
...🦋 Happy Reading bestie 🦋...
...***...
Aleta tengah berbaring sambil menatap kearah atas langit-langit kamarnya sambil menghela nafas panjangnya, sejenak dia memijat keningnya yang sedikit pusing.
'Clek.
"Sudah pulang" tanya mama intan yang masuk kekamar Aleta saat mengetahui anaknya itu telah pulang dari acara makan malam bersama keluarga papahnya.
"Udah mah"
"Gimana?"
"ya gak gimana gimana mah"Â mama intan duduk disamping anaknya yang tengah berbaring dia menatap kearah tangan anaknya terdapat cincin dijari manisnya.
"Ini?"
"Aleta tunangan"
"Papah kamu jadi jodohin kamu?"
"Iya, bahkan Aleta gak tau dengan siapa Aleta bertunangan"
"Bukannya tadi kalian makan malam?"
"Iya tapi dia gak datang mah"
"Kenapa harus Aleta?"
"Kenapa gak nerisaa aja? Dia kan anak kesayangan papah"
"Mungkin ini yang terbaik nak"
"Yang terbaik buat papah belum tentu jadi yang terbaik buat Aleta, buktinya baik bagi papah menikah lagi tapi gak baik buat mamah dan Aleta"
"Tapi biar bagaimanapun dia gak mungkin memberikan yang buruk buat kamu nak, kamu itu anak kandungnya"
"Mungkin ini udah takdir sayang, jadi kamu jalanin aja ya"
"Tapi mah"
"Iya mamah tau kamu sayang kan sama barra, kalo kalian jodoh mau seberusaha apapun orang membuat kalian berpisah kalo emang jodoh pasti kalian tetap bersatu percaya sama takdir nak"
"Mah"
"Percaya sama mamah, mamah yang divonis dokter tidak akan sembuh buktinya sekarang mamah bisa disamping kamu dengan keadaan yang baik-baik saja kan"
"Jangan ngomong gitu" Isak Aleta didalam pelukannya.
"Kenapa nangis"
"Aleta gak mau kehilangan mamah untuk yang kedua kalinya"
"Mamah gak kemana-mana mama akan selalu disamping kamu"
"Gimana kalo hari jumat kita liburan ke tempat nenda?" Ajak aleta.
"Kamu kan sekolah"
"Gapapa sesekali bolos sebelum ujian"
"Tapi"
"Sesekali doang ya mah" mohonnya.
"Oke, tapi gak boleh gitu lagi ya"
"Iya janji" janji Aleta memberikan jari kelingkingnya.
"Yaudah sekarang tidur udah malem besok kamu sekolah" suruh mama intan.
"Tapi mama tidur disini ya sama Aleta"
"Iya" kedua membaringkan badan dengan Aleta didalam pelukan mama intan.
__ADS_1
" Quenby yang tersayang, kesayangan mamah
lihatlah langit banyak bintang bertaburan tanda hari sudah malam tidurlah tidur Quenby sayang"
mama intan terus bernyanyi sambil mengusap kepala anaknya yang sudah memejamkan matanya dalam dekapannya.
***
"Jadi tuh si Dodi tidur dikelas ketauan sama Bu Dian terus mukanya dicoret pake spidol dibuat kumis kucing" cerita Tasya heboh.
"Terus gimana?"
"Akhirnya dia bangun terus kaget liat Bu Dian ada di samping dia sambil melotot dan bertolak pinggang"
"Hahaha terus terus" tanya fely yang tertawa ngakak.
"Dodi disuruh cuci muka sama Bu dian akhirnya dia kekamar mandi buat cuci muka tapi"
"Tapi kenapa?" Tanya dira.
"Bukanya cuci muka dia malah dikantin makan mie ayam sama si ari eh ketauan sama Bu Dian ya dijewerlah mereka" mereka tertawa terbahak bahak.
"Abis itu Dodi disuruh keliling setiap kelas adek kelas dengan keadaan muka masih ada kumis dan kardus yang digantung dileher bacaannya saya berjanji tidak akan tidur dikelas dan makan dikantin saat jam pelajaran" lanjut karin.
"Ari juga dihukum?"
"Iyalah kan Ari makan bareng dikantin hahaha"
"Kelakuan mereka tuh ada aja ya" ujar fely.
"Pernah nih ya mereka tuh disuruh bersihin kamar mandi gara-gara ketauan bolos, tapi bukanya bersihin kamar mandi malah ngintipin cewe dikamar mandi"
"Dan kalian mau tau siapa yang diintipin gak?"
