
...🦋 Happy Reading bestie 🦋...
...***...
Dengan cahaya yang hampir gelap aleta menatap rumah yang ada didepannya sekarang.
"Ini rumah siapa?" Tanyanya bingung.
"Rumah kita" jawab barra yang sedang mengeluarkan koper yang berisikan baju yang aleta bawa ke hotel tadi.
"Ini hadiah pernikahan kita dari mami papi" jelasnya, aleta mengganggukan kepalanya tanda mengerti.
"Mulai sekarang kita tinggal serumah karena kan sekarang kita udah sah suami istri" Aleta mengindikan bahu geli begitu mendengar kata suami istri yang keluar dari mulut barra dia masih begitu tidak nyaman dengan kata-kata 'itu'.
"Mama intan juga boleh tinggal disini biar rumah kita rame" ujar barra.
"Serius gapapa?" Tanya aleta meyakinkan.
"Kenapa gak? Mama kamu kan mama aku juga begitu pula sebaliknya jadi ya gapapa kalo kita bertiga tinggal bareng"
"Udah ayo masuk ngapain ngobrol diluar sih" ajak barra memasuki rumah baru mereka.
Begitu masuk kedalam aleta menatap keseluruhan penjuru ruangan dengan begitu terkesima dengan interior rumah ini.
"Gimana suka?" Tanya barra.
"Iya"
"Ini semua elvan yang urus"
"Elvan?"
"Iya, dia pinter kalo masalah interior" Aleta menganggukkan kepalanya dengan penjelasan barra.
"Ayo kamar kita diatas" mereka berdua berjalan menaiki tangga dengan perlahan sambil Aleta terus menatap kekiri dan kekanan.
"Ini kamar utamanya yang rencananya bakal jadi kamar kita berdua" ujar barra.
"Tapi kalo kamu gak mau kita sekamar ya gapapa biar kamu yang nempatin biar aku dikamar yang lain" jelas barra.
"Gak usah kita sekamar aja" jawab aleta hati-hati.
"Kamu yakin?"
"Iya, bagaimana pun juga kita udah menikah gak enak kalo sampe orang tua kamu tau kalo kita pisah ranjang" jelas aleta.
"Oke"
"Dirumah ini ada 5 kamar, 1 kamar utama, 1 kamar yang ukurannya hampir sama kaya kamar ini, 2 kamar sedang dan 1 kamar pembantu"
"Besok kamu boleh keliling rumah ini buat liat-liat untuk sekarang mending kamu mandi terus kita makan abis itu istirahat" suruh barra.
Begitu aleta masuk kedalam kamar mandi barra keluar dari kamar menuju dapur.
"Masak apa ya" ujarnya membuka kulkas hanya terdapat sisa sayuran, beberapa nugget dan teman-temannya, itu pun sisa dari dia dan kawan-kawannya yang waktu itu yang sibuk menata interior rumah ini.
Barra nampak sibuk berkutat didapur laki-laki itu begitu lihai menggunakan alat-alat didapur, begitu kelar dia menatanya diatas meja.
"Barra" panggil aleta, barra melihat kearah aleta yang menggunakan kaus kebesaran sampai kelutut yang menutupi celana pendeknya.
"Iya" Aleta berjalan menghampiri barra yang tengah sibuk menata makanan dimeja.
"Kamu yang masak?" Tanya Aleta.
"Iya"
"Yaudah sana mandi biar aku yang lanjutkan" suruh aleta.
"Gausah tanggung, kalo kerja tuh gak boleh setengah-setengah nanti istrinya kumisan" jawabnya asal.
"Tapi aku gak kumisan"
"Karena kan aku gak pernah kerja setengah-setengah makanya kamu gak kumisan"
"Udah cepet sana mandi ih, omongan kamu gak masuk akal" usirnya.
"Iya-iya" begitu barra pergi aleta melanjutkan sisa pekerjaan barra begitu selesai aleta berjalan keruang tamu menyalahkan televisi menunggu barra yang sendang mandi.
__ADS_1
Hampir 30 menit dia menunggu barra mandi tapi tidak ada tanda-tanda laki-laki itu keluar dari kamar.
"Nih orang ngapain sih sebenarnya?"
"Tidur apa mandi sih" keluh aleta.
Aleta pun berjalan menaiki tangga dengan tidak sabaran karena laki-laki itu mandi mengalahkan perempuan lama sekali.
"Barra lama banget sih" keluhnya membuka pintu kamar, terdapat barra didepan cermin sedang mengeringkan rambut dengan handuk hanya menggunakan boxer tanpa menggunakan baju.
Barra menatap kearah aleta "Ih kok gak pake baju sih" teriak Aleta menutup matanya begitu melihat barra hanya menggunakan boxer dengan rambut basah dan jangan lupakan handuk ditangannya pemandangan ini benar-benar membuat muka aleta panas dan jantungnya berdetak kencang.
"Makanya jangan nyelonong aja" jawab barra.
"Siapa suruh gak dikunci" sahutnya.
"Salah sendiri nyelonong masuk"
"Ih udah cepetan pake baju abis itu langsung turun makanannya pasti udah dingin gara-gara kamu mandinya lama melebihin putri keraton" kesal Aleta langsung keluar dari kamar.
"Iya-iya"
"Gak pake lama" teriak aleta dari luar kamar.
***
Ketiga remaja laki-laki itu tengah sibuk bermain vs didalam kamar.
"Kata lu barra lagi ngapain?" Tanya elvan.
"Mana gua tau" sahut Naufal acuh tak acuh.
