
...🦋 Happy Reading bestie 🦋...
...***...
Hampir 1 minggu bagas terbaring dirumah sakit akibat dipukul membabi buta oleh elvan, akhirnya tepat hari ini dia sudah benar-benar pulih dan diperbolehkan untuk pulang.
"Gua harus kerumah abang buat cari tau yang sebenarnya"
"Apa yang buat abang bawa kabur dira?"
"Emang abang kenal sama dira dan temen-temennya?"
Dengan keadaan langit yang mulai gelap bagas terus melajukan motornya dengan begitu kencang menuju rumah evren.
Setelah sampai didepan gerbang yang menjulang begitu tinggi dia membunyikan klakson motornya.
Dengan tergesa-gesa seorang laki-laki membukakan pintu gerbang untuknya.
"Selamat malam tuan muda" sapanya.
"Abang ada?" Tanyanya.
"Tuan sedang ada perjalanan bisnis diluar negri"
"Kapan balik?"
"Saya kurang tahu"
"Sejak kapan?"
"Hampir 2 bulan tuan tinggal disana" jelasnya.
'Tumben banget selama itu' batinnya.
"Gua mau tanya" ujarnya tampak menimbang-nimbang.
"Tanya apa tuan muda?"
"Abang ada bawa gadis remaja seumur gua gak?" Tanyanya penuh selidik pasalnya laki-laki didepannya tampak terdiam.
"Woy! Gua nanya" sentaknya.
"Iy_a tuan muda"
"Siapa namanya?" Kaget Bagas.
"Kalo gak salah nona dira"
"Gimana bisa?" Tanya Bagas.
"Maksud tuan muda?" Bingungnya.
"Maksud gua gimana bisa abang bawa kabur anak gadis orang" cecar bagas, tetapi laki-laki itu nampak mengerutkan keningnya bingung dengan ucapan adik tuannya itu.
"Bawa kabur?"
"Iya Abang bawa kabur anak gadis orangkan"
"Tuan evren tidak pernah membawa kabur anak gadis orang"
"Terus Dira ikut Abang dengan suka rela gitu? kan enggak mungkin banget"
"A_anu"
"Maksudnya gimana sih?" Bingung Bagas dengan jawaban laki-laki itu.
"Terus kenapa dira bisa sama abang?" Tanyanya.
"Tuan beli nona dira club malam" jelasnya.
"Hah?"
"Beli?"
"Iya"
"Dijual?"
__ADS_1
"Kok bisa!"
"Iya memang seperti itu tuan"
"Maksudnya Dira dijual, terus dibeli sama Abang?" Kagetnya, yang dijawab anggukan kepala.
"Siapa yang jual?"
"Saya kurang tau tuan muda"
"Terus sekarang dimana dira?"
"Nona dira dibawa sama tuan evren keluar negri" Bagas nampak mengusap wajah dengan gusar dia sama sekali tidak menyangka akan menjadi serumit ini.
"Yaudah gua cabut" ujar Bagas langsung berlalu pergi meninggalkan pekarangan rumah abangnya dengan menggunakan motor dengan kecepatan sedang.
"Gimana bisa dira dijual diclub?"
"Jadi ini maksudnya gimana sih gua jadi bingung deh"
"Dira dijual terus dibeli sama abang, tapi yang jual dira kerumah bordir siapa?" racau bagas dengan sejuta pertanyaan yang ada di otaknya.
"Tuh anak gimana caranya bisa kejebak dirumah bordir"
"Nambah beban pikiran aja"
***
Keenam remaja itu duduk terdiam diruangan aleta mereka semua sibuk dengan dunia mereka sendiri sampai suara elvan memecahkan keheningan.
"Jadi gimana nih?" Tanya elvan frustasi mengusap kepala kasar.
"Ya mau gimana lagi? Kita gak tau kemana abangnya bagas bawa dira" sahut Naufal.
"Kita mau nunggu sampe kapan?"
"Kalo dira diapa-apain gimana?"
"Kalo Dira dijual luar negri gimana?"
"Terus organ Dira diperjualbelikan diluar negri gimana?"
"Kalian jangan ngaco deh" panik elvan.
"Gak mungkin kali, emang abangnya si bagas psikopat" elak Naufal.
"Ya siapa tau" sahut karin.
"Dira pasti baik-baik aja kok" seru barra.
"Baik-baik aja gimana tuh anak udah ngilang berbulan-bulan dan kita gak tau keberadaan dia dimana terus gimana kita bisa tau kalo dia baik-baik aja sih?" Tanya elvan.
