
...🦋 Happy Reading bestie 🦋...
...***...
Pagi hari ini apartemen Aleta begitu ramai dengan adanya fely, dira dan barra bersama kedua temannya, mereka begitu sibuk mengacak-acak dapur Aleta.
Dan jangan lupakan si kecil vania yang sedang bermain bersama elvan gadis kecil itu begitu akrab dengan ketiga laki-laki yang baru saja dia kenal.
"Bang elvan"
"Kenapa vania?"
"Mau gak jadi abang vania?" Tanyanya polos.
"Kan mulai sekarang bang elvan, naufal sama barra udah jadi abangnya vania" sahutnya mengusap kepala vania lembut.
"Kenapa gak jadi pacarnya ka dira aja biar jadi abang vania beneran" semua orang yang ada didalam ruangan terdiam dengan penuturan gadis kecil itu.
"Vania diajarin siapa ngomong gitu?" Cecar dira.
"Itu liat ditv" sahutnya, mereka pun terkekeh.
"Kenapa bang elvan gak mau ya?" Tanyanya sedih.
"Abang elvan mah mau-mau aja kalo jadi abangnya vania kalo perlu kamu pindah kk aja jadi adek bang elvan beneran"
"Gak mau jadi pacarnya ka dira?"
"Kaka kamu galak" bisik elvan ke vania.
"Ka dira tuh galak tapi baik tau" jawabnya.
"Heh! Lu jangan ngomong yang macem-macem ke adek gua ya gua getok pake talenan mau lu" ancam dira menatap tajam ke laki-laki itu sambil mengangkat talenan tinggi.
"Tuh kan kaya macan" ujarnya pelan.
"Yang ada nanti bang elvan jadi adonan kue abis dipanggang terus dimakan sama kaka kamu" katanya takut, semua orang pun terkekeh.
"Ayo mau berangkat sekarang? Udah jam 10" ajak barra.
"Iya"
"Gua berangkat ya" ujar Aleta.
"Iya hati-hati" jawab Naufal.
"Kalian yang harus hati-hati, jangan sampe fely bikin apartemen gua kebakaran" serunya.
"Tenang aja gua gak bakal bolehin dia nyalain kompor bahkan gak boleh deket-deket sini" sahut dira.
"Yaudah bye"
Diperjalanan hanya dipenuhi dengan suara musik dimobil kedua remaja berbeda kelamin itu sama-sama sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
"Tenang" ujar barra mengusap kepala Aleta lembut.
"Tegang amat, kek mau dilamar" kekehnya, Aleta hanya mendengus sebagai jawaban.
"Bismillah, semoga lancar kan mama udah sembuh tinggal rutin cek-up yang rutin buat kontrol perkembangannya terus jangan lupa minum obat jadi relaks oke" kata barra mencoba meyakinkan aleta dengan terus mengusap punggung wanita itu agar tenang.
"Tapi gua takut mama ketemu sama j*l*ngnya papa"
"Kan ada kita yang jagain jadi gak mungking ada celah buat dia ganggu mama kamu" aleta pun tampak mengangguk.
"Udah sampe ayo turun"
Mereka pun berjalan menyusuri lorong rumah sakit dengan jantung Aleta yang berdetak begitu kencang.
"Tante intan udah siap sus?" Tanya barra.
"Udah mas, semua barang-barang sudah saya bereskan jadi tinggal berangkat saja, mari saya antar"
"Akhirnya mama pulang" seneng tante intan memeluk Aleta.
"Iya, sekarang mama tinggal sama aleta ya"
"Mari sus kita pergi dulu"
__ADS_1
"Iya mas, hati-hati jangan lupa cek-up tiap bulan ya"
"Iya sus"
Mereka pun berjalan menuju mobil barra yang terparkir dihalaman rumah sakit.
" Bar kita ke pizza hut dulu ya bentar " seru aleta.
" Siap bos "
***
Suara bel berbunyi memenuhi apartemen Aleta membuat aktivitas semua berhenti.
" Pasti bunda " seru dira.
" Asik bunda udah dateng "
" Gua buka pintu dulu ya "
" Assalamualaikum " ujar bunda.
" Waalaikumsalam" sahut mereka.
"Halo bunda" sapa vania menghampiri bunda.
"Eh ada si cantik vania"
"Iya, tadi ikut ka dira" ujar vania menuntut bunda duduk diruang tamu.
"Loh kata fely dira pulang kerumah papah" tanya bunda bingung.
"Iya waktu itu sempat pulang kerumah papah, tapi udah hampir 2 bulan dirumah mamah karena mama lagi sibuk banyak orderan kue" jelasnya.
"Alhamdulillah dong kalo banyak orderan"
"Iya bun "
"Kenapa mama gak buka toko kue aja sih padahal lebih enakkan nanti bisa cari karyawan?" Tanya bunda kaila.
"Iya sih, kasian vania nanti" bunda tampao mengganggukan kepala mengerti.
"Vania kalo gak punya temen kerumah bunda aja ka fely juga kesepian karena 2 kakaknya suka sibuk sendiri" sindir bunda.