"Emang siapa?"
"Si nenek lampir nerisaa sama di sandra" kata Tasya.
"Habislah si Dodi sama si ari disiram pake air terus mereka diaduin ke Bu Dian, tapi waktu di omelin malah ngelak"
'Flash back'
"Tapi ibu gak ngomong kalo kamar mandi cowok"
"Kita tuh gak ngintipin Bu, tapi lagi rejeki aja ngeliat"
"Nah betul tuh yang namanya rejeki gak baik di tolak bu"
"Halah alesan aja udah sana sekarang kalian mending bersihin perpustakaan aja cepet"
"Yah bu"
"Gak usah banyak ngeluh cepet Dodi Ari!"
"Iya-iya bu"
Lagi-lagi mereka tertawa-tawa mendengarka cerita Tasya dan Karin tentang kekonyolan Dodi dan Ari.
"Waktu camping aja si Dodi tuh malah parnoan tau gak sih padahal dia laki tapi takut banget" kesal Tasya.
"Bandel disekolah tapi Cemen banget kalo masalah setan" lanjut karin.
'Tetttttttt.
"Eh udah ayo masuk kelas" ajak dira, mereka pun beranjak keluar dari kantin menunjuk kelas masing-masing.
"Baik anak-anak hari ini kita kuis"
"Yah bu kok dadakan"
"Iya Bu belom siap"
"Siapa yang bisa jawab kuis akan saya kasih nilai tambahan plus kalian boleh pulang duluan"
"Tapi kita belom belajar bu"
__ADS_1
"Iya bu"
"Kasih waktu buat belajar dulu Bu 30 menit"
"15 menit"
"Kecepatan Bu, 30 menit aja"
"20 menit gada tawar menawar lagi atau nilai tambahan dan pulang cepet dicancel"
"Yahh ibu"
"20 menit dimulai dari sekarang"
****
Keenam remaja itu duduk berdampingan diruangan Aleta dengan makanan yang begitu banyak diatas meja, mereka semua nampak sibuk dengan televisi yang menayangkan film horor didepannya.
Suasana diruangan itu benar-benar nampak mencengkeram mereka semua terlalu terlarut dalam film tersebut.
'Tok'Tok'Tok
"Anjir" Teriak Elvan kaget, semuanya jadi ikut-ikutan kaget karena suara menggelar milik Elvan.
"****** suara lu ngagetin si*l" kesal Naufal menepuk lengan Elvan keras.
"Gua juga kaget kalian dengar gak noh ada yang ngetuk pintu" jawab Elvan yang sibuk mengusap lengannya yang panas akibat tepukan Naufal yang begitu keras.
"Jangan-Jangan" fely nampak berfikir siapa yang mengetuk pintu.
"Jangan parno deh fel" potong dira, saat tau apa yang ada dipikiran fely.
'Tok'Tok'Tok
Aleta berjalan menghampiri pintu dengan perlahan semua menatap kepergian aleta.
"Kenapa tom" tanya Aleta.
"Itu ada ka nerisaa dibawah" ujar Tomi takut-takut
"Usir aja ngapain sih dia" teriak fely.
"Tapi ka nerisaa bawa bodyguard saya takut" jelasnya.
"Tuh orang kalo gak ngusik gak bisa apa ya" kesal dira.
"Dia bilang ka aleta disuruh nyamperin dia kalo ga cafe bakal dia acak-acak"
"Yaudah lu duluan aja ntar gua nyusul" Tomi pun berlalu pergi.
Aleta kembali masuk dan mengambil ponselnya lalu berjalan keluar.
"Mau kemana?" Tanya barra yang melihat Aleta kembali berjalan keluar.
"Mau kebawah sebentar, ada nerisaa"
"Gua ikut ya" ujarnya yang langsung beranjak berdiri.
"Tapi_"
"Sebentar doang, udah lanjut nonton aja" pinta aleta.
"Gak usah tunggu sini aja gua sebentar doang"
"Tadi siapa?" Tanya elvan.
"Tomi"
"Tuh dengerin Tomi bukan setan" ujar Naufal.
"Yeh emang siapa bilang setan, gua tuh cuman kaget aja tetibaan ada yang ngetuk pas lagi serius-seriusnya"
"Lebay lu" seru Naufal mengusap wajah elvan.
"Bau anjir"
__ADS_1
"Enak aja wangi gini"
Bersambung..........