
Dering ponsel menggema di ruangan rumah sakit,Anita pun terbangun dari tidurnya. Ia baru ingat bahwa dari kemarin ia sama sekali tak menggenggam ponsel. Bahkan ia tak mengabari Keysa sahabatnya,sudahlah pasti Keysa akan khawatir akan keadaan Anita.
Anita nampak tengah mencari asal suara itu,ia lupa menaruh ponselnya dimana. Setelah beberapa menit,ia menemukan ponselnya itu diatas meja sofa. Anita langsung berlari dan segera menekan ikon hijau untuk menerima panggilan ponsel itu.
'Suami??,sejak kapan aku menyimpan nomer orang?? Kalo Rey,kapan dia memasukan nomernya kenponselku?' batin Anita bertanya-tanya.
Lamunan Anita buyar ketika ponselnya kembali berdering. Anitapun segera menerima panggilan itu.
"Ha..hallo" ucap Anita gugup.
"Lama sekali kau mengangkat telpon ku!!" Ujar pria disebrang sana.
Anita sontak menjauhkan ponselnya ponsel dari telinganya kemudian menatap layar homescreennya. Suara yang tak asing bagi Anita,sudah jelas bahwa dia adalah Rey.
"Maaf tuan aku aku ketiduran!!" Jawab Anita .
"Apa? Kau baru bangun? Ini sudah jam 12 siang dan kau baru bangun!" Tanya Rey dengan nada bicara yang meninggi.
"Maaf,maaf. Aku lelah tuan,aku baru tertidur tadi pagi " jujur Anita.
Rey nampak menghela nafas.
"Kau pasti belum makan, saya akan jemput kamu untuk makan siang sambil membicarakan pernikahan kita" ujar Rey.
"Aapaa pernikahan?" Tanya Anita kaget.
"Ya,bukankah kau setuju?"
"Tapi,tapi,tapi apa tidak bisa menunggu saya selesai ujian sekolah dulu? Lagi pula sebentar lgi saya ujian sekolah tuan!" Ujar Anita beralasan pasalnya Anita belum siap jika sebenarnya ia harus menikah muda,terlebih statusnya hanya sebagai istri simpanan,istri yang dirahasiakan dan istri yang dibutuhkan hanya untuk memuaskan.
"Tidak! Saya tunggu kamu di luar rumah sakit. Dan soal ibumu tak perlu khawatir saya akan mengirim perawat ke sana! Tunggu saya 5 menit lagi saya sampai!!"
"Tapi tuan,sa..."
Tuttttt
Belum selesai Anita berbicara Telpon sudah dimatikan secara sepihak,Anita merasa kesal dengan tingkah Rey,namun apa boleh buat Rey bagi Anita adalah majikannya apapun itu maka ia harus menuruti Rey.
__ADS_1
Sebelum menyimpan ponselnya,Anita mengecek pesan singkat dan juga ratusan panggilan tak terjawab dari Keysa sahabatnya. Benar saja seperti dugaan Anita,pasti Keysa mencarinya.
'aku baik-baik aja key, kamu gak usah khawatir. Nanti aku ceritain semuanya ke kamu ok!!' Anita membalas ribuan pesan dari Keysa dengan pesan singkat itu.
Ia berharap pesan singkatnya itu bisa membuat Keysa sahabatnya tenang. Anita menarik nafas lalu membuangnya kasar. Anita langsung menyambar tas kecilnya dan kemudian tatapanya tertuju pada hospital bed yang diatasnya sedang ada wanita paruh baya tertidur dengan mata terpejam dan bibir pasi pucat. Serta beberapa alat bantu yang menempel ditubuh wanita paruh baya ibu.
Meskipun Bu Anisa sudah melakukan oprasi namun tetap,oprasi hanyalah penanganan pertama dan darurat. Bu Anisa harus dirawat insetif dengan baik,untuk memulihkannya. Maka dari itu Anita membutukan biaya banyak dan besar,hingga ia terpaksa menerima tawaran Rey untuk menjadi simpanannya.
'Bu,cepatlah sembuh. Maafkan Anita jika nanti Anita harus menikah tanpa sepengetahuan ibu.' batin Anita, ia pun mengusap air mata yang sudah jatuh dipipinya. Dan segera melangkahkan kakinya menuju kebawah untuk menemui Rey.
Sementara Anita pergi Bu Anisa sudah di jaga oleh seorang perawat yang akan menjadi perawat pribadi Bu Anisa, perawat itu bernama Rosa yang memang perawat yang dipanggil Rey.
Anita menaikin lift laku turun kebawah. Benar saja dibawah sudah ada Rey yang menyandar pada mobilnya ,dengan kakinyang menyilang dan kedua tangan yang dimasukan kedalam saku celana,serta kacamata hitam bertengker dihidung mancungnya, Tampan Bukan.
Rey dengan gayanya yang cool,nampak tersenyum ketika melihat wanita yang ditunggunya sudah datang. Berbeda dengan Anita, Anita nampak memandang beberapa detik lalu segera menghampiri Rey dengan menunduk.
"Ayo masuk!" Ucap Rey.
Anita pun tak berani bertanya, entah mengapa anita merasa malu untuk memandang Rey. Meskipun Anita tak menampik Rey memanglah tampan, satu kata yang menggambarkan Rey yaitu "Sempurna".
