
...🦋 Happy Reading Bestie 🦋...
...***...
"Cantik ya" Felly mengalihkan pandangannya kearah asal suara, terdapat laki-laki yang tersenyum hangat berjalan kearahnya.
"Ngapain malem-malem diluar dingin tau" seru yang langsung menyampirkan jaketnya dipundak Felly.
"Makasih" Felly tersenyum kearah Naufal.
"Bulannya cantik"
"Lebih cantik yang didepan aku dong" Felly mengalihkan pandangannya kearah belakang.
"Mana?" tanyanya mengerutkan keningnya bingung.
"Apa?"
"Yang cantik lebih dari bulan"
"Pacar aku yang cantiknya melebihi bulan" pipi felly bersemu merah dengan jawaban santai naufal.
"Pipinya kenapa?" tanya naufal yang melihat felly salah tinggal.
"Gapapah panas"
"Panas apa malu" ledek naufal.
"Gak ih"
"Ciee, pacar aku malu"
"Naufal"
"Iya-iya, sini peluk" Felly menggelengkan kepalanya.
"Ah lama" dengan gemas naufal menarik Felly kedalam pelukannya.
"Tetep gini ya sayang, jadi pacar aku yang menggemaskan" seru naufal mengecup kening felly.
"Kalo tingkah kamu makin gemesin gini aku rasanya mau cepet-cepet bawa ke kua"
"No" Naufal menatap felly dengan bingung.
"Aku masih mau seneng-seneng"
"Emang kalo udah nikah gak bisa seneng-seneng? dira sama aleta masih bisa seneng-seneng kok"
"Y-ya tapi kan aku masih kekanak-kanakan fal, takutnya nanti kamu malah kewalahan, bukanya aku yang ngurusin kamu malah kamu yang ngurusin aku"
"Not a problem, aku malah suka kalo di repotin kamu terus tandanya kamu butuh aku"
"Aku itu masih banyak kurangnya, aku masih suka foya-foya"
"Kalo gitu aku bakal kerja buat cari uang yang banyak biar kamu bisa terus belanja sesuka kamu"
"Aku gak bisa beres-beres rumah, aku gak bisa masak"
"Aku itu cari istri buat menemani aku sampai tua, kalo mau yang serba bisa mengurusi rumah ya cari asisten rumah tangga, mami sampai sekarang gak bisa masak tapi kita masih baik-baik aja dady aku gak pernah mempermasalahkan itu"
"Laki-laki yang mencintai perempuannya itu akan berusaha sebisa mungkin buat perempuannya itu bahagia dan berkecukupan bukannya malah buat susah dengan segala tuntutannya, wajar kok wanita suka foya-foya karena keperluan mereka tuh banyak dari ujung kaki sampai ujung kepala butuh uang biar cantik perlu perawatan dan perlu baju-baju bagus"
"Cuma laki-laki yang tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan perempuan yang bilang wanita itu matre, inget perempuan itu realistis"
"Sampai sini paham?" tanya naufal menatap felly yang malah tertidur pulas dalam pelukannya.
"Gemes banget sih pacar aku, harus buru-buru laporan sama bunda nih biar nikahnya di acc" kekeh naufal mengusap kepala felly.
Naufal menggendong felly ala bridal style menuju kamar felly.
'Tok'tok'tok.
Dengan susah payah naufal mengetuk pintu kamar sampai seorang perempuan membukanya.
"Eh, Felly Kenapa?" bingung karin.
__ADS_1
"Buka cepet"
"E-eh iya-iya" karin langsung membuka lebar-lebar pintu.
"Langsung bawa kekamar aja" seru karin mengikuti langkah kaki naufal.
"Felly kenapa fal?" tanya tasya yang panik menatap naufal mengendong Felly.
"Kenapa?" tanya tasya menatap karin.
"Gak tau" mereka berdua berdiri dibelakang naufal yang merebahkan tubuh Felly diatas kasur.
"Sssttttt" naufal menaruh jari telunjuknya didepan bibirnya mengisyaratkan karin dan tasya untuk diam.
"Dia tidur jangan berisik" jelas naufal dengan berbisik.
"Syukurlah kirain kenapa" sahut Karin legah, dengan reflek tasya menutup mulut Karin.
"Dibilang jangan berisik" tegur tasya, naufal menatap tajam kearah karin.
Naufal memberikan isyarat untuk keluar kamar, keduanya mengikuti langkah naufal keluar dari kamar.
"Gua cabut ya"
"Okee"
***
"Bar makasih ya"
"Makasih buat apa?" tanya yang yang masih asyik memeluk aleta.
