
...🦋 Happy Reading Bestie 🦋...
...***...
"Huaaaaaaaa cape banget" keluh Elvan begitu mereka sampai di balkon hotel.
"Lebay" sahut karin.
"Lu pada gak cape emang?" tanyanya menatap Karin dan tasya.
"Gak!"
"Emang ya cewek tuh kalo urusan jalan-jalan sama belanja gak gak bakal ada capenya, giliran diajak nongkrong baru nyampe udah bilang cape"
"Lu ngajak nongkrong anak orang kaga dikasih makan kali makanya ke laperan ngajakin pulang" sahut tasya.
"Jangan-Jangan lu beliin air mineral sama promag doang ya" tuduh karin.
"Enak aja gua masih mampu bahkan beliin lu 7 villa sekaligus" sombong Elvan.
"Halah paling harta orang tua"
"Orang tua tuh nyari uang buat anak"
"Alesan aja"
"Kalo anak tidak menikmati terus orang tua nyari uang buat apa? buat kuburan elite?"
"Astaghfirullah elvan mulutnya minta disedekahin?"
"Ngawur omongan lu" naufal mengusap wajah elvan dengan tampang tengilnya.
"Asin ih" kesalnya menghentakkan tangan Naufal.
"YANG NYURUH LU JILAT TANGAN GUA SIAPA ANJIR! EMANG LU ANJ*NG PAKE SEGALA JILAT-JILAT!" Kesal naufal mengusap telapak tangannya ke punggung Elvan.
"Lagian lu kebiasaan" kesalnya yang mencoba menyingkir dari Naufal.
"Udah ayo masuk" ajak tasya mereka semua pun berlalu pergi meninggalkan Elvan dan naufal yang masih sibuk saling tarik-menarik baju Elvan.
***
"Gimana bagus gak" Tanya bunda Keyla yang menatap mama intan penuh harap.
"Wah ini sih bagus" mama intan nampak mengganggukan kepalanya dengan senang melihat beberapa lembar kertas dengan gambar desain gaun didepan mejanya yang begitu cantik dan anggun.
"Aku bilang juga apa kamu pasti suka"
"Ini lucu deh kalo dipake sama anak-anak"
"Iya" kedua terkekeh dengan ucapan mereka.
"Gak kerasa ya" ujar bunda Keyla.
"Iya"
"Perasaan dulu masih pake popok main lari-larian jatuh terus nangis" lagi-lagi mereka terkekeh dengan kenangan yang telah lampau.
"Roda kan berputar key"
"Iya yang penting sekarang kamu udah sehat aku seneng banget sahabat aku tercinta bisa pulih" bunda Keyla menatap mama intan dengan mata berkaca-kaca.
"Kok sedih sini-sini peluk" mereka berdua akhirnya berpelukan dengan saling mengusap punggung.
__ADS_1
"Aku mau berterimakasih pada tuhan karena begitu baik masih memberikan aku kesempatan untuk melihat anakku bahagia dengan sejuta kesalahan aku"
"Kamu gak salah tan kamu orang tua yang sangat luar biasa hebat, kalo aku diposisi kamu belum tentu aku bisa sekuat kamu gak mungkin aku bisa berdiri didepan kamu saat ini. tapi kamu bisa buktiin kepada dunia bahwa kamu bisa dengan begitu kamu sudah menunjukkan bahwa kamu ibu sekaligus ayah yang hebat buat aleta" tegas bunda keyla.
"Tapi tanpa uluran tangan kamu aku gak bisa didik aleta dengan baik key, ini semua juga berkat kamu aku mau ucapin terimakasih ah bahkan ucapan terimakasih pun gak cukup key" mama intan tanpa menyeka air matanya yang menetes.
"Jangan ngomong gitu" bunda Keyla menggelengkan kepalanya dengan ucapan mama intan.
"Kamu didik aleta, kamu sayangi dia, kamu perlakukan dia sama seperti kamu memperlakukan felly tanpa kamu mungkin aleta gak bisa sampai sekuat ini"
"No! aleta kuat karena mamanya wanita yang hebat, kamu wanita yang luar biasa tan kamu juga pantas mendapatkan yang lebih baik lagi kamu pantas bahagia"
"Makasih ya"
"Jangan ngomong makasih terus, Aleta dan Dira mereka tuh sama Dimata aku mereka berdua sama halnya seperti putri kandung ku sendiri bahkan aleta dan dira yang selalu jagain Felly"
"Udah ah, jangan melow terus" kekeh bunda keyla.
