
Pagi hari,
"hati-hati ya mas" ujar Maria sambil merapihkan dasi yang dipakai Rey.
"iya sayang, kamu baik-baik ya dirumah. sebentar lagi mama akan menjemputmu" ucap Rey.
"Zoy, saya titip mas Rey ya " ujar Maria beralih pada Zoy. Zoy yang sedari tadi diam pun langsung menjawab.
"euh ii..iya mar tenang saja" jawab Zoy.
Rey dan zoy pun kini sudah masuk kedalam mobil. sementara maria ia pun sama tengah bersiap menunggu jemputan sang mama mertua.
didalam perjalanan tak ada pembicaraan antara Zoy dan Rey. entahlah tak seperti biasanya, Zoy yang merasa kesal akan tingkah Rey dan Rey yang seakan tengah memikirkan sesuatu.Zoy tak bertanya lagi, ia langsung saja mengambil jalan menuju appartement.
"Zoy!" ucap Rey yang membuka suara.
"hmhh!" jawab Zoy singkat.
"tolong handle urusan kantor selama tiga hari ini, dan bukankah hari ini harusnya Hans dan ibunya anita pulang. tapi karna ada hal penting jadi diundur. nanti lusa sore mereka harus sudah sampai disini. beritahu Hans kabar ini" ujar Rey.
"akan ku atur Rey kau tenang saja. dan soal Hans aku sudah memberitahunya kemarin malam." imbuh Zoy yang masih fokus menyetir.
"baiklah,kau selalu bisa diandalkan" ucap rey.
tak butuh waktu lama, kini mereka sampai di area appartement. Zoy yang sudah berpamitan untuk kembali kekantor dan Rey yang sudah turun dengan koper yang dibawanya akan segera menuju kamarnya.
Rey terus melangkah, suara lift sudah terbuka dan ia sampai dikamarnya. ia memasukan kode pas appartement untuk membuka pintu.
__ADS_1
"Tringgg" pintu terbuka. Rey pun dengan koper yang dibawanya segera masuk. ia tak melihat tanda-tanda keberadaan Anita. pikir Rey mungkin Anita pergi sekolah terlebih hari ini masih jadwal sekolah. Rey pun mengangkat koper menuju kamarnya.
sesampainya dikamar,Rey terkejut melihat sosok wanita dengan wajah pasi pucatnya terbaring di atas ranjang dengan lilitan selimut ditubuhnya. Rey dengan cepat segera menghampiri Anita dan kemudian meletakan telapak tangannya didahi Anita.
"Demam,apa Anita sakit? sejak kapan. astaga tuhan!!" batin Rey bertanya-tanya.
sementara Anita yang merasa ada benda berat di dahinya segera mengerjapkan matanya yang masih belum melihat jelas namun remang-remang yang ada dihadapannya seperti sosok Rey. tapi Anita segera menepis pikiran itu, karna itu mustahil baginya terlebih sekarang sepertinya masih pagi dan Rey pasti berada dikantor.
"Anita, kau sudah bangun? badanmu panas sekali apa kau sakit? sejak kapan Anita" ucap Rey merasa bersalah.
Anita yang tersadar bahwa didepannya adalah benar-benar Rey. mulai kembali menetralkan nafasnya. Anita tak menjawab, ia merasa kesal akan keberadaan rey sekarang. Anita berfikir,apa wajar jika Anita menuntut perhatian dari Rey meskipun Anita istri simpanannya.
apa wajar Anita menginginkan kasih sayang Rey seutuhnya sehari saja, apa wajar Anita menuntut Rey untuk berada disisinya ketika ia sedang sakit terlebih sakit itu karna sedang mengandung darah daging dari rey. itulah pikir Anita sekarang.
melihat Anita tak menjawab Rey pun kembali bertanya " Anita sejak kapan kau sakit. kenapa kau tak menghubungiku?" tanya Rey kembali. namun bukannya menjawab Rey, Anita justru malah membelakangi rey.Rey yang melihat itupun merasa kesal karna diabaikan.
"Anita! jawab pertanyaan saya, saya tidak suka jika sedang bertanya saya diabaikan begitu saja!!" ucap Rey dengan suara meninggi 1 oktaf.
Anita yang mendengar Rey meninggi pun mulai meneteskan air matanya. mengapa Rey tak bisa bersikap lembut, mengapa Rey tak begitu pengertian pikir Anita.
