
...🦋 Happy Reading bestie 🦋...
...***...
"Kita jadinya liburan kemana nih?" Tanya Elvan.
"Bali aja gimana?" Usul Karin.
"Gua sih terserah" sahut Naufal.
"Gua juga tergantung aleta aja" sahut barra.
"Gimana ta?" Tanya tasya.
"Bebas kalian atur aja gua ikut"
"Oke Bali ya" final Karin.
"Main Bali Bali aja lu" sahut Elvan.
"Gimana?"
"Gua mesti ijin dulu sama Rafael " seru dira.
"Ajak aja om ganteng" sahut Tasya.
"Yeh gatel laki orang tuh" seru Karin.
"Lah emang lakinya Dira ganteng gua mah jujur" jawab Tasya tak mau kalah.
"Hari Kamis kan nilai keluar gimana kalo jum'at malem kita berangkat?" Usul Tasya.
"Biar bisa malem mingguan cari bule di Bali lu ya" cecar Karin.
"Nah pinter"
"Leuga bestie"
"Jones susah yeh" keluh Elvan.
"Sadar diri pak monmmap" sahut kedua wanita itu.
***
"Gimana boleh gak?" Tanya dira penuh harap.
"Kapan?" tanya laki-laki yang tengah sibuk dimeja kerjanya.
"Jum'at malam"
"Jum'at ini?"
"Iya"
"Emang nilai kelulusan kamu kapan keluar?" Tanya Rafael menatap dira.
"Hari Kamis"
"Oke, tapi"
"Tapi apa?" Tanya dira dengan jawaban Rafael yang menggantung.
"Aku ikut"
"Kamu yakin mau ikut?" Tanya dira meyakinkan.
"Iya sesekali aku ikut kamu kumpul sama temen-temen kamu boleh kan?"
"Aku tanya sama yang lain dulu deh"
"Oke" jawab Rafael dan melanjutkan pekerjaannya.
...WhatsApp...
...Aleta Online...
Aleta
^^^Kenapa dir?^^^
Gua dibolehin pergi kebali sama Rafael tapi kalo Rafael ikut
^^^Yaudah ajak aja sesekali dia ikut lu^^^
Gapapah nih?
^^^Gapapa santai aja^^^
Oke
"Oke kamu boleh ikut" final dira.
"Kalo gitu kita berangkat pake jetpribadi aku aja ya"
"Tapikan_"
"Gak ada tapi-tapian sayang"
"Oke terserah kamu"
"Yaudah ayo tidur udah malem" ajak Rafael.
"Kerjaan kamu?"
"Udah kelar"
"Bener?" Tanya dira meyakinkan.
"Iya sayangku"
***
"Huaaaaaaaaa Akhirnya lulus" teriak karin heboh ditengah lapangan yang sudah penuh dengan murid murid yang heboh dengan hasil kelulusan mereka.
"Seneng banget" heboh fely.
__ADS_1
"Asyik jadi anak kampus" lanjut Tasya.
"Pada mau lanjut kuliah dimana?" Tanya karin.
"Tadinya kita bertiga mau lanjut kuliah dikorea biar bisa traveling tapi kayaknya gak jadi deh kan aleta sama dira udah nikah" sedih fely.
"Kan bisa lanjut kuliah disini aja fel" ujar aleta mengusap punggung fely.
"Iya kita bisa satu kampus bareng-bareng" seru tasya.
"Bisa satu kampus bareng doi" ledek dira, fely yang diledekin hanya tersipu malu.
"Cieeeeee" teriak mereka berbarengan.
"Nambah deh yang bucin" keluh tasya.
"Makanya cari pacar" ledek karin.
"Dih, sama-sama jomblo kita" sahut Tasya.
"Gua mah single"
"Sama aja kali"
"Bedalah jomblo tuh nasib kalo single tuh prinsip"
"Halah gundul mu, intinya sama aja gak punya doi gak bisa uwuw lu" sewot tasya mengusap muka karin.
"TASYA MAKE UP GUA NANTI BERANTAKAN!" teriak Karin, Tasya langsung berlari menjauhi Karin yang mengejarnya.
"Fely seneng deh dulu kita bertiga doang eh sekarang malah jadi berlima, kalo dulu disaat dira sama aleta sibuk fely kesepian tapi sekarang ada karin sama tasya yang suka dengerin keluhan fely" ujar fely tersenyum.
"Sorry ya kita suka sibuk sendiri" sesal dira.
"Iya gapapah kok wajar aja kan punya kesibukan masing-masing gak bisa selalu harus sama-sama apalagi sekarang kalian udah punya keluarga masing-masing" jelas fely.
"Makasih buat semuanya ya, fely sayang banget sama kalian"
"Wah fely udh dewasa" seneng aleta.
"Sini peluk" mereka bertiga pun berpelukan.
"Mau peluk juga" teriak Karin.
"Sini" sahut fely, mereka berlima pun berpelukan.
POV ALETA
"Ada yang ketinggalan lagi gak bar?"
"Gak ada sayang udah semua kok" teriak barra.
"Ini serius mau bawa 1 koper aja?" Tanya aleta lagi.
"Iya sayang"
"Tapikan kita 1 Minggu disana"
"Nanti kita bawa 1 koper kosong"
"Buat apa?"
