Aleta

Aleta
19. Titik Terang


__ADS_3

...🦋 Happy Reading bestie 🦋...


...***...


Semenjak hilangnya dira yang berbulan-bulan fely jadi begitu pendiam gadis yang biasanya selalu merecoki dan pembuat onar itu jadi sangat tertutup.


"Ayo makan" tegur bunda, pasalnya anak kesayangannya itu hanya termenung dengan makanan didepannya.


"Gak nafsu bund" keluhnya.


"Kalo gak mau makan gak bunda bolehin keluar cari Dira" ancamannya.


"Ih kok gitu"


"Yang ada nanti kamu malah kenapa-kenapa terus ngerepotin yang lain, bukanya sibuk nyari Dira malah dibuat sibuk sama kamu yang sakit karena gak mau makan" ceramah bunda, fely nampak cemberut dan perlahan-lahan memasukkan nasi kedalam mulutnya.


"Dikunyah bukanya diemut emangnya kamu anak kecil"


"Iyaiya"


"Udah cepet habiskan gausah banyak drama deh"


"Bunda bawel banget sih"


"Yeh, kalo dibilangin orang tua"


***


"Hari Minggu udah rapi aja pagi-pagi" seru mama intan.


"Iya mah, kan mau cari Dira"


"Udah dapet petunjuk?"


"Alhamdulillah, udah dapet sedikit petunjuk doain ya mah semoga cepat ketemu"


"Mama selalu doain buat kebaikan anak-anak gadis kesayangan mama"


"Yaudah Aleta berangkat sekarang ya"


"Loh sendirian?"


"Udah dijemputnya barra, dia nunggu di lobby"


"Kenapa gak naik keatas"


"Kelamaan mah, yaudah Aleta berangkat assalamualaikum"


"Waalaikumsalam, hati-hati sayang"


"Siap bos"


Dilobby nampak seorang pemuda sedang duduk disofa ruang tunggu dengan headphone yang berada digenggamnya karena terlalu fokus dengan hp dia tidak sadar bahwa seorang perempuan sudah berdiri disamping dirinya.


"Bar" panggil aleta seraya menepuk pundak barra.


"Eh, iya" jawab kaget.


"Sibuk banget"


"Sorry sorry"


"Ayo mau berangkat sekarang?" Ajak barra yang dijawab anggukan kepala oleh Aleta.


"Fely gimana?" Tanya Aleta saat barra sudah menjalankan motornya.


"Dijemput naufal" jawabnya dengan keras.


"Terus kita mau kemana dulu?"


"Kita nunggu dicafe kamu aja dulu ya"


"Terserah"


"Yaudah kamu kabarin mereka suruh tunggu sana"


Fely dan Naufal nampak duduk terdiam disudut cafe dengan fely yang terdiam menatap kearah jalan dengan bertumpu tangan dan Naufal yang menatap fely dalam diam.


"Fel"


"Fely" panggil Naufal lagi-lagi tidak disauti oleh sang empuh.


"Fely" panggil dengan tepukan dilengan fely.


"Eh, iya kenapa?" Jawabnya linglung.


"Jangan bengong nanti kesambet" tegurnya.

__ADS_1


"Fely kangen dira" ujarnya lesuh.


"Sabar kali ini pasti ketemu oke"


"Harus ketemu"


"HAII GUYS" Seru Tasya heboh.


"Ih gausah teriak-teriak" kesal Karin.


"Hehe sorry terlalu bersemangat"


"Aleta mana?" Tanya Karin melihat kepenjuru cafe mencari sosok aleta tapi tidak menemukan keberadaannya.


"Belum dateng" sahut naufal.


"Sini duduk" pinta fely kepada dua gadis itu.


"Jadi hari ini kita mau cari kemana?" Tanya Karin.


"Ya kita cari rumah abangnya si bagas" jawab Naufal.


"Kenapa gak tanya bagas langsung?" Ujar Tasya.


"Tuh anak mana mau jawab pasti tutup mulutlah, secara abangnya dia yang bawa kabur dira" sahut elvan yang berjalan kearah mereka dengan muka datar.


"Ya elu kan tau sendiri si bagas kayaknya gak tau menau soal dira yang dibawa sama abangnya" seru naufal.


"Lu ngapain sih belain dia terus dari kemarin?"


"Bukannya gitu"


"Yang namanya maling mana ada yang ngaku" lanjut Elvan kesal.


"Maling ngaku penjara penuh" sahut Tasya.


"Nah itu, dia pasti pura-pura gak tau cuma berlaga bego" kesal Elvan.


"Pokoknya kalian jangan deh deket-deket sama bagas dan temen-temennya bahaya" pinta elvan yang dijawab anggukan kepala oleh ketiga wanita itu.


"Gua udah dapet alamat rumah abangnya Bagas nih" ujar barra yang baru tiba.


Mereka semua menatap kearah barra dan Aleta yang berjalan kearah mereka.


"Yaudah ayo langsung cabut" ajak Elvan.


"Yaelah sabar, baru juga barra sama Aleta nyampe" tahan Naufal.