"Tau nih lagi baper"
"Sensitif kangen anak" sahut bunda lagi-lagi mereka terkekeh.
"Udah nanti cantiknya ilang jam 12 kita ada meeting sama klien"
"Sekarang jam berapa?"
"Jam 11 ayo siap-siap" ajak bunda.
"Ayo"
"Eh, cuci muka dulu terus benerin riasan kamu" cegah bunda Keyla.
"Halah gak usah segala benerin riasan orang mau ketemu klien doang kok" tolak mama intan.
"Halah kaya anak muda aja sih" keluhnya.
"Ayoo cepet sana" bunda menarik mama intan masuk kedalam kamar mandi.
"Gak us__"
"Gak ada penolakan, sana masuk" dengan pasrah mama intan masuk kedalam kamar mandi.
"AKU KEDEPAN DULU MINTA SUPIR SIAPIN MOBIL" Teriak bunda dari luar.
***
"Jadi gimana?" tanyanya laki-laki bertubuh tinggi berisi dengan kulit kuning langsat didepan kedua wanita parumbaya itu.
"Kami setuju pak dengan proposal yang bapak berikan" tukas bunda keyla.
"Saya sangat bersyukur kamu ms. keyla dan ms. intan menyukainya, barang kali ada yang kurang nanti masih bisa kita bicarakan biar nanti direvisi dengan sekretaris saya"
"Untuk saat ini proposal yang bapak ajukan sangat bagus kami juga sangat suka dengan desain yang bapak kirim"
"Tapi mungkin kalo ada sedikit yang kami rubah tau tambahan bagaimana?" tanya mama intan.
"Saya tidak masalah saya sangat percaya dengan butik kalian makanya saya berani untuk bekerja sama dengan kalian"
"Baiklah terimakasih pak"
"Iya sama-sama kalo begitu saya permisi dulu masih ada meeting" laki-laki parumbaya itu mentap kearah jam ditangannya.
"Oh baiklah sekali terimakasih pak leon" kedua wanita itu berdiri begitu laki-laki didepannya bangun dari duduknya.
__ADS_1
"Iya sama-sama senang berbisnis dengan ms. Keyla dan ms. Intan" keduanya berjabatan tangan berganti dengan pak leon.
"Kalo ada kekurangan bisa langsung hubungi sekretaris saya saja ya"
"Baik pak"
"Ohiya biar semua makanan ini saya yang bayar, hitung-hitungan sebagai tanda terima kasih karena kelancaran bisnis kita"
"Yaampun makasih pak"
"Iya, saya permisi" laki-laki itu pergi dengan sekretaris yang mengikuti langkah dibelakang.
"Proyek baru" seru bunda.
"Kita harus semaksimal mungkin" kata mama intan semangat.
"Semangat amat" ledek bunda.
"Harus dong"
"Ganteng ya" tanya bunda menyenggol lengan mama intan.
"Ganteng kan" tanya lagi.
"Apasih"
"Halah so polos, jelas-jelas pak leon ngeliatin kamu aja"
"Wajar dia punya mata key"
"Tapi tatapannya beda"
"Apanya yang beda sih"
"Tatapan memuja"
"Sakit ya" mama intan meletakkan punggung tangannya dikening bunda keyla.
"Orang lagi serius juga"
"Iya kita emang harus serius sama proyeknya"
"Proyeknya apa pak leonnya"
"Mending kamu minum obat deh"
"Gapapah kok btw dia duda anak 2, kedua anaknya udah nikah dan tinggal diluar negeri pasti dia kesepian mana keliatan juga laki-laki yang bukan pemain sekretarisnya aja laki-laki kan" jelas bunda Keyla.
"Mending kita balik kebutik banyak kerjaan dari pada ngomongin orang dosa"
"Ah gak asyik nih, siapa tau jodoh"
"Aku gak kepikiran nikah lagi"
"Yang nyuruh kamu nikah lagi siapa?" tanya Bunda Keyla, mama intan nampak membisu dengan pernyataan bunda Keyla.
"Kan aku cuma bilang dia duda kesepian, tapi ya kalo kamu mau nikah sama dia aku harus pastiin dulu dia baik apa gak" seru bunda keyla terkekeh.
"Ayo ah balik kebutik aku tinggal nih" mama intan terburu-buru keluar dari cafe untuk mengalihkan pembicaraan dari bunda Keyla.
"Mengalihkan pembicaraan aja" ujarnya menyamai langkah kaki mama intan.
Bersambung........
__ADS_1