Aleta

Aleta
35. Orang Gila


__ADS_3

...🦋 Happy Reading bestie 🦋...


...***...



"Kamu gak ngomong kalo punya kembaran" ujar Aleta tiba-tiba.


"Gak penting juga tuh anak diomongin" jawab barra santai.


"Tapikan aku perlu tau kamu bar"


"Iya sayang iya"


"Sini aku ceritain" pinta barra agar Aleta mendekat.


"Sini" barra menarik tangan aleta pelan agar duduk disebelahnya.


"Jadi aku itu tiga saudara yang pertama bang Arkan kamu tau kan"


"Kalo bang Arkan aku tau dia dokter dirumah sakit, kita kan juga pernah beberapa kali ketemu dia juga datang kan waktu pernikahan kita"


"Pinter" ujar barra menjawil hidung Aleta.


"Ih, barra"


"Nah ada aku sama Abiyan, Abiyan itu tinggal diparis tadinya yang harus tinggal diparis aku tapi gak jadi karena ada beberapa problem sampai akhirnya ya Abiyan ya tinggal disana" Aleta nampak mengganggukan kepala.


"Nah dia baru balik dari paris karena yang seharusnya nikah sama kamu tuh dia tapi dia gak mau akhirnya aku yang harus gantiin dia dan kemarin dia balik lagi keparis karena menyelesaikan sekolahnya kemungkinan dia bakal lagi kesini setelah lulus sekolah buat lanjut kuliah"


"Kok bisa akrab banget sama Elvan sama Naufal kan dia tinggal diparis"


"Kamu ingetkan waktu aku bilang kita kenal dari smp?" Tanya barra.


"Iya" jawabnya mengganggukan kepala.


"Nah dulu tuh dimana ada aku disitu pasti ada Abiyan, apapun yang aku pake pasti dia pake karena mami selalu belikan kita samaan hanya beda diwarnanya aja kalo mami beliin apapun itu dan gak sama pasti Abiyan langsung ngambek karena kata Abiyan kita kan kembar jadi apapun itu harus sama walaupun muka kita gak mirip"


"Muka kalian gak mirip?" tanya Aleta bingung.


"Iya gak mirip"


"Tapikan kalian kembar"


"Kembar tak selalu identik sayang" jelas barra.


"Iya sih tapi kan biasanya anak-anak kembar tuh selalu mirip dan gak bisa dibedain" jawab Aleta.


"Jadi pengen punya anak kembar cewe" racau aleta reflek mengusap perutnya.


"Yuk buat" bisik barra dikuping Aleta.


"Hah?" Bingung aleta menatap barra.


"Katanya mau anak kembar cewe kan aku ada keturunan kembar yuk buat" ajak barra berbinar.


"Ih apasih, sekolah dulu sana yang bener" jawab Aleta galak langsung berlalu kearah tangga.


"SAYANG YAKIN GAK MAU BUAT" terakhir Barra yang melihat Aleta menghindarinya.


"GAK!" Jawabnya ketus, barra hanya terkekeh melihat Aleta yang salah tingkah saat menaiki tangga.


***


Dijam istirahat ke-dua ini kelima gadis itu duduk dikantin karena dira yang katanya ingin makan bakso, mereka menurut saja dengan permintaan dira pasalnya gadis itu waktu jam istirahat pertama hanya makan satu bungkus roti dan jus alpukat.


Biasanya dijam istirahat ke-dua mereka habiskan duduk dibelakang taman sekolah untuk membahas mata pelajaran yang baru saja mereka pelajari ntah itu untuk saling sharing atau sekedar mengeluh tidak lupa dengan begitu banyak cemilan dihadapan mereka.


"Nih bakso pesanan nyonya Rafael" Ujar Karin menaru bakso pesanan Dira diletakkan dimeja depan gadis itu.


"Makasih cinta" ujar dira.


"No problem bestie" jawab karin mengibaskan rambutnya kebelakang.


