Aleta

Aleta
43. Bali


__ADS_3

...🦋 Happy Reading bestie 🦋...


...***...


"Akhirnya Welcome to Bali" teriak Elvan merentangkan kedua tangannya menatap kearah atas begitu turun dari pesawat.


"Berisik" seru naufal mengusap wajah elvan.


"Aissttt, bau tangan lu" kesal Elvan.


"Enak aja" sahut Naufal tak terima.


"Nora ih" cibir karin.


"Syirik aja"


"Udah udah ayoo" lerai Tasya.


Mereka semua berjalan beriringan menyusuri lorong bandara dengan saling bergandengan tangan ke pasangan masing-masing dan dibelakang mereka terdapat ketiga remaja bercibir dengan ketiga pasangan romantis didepannya.


"Duh Bali panas ya" seru Karin.


"Iya nih panas banget" sahut Tasya.


"Perlu yang dingin-dingin nih, es kelapa enak kali ya" jawab Elvan.


Seakan ucapan ketiga remaja itu bagaikan angin lalu bagi keenam orang yang berada didepan mereka, ketiga pasangan itu tidak menghiraukan dan terus berjalan kedepan.


"Mau makan dulu apa langsung ke hotel " Tanya barra, begitu mereka sampai didepan mobil yang menjemput mereka.


"Langsung ke hotel aja kali ya cape banget nih" keluh karin.


"Iya mau langsung istirahat" lanjut fely.


Akhirnya mereka semua memutuskan untuk langsung ke hotel yang sudah mereka booking.


"Akhirnya nyampe" keluh Elvan yang langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur.


"Mandi dulu sana lu" suruh Naufal.


"Nanti deh"


"Cepet sana"


"Bawel banget dah lu fal"


"Udah sana" usir Naufal menarik tangan Elvan.


"Iya-iya"


"Gua ke kamar mandi duluan ya" seru tasya.


"Iya" sahut kedua wanita itu.


"Jangan lama-lama" teriak karin.


"Iya bawel" jawabnya dari dalam kamar mandi.


"Fely cape" keluhnya begitu membaringkan tubuhnya diatas kasur.


"Yaudah istirahat aja"


"Nanti deh kalo udah bersih-bersih"


"Gua mau beresin barang-barang kita dulu"


"Sini biar fely bantu"


"Katanya cape"


"Gapapa"


"Yaudah sini"


Keduanya sibuk membereskan barang-barang bawaan mereka untuk dimasukan ke dalam lemari hotel.


"Kamu istirahat gih" suruh Rafael begitu melihat wajah dira yang begitu pucat.


"Aku mau beresin barang-barang kita dulu"


"Gausah biar aku aja" cegah Rafael.

__ADS_1


"Gapapah kan dikit doang"


"Udah kamu istirahat aja, liat tuh muka kamu udah pucat banget kamu butuh istirahat kasian anak kita" cegah Rafael mengusap kepala Dira.


"Yaudah tapi"


"Tapi apa?" Tanya Rafael penasaran dengan Dira yang menggantungkan ucapannya.


"Temenin aku tidur ya mau dipeluk" lanjutnya dengan menatap kearah bawah sambil memilin jari-jarinya.


"Ini yang manja mama-nya apa baby-nya?" Tanya Rafael gemas, Dira semakin menatap kearah bawah begitu rafael meledek dirinya.


"Boleh ya?"


"Iya sini-sini, gemes banget sih bumil satu ini" ujar Rafael menepuk kasur disamping, dengan senang dira menghampiri suaminya itu dan langsung menghambur kedalam dekapan hangat Rafael.


"Udah sekarang tidur" seru Rafael mengusap punggung Dira diakhiri kecupan di kening wanitanya itu.


"Sayang udah belum?" Teriak barra.


'clek


Pintu kamar mandi terbuka dengan aleta yang sudah berganti pakaian tidur.


"Baju kamu udah aku taro didalam kamar mandi" seru aleta.


"Makasih sayang" jawab barra yang diakhiri kecupan dipipi aleta dan langsung berlalu masuk kedalam kamar mandi.


Aleta berjalan kearah nakas terdapat air panas dia langsung membuat dua cangkir coklat panas dan membawanya ke balkon kamarnya.


Dari atas balkon kamar hotel aleta menatap kearah langit malam yang begitu cerah sambil memegang secangkir coklat dengan perlahan dia menghirup aroma coklat sambil memejamkan matanya.


Hampir 15 menit Aleta duduk dibalkon dengan coklat hangat yang tinggal setengah cangkir.


