Aleta

Aleta
39. Dady?


__ADS_3

...🦋 Happy Reading bestie 🦋...


...***...


"Aku masih gak nyangka" ujar barra.


"Gak nyangka kenapa?" Tanya aleta didalam pelukan barra langsung menatap laki-laki itu.


"Kita menikah, padahal sebelumnya kamu bersikeras kalo kita itu gak mungkin berjodoh karena kamu udah dijodohin dan ditambah lagi Dira yang menikah dengan abangnya Bagas"


"Takdir bar"


"Yah, takdir emang gak ada yang tau sih"


"Nah itu kamu tau"


"Tapi elvan ngerasa takdir mempermainkan dia" aleta langsung mengerutkan keningnya bingung dengan ucapan barra barusan.


"Maksud kamu?"


"Elvan itu suka sama dira, ya walaupun elvan rese itu cara dia sih buat cari perhatian dira"


"Aku tau sih"


"Hah?"


"Ya aku tau kalo Elvan suka sama dira tatapan dia tuh gak bisa bohong tapi ya diranya aja yang gak peka" jelas aleta.


"Sama kaya kamu"


"Hah?"


"Tuh anak pasti lagi patah hati"


"Lagian juga kalo Dira gak sama Rafael, Elvan dan Dira gak akan bisa bersatu"


"Kenapa?" Bingung barra.


"Inget beda tuhan"


"Makanya jangan terlalu menaruh harap pada manusia"


"Iya sayang" pipi Aleta bersemu merah dengan ucapan barra barusan.


"Pipinya kenapa?" Tanya barra.


"Gapapah" dengan buru-buru aleta menyembunyikan mukanya didada barra.


"Ciee mal "


"Barra!"


"Apa?"


"Ihh"


"Iya-iya"


***


Sore ini barra tengah berada di toko buku karena aleta minta ditemani untuk mencari buku untuk ujian yang sebentar lagi.


"Aku tunggu sini ya" ujar barra yang melihat kursi kosong didalam toko buku itu.


"Iya, jangan kemana-mana"


"Iya sayang" Aleta melanjutkan pencariannya kesetiap lorong buku itu sampai iya menemukan buku yang ia cari saat dia ingin mengambil ada tangan lain yang sudah memegang buku itu.


"Eh sorry" ujar aleta.


"Iya gapapa, lu juga mau buku ini?" Tanya laki-laki itu.


"Iya emang lagi nyari buku itu"


"Tapi tinggal satu" jawab laki-laki itu mengecek ke rak buku.


"Yaudah gapapah lu ambil aja" ujar aleta.


"Buat lu aja deh" ujar laki-laki itu memberikan buku itu ke aleta.


"Gak usah"


"Yaudah gua tanya mas masnya dulu deh siapa tau masih ada stoknya" kata laki-laki itu.


"Tunggu sini ya" aleta mengangguk kepalanya, laki-laki itu langsung menghampiri karyawan yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri.


Setelah beberapa menit laki-laki berbicara dengan karyawan dia berjalan kearah aleta.


"Bentar ya lagi dicariin"

__ADS_1


"Eh, iya"


"Lu masih sma?"


"Iya"


"Pantes nyari buku beginian Udah mau un ya"


"Iya, lu sendiri?"


"Gua udah kuliah" laki-laki itu yang tau aleta bingung melanjutkan ucapannya.


"Buat adek gua dia seumuran juga kayaknya sama lu, kebetulan gua lagi di mall dia nitip minta cariin nih buku"


"Oh" Aleta menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


"Maaf" panggil karyawan yang tadi.


"Eh, iya mas gimana ada?"


"Kebetulan masih ada satu lagi nih"


"Oh, oke makasih ya mas"


"Iya sama-sama"


"Nih, rejeki anak sholeha"


"Thanks ya"


"Yoi"


"Kalo gitu saya duluan" ujar Aleta dan berlalu pergi meninggalkan laki-laki itu.


***


"Dady" panggil anak kecil berumur 4 tahun dihadapan barra, barra yang tengah sibuk dengan ponselnya langsung mengalihkan pandangannya.


"Dady kemana aja?" Tanya anak kecil itu.


"Tenapa nda pelna pulang kelumah momy ladi? Ayyan tange " tanya anak kecil itu.


(Kenapa gak perna pulang kerumah Momy lagi? Rayyan kangen )


"Kamu kesini sama siapa?" Kaget barra yang melihat anak kecil itu dihadapannya dia langsung menetapkan kepenjuru arah.


