
melihat ekspresi Rey dan tingkahnya membuat Anita semakin tertawa terbahak-bahak. sebenarnya Anita ingin mengerjai Rey saja. lagi pula sebenarnya ia tak ingin berbagi mangga muda itu pada Rey . sadar bahwa ia sedang dikerjai oleh Anita, Rey yang tengah minum langsung menyimpan gelas diatas nakas dan mendekati Anita dengan tatapan yang tajam.
karna mendapat tatapan dari Rey, Anita berhenti dengan tawanya. entah mengapa Anita kini merasa takut seakan ruangan kamar itu memiliki hawa dingin yang kuat.
"maaf, aku... aku tidak bermaksud" lirih Anita seraya menyimpan piring berisikan beberapa potong mangga itu keatas nakas.
"maafkan aku" lirih Anita sekali lagi.namun lagi-lagi Rey tak bergeming. justru Rey semakin mendekat. Anita semakin ketakutan, Rey berjalan perlahan. namun tanpa diduga Rey tersandung pada kaki ranjang hingga membuat dirinya terjatuh ke lantai.
"awwww" teriak Rey. Anita yang melihat itu justru kembali tertawa lalu segera berdiri bangkit dari ranjang.
melihat Anita berancang-ancang akan kabur Rey segera kembali berdiri " hey kau mau kemana!!" teriak Rey ketika melihat Anita membuka pintu kamar.
"kejar kalo bisa hahahaha!" ujar Anita seraya menjulurkan lidahnya.
Rey yang mendapat perlakuan seperti itu langsung mengejar Anita, Anita yang refleks karna kaget, tak jadi keluar kamar justru ia malah mengitari kursi yang ada di kamar tersebut.
"hayo mau kemana hah, gadis nakal!" ujar Rey seraya merentangkan kedua tangannya.
"mas curang!" lirih Anita seraya melangkah mundur. Anita terus melangkah mundur hingga dirinya tak sadar menabrak kursi dan membuat keseimbangan tubuhnya tak terkendali.
dengan sigap Rey menyelamatkan Anita. keduanya bertatap mata sangat dalam dengan suasana hening tanpa suara.
"kau tidak apa-apa?"tanya Rey seraya memeluk anita. Anita yang kaget tiba-tiba dipeluk Rey hanya mampu diam dan merasakan degup jantung yang berdetak hebat.
"an, apa kamu tidak papa?" tanya Rey sekali lagi.
"aa... aku .. aku pusing" ujar Anita yang masih berada di pelukan Rey.
"kau pusing, astaga Anita aku akan segera memanggil dokter kembali. kau duduk dulu di kursi ini ya." ujar Rey yang panik.
__ADS_1
"aku pusing mencium bau badan mu itu!" ucap anita. mendengar penuturan Anita, Rey langsung melepas pelukannya dan menciumi kedua ketiaknya, dan mengendus-ngendus.
"maaf aku belum mandi sedari tadi" ujar Rey seraya nyengir kuda.
"mandi lah, kecuali kau ingin membunuhku " ujar Anita sembari menjepit hidungnya.
"baik Bu boss, maafin ayah ya adik bayi. ayah lupa belum mandi, ayah mandi dulu " ujar Rey yang membungkukan badannya lalu mencium perut Anita. tanpa lama Rey segera melangkahkan kaki menuju kamar mandi. sedangkan Anita ia hanya terkesima dan masih berdiri.
"kau tau, aku selalu ingin diperlakukan seperti ini. dan mungkin kau juga ingin dimanja oleh ayahmu itu. tapi apa daya, semua tak sampai. aku harap kau bisa bersabar dan kau juga bisa kuat dan sadar posisi kita seperti apa. jadi aku harap pula kau tidak rewel ya." ucap Anita seraya mengelus-ngelus perutnya itu.
sementara itu disebuah cofeeshop
"hi, sorry telat!" sapa seorang pada wanita yang tengah duduk dan memainkan gawainya. wanita yang tengah duduk pun mendongakan kepalanya.
" gapapa, silahkan duduk" ujar perempuan itu pada seorang laki-laki.
"tumben ngajak ketemu, setelah hampir 2 bulan kamu hilang kabar?" tanya laki-laki itu.
"suami? kau merindukan suamimu itu?" tanya pria yang kini sudah meminum coffe yang ada diatas meja.
"kau tau kan, beberapa tahun ini aku tidak dekat dengannya meskipun kita serumah" ujar Maria.mendengar jawaban dari maria, pria yang memiliki rahang dan tubuh tegap itu hanya senyum tipis menyeringai.
"katakan ada apa?" ujar pria itu.
"bagaimana dengan rencanamu?" tanya Maria.
"hahaha, sudah kubilang. akan kuberi waktu mereka 2 bulan lagi"
"terlalu lama!!!" bentak Maria dengan penuh penekanan.
__ADS_1
"jadi kau ingin secepatnya?" tanya pria itu.
"tentu, aku ingin semuanya segera berjalan. lagi pula ini untuk kebaikan semuanya." ujar Maria.
"baiklah tempo akan ku kurangi menjadi 2 Minggu lagi. kau tenang saja semua sudah ku urus" jawabnya santai.
"baiklah, aku percaya padamu" jawab Maria kembali .
"dan aku percaya pada janjimu, kau akan berikan ku jatah kembali!!"
"sudah kubilang untuk hal itu tunggu 2 bulan terlebih dahulu. sudahlah aku harus kembali pulang." ujar Maria seraya mengambil tasnya itu. namun belum juga Maria melangkah, tangan Anita sudah ditahan oleh pria berahang tegap itu.
pria itu mendekat wajah Maria, menyelipkan anak rambut Maria ke samping telinga dan mulai berbisik. Maria yang mendengar hal itu langsung terperangah kaget. matanya membulat sempurna.
"kau!! apa maksudmu?? urusan kita sesuai perjanjian dan kau tidak bisa meminta lebih!!" ujar Maria emosi.
"baiklah, maka semuanya akan hancur. jika ingin berjalan sempurna maka kau harus ambil konsekuensinya" ujarnya dan langsung melangkah pergi mendahului Maria.
mendengar hal itu, Maria nampak naik pitam. tangannya mengepal, matanya merah diselimuti amarah.
"bagaimana bisa ini! arghhhhhh siall!" ujar Maria seraya meminum minuman yang ada didepannya.
... bersambung...
**nah loh, kira-kira siapa pria misterius itu? hal apa yang tengah direncanakan oleh Maria? dan hal apa yang diminta pada Maria oleh pria itu? penasaran? penasaran dong ya!!.
kalo gitu, jangan lupa vote ya, like sebanyak-banyaknya. biar author semangat up.
NOTED: * SEMENTARA DIBUAT PENASARAN DENGAN PART KELANJUTAN.
__ADS_1
MAKASIH, JANGAN LUPA VOTE!😘😘❤️🥰**