
...🦋 Happy Reading bestie 🦋...
...***...
Dengan frustasi elvan duduk sudah 2 bulan dia menunggu ditempat terakhir dia melihat dira sampe sekarang dia tidak pernah muncul lagi.
"Rese banget sih lu dir"
"Nyusahin banyak orang"
"Nyokap lu khawatir bodoh, lu gak kasian dia nangis terus"
"Kalo pergi tuh bilang jangan ngilang" kesalnya menendang batu asal.
Untuk sejenak dia terdiam sampai akhirnya dia tersadar dan menjalankan motornya begitu kencang kearah rumah yang ditinggali oleh dira dan ayahnya.
Elvan memandang kepenjuru rumah ini sangat sepi dengan tamaram lampu seperti tidak ada kehidupan dia pun berjalan menuju pintu rumah itu.
'Tok'tok'tok
"Permisi"
"Ada orang didalam?"
"Dira"
"Dir"
"Buka pintunya dir" sama sekali tidak ada sahutan dari dalam.
'Ceklek
Pintu rumah itu terbuka menampilkan seorang wanita dengan pakaian acak-acakan, menatap dirinya dengan genit.
"Siapa?"
'Nih bocah ganteng banget, motornya boleh juga pasti anak orang kaya nih' batin wanita itu.
"Bastiannya ada?"
"Oh, ada didal_" belum selesai wanita itu bicara elvan sudah nyelonong masuk ke dalam.
"Bastian" teriaknya, elvan masuk mengecek satu persatu ruangan sampai akhirnya dia menemukan laki-laki parumbaya itu sedang tiduran dikasur.
"Dimana dira?"
"Duh bocah masuk rumah orang main nyelonong aja, gak diajarin sopan santun lu sama orang tua lu?" Yang ditanya hanya mentap nyalang kearahnya.
"Dasar anak orang kaya" Ujar bastian dengan penuh penekanan menyesap rokok ditangannya menatap Elvan remeh.
"Gua nanya dira mana?" Ujarnya tajam penuh penekanan.
"Gak tau" jawabnya acuh tak acuh, elvan langsung menarik lengan laki-laki itu untuk berdiri didepannya.
"DIRA DIMANA?"
"Mana gua tau tuh anak j*l*ng dimana"
"DIMANA!"
"Dirumah emaknya kali"
__ADS_1
"****, DIMANA!" Tanya berapi-api.
"Atau mungkin dia lagi jual diri kali, dia kan bibit j*l*ng" ujarnya terkekeh, dengan kesal elvan memukul bastian.
"CEPET!! DIMANA B*NGS*T GAK USAH NGELES LU" kesalnya dengan berapi menatap bastian yang terduduk dibawahnya akibat dia tonjok.
"Gua jual" jawabannya santai.
"DASAR B*NGS*T!!" Kesal elvan memukul bastian dengan penuh emosi.
"BISA-BISANYA LU JUAL ANAK LU SENDIRI ORANG TUA MACAM APA LOH HAH!!" Tanpa ampun Elvan memukul bastian sampai laki-laki parumbaya itu tidak berdaya dibawahnya.
"DIMANA LU JUAL DIRA?" Tanyanya emosi.
"Di Am_eri_can cl_ub" sahutnya terbatuk-batuk memegang dadanya yang terasa sakit akibat pukul Elvan.
Dengan kesal Elvan berjalan sambil menendang laki-laki parumbaya yang sudah tidak berdaya dilantai, wanita yang tadi membuka pintu untuknya tampak shock dengan elvan yang memukul bastian dengan membabi-buta.
"Lu buang aja tuh orang gila ah_" sambil menjentikkan jarinya dia memberikan ide kepada wanita yang masih shock didepannya.
"Atau lu bunuh aja sekalian buang mayatnya di hutan biar dimakan hewan buas" usul elvan datar diakhiri dengan senyuman jahatnya, wanita itu tampak ketakutan dengan ucapan elvan ternyata bocah laki-laki tampan didepannya nampak seperti psikopat.
Elvan langsung melanjutkan motornya menuju club mana yang sangat terkenal dijakarta jarak dari rumah dira ke club itu lumayan dekat hanya menempuh 3 menit untuk elvan yang mengendarai motor.
Dengan terburu-buru remaja itu masuk kedalam club sambil mencari penjaga diclub itu.
"Dimana yang punya club?" Tanyanya datar kepada 3 laki-laki yang berdiri sejajar memakai pakaian serba hitam serta kaca mata hitam yang tengah sibuk menatap kepenjuru club.
"Ada apa anda mencari madam" tanya bodyguard itu.