"Ayyan sama momy ayan-ayan"


"Terus momy kamu mana?" Tanya barra laki-laki itu mendudukan anak kecil itu disampingnya.


"Ndah tau, adi beli ecim buat ayyan"


(Gak tau tadi beli es krim buat rayyan).


"Rayyan kamu kemana aja momy cariin kamu" panik seorang wanita menghampiri mereka.


"B-barra" kaget wanita itu.


"Ngapain lu disini?" Tanya barra datar.


"A-aku a-ajak rayyan jalan-jalan bar"


"Lain kali tuh jangan ceroboh kalo rayyan hilang gimana? Untung gua yang nemuin dia" marah barra.


"Aku juga kaget bar waktu tiba-tiba rayyan gak ada disamping aku"


"Balik sana" suruh barra.


"K-kamu gak mau kerumah? Kamu udah lama loh gak main" tanya wanita itu hati-hati.


"Kita udah gak punya hubungan apa-apa ya ngel, dengan gua dulu sering kerumah lu tuh karena kasian doang sama rayyan jadi jangan berharap lebih" jelas barra.


"T-tapi bar"


"Gak ada tapi-tapian cabut sana" usir barra.


"Ayo sayang" ajak angel.


"Ndah mau, mau sama dady" tolak rayyan.


"Dady lagi sibuk jadi kapan-kapan nanti kita main sama dady ya" bujuk angel.


"Benel? Janji ya mom?" Tanya rayyan mengulurkan jari kelingkingnya.


"Iya janji"


"Ayo"


"Dadah Dady" ujar anak kecil itu, barra hanya melambaikan tangannya begitu angel dan barra pergi.

__ADS_1


"Bar" panggil aleta menepuk pundak barra.


"Ngagetin aja" kaget barra.


"Yeh kamu ngapain bengong"


"Udah kelar?" Tanya barra mengalihkan pembicaraan.


"Udah nih" jawab aleta mengangkat tas belanjaannya.


"Yaudah ayo mau kemana lagi?" Tanya barra.


"Aku mau makan sushi deh kayaknya" jawab Aleta mengetuk-ngetuk jarinya didagu.


"Oke, let's go sayang" mereka berdua pun berjalan beriringan menuju restoran Jepang.


"Kamu mau pesen apa?" Tanya barra ketika keduanya duduk di kursi.


"Spicy shrimp roll, tempuran sama Matcha avocado ice cream aja"


"Bentar ya aku pesenin" yang dijawab anggukan kepala oleh Aleta.


"Loh Aleta" panggil Tasya dan Karin.


"Kalian ngapain?" Tanya aleta bingung.


"Abis makan" jawab Karin cengengesan.


"Lu ngapain disini sendirian" tanya tasya.


"Gua sama barra, mau makan"


"Kirain sendirian, ternyata pada sibuk sama pawangnya semua" seru tasya.


"Sini gabung" ajak aleta.


"Gak deh udah malem" tolak keduanya.


"Yaudah kita duluan ya" ujar Tasya.


"Iya hati-hati"


"Oke bestie bye" seru karin, mereka berdua pun berlalu pergi meninggalkan aleta.


"Ngomong sama siapa?" Tanya barra yang menghampiri Aleta.


"Oh, itu tadi karin sama Tasya"


"Mereka ngapain?"


"Abis makan katanya"


"Oh"


"Udah?" Tanya Aleta.


"Udah kok, katanya tunggu aja nanti juga dianter"


"Oke"


"Kamu udah belanjaannya?" Tanya barra.


"Udah kok gak ada lagi"


"Yaudah abis ini kita belanja keperluan rumah ya" ajak barra.


"Besok aja deh"


"Gak mau sekalian sekarang aja?" Tanya barra.


"Aku cape"


"Tapi besok minggu aku gak bisa nganterin sayang soalnya harus ke kantor papah" jelas barra.


"Yaudah aku pergi sendiri aja"


"Jangan"


"Loh kenapa?"


"Minta anterin temen kamu aja ya, kan banyak nanti kamu kesusahan"


"Gak usah sendiri aja aku bisa kok"


"Yaudah sekarang aja"


"Yaudah iyaiya nanti aku ajak fely, Tasya sama Karin deh" putus aleta.


"Nah kalo gini aku gak akan khawatir" ujar barra mengacak-acak rambut aleta.

__ADS_1


"Lebay, udah ih berantakan nih" tegur Aleta.


Bersambung........


__ADS_2