"Anita!! apa kau akan terus seperti ini. baiklah, kalau begitu saja permisi pergi. sepertinya kau tidak menginginkan aku untuk berada disini!" ucap Rey sambil berdiri. Anita pun semakin menangis dalam diam.
"pergilah, bukankah kau seperti itu? pergi begitu saja hah!!" ucap Anita yang masih membelakangi Rey.
"apa kau sedang mencari masalah agar bisa lepas dariku Anita?? apa karna perihal itu kau marah padaku? harusnya kau sadar posisi Anita sadar. dan sekarang disaat aku ada waktu luang aku bertanya apa kabarmu kau tak menjawab. kau membelakangiku seakan kau jijik padaku!!" ucap Rey dengan nada semakin meninggi.
" kabar?? apa peduli mu padaku!! apa pedulimu pada aku Rey apa!!!!! apa kau pernah bertanya aku sudah makan apaa belum? apa kau bertanya aku dimana sedang apa? apa kau pernah menganggap ku?? kau menganggap ku jika kau butuh pelampiasan untuk hasratmu itu Rey!!! dan ya, kau tak perlu memberi tahu diriku akan sebuah posisi. aku sadar Rey aku sadar! aku hanyalah gadis miskin biasa yang masih sekolah dan membutuhkan biaya untuk kesembuhan sang ibu. kemudian bekerja di Club' malam dan beruntungnya aku dibeli oleh pria kaya seperti dirimu lalu dijadikan istri simpanan dan mainanmu hikss..hikss... kau tak usah memberi tahuku, aku sadar akan posisi itu Rey aku sadar hiks.. hiks..." ucap Anita dengan air mata yang sudah tak bisa ditahan kembali.
__ADS_1
"apa kau peduli padaku Rey? apa yang kau fikirkan. apa kau tau aku sendiri disini, aku menunggu kabarmu karna aku takut jika harus mengabari dirimu terlebih dahulu. lagi-lagi alasannya karna aku sadar akan posisiku. apa pedulimu jika aku sakit? apa pedulimu jika aku mati Rey apa!!! dan jika kau ingin pergi,pergilah itu jauh lebih baik. kau tau aku bertemu denganmu bagaikan bertemu dengan sebuah mimpi buruk yang berkepanjangan Rey!!!" teriak Anita dengan air mata yang berderai namun tetap membelakangi Rey.
Rey yang mendengar penuturan Anita menjadi diam dan mulai mencerna semua perkataannya. Rey mendengar Isak tangis dibalik selimut segera kembali melangkah mendekati Anita dan mulai membalikan tubuh Anita.
Rey menatap wajah Anita yang pasi pucat dengan deraian air mata segera memeluk Anita sementara Anita ia tak bergeming ia tetap dengan air matanya tanpa membalas pelukan yang diberikan oleh Rey.
"Anita maaf,maafkan aku!!" lirih Rey yang mendekap tubuh mungil Anita.
"aku tau aku salah, maaf selama 2 hari ini aku tidak memberimu kabar karna aku sangat sibuk. hari itu aku menghubungimu tapi kamu tak menjawabnya"
"aku minta maaf, aku minta maaf Anita. aku tak ada disampingmu disaat kamu sakit. maafkan aku" ucap Rey kembali.
Anita pun mendorong tubuh Rey untuk melepaskan pelukannya. " lupakan" ucap Anita singkat seraya berdiri melangkah. Rey yang melihat Anita melepaskan pelukannya dan berdiri merasa heran.
"mau kemana biar aku bantu" ucap Rey sambil memegang tangan Anita. namun dengan cepat Anita menghempaskan keudara begitu saja.
"aku sudah terbiasa sendiri" ucap Anita sambil melangkah dan meninggalkan Rey yang masih berdiri mematung.
Anita pun segera memasuki kamar mandi, disana Anita lagi-lagi menitikan air matanya. sementara Rey nampak prustasi dan mengacak rambutnya kasar.
"arghhhhhh. niat hati ingin menghabiskan waktu bersamamu tapi malah menjadi seperti ini" teriak Rey sambil mengusap wajahnya kasar.
...Bersambung......
ok all the readers,gimana ni??Anita kayanya udah mulai jengah hehe. hari ini auhtor libur jadi author bakal crazy up sebanyak-banyaknya. itung-itung ngeganti episode-episode yang seharusnya kemaren update 😂
eitss, tapi bentar author mau nyetrika dulu🤣 so buat kalian like sama komen juga vote aja dulu ya. nanti author come back ko🥰🥰🥰😗
__ADS_1