"Silahkan dimakan nyonya Rafael" suruh tasya, pasalnya dira hanya menatap bakso yang dibawakan Karin tadi dengan mata berbinar tapi belum juga memakannya.

__ADS_1


"Yah, si rusuh dateng nih" racau Karin yang melihat nerisaa dan juga antek-antek berjalan kearah meja mereka.


"Gak usah diurusin" sahut aleta.


"Gak bisa ta, kebetulan mulut gua lagi gatel pengen maki-maki orang nih" jawab Tasya.


"Nah kebetulan tuh samsak dateng" girang karin, aleta hanya mengangkat bahu acuh.


"Haii adek ku sayang" sapa nerisaa.


"Dih emang di akuin jadi kakaknya Aleta lu" jawab Tasya pedes.


"Nyaut aja lu kerupuk kulit" sahut sandra.


"Dih cabe kering" jawab karin.


"Lu tuh cabe" balas sandra sewot.


"Dih gak sadar diri dandan lu macem cabe-cabean goceng pinggir jalan tuh liat, gak punya kaca ya?" Tanya karin.


"Sembarangan lu" nyangkal nerisaa.


"Temen lu kali tuh yang gak kuat beli kaca kan anak bansos mana punya duit" ledek sandra menatap dira remeh.


"Mending lu cabut deh ganggu aja" seru fely.


"Tau nih bikin orang gak berselera makan"


"Eh anak bunda udah berani ya sekarang?" Tanya nerisaa meledek.


"Siapa yang takut sama modelan tante girang macem kalian" balas fely sengit, ketiga remaja itu terkekeh.


"Mending lu cabut deh ganggu banget tau gak sih" suruh aleta.


"Tapi gua punya permintaan"


"Banyak mau lu" sewot Karin.


"Dih katanya orang kaya tapi minta-minta ketauan kan sekarang siapa yang miskin" lanjut fely.


"Diem deh gua gak ngomong sama kalian" kesal Karin pasalnya ke-tiga temen aleta selalu saja ikut campur dalam urusannya.


"Mau minta apaan sih lu, minta aja sana sama papah dan mama kesayangan lu" jawab aleta.


"Gua mau lu cerai sama barra" kelima gadis itu kaget dengan permintaan nerisaa.


"Dih sakit jiwa ya loh" sewot Tasya.


"Emang gila nih orang, kemarin-kemarin lu yang gencar banget pengen aleta nikah giliran aleta nikah lu mau dia cerai?" Ujar Tasya.


"Lu pikir orang nikah sama kaya orang pacaran yang bisa putus nyambung kapan aja gila lu ya" ujar dira datar.


"Gua gak mau tau pokoknya lu harus cerai sama barra"


"Kalo gua gak mau gimana?" Jawab aleta santai.


"Gua yang bakal buat barra ceraikan lu" jawabnya bangga.


"Terserah lu deh" sahut aleta malas.


"Udah mendingan cabut deh lu sana" usir tasya jengah.


"Ditunggu surat cerainya"


"Udah miskin hati, miskin adap, eh sekarang malah miskim rasa malu masa minta-minta laki orang" ujar Tasya mengepalkan tangannya.


"Gak laku ya mba?" Kekeh karin.


Nerisaa mengepalkan tangannya dengan ucapan Tasya dan karin dia benar-benar kesal dengan kedua wanita itu.


"Kenapa gak seneng?" Tanya karin yang melihat tangan nerisaa mengepal.


"Awas ya lu" ujar nerisaa menunjuk tasya dan berlalu pergi meninggalkan meja mereka.


Saat nerisaa melangkah tasya dengan sengaja menjulurkan kakinya sampai membuat nerisaa jatuh tersungkur dibawah kaki Karin.

__ADS_1


"Upss sorry" ujar Tasya nampak shock dan pura-pura menyesal.


"Yaampun gak usah sujud dikaki gua segala kali" kekeh karin.


