
...🦋 Happy Reading bestie 🦋...
...***...
Sore ini aleta sedang berjalan seorang diri ditaman dekat apartemen dia menghentikan langkahnya menatap kearah taman suasana sore itu hanya tampak beberapa orang yang berlalu lalang mungkin karena dikit lagi matahari akan berganti dengan bulan.
Aleta duduk dibangku dekat pinggir jalan tak jauh darinya terdapat seorang laki-laki remaja yang sepertinya seumuran dengannya tengah bermain basket sendirian.
"Main basket sendirian" racaunya mengindikan bahunya acuh.
Aleta yang tengah asyik bermain headphone digenggamnya tidak sadar bahwa ada bola yang melayang diatas kepalanya dengan begitu kencang bola itu menghantam kepalanya hingga membuat tubuhnya tersungkur diatas rumput.
Laki-laki yang tidak sengaja melempar bola basket itu langsung berlari menghampirinya dengan panik.
"Hey bangun" panggilnya menepuk-nepuk pipi Aleta.
Dengan pandangan yang buram aleta mencoba membuka matanya sambil mencoba bangkit dan dibantu laki-laki didepannya.
Dengan terus memegang kepalanya yang sangat sakit aleta akhirnya terduduk dengan wajah yang masih menunduk.
"Kamu gapapa?" Tanya laki-laki khawatir, dengan perlahan aleta menegakkan kepalanya walaupun pandangannya masih buram.
"Sssttttt" ringisnya memegang kepala sambil mencoba untuk mengumpulkan kesadarannya.
"Hidung kamu berdarah" ujar laki-laki itu reflek, aleta langsung memegang hidupnya dia menatap kearah tangannya yang berlumuran darah pandangannya semakin buram dan pada akhirnya aleta jatuh pingsan, dengan sigap laki-laki itu menahan tubuh aleta.
Dia menatap kesamping ada headphone aleta yang tergeletak diatas rumput dia langsung memasukkannya kedalam kantong celananya dan langsung menggendong aleta bridal style membawa kedalam mobilnya yang terparkir tidak jauh darinya.
"Duh harus cepet-cepet gua bawa kerumah sakit nih"
"Kalo anak orang kenapa-kenapa gua bisa diomelin emaknya" racaunya panik.
****
"Dok tolong temen saya dok" paniknya masuk kedalam rumah sakit dengan membawa aleta dalam gendongannya.
Suster suster langsung berdatangan menghampiri dirinya.
"Langsung bawa masuk kedalam aja mas" dengan setengah berlari laki-laki membawa aleta masuk kedalam.
"masnya silahkan keluar biarkan diperiksa dulu sama dokter"
"Iya itu ditolongin ya temen saya tadi kepala kena bola basket"
"Iya mas"
Dengan cemas laki-laki mondar-mandir didepan pintu kamar itu tapi dokter dan para suster tak kunjung keluar dari dalam semakin membuat dirinya cemas.
'Clek
"Gimana dok?" Tanyanya begitu melihat dokter keluar dari dalam.
"Keadaan baik-baik saja dia hanya shock berlebih makanya mimisan"
"Mungkin sebentar lagi akan siuman, anda sudah boleh menjenguknya"
"Baik dok terimakasih"
"Iya sama-sama saya permisi"
Dengan perlahan laki-laki itu berjalan menghampiri brangkar wanita yang tengah berbaring dengan tenang dalam tidurnya.
"Untung anak orang gapapa, tapi jidatnya memar gitu duh pasti sakit banget tuh" ringisnya melihat keadaan aleta.
"Gua harus hubungin keluarganya nih" dia langsung mengeluarkan ponsel yang tadi dia ambil.
"Yaelah dikunci lagi" racaunya.
__ADS_1
Hampir satu jam dia duduk disamping gadis itu tapi tidak ada tanda-tanda gadis yang tengah tertidur itu akan terbangun.
'Dret'Dret'Dret
📞 Mama is call
'Halo sayang, kamu dimana kok belum pulang ini udh malem loh katanya pergi sebentar tapi sampe jam 10 belum pulang juga mama khawatir loh' tanya bertubi-tubi wanita parumbaya dari ujung sana.
^^^'Hm ha_halo tante'^^^
'Ini siapa ya?'
^^^'Saya Abiyan tante'^^^
'Abiyan siapa? Kenapa hp anak saya bisa di kamu?'
^^^'Itu tante sebelumnya saya minta maaf, tadi saya lagi main basket ditaman terus gak sengaja ngenain kepala anak tante terus dia pingsan'^^^
'Hah? Terus anak saya dimana sekarang?'
