Aleta

Aleta
36. Ketauan?


__ADS_3

...🦋 Happy reading bestie 🦋...


...***...


Kelima remaja itu sedang asik duduk ditaman belakang sekolah dengan begitu banyak cemilan didepan mereka.


"Mendung ya" ujar Tasya, mereka semua langsung menatap kearah atas.


"Keknya mau hujan" sahut karin.


"Mendung bukan berarti hujan" seru Tasya.


"Deket belum tentu jadian" mereka semua terkekeh dengan ucapan prontal tasya yang meledek Karin.


"Iya bener sih" sahut fely.


"Apasih" kesal karin.


"Dia ngetik pake jari, lu bales pake hati duh bestie itu mah elunya aja yang baperan" ujar karin.


"Dia beneran suka kok sama gua" balasnya.


"Kalo suka tuh dikejar lah ini apaan? masa dateng pas butuhnya doang"


"Itu artinya gua berguna dong" jawab Karin polos.


"Jangan mau dibego-begoin deh" kesal tasya.


"Emang Karin deket sama siapa sih?" Tanya dira yang sibuk memakan snacks.


"Itu loh anak kampus mana ya?" Jawab tasya tampak berpikir.


"Lemes deh" sahut karin.


"Pokoknya anak kampus negri deh, tapi tuh cowo ngajak jalan Karin kalo ada maunya doang kek bahan gabutan gak sih?"


"Maksudnya?" Bingung fely.


"Yah contoh kecilnya gini deh, dari pagi nih sampe sore tuh cowo ilang entah kemana tapi pas malem gencar banget ngehubungin si Karin bahkan nih anak mau mauan aja kalo di ajak vc ataupun telponan sampe tengah malem" jelas Tasya.


"Pantes ngantuk mulu" seru dira.


"Ya kali aja dia sibuk" ujar aleta positif.


"Sibuk ngapain anjir? Sibuk sama pacarnya?" Tanya Tasya.


"Lu jangan patahin semangat orang dong sya" kekeh Dira menengahkan.


"Ya gua sih cuma bilangin doang ya jangan terlalu menaru hati sama yang gak pasti buat apa lu 5 bulan ngarepin dia kalo dia emang serius sama lu pasti dari awal udah nembak lu bukanya narik-ulur gak jelas mana dateng kalo lagi butuh doang" sewot Tasya.


"Udah udah prihal hati gak ada yang tau" ujar aleta.


"Kayaknya gua pengen bakso deh" ucap Dira tiba-tiba.


"Yuk lah kantin gua juga laper nih" sahut tasya.


"Masih lama sih masuk" ujar fely yang menatap jam ditangan kirinya.


"Yaudah ayo" ajak dira mereka semua pun berjalan beriringan menuju kantin.


"Nih bakso pesanannya nona" seru fely meletakan bakso dimeja mereka.


"Ini minumnya" lanjut Tasya yang ikut meletakkan jus alpukat pesanan mereka diatas meja.


"Makasih bestie"


"Ayo-ayo makan" semuanya nampak begitu sibuk melahap makanan didepan mereka, tapi tidak dengan dira yang tiba-tiba menjadi tidak nafsu ketika melihat bakso didepan.


"Makan dir dangan bengong aja" ujar fely dengan mulut yang masih penuh.


"Lagi makan jangan sambil ngomong" seru aleta memperingati.


"uhuk-uhuk uhuk-uhuk"


"Baru juga aleta ngomong" dengan terburu-buru Tasya memberikan minuman ke fely.


"Bangun-bangun makan nasi pake garem" ujar Karin mengusap-ngusap punggung fely.


"Ada yang ngomongin fely nih kayaknya makanya keselek" serunya.


"Makanya kalo makan jangan ngoceh" ujar Dira.


"Dira makanya makan jangan diliatin doang baksonya"


"Gak nafsu" jawab menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Cobain dulu enak kok" suruh Tasya.


"Iya 2 hari yang lalu suka banget" ujar karin.


Dengan perlahan dira memasukkan bakso itu kedalam mulutnya baru iya kunyah dia langsung berlari keluar dari kantin.


"Loh kenapa?" Bingung karin.


"Gua susul Dira dulu" ujar aleta yang bangun dari duduknya.


"Gua ikut"


"Gua juga"


"Fely juga mau ikut"


"Abisin dulu makan kalian" suruh aleta.


"Dira lebih penting ayo" ajak karin panik.


Mereka semua berjalan dengan terburu-buru mencari dira tapi tidak melihat keberadaan gadis itu dilorong sekolah.


"Dira larinya cepet banget" keluh fely.


"Mungkin kekamar mandi" seru Karin mereka semua langsung berlari kearah kamar mandi perempuan dan menemukan Dira yang sedang memuntahkan isi perutnya.


"Ishh Dira jorok fely jadi ikutan enek" Teriak fely.


"Jangan diliat" seru aleta yang langsung menghampiri Dira.


"Lu gapapa?" Tanya Aleta yang mengurut leher dira.


"Udah gapapa" jawab Dira lemah.


"Uwek, uwek, uwek" lagi lagi Dira mengeluarkan isi perutnya, dengan lemas Dira terduduk dibawah lantai kamar mandi.


