
...🦋 Happy Reading Bestie 🦋...
...***...
"AKHIRNYA SAMPAI JUGA" Teriak elvan begitu turun dari pesawat.
"Berisik lu" kesal tasya.
"Tau nih, berangkat heboh pulang heboh"
"Nih cewek dua bawel banget sih, gua karungin mau lu pada" ancam elvan menatap sangar karin dan tasya, kedua wanita itu memasang tampang kesalnya.
"Lu kira kita beras pake segala dikarungin"
"Bawel" Elvan membekap mulut Karin dengan gemas.
"ELVAN GEULEUH IH ASIN!!" Teriaknya kesal.
"SIAPA YANG SURUH LU JILAT TANGAN GUA, MANA GUA ABIS CEBOK TADI" Sahutnya berlari menghindari Karin.
"Huaaaaaaaa"
"Awas lu ya"
"Menjijikkan sekali"
"Ewwh, gua aduin sama mami gua nanti"
"Bodoamat, aduin sana"
"Nyebelin banget lu" dengan kesal Karin melepas satu sepatu yang ia kenakan dan melemparkannya kearah Elvan.
Tapi lemparan sepatu karin meleset begitu saja, elvan langsung mengambil sepatu yang tergeletak dibawah aspal.
"GUA BUANG KE TONG SAMPAH YA!!"
"SINI GAK BALIKIN!"
"Kan tadi lu yang lempar, barang kalo udah dibuang gak baik dipungut lagi"
"Elvan sini" pinta karin masih terus mengejar elvan.
"Gak baik rin diambil lagi pamali mending gua bantuin buang ke tong sampah"
"Sepatu gua mahal, sini cepet balikin"
"Gak!"
"Elvan"
"Elvan sini, kaki gua panas nih" kesalnya terengah-engah.
"Ini ambil" serunya menggoyang-goyangkan sepatu karin diatas kepalanya.
"G-gak k-kuat lari lagi" sahutnya terengah-engah.
"Lemah"
"Cepet sini panas kaki gua"
"Ya lu sini"
"Gak kuat lari lagi Elvan"
"Yaudah gua buang"
"Jangan! lempar sini"
"Gak ah"
"Cepet!"
"Yaudah tangkap yaa"
"Iya"
"Tangkap Rin"
"Iya!"
"Cepet tangkap ya"
"Iya bawel"
"Tangkap"
"Lempar anjir, dari tadi cuma ngomong tangkap tangkap aja bikin orang kesel aja lu"
"Emosian amat!"
"Cepet!" teriaknya galak.
Elvan melempar sepatu karin dengan begitu kencang tapi gadis itu masih sibuk ngedumel sambil jongkok dibawah aspal bandara.
'Duk. Sepatu itu mendarat sempurna mencium kening karin, yang menyebabkan beberapa goresan dikeningnya akibat lemparan yang begitu keras.
"HUAAAAAAAAAAA"
"MAMI SAKIT!" Teriak karin kesakitan begitu sepatunya mendari sempurna dikeningnya.
Elvan tertawa terbahak-bahak "Gua suruh lu tangkap bukannya lu sundul pake jidat karintul, lu kira bola"
"Haduh berdarah" teriak Karin lagi-lagi begitu memegang jidatnya, dengan panik mereka menghampiri Karin yang duduk diaspal menatap telapak tangannya sambil menangis.
Elvan yang panik langsung berlari kearah karin.
"Lu sih lagian, kasar banget jadi cowok" dorong tasya, elvan yang tidak siap jatuh tersungkur diaspal.
__ADS_1
"Mana coba liat" fely mengecek jidat Karin.
"Iya lecet"
Elvan segera bangkit dan menatap jidat Karin yang kotor akibat sepatu yang mendarat dikeningnya dengan beberapa luka lecet.
"Elvan gua aduin mami gua, lu!" Elvan meringis dengan ancaman karin yang menunjuk dirinya dengan tampang marahnya, Elvan benar-benar merasa bersalah niatnya bercanda malah buat Karin celaka.
"Sorry ya gua gak sengaja, kan lu sendiri yang nyuruh lempar bukannya ditangkap"
"Udah salah malah nyalahin orang" galak Tasya.
"Iya-iya sorry"
"Sini-sini cuci, muka lu kaya pantat panci cemong"
"Apa!"
"E-eng-gaa, sini-sini" elvan menyiram wajah Karin dengan air mineral.
"Ssstt-aw aw perih ih"
"Ya lecet gitu perih lah"
"Pelan-pelan"
"Iya-iya" Tasya memberikan tisu kering kearah karin, Felly pun ikut membantu mengelap wajah Karin dengan tisu.
"Makanya kalo bercanda jangan keterlaluan" tegur dira yang buka suara dengan laki-laki dewasa yang masih sibuk dengan headphone ngenggamnya sambil mengusap lengan dira tanpa terusik sedikitpun dengan kericuhan yang dibuat oleh kedua temen Dira.
"Tau lu, udah tau dia cewek bercandanya perempuan sama laki-laki jangan disamain" timpal Naufal.
"Iya"
"Ayo" ajak Elvan.
"Lemes"
"Iyalah lemes orang abis lari-larian, nangis" seru tasya.
"Gendong" ujar Karin memelas, mereka semua dengan kompak menatap kearah Elvan, Elvan yang ditatap teman-temannya langsung diam.
"Tanggung jawab noh" seru barra mendorong bahu Elvan, dengan lesuh Elvan menurut langsung mengambil posisi jongkok didepan karin.
