Aleta

Aleta
31. Menikah


__ADS_3

...🦋 Happy Reading bestie 🦋...


...***...


Tepat hari ini, hari yang seharusnya menjadi momen bahagia bagi mereka yang saling mencintai untuk melanjutkan kejenjang yang lebih serius yaitu menikah tapi tidak bagi aleta.


Hari ini dia akan menikah kepada laki-laki yang bahkan dia tidak tau sama sekali siapa laki-laki itu? Orang seperti apa dia? Siapa suaminya nanti? Akan menjadi apa pernikahannya nanti? Apakah akan berakhir menyedihkan seperti pernikahan mama dan papanya?


Ah untuk memikirkannya saja aleta sudah malas dia benar-benar menjadi boneka papahnya dia harus mengikuti semua keingin laki-laki yang sudah menghancurkan hidupnya dan mamanya.


"Ciee yang mau nikah" Ledek nerisaa yang baru memasuki kamar pengantin yang Aleta tempati.


Selamat ya adekku sayang" kekehnya.


"Mending lu pergi deh ganggu aja" usir tasya.


"Dih siapa lu ngusir-ngusir gua" sewotnya.


"Mulut lu lemes banget ya gua sambelin mau?" Kesal karin.


"Apasih!"


"Cabut lu sono" teriak keduanya begitu melihat nerisaa keluar dari kamar itu.


"Aleta gak mau kabur aja?" Tanya fely khawatir.


"Iya ta, ayo kita bantuin kalo lu mau kabur" ajak karin.


"Kita gak tega lu dipaksa nikah gini" kata Tasya.


"Udah gapapa mungkin udah takdir juga jadi yaudah ikutin aja alurnya" jawabnya santai.


"Kita kan mau kuliah diluar negeri"


"Kan masih bisa fel"


"Tapi ta"


"Udah ya gua gapapa kok, udah sana kalian turun, gimana kalian udah masang kamera yang sesuai gua bilangin kan"


"Udah kok tenang aja"


"Mama intan jadi bisa liat diapartemen"


"Iya mama intan ditemenin sama mama Dira dan Vania jadi lu tenang aja ya"


"Yaudah kita turun dulu ya, lu gapapa kita tinggal sendirian?" Tanya dira meyakinkan.


"Gapapa tenang aja" Keempat gadis remaja itu keluar dari kamar hotel yang aleta tempati menuju ketempat acara ijab qobul yang akan berlangsung.


Begitu mereka sampai dibawah mereka dikagetkan dengan munculnya kedua laki-laki yang mereka kenal dan satu laki-laki yang mereka tidak ketahui.


"Loh kalian ngapain?" Tanya fely bingung.


"Ya dateng keacara nikahan temen kita lah" jawab elvan santai.


"Hah?" Keempat gadis itu dibuat kebingungan dengan jawaban ambigu elvan, pasalnya aleta sama sekali tidak memberi tahu mereka bahwa Aleta akan menikah hari ini.


"Maksudnya gimana deh?" Tanya dira.


"Iya kita dateng ke acara nikahan temen kita"


"Siapa?" Tanya Karin.


"Barra"


"WHAT?" Teriak keempatnya karena terkejut dengan kenyataan yang baru saja mereka ketahui.


"Sstttt, jangan teriak-teriak diliatin orang-orang nih" bisik Naufal.


"Malu anjir" tegur Elvan.


"Ini beneran?" Tanya dira meyakinkan.


"Iya"


"Tapi kata Aleta nama calon suaminya zay" bingung fely.

__ADS_1


"Nama lengkap barra kan Barra Rafeyfa Zayan Maulana" jelas laki-laki yang ada disebelah Naufal.


"Jadi maksud lu zay itu nama tengah barra?" Jawab Dira.


"Pintar" ujarnya menjentikkan jari.


"Terus lu siapa?" Tanya Tasya.


"Oh ini sodara kembarnya barra namanya Abiyan" ujar Naufal.


"Haii gua Abiyan" ucap Abiyan memperkenalkan diri.


"Kembar?" Lagi-lagi keempat gadis itu dibuat bingung dengan kenyataan ini.


"Iya sodara kembar, tapi gak identik lu liat aja mukanya gak ada mirip-mirip sama sekali sama barra" jelas Naufal, keempat mengganggukan kepala meneliti muka laki-laki itu.


"Iya sih gada mirip samsek" ujar Karin.


"Gua rasa sih nih bocah ketukar dirumah sakit" sahut Elvan.


"Yeh sembarangan lu" kesal Abiyan.


"Udah ayo gausah banyak tanya itu acaranya udah mau mulai" ajak Naufal, mereka berenam berjalan menuju podium yang sudah terdapat banyak orang berkumpul, yang isinya rekan kerja orang tua mempelai keduanya, dan beberapa kerabat dekat


"Saya terima nikah dan kawinya Aleta Quenby Elvina binti Aby Narendra dengan mas seperangkat alat sholat dan uang tunai tersebut dibayar tunai" ucap barra dalam satu kali tarikan nafas.


"Bagaimana para saksi sah?" Tanya penghulu.


"SAH" teriak semuanya senang.


"Alhamdulillah hirobbil alamin, silahkan calon perempuannya dijemput" ujar sang penghulu, keempat gadis itu langsung berjalan keluar untuk menjemput aleta yang sedang menunggu didalam kamar.


POV Aleta


'Clek


"Sayang" panggil seorang wanita parumbaya dengan nada suara yang sangat halus.