"Kok jadi kamu yang suka belanja"
"Liat aja nanti juga yang excited belanja siapa"
"Terserah kamu deh"
"Yaudah sana siap-siap"
"Iya"
POV FELY
"Fel cepetan ini Naufal udh jemput loh" teriak bunda kaila.
"Iya bentar bund" sahut fely yang terburu-buru menuruni tangga dengan koper ditangannya.
"Kamu ini kebiasaan lelet banget" keluh bunda.
"Bunda nih bawel banget"
"Heh ada apasih kok ribut gini?" Tanya ayah.
"Nih anak kamu kebiasaan kalo mau pergi lama banget" adu bunda.
"Ini udah kelar kok, bunda aja yang ngomel-ngomel terus"
"Kasian itu Naufal nungguin kamu"
"Gapapah kok bund" sahut Naufal.
"Tuh Naufal aja gapapah" ujar ayah.
"Iya yah santuy cewe kan emang lama kalo siap-siap jadi wajar"
"Nah bener kamu"
"Ya terserah kalian lah" seru bunda.
"Masih ada yang ketinggalan lagi gak?" Tanya Naufal.
"Udah semua kok"
"Yaudah kita berangkat ya bund, yah" pamit Naufal.
"Iya hati-hati ya"
"Gak boleh lecet tuh anak ayah"
"Siap ya pulang mulus pokoknya dalam keadaan utuh" sahut Naufal menyalimi ayah.
"Fely berangkat"
"Hati-hati jangan buat rusuh" tegur bunda.
__ADS_1
"Iya"
"Hati-hati ya sayang"
"Iya yah"
"Assalamualaikum" ke-dua pun berlalu pergi masuk kedalam mobil yang Naufal kendarai menunju bandara.
***
Jam menunjukkan pukul 8 malam Elvan tengah mengumpat kesal didalam mobil karena ulah Tasya dan karin.
"Nih cewe dua lama banget sih kek putri keraton aja" keluhnya.
'Tin'Tin'Tin
'Tinnnnnnnnnnnnnnn
Dengan sangat tidak sabaran Elvan terus menelakson mobilnya didepan rumah minimalis didepannya.
Terdapat kedua gadis yang berjalan terburu-buru menghampiri mobil Elvan.
"Lama banget sih lu berdua" kesal Elvan begitu kedua gadis itu masuk kedalam mobilnya.
"Iya ih bawel ini kan udh disini yang penting" sahut karin.
"Kita telat nih" kesal Elvan.
"Emang jam berapa sih?" Tanya Tasya.
"Udah jam 8, kita berangkat jam 9 sedangkan perjalanan ke bandara aja 1 jam belom macetnya" jelas Elvan.
"Yaudah maap" sesal tasya.
"Lu berdua ngapain duduk dibelakang"
"Lah terus?"
"Ya kalian pikir gua supir"
"Udah Sono lu duduk didepan usir tasya"
"Lu aja sya kan gara-gara lu telat nih"
"Gak ah Elvan serem kalo lagi ngamuk takut gua"
"Kalo gak ada yang mau maju satu gua gak bakal jalan nih "
"Iya-iya gua didepan" pasrah Karin.
Begitu ketiga sampai di bandara mereka langsung berjalan dengan terburu-buru mencari keberadaan aleta dan yang lain.
"Eh, itu mereka" tunjuk Tasya begitu melihat Aleta, Dira, fely dan yang lainnya tengah duduk menunggu mereka.
"Ayo samperin" ujar elvan.
"Lama banget sih lu" keluh naufal.
"Gara-gara nih dua cewe lama banget ngalahin putri keraton" kesal elvan.
"Tau lu sya"
"Lu juga"
"Enak aja jelas-jelas elu yang lelet"
"Ya namanya ketiduran"
"Udah udah gak usah main salah-salahan" lerai Dira.
"Ayo"
"Kita gak ketinggalan pesawatkan?" Tanya Tasya.
"Gak kok, ayo" ajak dira.
Mereka semua berjalan beriringan mengikuti langkah Dira begitu sampai mereka bingung.
"Kok naik ini?" Bingung Elvan.
"Ya emang naik pesawat jet pribadi punya om rafael" sahut fely.
"Tau gitu ngapain buru-buru" keluh Elvan.
"Yeh kalo gak buru-buru mau berangkat kapan" sahut Naufal.
"Wah keren banget" ujar Tasya berbinar ketika masuk kedalam pesawat.
"Iya bagus" sahut fely.
"Pesawit nih" ujar Karin frontal.
"Hah?" Bingung mereka semua dengan ucapan karin.
"Iya pesawit"
"Pesawit apaan anjir" tanya Elvan bingung menatap karin.
"Perjaka keren sarang duit" jelas Karin, mereka hanya menggeleng kepala dengan perkataan Karin.
"Sa'ae lu mpo jaenab" kata Elvan menepuk kening Karin.
"Ih sakit anjir"
"Boleh nih kalo gak ada pesawit, duren sawit pun jadi" seru Karin.
"Duren sawit apaan lagi anjir?" Bingung Elvan.
"Duda keren sarang duit"
" Selera lu duda Rin?" seru Tasya menggelengkan kepalanya.
"Yah sakit nih anak, kelamaan jomblo nih" sahut Elvan menyentil kening karin.
__ADS_1
"ELVAN SAKIT" teriak karin mereka semua terkekeh melihat pertengkaran keduanya.
Bersambung........