"Cepet Panggil gua mau ketemu"
"Tidak bisa"
Dengan kesal elvan membuat kekacauan diclub itu karena omongannya diacuhkan oleh para bodyguard itu, begitu brutal Elvan membuat kekacauan sampai membuat madam keluar ruangnya karena salah satu bodyguardnya melapor ada seorang remaja yang memaksa bertemu madam.
"Ada apa ini membuat kekacauan diclub saya" ujar madam, elvan langsung terdiam dan berjalan kearah madam.
"Dimana dira?" Tanyanya, madam tampak mengerutkan keningnya bingung.
" DIMANA? " Teriaknya tidak sabaran.
"Sabar boy, santai" sahut madam dengan tenang.
"Dira ya?" Tanya madam, tampak berfikir untuk mengingat kembali.
"Gadis remaja cantik yang dijual sama ayahnya sendiri demi segepok uang ? Ah iya kalo kata dira mana ada seorang ayah yang tega menjual anaknya demi segepok uang" kekeh madam.
"Dia udh tante jual" lanjut madam santai.
"APA!"
"Tante tega ngejual anak belia yang hidupnya masih panjang demi segepok uang hah?" Teriak elvan didepan wajah madam sambil menggoyangkan bahunya.
" Bahkan dia masih sekolah! "
" Akh, bastian b*ngs*t!" Makinya.
"Perjalanan dia masih panjang tapi kenapa tante jual dia, kalo posisi tante adalah seorang ibu dari anak yang dijual oleh ayahnya sendiri bagaimana perasaan tante hah??" Emosi elvan, madam tampak terdiam sejenak sampai akhirnya dia tersadar.
"Mungkin takdir" jawabnya mengindikkan bahunya.
__ADS_1
"Terus dimana dira sekarang?"
"Udah dibeli sama pengusaha muda ternama"
"Dimana rumah pengusaha muda itu?"
"Tante gak tau tapi kamu bisa cari tau sendiri diwebsite"
"Siapa namanya tan?"
"RAEFAL EVREN ALWARITZI" setelah tau elvan langsung keluar dari club itu, sambil keluar mencari nama yang madam sebutkan diponselnya tapi sama sekali gada alamat pengusaha itu sepertinya sangat rahasia.
'Lu dimana dir sekarang? Kenapa takdir begitu tega mempermainkan hidup lu' batinnya menatap kearah langit yang begitu terang.
***
"Jawab anjing" ujar Elvan dengan kalap memukul Bagas membabi-buta.
"Uhuk_uhuk_" Bagas nampak terbatuk-batuk sampai darah segar kelar dari mulutnya.
"Jawab" sentak Elvan.
"Eh_ sabar Van" ujar Naufal mencoba meleraikan, barra dan Naufal nampak memegangi Elvan yang nampak disulut emosi.
"Dimana Dira anjing" kesal Elvan.
"Gua bener-benar gak tau" jawabnya jujur.
"Gausah bohong lu"
"Kayanya dia bener-benar gak tau deh" sambung Naufal.
"Jelas-jelas abangnya dia yang bawa Dira fal" dengan emosi Elvan menunjuk Bagas yang terduduk dengan keadaan babak belur.
"Abang gua" ujar Bagas bingung.
"Maksud lu apa?" Tanya Bagas.
"Gausah pura-pura gak tau lu, pasti ini rencana busuk lu kan" kesalnya.
"Maksud lu abang gua bawa kabur Dira?" Tanya Bagas bingung.
"Ah, anj*ng banyak bacot lu" kesal Elvan.
"Kayaknya dia emang bener-benar gak tau deh kalo abangnya udah bawa kabur Dira" ujar barra.
Bagas tampak diam dengan ucapan barra dia mulai mengerti sekarang jadi dia disekap dan dihajar abis-abisan oleh Elvan karena mereka menyangka dia dan abangnya bekerja sama untuk membawa kabur Dira kakanya fely.
"Mending lu cabut gas, sebelum si Elvan tambah emosi" suruh Naufal, membantu Bagas berdiri.
"Ngapain lu nolong dia" kesal Elvan dengan penuh emosi.
"Dia kayanya bener-benar gak tau kelakuan abangnya yang bawa Dira" jawab Naufal kesal.
Bagas dengan sempoyongan keluar dari gudang itu sambil memegang dadanya yang sakit akibat pukulan Elvan.
"Ah_ b*ngs*at uhuk_uhuk" kesal Bagas terbatuk-batuk mengeluarkan darah dari mulutnya dia pun meludah asal.
"Kok Abang bisa kenal Dira?"
"Pokoknya gua harus cari tau kalo sampe bener Abang yang bawa kabur dira gimana?"
__ADS_1
"Tapi ngapain Abang bawa kabur Dira?" bingung Bagas.
Bersambung........