"Bun" seru aleta menatap kearah wanita yang masuk kedalam kamar pengantin.


"Anak bunda sudah besar" ujar bunda memeluk aleta.


"T-tapi bund"


"Percaya kata mama dan bunda nak"


"Kenapa harus aleta?"


"Ya karena memang harus kamu sayang"


"T-tapi aleta belum siap bund"


"Iya bunda tau umur kamu masih terlalu muda buat menikah tapi ini takdir yang tuhan berikan buat kamu jadi kamu harus terima ya"


"Aleta terima kok bund"


"Anak pintar"


"Ayo duduk dengerin calon suami kamu ijab qobul" kedua duduk berdampingan mendengarkan seorang laki-laki yang tengah melantunkan namanya dengan begitu lantang hanya dengan satu tarikan nafas.


'Clek.


Acara melow kedua wanita berbeda umur itu berhenti ketika kedatangan teman-temannya.


"Aleta" panggil dira.


"Bunda keluar ya kalian jangan lama-lama dikamar pengantin wanitanya udah ditungguin" ujar bunda.


"Iya bund" jawab mereka.


"Gua udah jadi istri orang" ujar aleta dalam pelukan dira.


"Iya, dan gua percaya ini takdir yang paling indah yang tuhan berikan ke lu" ujar Dira yang terus mengusap-usap punggung aleta.


"Selamat menempuh hidup baru, semoga selalu diisi dengan kebahagia dan pernikahan kalian selalu diberkati setiap langkahnya"


"Entah kenapa sedikit hati gua bergetar hebat begitu mendengar laki-laki itu mengucapkan ijab qobul" ujar aleta.

__ADS_1


"Ini kado terindah yang Tuhan berikan sebagai pelindung lu" jawabnya melepaskan pelukannya dan tersenyum menatap Aleta.


"Selamat ya aleta, maaf selalu buat kalian susah dengan tingkah fely semoga aleta selalu diberikan kebahagia menjadi keluarga yang Aleta inginkan" ujar fely dalam pelukan aleta.


"Iya, udah sedikit lebih dewasa ternyata fely kita" kekeh aleta.


"Selamat ya pokoknya samawah" ucap Tasya memeluk Aleta.


"Iya makasih"


"Ah, selamat Aleta sayang doa gua cuma satu semoga dengan menyandang status baru lu bisa selalu bahagia dan apa yang lu inginkan berjalan sesuai dengan apa yang lu mau" kata Karin memeluk Aleta.


"So sweet, makasih Karin" jawab aleta membalas pelukan Karin.


"Udah ayo melow-melownya, pengantin yang cantik ini udah ditunggu kedatangannya oleh suami tercintanya" ajak dira.


Kelima gadis itu berjalan ditangah red karpet dengan Dira dan fely disamping aleta memegang tangan aleta, Tasya dan Karin dibelakang mengikuti langkahnya.



Setelah benar-benar sampai didepan sang mempelai pria, tatapan aleta tetap kebawah sampai suara laki-laki didepannya membuat dia mendongakkan kepalanya.


"Suaminya didepan bukan dibawah" ujarnya.


"B-barra" kaget aleta.


"You are mine!" bisiknya ditelinga aleta.


"T-tapi gimana bisa?"


"Nanti aku ceritain, sekarang kita lanjutin dulu susunan acara selanjutnya" bisik barra, aleta duduk disamping barra.


"Sekarang silakan tanda tangan buku nikahnya" keduanya pun langsung menandatangi buku nikah itu.


"Nah boleh dipakaikan cincin" lanjut sang penghulu.


Barra dengan perlahan memakaikan cincin dijari manis aleta begitu selesai gantian Aleta yang memakaikan cincin dijari barra.


Aleta pun menyalimi tangan barra, begitu Aleta menunduk barra langsung memegang ubun-ubun Aleta.


"Bismillahirrahmanirrahim, Allahumma inni as'aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa 'alaih. Wa a'udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha 'alaih " ucap barra dan terakhir barra mengecup kening aleta dengan mata terpejam dan tanpa sadar barra meneteskan air mata.


"Baiklah selamat atas pernikahan Aleta dan barra semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah" ujar sang pembawa acara.


"Amin" sahut seluruh tamu undangan.


"Baiklah untuk pengantin silahkan duduk disingahsananya" kata sang pembawa acara.


Barra menggenggam tangan aleta kedua berjalan menuju podium dengan perlahan.


"Baiklah untuk para tamu undangan silahkan menikmati makanan" seluruh tamu undangan pun mengantri makanan.


"Kita emang gak tau takdir tuh bakal gimana ya" ujar Dira.


"Gua aja masih gak nyangka" sahut elvan.


"Akhirnya mereka bersatu" kata Karin senang.


"Iya gua seneng banget akhirnya Aleta sama barra" seru tasya.


"Jadi iri deh" lanjutnya.


"Makanya cari pacar sana" sahut Elvan.


"Yeh nyadar lu juga jomblo" jawab Tasya.


"Gua mah jomblo juga ganteng banyak yang ngantri cuma ya gak mau aja secara kriteria gua tinggi" bangganya.


"Idih PD amat lu" sahut Dira mengusap muka elvan.


"Astaga dir muka ganteng gua"


"Eww" reflek Tasya, Karin dan Dira.


"Geli gua Van" ujar Naufal.


"Yuk ah cabut" ajak Naufal, mereka pun pergi mengambil makan meninggalkan Elvan dengan tampang memelasnya.

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2