"Ayo istirahat di UKS dulu" ajak aleta membopong tubuh dira bersama Karin.


'Clek


Dua pintu kamar mandi yang tadinya tertutup tiba-tiba terbuka dan nampak nerisaa dan juga Sandra yang keluar dari dalam kamar mandi.


"Temen lu ngapa?" Tanya sandra.


"Ishh iyu banget" teriak nerisaa begitu melihat westafel ada bekas muntah Dira.


Dengan terburu-buru Aleta dan karin membopong tubuh Dira diikuti Tasya dan fely dibelakang mereka.


"Aneh banget" seru sandra.


"Jangan-jangan temen lu bunting tuh" tuduh nerisaa, Tasya dan fely langsung menghentikan langkahnya.


"Kalo punya mulut tuh dijaga" sahut Tasya.


"Yakan siapa tau" terka nerisaa penuh selidik.


"Kalopun gak bener kenapa harus sewot"Lanjut sandra.


"Dira tuh lagi gak enak badan" sewot fely.


"Yeh orang bebas berpendapat kali" seru sandra.


"Lu berdua tuh jelas-jelas nuduh bukannya berpendapat" sewot Karin menatap keduanya nyalang.


"Ya lagian aneh banget kelakuan temen lu, segala pingsan waktu upacara mana mukanya pucat banget beberapa hari ini mana kelakuannya kaya orang ngidam dan sekarang malah muntah-muntah kaya orang hamil" jelas nerisaa.


"Dira tuh masuk angin sama eneknya kaya gua ya dengerin omongan lu berdua" sahut Tasya dan langsung menarik tangan fely keluar dari kamar mandi untuk menyusul aleta dan Karin yang sudah tidak terlihat.


"Kurang ajar!" Teriak nerisaa kesal menarik rambut tasya.


"Akh-" ringis tasya.


"Kok lu kasar sih" keluh fely menghentakkan tangan nerisaa dari rambut tasya.


"Apasih!" kesal sandra membantu nerisaa.


"Ini lagi satu ikut-ikutan" dengan kesal Karin menjambak rambut nerisaa dan sandra.


"Sssttttt, aw,aw" ringis kedua.


"Lepas ih"


"Pergi Sono lu" kesal Tasya mendorong keduanya.


"Awas lu!" seru sandra menatap ketiganya sengit.

__ADS_1


"Bodoamat!" sahut Karin bertolak pinggang.


***


"Kita ke dokter aja yuk" cemas fely.


"Ayo dir" ajak tasya.


"Iya yuk" bujuk Karin.


"Gak usah bentar lagi juga enakan kok" jawabnya lemah dan tersenyum kearah teman-temannya yang nampak khawatir dengan keadaannya.


"Gua ngambil mobil dulu kalian tunggu sini" ujar Aleta.


"Gausah ta" cegah Dira memegang tangan aleta.


"Muka lu udah pucat gini kalo dibiarin makin parah jadi kita harus ke dokter sekarang" ujar Aleta tanpa bantahan.


"Gua ikut" ujar Karin.


"Fely juga mau ikut ke dokter"


"Gua juga"


"Gausah kal-"


"Pokoknya kita ikut" jawab mereka berbarengan.


"Yaudah" pasrah Aleta.


"Tasya sama fely mending ambil tas kita, biar gua ngambil mobil dan Karin nanti bawa dira ke mobil ya gua bakal parkir didepan ruang UKS oke"


"Siap" Tasya dan fely langsung kabur untuk melaksanakan tugas yang aleta minta kepada mereka tadi.


Begitu aleta pergi diruangan itu hanya tersisa Dira dan karin, Karin mentap kearah Dira yang nampak memejamkan matanya.


'Clek.


"Eh ada orang, sorry ka ganggu" ujar seorang gadis berkacamata rambut digerai dan jangan lupakan bando diatas kepalanya.


"Iya gapapa masuk aja" jawab karin.


"Loh, ka Dira sakit lagi?" Tanya gadis itu begitu melihat dira terbaring di brankar uks.


"Iya nih kayaknya masuk angin"


"Mau aku ambilin air hangat?"


"Boleh"


"Sebentar ya ka"


"Nih"


"Makasih"


"Iya sama-sama"


"Dih ayo bangun dulu minum air hangat" dengan perlahan dira meneguk air hangat itu.


'Tin


"Aleta udah dateng ayo" ajak karin.


"Mau dibawa kemana ka?"


"Mau ke dokter"


"Ayo biar aku bantu" Karin dan gina adek tingkat yang baru dia ketahui namanya itu membawa Dira kedalam mobil aleta.


"Thanks ya gin"


"Iya ka"


"Tasya sama fely mana?" Tanya aleta saat Karin dan Dira sudah memasuki mobil aleta.


"Tuh dia" kedua gadis itu berlari memasuki mobil aleta dengan nafas yang memburu.


"Duh fely cape"


"Sama fel" keluh tasya.


"Udah siap semuanya? Gak ada yang ketinggalan kan" tanya Aleta.


"Gak ada" jawab keduanya dengan terengah-engah.

__ADS_1


Bersambung..........


__ADS_2