^^^'Anak tante saya bawa kerumah sakit'^^^
'Rumah sakit mana?'
^^^'Rumah Sakit Perm*t* kamar mawar no.8 lantai 2'^^^
'Saya kesana sekarang'
^^^'Iya tante hati-hati'^^^
Tut.
📞 Mami cantik is call
^^^'Iya hallo mi'^^^
'Kamu udah nyampe Indonesia?'
'Kenapa gak langsung pulang kerumah?'
^^^'Kemarin dijemput abang rencananya mau kasih surprise kok ini malah ketauan duluan sih' keluhnya.^^^
'Halah gausah sosoan ngasih surprise deh'
^^^'T-tapi mih_'^^^
'Cepat sekarang pulang papah kamu nungguin'
^^^'Iya nanti aku langsung kesana setelah urusan Zayan selesai'^^^
'Gausah banyak alesan cepet pulang sebelum papi kamu marah'
^^^'Iya mi'^^^
Tut.
"Duh, terus nih cewe gimana masa gua tinggal kan gak mungkin "
"Tapi, dari pada gua diomelin papih"
"Gimana ya"
"Gua tulis surat aja kali ya, emaknya nih cewe juga udah mau kesini"
"Yaudahlah gapapa" laki-laki itu langsung menuliskan surat untuk gadis itu setelahnya dia langsung pergi.
"Sorry ya gua gak bisa minta maaf langsung gua buru-buru soal sekali lagi sorry banget" ujarnya menyesal menatap gadis itu yang masih tengah tertidur.
__ADS_1
***
"Sus kamar mawar no.8 sebelah mana ya?" Tanya seorang wanita parumbaya itu dengan khawatir.
"Ibu naik aja bu ke lantai dua nanti ada disebelah kanan"
"Baik sus, terimakasih"
Dengan cemas mama intan menyusuri jalan rumah sakit sampai akhirnya kamar yang dia cari ketemu.
'Clek.
Terdapat anaknya yang tengah berbaring dia langsung menghampirinya dengan terburu-buru.
Dia menatap ke seluruh penjuru ruangan sama sekali tidak menemukan keberadaannya laki-laki yang berbicara dengan ditelepon.
"Apa mungkin lagi keluar?" Mama intan melihat surat di nakas sampai brankar aleta.
"Kertas apa nih" bingungnya membolak-balik kertas itu.
'Tante sekali lagi saya mau minta maaf atas ketidak sengajaan saya yang telah mencelakai anak tante, buat kamu maaf ya saya gak bisa minta maaf langsung soalnya saya harus pergi karena urusan yang sangat penting
Saya bener-benar menyesal karena bola basket saya mengenai kepala kamu kalo ada apa-apa kamu bisa menghubungi nomor saya ya 08********** sekali lagi saya bener-benar minta maaf kenapa tante dan kamu.
ohiya biaya rumah sakit sudah saya bayar semuanya ya tan.
Abiyan'
"Setidaknya anak ini sudah ada itikad baik untuk bertanggung jawab"
"Mah" Panggil aleta.
"Sayang udah bangun"
"Kok aleta ada disini?" Tanyanya bingung.
"Kamu tadi kena bola kamu inget" Aleta mencoba mengingat perkataan mamanya.
"Iya aleta inget"
"Yang bawa kamu ke sini Abiyan"
"Abiyan?" Bingung aleta.
"Cowo yang gak sengaja bolanya ngenain kepala kamu namanya abiyan" jelas mama intan yang dijawab anggukan kepala aleta.
"Dia yang bawa kamu kerumah sakit dia juga yang bilang ke mama"
"Terus sekarang orangnya mana?" Tanya aleta bingung menatap kepenjuru ruangan tidak menemukan siapapun.
"Orangnya udah pergi katanya ada urusan nih dia naro surat disini kamu baca sendiri" ujar mama intan menyerahkan surat itu.
Dalam diam Aleta membaca isi surat itu dia "Yah seenggaknya dia bertanggungjawab" ujar aleta.
"Iya jarang-jarang anak muda jaman sekarang bertanggungjawab biasanya kabur"
"Aleta mau pulang sekarang ya ma"
"Loh emang udah baikan?"
"Aleta udah gapapa kok"
"Bener?"
"Iya, lagi juga Aleta gak suka lama-lama dirumah sakit jadi kita pulang aja ya"
"Yaudah biar mama tanya dokter dulu ya"
__ADS_1
"Iya mah"
Bersambung........