenang-senanglah dengan Dede gemesh" teriak Zoy.


'hmhhhh dulu waktu kecil aku berfikir untuk memiliki istri banyak,tapi sepertinya niatku kubuang saja. melihat Rey punya istri dua saja ribet apalagi banyak. tunggu! jangankan istri kekasih saja sampai sekarang aku belum punya hufttttt' ucap batin Rey.


sementara itu Rey menancapkan pedal gasnya menuju appartement untuk bertemu Anita. entah mengapa Rey merindukan gadis kecilnya itu. Rey tersenyum selama di perjalanan menuju appartement.


tak butuh waktu lama,Rey sudah sampai di appartement . ia membuka pintu kamarnya dengan memasukan beberapa digit kode untuk membuka nya. begitu Rey masuk kedalam appartementnya, Rey merasa terkejut melihat tas dan beberapa buku yang berserakan dilantai.


ia mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Anita. hingga tatapannya berhenti pada sebuah sofa panjang dimana sudah ada Anita yang berbaring dengan seragam dan sepatu yang belum terlepas.


Rey mendekati sofa ia sedikit membungkukkan badannya mensejajarkan dengan wajah polos Anita yang tertutup beberapa anak rambut. Rey menyingkirkan beberapa anak rambut dan menatap wajah polos Anita yang nampak lelah.


merasa ada yang bergerak di wajahnya Anita perlahan membuka matanya dan Anita menjerit kaget ketika sudah ada tangan kekar menyentuh wajahnya.


"huaaaaaaaaaaa tangan buntung" jerit Anita yang juga membuat Rey terkejut.


"pergi,pergi hey!! aku penghuni baru disini!! aku minta maaf kalo aku berlaku tidak sopan tolong pergi. aku minta maaf kalo semalam aku mengumpat. kamu tau makhluk halus? aku mengumpat karna aku kesal pada om-om itu. bukankah kau juga tau makhluk halus,semalam aku sudah berdandan cantik mengalahkan artis papan atas tapi ternyata dia gak pulang huhuuu. tolong lah pergi ya ya jangan ganggu aku huuaaahaaaaa!!" cerocos Anita yang kini menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya. sementara Rey yang mendengar pernyataan Anita langsung tertawa ia tak menyangka jika semalam Anita mengumpat dirinya.


"huaaahahaaaaaaaa" tawa Rey pecah menggema didalam ruangan itu. anita yang merasa takut pun lantas perlahan membuka tangannya karna ia merasa kenal akan suara tawa itu,ya lebih tepatnya suara Rey.


"hahhhh!!!!! maa..Maas Rey. ko ada disini??" tanya Anita gelagapan.


"hey inikan appartement ku!" ucap Rey yang kini kembali berdiri.


"hahh ya..ya iya ini appartement mas sih" ucap Anita salah tingkah.


"apa kau semalam mengumpat ku??" Anita tak bergeming ia hanya menggelengkan kepalanya.


"apa kau mengatakan bahwa aku ini om-om?" tanya Rey dengan melipat tangannya didepan dada.


"ya..yaa. tidak! euh maksudku aku,aku memang benarkan . begini usiaku 18 tahun dan kau 28 tahun artinya kita beda usia 10 tahun itu artinya bagiku kau sama seperti om-om eh.." ucap Anita yang kembali menutup mulutnya sendiri. entahlah Anita merutuki mulutnya itu yang jika bicara tidak tau kondisi.

__ADS_1


"oh ya? kau semakin berani ternyata aku akan menghukumu gadis kecil!!" ucap Rey yang kini mendekat kearah Anita.


melihat Rey yang mendekat Anita secara reflek berdiri dan menjauh Rey. namun Rey mengejarnya.


kini Rey dan Anita kejar-kejaran mengelilingi sofa, setelah mendapatkan Anita Rey juga menggelitik perut Anita yang membuat Anita merasa geli dengan tawanya yang pecah.


"ampun tidak hah!! ampun tidak!!!" ucap Rey yang terus menggelitik perut Anita.


"hahahaha mas geli mass... iii. iya ampun maafkan aku mas maaf ahhhhhhhh"


karna kurang keseimbangan,Anita dan Rey terjatuh ke atas sofa dengan posisi Anita dibawah kukungan Rey. suasana menjadi hening, netra mereka saling bertemu saling menatap dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.


"tetaplah seperti ini gadis kecil" ucap Rey dengan suara seraknya. sementara Anita tak mampu menjawab ia hanya tersenyum.


Rey mendekatkan wajahnya ke wajah Anita, Anita memejamkan mata ketika hembusan nafas hangat Rey menerpa wajahnya.


"Cupppp!"


Rey mencium bibir merah muda milik Anita, Rey mencumbu Anita dengan sangat begitu lembut. karna tak ada balasan dari Anita, Rey menggigit kecil bibir bawah milik Anita hingga dia membuka mulutnya sediikit. tentu kesempatan itu tak dibuang Rey ia mengambil celah dan mulai menyusuri rongga mulut milik Anita.


kecapan kecupan terdengar di ruangan,semakin lama cumbuan yang diberikan oleh Rey semakin menuntut dan semakin menurun menyusuri bagian jenjang Anita.


Anita memukul dada bidang Rey ketika ia hampir kehabisan nafas. dengan reflek Rey pun melepaskan pagutannya.


"kau ingin membunuhku mas??" ketus Anita sambil mengelap bibirnya yang basah.


"kau yang bodoh gadis kecil, kau tak bisa mengimbanginya" ucap Rey tak mau kalah.


"nyenyeee aku kan masi pemula. dasar tak pengertian!!" gumam Anita yang hampir tak terdengar namun masih terdengar jelas ditelinga Rey.


"apa kau bilang??" tanya Rey dengan senyuman mesumnya.


"tidak!" ucap Anita berdiri dan mengambil tasnya kemudian berlari menaiki anak tangga. melihat Anita kabur Rey sontak berteriak.


"hey mau kemana kamu gadis kecil!!!" teriak Rey .


"mandi!!!!" jawab Anita yang berlari.


"aku ikut!!!!" teriak Rey kembali yang kemudian ikut berlari menaiki anak tangga dan mengejar Anita. namun langkahnya kalah cepat,Anita sudah lebih dulu masuk kedalam kamar mandi. dan Rey hanya tersenyum kemudian merebahkan dirinya di atas ranjang.


...bersambung...........

__ADS_1


__ADS_2