'Dret'Dret'Dret


^^^'Iya halo mah'^^^


'Gimana dira udah ketemu belom sayang?' Tanya mama Dira penuh harap.


^^^'Ini kita baru nemu petunjuk mah'^^^


'Syukurlah, kamu perlu bantuan gak? Biar mama bilang sama Abi biar anak buahnya bantuin'


^^^'Mama tenang aja ya gak perlu kok ini kita udh rame-rame'^^^


'Tapi kalian hati-hati ya'


^^^'Iya mah'^^^


'Yaudah nanti kalo udah ada kabar baik langsung hubungi mama ya, mama bener-benar khawatir ta'


^^^'Iya mah kalo ada kabar baik pasti aleta langsung hubungin mama'^^^


'Yaudah mama tutup dulu ya, Vania nangis terus'


^^^'Iya mah'^^^


Tut.


"Siapa?" Tanya barra.


"Mama Dira" Barra menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


"Yaudah ayo cabut" ajak barra.


Mereka semua langsung pergi menuju tempat yang barra katakan menggunakan motor sesampai disana mereka menatap gerbang yang tinggi menjulang didepannya.


"Ini rumahnya?" Tanya fely.


"Kayaknya sih bener ini sesuai alamat" jawab barra menatap kearah layar hp.


"Gede banget" seru Tasya menatap ke penjuru rumah itu.

__ADS_1


"Permisi" teriak Aleta.


"Permisi" yang diikuti yang lain.


Seorang satpam nampak keluar menghampiri mereka dengan tampang sangar.


"Cari siapa?" Tanyanya ngalak bertolak pinggang.


"Cari yang punya rumah pak" jawab Aleta.


"Mau ngapain cari tuan evren?"


"Kita ada perlu" ujar barra.


"Anak kecil kaya kalian punya perlu apa? mau minta sumbangan ya" tanyanya penuh selidik.


"Yeh enak ajah, kita punya duit ngapain minta-minta" sahut Elvan kesal.


"Yaudah pulang aja sana" usirnya.


"Tapi kita beneran ada perlu" tahan fely.


"Tuan lagi gak ada dirumah sedang pergi keluar negeri"


"Bohong lu" cecar Elvan.


"Kalo tidak percaya ya sudah" jawabnya langsung berlalu pergi.


"Kira-kira kapan pulang ya pak?" Tanya barra menahan laki-laki itu pergi.


"Mana saya tau, tuan pergi karena ada urusan bisnis"


"Jadi gimana?" Tanya Naufal.


"Gua gak percaya pasti ada didalam tuh orang" ngotot Elvan.


"Yaudah kita tunggu sini aja dulu siapa tau nanti ada yang keluar" seru Karin.


Sampai malam mereka menunggu tapi sama sekali tidak ada tanda-tanda kendaraan yang masuk maupun keluar dari rumah mewah itu.


" Kayaknya bener gak ada deh " seru fely.


"Iya mana banyak nyamuk" keluh Tasya mengusap lengannya yang digigit nyamuk.


"Jadi gimana dong?" Tanya Karin.


"Yaudah kita cabut aja percuma ga ada orang juga" ajak Naufal.


"Gak bisa gitu" tahan Elvan.


"Apalagi sih?" Kesal Naufal.


"Kalo mereka ada didalam gimana?"


"Masa orang didalam gak keluar-keluar" jawab Naufal kesal.


"Ya siapa tau"


"Terserah lu deh, udah mending sekarang kita anterin nih cewe cewe pulang kasian udh malem besok kita masih bisa kesini lagi" ajak Naufal.


"Gua gak mau gua mau nunggu disini aja" Naufal tampak berdecak kesal dengan Elvan yang terlalu keras kepala.


"Terserah lu Van, gua mau nganterin mereka balik" seru Naufal.


"Ayo" ajak Naufal.


Mereka semua pergi meninggalkan Elvan yang duduk sendirian menatap gerbang tinggi yang tertutup rapat.


"Gua sama Tasya balik berdua aja ya" kata Karin.


"Gak usah, bareng-bareng aja" ujar fely.


"Gapapa kan kita bawa motor kasian kalo mesti bolak-balik kan jadi pas berdua-dua" kata Tasya meyakinkan.


"Tapi kalian cewe dua-duanya" ujar barra.


"Yaudah kita iring-iringan aja sampe jalan besar nanti pas di persimpangan kan jalanan udh lumayan rame baru kita pisah gimana?" Jelas aleta.


"Tapikan rumah kita gak searah nanti kalian muternya kejauhan" tolak Karin.


"Udah gapapa ya" ujar fely.


"Yaudah deh makasih ya" pasrah Tasya dan Karin.


"Kita loh yang makasih kalian berdua udah mau repot-repot selalu bantuin nyari dira" ujar fely.


"Gapapa kan kita bestie" seru mereka berbarengan.

__ADS_1


"Udah udah gak usah melow dira pasti ketemu usaha kita pasti gak akan sia-sia"


Bersambung........


__ADS_2