Dengan terburu-buru Sandra langsung membantu nerisaa begitu temannya jatuh dipermalukan oleh teman-teman aleta, begitu nerisaa berdiri tegak mukanya merah padam melihat kearah tasya nyalang tanpa aba-aba dia menarik rambut tasya.


"Ih apa-apa sih lu" teriak tasya begitu nerisaa menarik rambutnya dia langsung mencekal tangan nerisaa dengan kasar.


"Lu tuh gak usah kurang ajar deh mentang mentang deket sama aleta, inget lu tuh bukan siapa-siapa" seru nerisaa.


"Emang lu siapa?" sahut tasya sengit.


"Rese banget sih lu" ujar sandra.


"Dih yang jelas-jelas rese tuh kalian suka ngusik orang lain" jawab Karin.


Sandra mengambil gelas yang berisi air yang ada dimeja milik seorang wanita bertubuh gempal didekat meja aleta tanpa rasa bersalah dia menyiram kewajah Karin.


"MAKSUD LU APA HAH!" Teriak Karin kesal dia langsung menampar pipi Sandra, melihat Sandra ditampar karin, nerisaa langsung menampar balik Karin tapi Tasya tak tinggal diam dia langsung memukul pipi nerisaa sampai gadis itu tersungkur dilantai Kantin sambil memegang pipinya.


"APA-APA SIH LU GILA YA HAH!" teriak nerisaa memegang pipinya yang begitu sakit akibat tinjuan karin.


"Jelas jelas yang gila tuh elu" tunjuk dira kearah nerisaa.


"Mending lu cabut deh apa mau gua tambahin juga sekalian" ujar Dira datar, nerisaa langsung dibantu berdiri oleh sandra.


"Awas aja lu gua bakal aduin kalian" ancam sandra yang langsung berlalu pergi membawa nerisaa.


"Silahkan" jawab Karin meledek, begitu kedua wanita itu tak terlihat lagi dia langsung kembali duduk kantin yang tadinya sunyi dan begitu tegang akibat pertengkaran mereka berlangsung kembali normal semua murid seakan ikut menahan nafas akibat pertengkaran sengit itu.


"Gila ya tuh orang gak habis pikir gua" kata Karin.


"Harusnya Karin gak usah sampai pukul nerisaa" ujar fely.


"Biar tau rasa tuh anak sesekali harus digituin biar gak kurang ajar" sahut tasya.


"Tapi nanti kalo sampe guru bk tau kalian bisa diskors"


"Gua gak takut" jawab keduanya.


"Emang nerisaa kenal sama barra?" Tanya fely.


"Gak tau" jawab aleta mengindikan bahunya acuh.


"Coba lu tanya deh" suruh Dira.


"Nanti deh"


"Yaudah makan"


"Jadi gak nafsu gara-gara tuh orang" kesal dira menopang dagunya diatas meja.


"Udah makan lu gak kasian sama gua yang penuh perjuangan untuk mendapatkan bakso itu, ngantrinya panjang banget" ujar Karin.


"Iya dira kan istirahat pertama cuma makan roti sama jus" lanjut fely.


"Makan sedikit aja hargain yang udah cape-cape antri" seru aleta.


"Demi Karin" jawab Dira.


Dengan perlahan dira memasukkan bakso itu kedalam mulutnya untuk sejenak dia terdiam dengan rasa bakso didalam mulutnya.


"Enyak" ujar dira dengan mulut yang terisi penuh dengan bakso.


"Makan jangan sambil ngomong nanti kesedak" tegur Aleta.


"Tau pelan-pelan dir" seru tasya.


"Dira kaya orang ke laperan ih" kata fely.


"Santai dir kalo kurang nanti gua antri lagi" ujar karin menepuk pundak dira pelan.


"Enyak banet Weh" jawabnya.


"Perasaan rasanya sama aja kaya kemarin-kemarin" ujar fely.

__ADS_1


"Lagi laper kali" kekeh Tasya.


Bersambung..........


__ADS_2