"Iya-iya, ayo naik" Karin naik ke punggung Elvan dengan senang.
"Astaga, lu berat banget Rin" keluh Elvan.
"Apa?"
"A-Ah e-eng-gaa itu ada burung terbang"
"Gak jelas udah cepet" kesalnya menepuk pundak Elvan.
"Ada aja kelakuan mereka" ujar Naufal geleng-geleng kepala.
"Kalo gak ada tasya, Karin, sama elvan sepi"
"Felly juga"
"Ih yang suka berantem kan kalian" seru Felly.
"Iya kalo Fely suka buat kacau" sahut tasya tak mau kalah, mereka terkekeh dengan perdebatan Tasya dan fely.
***
"Gimana liburannya?" tanya bunda yang duduk disamping naufal.
"Seru bund, nanti kita jalan-jalan ya"
"Baru juga pulang udah ngajak jalan-jalan"
"Ih maksud fely nanti, tapi ajak ayah sama mama intan terus ajak mama dira sama abi jangan lupa si cantik vania, oh iya kalo bisa ajak arzan juga pokoknya yang banyak biar rame" seru fely menggebu-gebu.
"Iya-iya"
"Aku gak diajak?" tanya Naufal begitu namanya tidak disebut.
"Diajak dong"
"Kirain gak diajak soalnya nama aku gak disebutin"
"Naufal mah harus ikut"
"Yeh pemaksaan kalo Naufal gak bisa gimana" sahut bunda.
"Ya tunggu Naufal bisa ikut"
"Yaudah sana mandi" suruh Naufal.
"Nanti"
"Aku udah mau pulang" seru Naufal menatap jam ditangannya.
"Yah, nanti aja" cegah fely.
"Kan masih bisa besok lagi" dengan lembut naufal mengusap fely.
"Tau ih lebay udah seminggu bareng terus, masa masih mau nempel lama-lama kamu kaya ulet keket nanti" fely cemberut dengan ucapan bundanya.
"Naufal pamit ya bund"
"Iya hati-hati"
"Aku pulang, kamu langsung mandi, makan terus istirahat ya" ujar Naufal mengusap kepala fely, fely menganggukkan kepalanya lesuh.
"Jangan cemberut gini dong" Naufal mengusap pipi fely.
__ADS_1
"Lebay nih" sindir bunda.
"Syirik" sahut fely menjulurkan lidahnya kearah bunda.
"Istirahat ya"
"Iya"
"Yaudah aku pamit"
"Bunda antar kedepan ya"
"Gak usah bund, Naufal masih tau jalan kok"
"Kirain lupa"
"Aman" kekeh naufal.
"Aku anter ya"
"Gak usah, udah sana masuk kamar"
"Pamit bund, assalamualaikum titip salam buat ayah"
"Waalaikumsalam, hati-hati fal"
"Siap bund"
***
"Kamu mau makan apa?" tanya aleta.
"Kamu lagi mau apa?" tanya barra menatap aleta.
"Apa ya" Aleta mengetuk-ngetuk jari telunjuknya didagu memikirkan makanan apa yang harus mereka makan malam ini.
"Gak tau" aleta menggelengkan kepalanya.
"Mau beli apa aku masakin?"
"Mau kamu masakin, eh tapi jangan deh"
"Kenapa?" barra mengerutkan keningnya bingung.
"Kan kamu cape kita baru pulang, kita pesen online aja ya"
"Terserah kamu deh"
"Oke, mari kita liat" Aleta bersandar kasur sambil terus mengskrol headphonenya dengan barra yang duduk bersandar dipundaknya menatap ke layar headphone aleta.
"Aku mau j.c* deh"
"Makan nasi sayang"
"Tapi mau j.c*"
"Yaudah pesen tapi itu makannya nanti ya abis makan nasi"
"Oke"
'Tingnong. bel rumah mereka berbunyi nyaring mengalihkan pandangan kedua orang itu.
"Biar aku yang cek" seru barra beranjak dari duduknya.
"Ikut"
"Kebawah doang"
"Mau ikut"
"Yaudah ayo" kedua berjalan beriringan menuju ruang tamu.
"Kamu tunggu sini, biar aku cek keluar" aleta menganggukkan kepalanya mengerti.
Barra melanjutkan langkahnya menuju pintu utama meninggalkan aleta yang duduk bersandar diruang tamu sendirian.
'Clek.
"Loh mama, sama siapa kesini?" tanya barra menatap kesekeliling tidak menemukan siapapun selain ibu mertuanya.
"Mama sendiri"
"Ayo masuk" ajak barra, keduanya berjalan beriringan menghampiri aleta yang tengah sibuk bermain gadgetnya.
"Ehem" demen wanita parumbaya itu, Aleta mengalihkan pandangannya dari layar ponselnya.
"Mama kangen" Aleta langsung menghambur ke pelukan mamanya.
"Yang abis liburan enak banget" sindir mama intan.
"Lebih seru lagi kalo ada mama sama bunda"
"Masa ibu-ibu ikut acara anak muda sih"
"Yah gapapah mah" sahut barra.
"Mama kesini sama siapa?" tanya aleta.
"Tadi mama diantar supir"
"Ohiya, nih mama bawain kalian lauk pasti kalian belum makan malem kan?"
"Kebetulan banget" ujar barra.
"Yaudah ayo makan"
"Ayo kita makan bareng"
__ADS_1
Bersambung........