"Ngapain diluar" tanya barra yang memeluk aleta dari belakang.


"Sini duduk aku buatin coklat panas, cepet minum nanti keburu dingin" seru aleta yang menarik tangan barra untuk duduk disampingnya.


Keduanya sama-sama terdiam sambil menikmati coklat masing-masing dengan udara yang begitu sejuk.


"Masuk yuk udah malem" ajak barra.


"Ayoo disini dingin" pinta barra, akhirnya keduanya masuk kedalam kamar dan langsung menutup pintu balkon.


Kedua insan itu tidur bersebalahan dengan aleta yang berada didalam pelukan barra.


***


"Pagii" sapa karin.


"Sini duduk" seru Dira.


Mereka semua duduk dimeja makan yang sudah terdapat berbagai macam hidangan didepannya.


"Om ganteng mana?" tanya tasya melihat ke semua penjuru mencari orang yang dia sebut.


"Ada meeting"


"Loh gak ikut liburan?"


"Gak"


"Kirain ikut liburan beneran mau seneng-seneng rupanya sama aja kerja" sahut Karin cekikikan.


"Jadi list kita hari ini mau kemana dulu?" tanya tasya.


"Makan dulu nih baru mikirin mau kemana" seru elvan.


"Gimana kalo melasti beach" usul karin.


"Bawel mending makan nih" ujar elvan memasuki sepotong roti kedalam mulut Karin.


"ELVAN!" Kesal Karin menepuk lengan Elvan kencang.


"Anjir sakit Rin" keluhnya mengusap lengannya yang kebas.


"Jangan mulai deh van mending makan" lerai naufal.


"Rese loh!" kesal karin.


"Elvan suka kali sama lu" celetuk naufal.

__ADS_1


"Ih ogah gua sama cewe bar-bar kaya dia" sahut Elvan.


"Lu pikir gua mau sama modelan kek lu" sambar Karin sewot.


"Gua ganteng gini wajar aja kalo sampe lu suka mah" sahut Elvan percaya diri.


"Ya Allah jauhkan hamba mu ini dari godaan setan terkutuk" ujar Karin mengadakan tangan keatas dengan mata tertutup.


"Mana ada setan ganteng kaya gua"


"BODO AMAT!"


"Udah Udah nanti lama-lama kalian jodoh" lerai Tasya jengah, semua mata hanya menggelengkan kepalanya dengan kelakuan kedua temannya yang tak kunjung berhenti berdebat.


"Balik sendiri lu gak gua antrin"


"Nyenyenyenye"


"Udah sih gak bisa ngalah banget sama cewe" kesal naufal.


Kelima remaja itu berdiri dari bangku mereka dengan serempak.


"Eh, mau kemana?" tanya Karin bingung.


"Jalan-jalan lah" sahut Tasya santai sambil menggandeng tangan Dira.


"Ih makanannya belum kelar" cegah karin.


"Siapa suruh debat terus"


"Bye Karin"


"Jangan ditinggal" serunya langsung berlari mengejar teman-temannya.


"Udah sana abisin dulu kita tunggu luar" cegah Dira.


"Nanti ditinggal"


"Gak"


"Bener?"


"Kita cuma mau ke balkon nyari udara segar"


"Jangan ditinggal ya"


"Iya bawel"


Aleta memejamkan matanya sambil menghirup udara segar dengan perlahan sampai usapan dibahunya membuat ia membuka matanya dan menatap kearah samping.


"Seneng?" yang langsung dijawab anggukan kepala.


"Jadi, mau kemana dulu?"


"Karin kan mau ke melasti beach" jawabnya.


"Udah lama juga gak ke pantai"


"Mau berenang juga?"


"Boleh"


"Yaudah jangan lupa bawa baju ganti"


"Ay ay captain" dengan gemas barra mengacak-acak rambut aleta.


"Ih berantakan dong" ujarnya cemberut.


"Tapi masih tetep cantik" sahutnya menjawil hidung Aleta.


"DUH PANAS YA!" Teriak Tasya mengibaskan tangannya didepan wajah, Dira hanya terkekeh dengan gurauan temannya itu begitu mereka menonton keromantisan aleta dan barra.


"Makanya cari pacar" suruh Dira.


"Yaampun nyari mah udah tapi belum dapet aja"


"Lebih semangat"


"Akan saya usahakan semaksimal mungkin nyai" jawabnya sambil membungkukkan badannya, mereka semua terkekeh dengan jawaban tasya.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2