"Ya kalian jangan neting dong, harus berfikir positif dan percaya bahwa dira baik-baik aja"
"Mending kita cari bagas"
"Mau ngapain lagi sih Van?" Seru Naufal.
"Lu mau gebukin tuh anak lagi sampe mati?" Cecar Naufal.
"Hah?" Keempat wanita itu nampak shock dengan ucapan Naufal.
"Elvan gebukin bagas?" Tanya fely penuh selidik.
"Dia berhak dapet itu semua" sahutnya.
"Tapikan_"
Evran langsung memotong ucapan Tasya dengan kesal "udah deh kalian mau belain tuh orang juga?" Tanyanya dengan kesal.
"Jelas-jelas abangnya dia yang bawa kabur dira wajar aja kalo gua gebukin masih bagus gak sampe mati tuh orang"
"Inget kalian jangan deket-deket sama bagas dan teman-temannya mereka semua tuh gak bener" perintah Elvan.
"Tapi bagas baik kok" sahut fely.
"Halah cuman kedok doang aslinya tuh mereka anak-anak gak bener, mereka tuh sering jadiin cewe buat taruhan kalian mau dijadiin bahan taruhan mereka" tanya elvan sontak ketiga wanita itu langsung menggelengkan kepala.
__ADS_1
"Jangan tertipu dengan kedok kebaikan orang semata, siapa yang tau dibalik kebaikannya ada maksud tertentu yekan" seru Naufal.
***
Keempat remaja itu berjalan beriringan dilorong sekolah dalam diam sampai suara melengking milik nerisaa menghentikan langkahnya.
"Haii adekku sayang" sapa nerisaa, aleta tetap acuh dan terus melangkah.
"Sombong banget sih disapa bidadari dipagi hari malah dicuekin" Tasya dan karin menatap nerisaa dari ujung kaki sampe ujung rambut wanita itu.
"Dih bidadari mana ada bentukannya kek badut ancol begini?" Sahut karin.
"Nenek lampir kali" cemoh tasya, mereka pun terkekeh tapi aleta tetap diam tampa bicara.
"Dih sirik ya gak secantik gua" sombongnya mengibaskan rambutnya kebelakang.
"Najis, masih cakepan mba Ela tukang bersih-bersih sekolah" sahut tasya dan Karin berbarengan menatap nerisaa jijik.
"Enak aja lu nyamain gua sama babu"
"Kan sederajat upsss"
"Bacot deh" kesal Sandra.
"Gimana temen lu?"
"Udah ketemu belom?"
"Dia jual diri kali kan anak orang miskin gak punya duit makanya ngej*l*ng" kekeh nerisaa.
"Kalo ngomong tuh dijaga nenek lampir" ujar Tasya, dengan sempontan Karin dan Tasya menarik rambut nerisaa.
"Apasih main fisik" seru sandra membantu nerisaa.
"Ih sialan apa-apa sih lu berdua ikut-ikutan mulu" kesal nerisaa menghentak tangan keduanya dengan kasar.
"Bukanya yang j*l*ng tuh nyokap lu ya?" Seru Aleta sengit.
"Ngaca!" Sahut karin dan Tasya mendorong punggung nerisaa.
"Ih apasih pegang-pegang alergi tau" sentak nerisaa.
"Gak punya kaca dirumah? Mau fely beliin gak? kasian banget sih"
"Gua ada nih gede lu mau?" Seru Karin.
"Udah kasih rin buat yang membutuhkan kasian gua sama dia nanti kita bisa beli lagi" suruh fely.
"Kita juga mampu gya perlu repot-repot lu kasih" sewot sandra.
"Dih sewot amat niat kita kan membantu untuk kaum yang tidak mampu" seru Tasya.
"Enak aja lu, gua masih mampu bahkan tokonya sekalian gua beli!" Teriak Sandra
"Santai dong" kekeh karin dengan Sandra yang sudah tersulut emosi.
"Yaudah sana beli biar bisa ngaca!"
Suara bel sudah berbunyi nyaring semua murid berbondong-bondong masuk kedalam kelas mereka.
"Bye nenek lampir" seru ketiga remaja itu, nerisaa hanya mencibirkan bibirnya kesal.
"Awas aja lu"
"Ayo cabut san" mereka berdua pun berlalu pergi.
"Kita kekelas dulu ya"
"Oke bye, sampai ketemu pas jam istirahat"
"Pagi anak-anak"
"Pagi Bu"
"Buka buku IPA kalian hal 135" semua murid membuka buku paket mereka sesuai yang diarahkan oleh guru.
"Biar ibu jelaskan terlebih dahulu setelah itu kalian kerjakan latihan soalnya ya"
__ADS_1
"Baik Bu"
Bersambung..........