"Kan emang lagi sibuk bantuin mama bund"
"Sibuk bantuin mama sampe lupa gak pulang kerumah bunda padahal bunda kangen" kesal bunda.
"Iyaiya maaf deh, nanti pulang kerumah bunda kalo pesenan mama udah agak berkurang sedikit"
"Oke ditunggu"
"Eh ada Naufal sama Elvan" seru bunda yang menyadari kedua laki-laki yang baru keluar dari dapur.
"Apakabar van?" Tanya bunda.
"Baik dong bund" jawab kedua laki-laki itu.
"Dih, bunda nanya Elvan bukan Naufal"
"Naufal mah baru juga kemarin ketemu bunda" mereka tanpa bingung dengan penuturan bunda, bunda yang tampak ditatap seperti itu pun langsung menjelaskan.
"2 bulan terakhir kalian sibuk yang suka ngajak jalan fely tuh naufal dia yang jadi bantalan kalo fely kesel kalian sibuk-sibuk banget" tutur bunda, dira tampak menganggukkan kepalanya mengerti.
"Assalamualaikum" ujar Aleta, tante intan dan barra.
"Waalaikumsalam" jawab mereka serempak.
"Yaampun aku kangen banget loh" ujar bunda menghampiri tante intan dan memeluknya.
"Sama key, aku juga" jawab tante intan membalas pelukan bunda kaila.
"Makasih ya selama ini kamu yang jaga Aleta dengan baik, menggantikan sosok ibu yang sempat hilang"
"Kamu ini ngomong apa sih tan, Aleta, Dira, Fely tuh sama dimata aku semuanya anak aku gak ada bedanya sama halnya sayang kamu kemereka gak ada bedanya kan"
"Jadi vania gak disayang" sela vania yang memecahkan suasana haru diruangan ini.
__ADS_1
"Eh, vania juga kok princess kesayangan bunda kesayangan kakak sama abang-abang ya" kata bunda.
"Ini siapa" tanya tante intan tampak familiar dengan gadis yang digendong bundai kaila.
"Ini vania"
"Yaampun udah gede banget dulu perasaan masih bayi" heboh tante intan.
"Sini sama mama intan" vania tampak bingung pasalnya ia tidak mengenal.
"Ini siapa bun?" Tanya vania
"Ini mama intan, mamanya kaka cantik" jawab bunda.
"Oh"
"Vania lupa ya?" Iya tampak mengangguk.
"Dulu waktu vania masih kecil sering digendong sama mama intan sering main bareng"
"Terus kenapa baru liat lagi?" Tanya vania polos, semua tampak bungkam dengan pertanyaan polos vania.
"Karena mama intan sakit dan sekarang mama intan udah sembuh makannya sekarang kita kumpul"
"Oh jadi karena mamanya kaka cantik udah sembuh makannya disini banyak makanan terus pada kumpul-kumpul gitu"
"Kalo gitu vania mau sakit juga biar kalo sembuh pada kumpul semua" ujarnya polos, lagi-lagi semua orang dibuat terdiam oleh penuturan gadis kecil itu.
"Sini coba mana yang tadi mau sakit" tanya aleta menggendong vania.
"Kenapa mau sakit?" Tanyanya.
"Biar orang-orang tersayang bisa datang berkumpul"
"Gak perlu sakit kan bisa l"
"Iya sih"
"Sakit kan gak enak harus minum obat, terus disuntik gak bisa makan enak karena harus makan bubur saja vania mau?"
"Gak mau sakit, obat juga pahit Vania gak suka" jawabnya menggeleng kepala.
"Jadi masih mau sakit?"
"Gak jadi deh"
"Yaudahlah dari pada tegang semua mending kita perkenalan" seru elvan.
"Halo tante intan saya Elvan si tampan" ujarnya menyalimi tangan tante intan dengan cengiran.
"Dih pd loh" sahut dira.
"Dih emang ganteng tanya aja emak gua"
"Yeh kata emak lu doang"
"Yang penting ganteng" semua pun nampak terkekeh dengan adu mulut dira dan elvan.
"Sudah sudah kalian ini gak pernah akur" lerai bunda kaila.
"Kalo saya Naufal tante"
"Mereka temennya barra?" Tanya tante intan melihat kearah barra.
"Iya"
"Ayo makan" seru fely.
Suasana hari ini begitu mengharukan karena kepulangan mama Aleta semua orang tampak diselimuti dengan bahagia suasana apartemen yang tadinya begitu sunyi dan hampa sekarang begitu ramai dah menyenangkan.
'Tuhan jangan renggut kebahagiaan Aleta lagi cukup kala itu yang hampir membuat dunia Aleta hancur jangan lagi Aleta gatau bakal jadi seperti apa bila tanpa mama dihidup aleta' batin Aleta.
'Semoga mulai hari ini dan hari-hari besok selanjutnya hanya akan ada senyuman dibibir Aleta' batin barra.
'Tuhan biarkan tetap anak-anakku merasakan bahagia seperti ini sudah cukup kesakitan yang mereka rasakan diusia belia' batin bunda kaila.
Bersambung........
__ADS_1