"Untuk semuanya"
"Perasaan aku gak ngasih apa-apa ke kamu"
"Pokoknya makasih untuk selalu ada disamping aku, udah sesabar ini dan udah seberusaha ini"
"Udah ya sekarang yang penting you are mine"
"Apa?" tanya barra, aleta hanya diam dengan pipi merah padamnya.
"Ulang coba aku gak denger"
"I love you sayang" aleta langsung menyembunyikan wajahnya didada barra.
"I love you too sayangnya barra" jawab barra mengecup kening aleta, mereka terlarut dalam pembukan masing-masing.
"Aku siap bar" barra mengerutkan keningnya bingung.
"Aku siap ngasih hak kamu" barra yang sadar dengan ucapan aleta menatap perempuan didepan lembut.
"Aku gapapah kok" jawabnya dengan senyuman hangat.
"Aku juga gapapah bar, ini hak kamu dan udah kewajiban aku untuk berikannya"
"Kamu yakin?" aleta menggangguk mantap.
"T-tapi aku takut"
"Yaudah gak usah di paksa"
"Bar"
"Iya sayang"
"Aku gapapah, tapi pelan-pelan ya"
"You're serious?"
"Aku serius bar" aleta mengusap rahang tegas barra dengan lembut.
"Jangan nyesel" kekeh barra, barra langsung mematikan lampu kamar mereka.
Dengan pencahayaan sinar rembulan yang menyaksikan kedua manusia yang sama-sama tabu untuk menyalurkan hasrat cinta mereka.
__ADS_1
***
"Kamu seneng?" Dira mengganggukan kepalanya dengan pertanyaan laki-laki dewasa yang tengah mengusap perutnya.
"Makasih"
"Aku yang harusnya berterimakasih karena kamu mau terima aku dir"
"Aku laki-laki yang banyak kurangnya dan beruntung mendapatkan wanita yang sempurna dan baik seperti kamu, terima kasih sudah hadir ditengah-tengah hidup ku yang suram, terima kasih karena sudah mencintai ku dengan sangat, aku berjanji akan selalu menjaga kamu dan memberikan yang terbaik dari yang terbaik"
"Jangan pernah tinggalin aku ya" Dira menatap tatapan teduh laki-laki didepannya.
"Aku gak akan pergi, kecuali"
"Kecuali?"
"Kamu yang meminta aku untuk pergi dari hidup kamu"
"Gak akan, aku gak akan ngebiarin kamu pergi dari hidup aku, aku gak bisa kalo gak sama kamu"
"Kan aku bilang kalo kamu yang suruh aku pergi"
"Aku gak mungkin suruh wanita yang sangat aku cintai untuk meninggalkan aku, aku tanpa kamu hancur dir"
"Iya sayang"
"Liat nih papah kamu cengeng" ledek Dira mengusap perutnya.
"Papah cengeng sama mama kamu doang" sahutnya yang ikut mengusap perut dira.
"Udah ah masa nanti papahnya lomba nangis sama anaknya" seru Dira, keduanya terkekeh.
***
"Mah, nerisaa harus gimana?" kesalnya.
"Mama juga bingung"
"Mama kasih ide dong"
"Ini juga semua gara-gara mama"
"Kok kamu jadi nyalahin mama sih, jelas-jelas kamu juga ngeliat kan cowok yang bakal dijodohin sama si aleta"
"Terus aku harus gimana mah, aku gak rela barra sama aleta"
"Ya kamu jangan mojokin mama gini dong mama juga jadi buntu gak punya ide jadinya"
"Pokoknya nerisaa gak mau tau aleta harus cerai sama barra" serunya menggebu-gebu.
"Aleta gak mau gimana?"
"Aku bakal buat barra yang ceraikan aleta" serunya dengan senyuman sinis.
"Kamu yakin barra bakal ceraikan aleta, kamu sendiri liat kan segitu cintanya barra sama aleta"
"Ya pokoknya mereka harus cerai nerisaa gak mau tau, mama aja bisa buat papah aleta cerai sama mamanya masa nerisaa gak bisa!" kesalnya.
"T-tapi sa"
"E-eh kamu mau kemana?" cegah wanita perumbaya itu.
"Mau keluar cari angin"
"Udah malem" cegahnya.
"Cuman mau cari angin"
"Yaudah jangan sampai kemaleman pulangnya sa"
"Iya, mama bawel deh" kesalnya yang langsung berlalu pergi meninggalkan rumah.
"Kaka nerisaa kok jahat sih" kesal anak kecil laki-laki itu begitu masuk kedalam kamarnya.
Bersambung........
__ADS_1