"Pasti lagi belah duren tuh sih barra" jawab Abiyan.
"Iya pasti lagi malam pertama dia" sahut elvan.
"Gimana kalo kita kerumah barra?" Ajak Elvan.
"Ngapain?" Tanya Naufal bingung.
"Nonton barra malem pertama secara live" heboh Elvan.
"Ide bagus ayo" Abiyan langsung mengambil kunci mobil.
"Yakan penasaran" ujar elvan.
"Tuh anak dua pasti udah tidur karena kecapean"
"Gak mungkin pengantin melewatkan kesempatan malam pertama" sahut abiya.
"Ayo Van" ajak abiya kedua laki-laki itu langsung berlari keluar dari dalam kamar.
"Wah udah gila tuh anak dua"
"Pokoknya gua gak ikut-ikutan liatin aja gua aduin mereka"
"Tapi gua gak bisa biarin gitu aja, itu kan privasi orang emang bego tuh anak dua"
"Aelah nyusahin aja" Naufal langsung mengambil konci motornya dan menyusul kepergian dua temannya itu.
Begitu sampai didepan rumah barra nampak begitu sunyi dia menatap kepenjuru rumah hanya terdapat mobil Abiyan yang terparkir asal tapi keberadaan dia laki-laki itu gada.
Naufal menatap kearah atas betapa kagetnya dia melihat temannya yang sedang memanjang menggunakan tangga kearah balkon kamar.
"Bener-bener gila tuh anak dua" ujar Naufal frustasi.
Naufal ingin meneriakin mereka berdua tapi yang ada nanti malah ketauan jadi dengan terpaksa naufal menyusul naik keduanya.
Begitu sampai atas Naufal ingin mengomel tapi abiyan dan Elvan yang mengetahui keberadaan laki-laki itu dibelakang mereka langsung membekap mulut Naufal bersamaan.
"Hmmm" ujarnya menepuk tangan yang membekapnya.
"Sssttttt jangan berisik coba lu dengerin" bisik Elvan.
"Aw bar" teriak perempuan dari dalam sana.
"Tuh apa gua bilang dia lagi malam pertama gak percaya sih lu" seru elvan.
"Ehmmm" Naufal terus memberontak.
"Kita lepasin tapi lu jangan berisik nanti kalo ketauan barra yang ada kita bertiga abis" ujar Abiyan yang dijawab anggukan kepala oleh naufal.
"Tangan lu berdua bau anjir" kesal Naufal begitu keduanya melepaskan bekapan dimulut Naufal.
__ADS_1
"Sssttttt jangan berisik" ujar Abiyan.
"Bar pelan-pelan sakit" keluh dari dalam
Elvan dan abiyan langsung mendekatkannya diri ke pintu kaca itu dari celah gorden yang terbuka sedikit suasana didalam kamar begitu gelap gulita sama sekali tidak terlihat apapun.
"Gelap banget anjir" bisik abiyan.
"Parah nih aa barra sukanya gelap-gelapan" sahut Elvan pelan.
"Gak tau gua penasaran apa sama muka istrinya si barra" keluh Abiyan.
"Lah, lu emang belom liat" tanya Elvan yang bingung.
"Beloman anjir"
"Waktu nikahan tadi lu ngapain aja anjir masa sama sekali gak liat?"
"Kan tadi gua bolak-balik kamar mandi mulu akhirnya pulang duluan ini aja baru baikan perut gua"
"DL"
"****!"
"Udah pokoknya cantik deh"
"Emang iya?"
"Temen-temennya cantik gak?"
"Cantik sih, tapi masih cantikan cewe yang gua tolongin kali" ujarnya.
"Sstttt jangan berisik bego" kesal Elvan.
"Bar sakit" teriak Aleta.
"Ini udah pelan-pelan ta"
"Wah parah barra kasar banget" ujar elvan menggelengkan kepalanya tidak menyangka, Naufal hanya terdiam.
"Makanya cepetan kelepasin"
"bentar ini susah"
"Lagian gimana caranya bisa masuk sih" kesal Aleta.
"Aww" ringisnya.
"Makanya jangan ditarik, sabar ini lagi aku lepasin pelan-pelan"
"Gelap makanya susah" jelas barra.
"Yaudah nyalahin lampunya" suruh aleta.
"Gimana nyalainnya ini aja masih nyangkut"
"Apa gunting aja ya?"
"Anjir Aleta parah banget masa mau digunting" dengan reflek Elvan teriak, kedua laki-laki itu juga kaget mendengar ucapan aleta.
"Abis dong buyung puyuh barra" keluh Abiyan.
"Kalian berdua berisik bego" bisik Naufal kesal dengan reflek keduanya menutup mulut masing-masing.
"SIAPA DISANA?" Teriak barra.
"Mampus ketahuan" dengan panik mereka menuru tangga berebutan.
"Cepet woy" ujar Naufal.
"Sabar anjir" jawab Elvan yang berada dibawa Naufal.
"Woy cepetan nanti ketauan barra" panik Abiyan.
"NGAPAIN KALIAN?" Teriak barra dari atas balkon kamar.
Mereka sudah sampai ditengah jalan sampai suara dari atas mengagetkan mereka dan tidak seimbang akhirnya mereka bertiga jatuh tersungkur dibawah dengan posisi elvan dipaling bawah tertimpah tubuh Naufal dan abiyan.
"Anjir uhuk-uhuk woy berat" keluh Elvan.
"Bangun uhuk-uhuk" ujar elvan pelan.
Bersambung.........
__ADS_1