Suara dari kendaraan-kendaraan lain pun tak dapat mengurangi rasa gugup yang di rasa oleh Anita. Anita nampak gelisah, ia tak berani bertanya akan kemana ,ia hanya memandang lurus keluar jendela.
Rey yang melihat tingkah laku Anita nampak tersenyum,ia mengerti apa yang dirasakan oleh Anita.
"Tenanglah,aku tak akan membawamu kemana-mana. Aku hanya ingin mengajakmu makan siang!" Ujar Rey yang tatapannya tetap menatap lurus kedepan.
"Lalu dengan pernikahannya?" Tanya Anita spontan. Pertanyaan Anita justru membuat Rey menyeringai.
Anita yang melihat itu, tubuhnya menjadi gemetar ia takut.
'bodoh sekali mulutku ini, harusnya aku tak usah bertanya biarlah dia lupa ' batin Anita dan tabganya yang menepuk bibir nya sendiri.
Rey melihat tingkah Anita pun merasa gemas , hingga terbesitlah pikiran jail Rey.
"Kau tenang saja! Apa kau sudah tak sabar untuk menikah denganku hah? Aku tau kau pun candu akan tubuhku yang gagah ini bukan? Jika kau mau lagi tak perlu menunggu menikah sekarang pun bisa" ujar Rey sambil menatap Anita.
Anita yang mendengar perkataan Rey sontak netranya membulat. Ia berfikir apakah tuannya ini tak memiliki rasa malu sedikitpun apa emang dia tak memiliki rasa malu?.
__ADS_1
"Heyyyy!!! Jaga bicara anda tuan. Dan jangan melihat ku seperti itu!" Ketus Anita.
"Hahahahahaa kenapa?jantungmu berdetak begitu cepat sekali. Bukankah kau suka jika aku menatapmu. Kau tau dikuaran sana banyak wanita yang ingin sekali ditatap olehku,dan kau yang mendapatkan secara percuma ternyata tak berysukur" kata Rey yang sengaja menggoda Anita.
"Hey kita bisa kecelakaan tuan! Jika anda terus menatap saya begitu huh!!!!! Dan lagi pula saya sama sekali tak ingin dilirik oleh anda!!!" Dengus Anita sambil mengerucutkan bibirnya.
Sementara Rey ia tak menjawab kembali Anita, ia hanya terdiam dan kembali fokus mengemudi. Entah mengapa Rey seakan tak mampu menahan hasratnya ketika berdekatan dengan Anita. Terlebih ketika Anita mengerucutkan bibirnya seperti tadi.
Cukup lama mobil Rey membelah jalanan ibu kota,hingga sampailah Rey di sebuah restoran bintang 5 dijakarta. Ia langsung turun dari mobil dan Anita yang melihat Rey turun langsung mengikuti rey.
"Hey tuan tunggu!!" Ucap Anita yang setengah berlari untuk mengejar Rey.
"Lambatt!!" Ucap Rey.
"Hey! Kakimu yang kepanjangan tuan. Lagi pula untuk apa kita kemari hah!!" Ketus Anita. Anita merasa kesal dengan Rey entah mengapa ingin rasanya Anita menjambak rambut Rey.
"kakimu yang terlalu pendek! dan Apa kau tak bisa membaca?kita tentu akan makan disini. Apa kau tak ingin makan disini? Atau kau justru ingin...." Ucap Rey menggantung.
"Ingin apa hah!!" Teriak Anita dengan netra membulat seperti melototi Rey.
"Ingin dimakan ku? Jelas dengan senang hati aku akan memberikanmu tubuhku ini. Mari kita langsung kehotel saja kalo begitu!!" Jawab Rey santai.
Mendengar perkataan itu, tiba-tiba saja Anita merasa takut.
"Ahh tidak tidak ,saya lapar sekali tuan kalo begitu mari kita makan!!" Ajak Anita dengan senyum manis yang dibuat-dibuat.
"Baiklah ayo!!" Ucap Rey sambil melangkahkan kakinya masuk kedalam restoran itu.
"Hugh!! Ingin rasanya aku menjambak,menendang,meninju bibirnya yang lemes itu huftt! Apakah pikirannya tak bisa memikirkan hal yang jernih. Lihat saja akan ku belikan dia sapu untuk menyapu pikirannya yang kotor dan penuh noda itu!!" Gerutu Anita sambil mengikuti langkah Rey, tanpa Anita sadari ternyata Rey mendengar ocehan Anita.
"Saya mendengarmu!!" Ketus Rey.
Anita yang merasa malu dan takutpun segera berlari mendahului Rey,Anita melewati Rey dengan menghentakan kakinya keras tak lupa dengan bibirnya yang mengerucut. Sementara Rey yang melihat tingkah Anita semakin gemas, dan terkekeh kecil.
Bersambung..
Hi temen-temen. maafkan terlambat update karna jaringanku lagi errorr. sebelumnya terimakasih karna sudah membaca ceritaku ini. mohon sarannya, agar bisa aku revisi. dan mohon maaf jika alur ceritanya kurang menarik. aku menyayangi kalianš„°
__ADS_1