
...๐ฆ Happy Reading bestie ๐ฆ...
...***...
"Apa? Dijodohin?" Kagetnya.
" Iya, kan waktu kamu diparis mami udah ngomong dan kamu mengiyakan"
"Aku kira mami bercanda"
"Mami sama papi mana pernah bercanda sih"
"Tapi?"
"Ga ada tapi-tapian pokoknya tidak ada penolakan dalam bentuk apapun karena kan dari awal kamu sudah mengiyakan"
"Tapi kan aku gak sayang sama dia mih"
"Nanti juga sayang"
"Aku gak kenal sama cewe itu mi"
"Nanti juga bakal kenalan kalo udah kenal nanti juga akhirnya bakal sayang"
"Tapi mi"
"Gak ada tapi-tapian!"
"Kenapa gak barra aja?"
"Barra udah punya pacar gak bisa"
"Aku jug_"
"Tidak usah bohong kalo kamu punya pacar gak mungkin kamu mengiyakan perjodohan ini"
"Kan aku udah bilang, aku kira mami bercanda"
"Pokoknya kamu harus mau, nih cincin tunangan kamu"
"Tunangan?" Kagetnya.
"Satu bulan lalu mami suruh kamu balik kesini tuh karena kamu mau tunangan sama aleta tapi kata kamu gak bisa jadi mami sama papi wakilkan, udah deh gak usah banyak drama"
"Mih yang benar aja"
"Satu minggu lagi kamu bakal nikah"
"APA?"
"Kamu ini apa-apaan sih gak usah teriak-teriak mami kaget tau"
"Mami gak usah bercanda deh"
"Emang mami kelihatan lagi ngelawak apa?"
"Mih" melasnya.
"Apasih udah ih kamu nurut saja cantik kok"
"Masih cantikan cewe yang zey tolong tadi kali" racaunya.
"Hah?"
"Gak"
"Udah deh kamu percaya sama mami, aleta tuh cantik kok baik, mandiri gak banyak tingkah juga kalem anaknya"
"Tapi mih masa dijodoh-jodohin sih" melasnya.
"Apasih ih udah sana istirahat" usir mami.
"Mami tega banget sih"
"Emangnya mami ceburin kamu ke kandang buaya, sembarangan ajah ngatain mami tega masuk kamar sana" dengan tampang memelas zey berjalan meninggalkan ruangan tamu.
"Bar"
"Barra"
"Buka pintunya bar" dengan terus menggedor-gedor pintu didepannya dia terus berteriak.
"Help barr"
"Apasih anjir berisik!" Dengan kesal barra membuka pintu kamarnya, orang yang tengah bersandar didepan tidak siap dengan barra yang membuka pintu dengan tiba-tiba hingga membuatnya jatuh tersungkur dibawah kaki barra.
"Anjir sakit bego"
"Ya lu ngapain disitu"
"Bantuin gua bangun"
"Ogah" barra langsung meninggalkan laki-laki itu.
"Tega banget lu" dia akhirnya bangun sendiri dan berjalan menghampiri barra yang duduk di balkon kamarnya.
__ADS_1
"Kapan balik lu?" Tanya barra.
"Kemarin tapi gua di rumah bang Arkan dulu" barra nampak mengganggukan kepala dengan jawaban kembarannya itu.
"Bar tolongin gua dong" barra mengerutkan keningnya.
"Ya ya please banget"
"Apasih" kesalnya, pasalnya kembarannya itu menggenggam tangannya dengan tampang memelasnya.
"Tolongin gua sekali ini aja"
"Apaan?"
"Gantiin gua tunangan"
"Dih apa-apaan lu, gak mau gua"
"Please barr kali ini aja"
"Gak mau"
"Tolonglah lu kan kembaran gua"
"Kita kembar tapi gak identik muka lu sama gua aja beda masih gantenggan gua"
"Yaelah si aleta gak bakal tau kita belum pernah ketemu ini"
"Hah?"
"Iya si aleta belom pernah ketemu sama gua ini jadi dia mana tau kita kembar"
"Namanya Aleta?"
"Iya kata mami namanya aleta, jadi tolongin gua ya, gantiin gua jadi tunangan dia yakali bar baru balik dari Paris langsung punya tunangan sih mana seminggu lagi kawin gua" rengeknya.
'Jangan-jangan aleta dijodohin sama zay? Ah tapi gak mungkin tapi kalo bener gimana? Gua harus mastiin sendiri' batin barra.
"Bar, lu dengerin gua ngomong gak sih kok malah bengong"
"Lu yakin namanya aleta?"
"Iya mami sendiri yang ngomong sama gua, tolongin gua ya please"
"Tapi ada syaratnya"
"Apapun syarat lu deh bakal gua ikutin asal lu mau gantiin gua"
"Apapun nih?"
"3 syarat ya?"
"Terserah lu bar"
"Oke deal" mereka pun bersalaman.
"Tapi gua mau ketemu sama tuh cewe dulu"
"Gimana caranya anjir?"
"Ya lu bilanglah sama mami pake alesan mau kenalan dulu ke buat pendekatan sebelum menikah biar nanti gua yang ketemu tuh cewe"
"Oke, besok gua ngomong sama mami"
"Yaudah sana cabut dari kamar gua jangan lupa besok surat perjanjiannya nyusul"
"Makasih my twins" ucap zey mengecup pipi barra.
"Anjir jijik bego" teriak barra kesal, zey langsung lari terbirit-birit menuju kamarnya sambil terkekeh.
"Love you bar" Teriaknya.
"Najis"
***
"Gua udh ngomong sama mami"
"Terus?"
"T-ara, udh dapet no wanya"
"Udah lu chat belom?"
"Udah tapi belom dibales"
"Yaudah mana surat perjanjiannya?" Tagih barra.
"Nih udah gua print, udh gua beliin materai juga biar lu percaya sekalian gua beliin bingkai buat dipajang dikamar gua sebagai tanda terima kasih gua"
"Terserah lu deh, gua mau liat tuh cewe dulu kalo menurut gua oke gua mau tapi kalo enggak ya tetep lu yang harus nikahin dia"
"Oke"
'Tling
__ADS_1
...WhatsApp...
...Online Aleta...
^^^Aleta?^^^
Who's this?
^^^Gua zey tunangan lu^^^
What is it?
^^^Gua mau ketemu sama lu kita butuh perkenalan kan sebelum kita bener-benar nikah?^^^
Kpn?
^^^Gimana kalo nanti sore di cafe ****^^^
Ok
^^^Gua tunggu ya jam 5 jangan sampe lupa^^^
Read.
"Udah dijawab nih sama dia"
"Apa tanya?"
"Iya dia mau nanti lu ketemuan sama dia jam 5 sore di cafe ****"
"Ok"
***
POV Cafe
Aleta sudah sampai di cafe yang disebutkan oleh Zayan, dia pun sudah duduk di kursi yang sudah dipesankan atas nama Zayan itu.
'Sepertinya laki-laki itu benar-benar menyiapkan ini dengan penuh niat' batin Aleta.
Dari ujung meja sana barra nampak memperhatikan kursi yang telah ia pesan tadi terdapat aleta yang tengah sibuk dengan i-pad ditangannya, nampak wanita itu selalu sibuk dengan kerjaannya dimana pun iya berada.
"Ternyata bener aleta"
"Kenapa mami gak ngomong kalo namanya aleta"
"Iya gua tau yang namanya aleta banyak tapi ya gua gak rela kalo Aleta sampe nikah sama zayan sikuyuk itu"
Barra langsung berlalu pergi dari cafe itu dia masuk kedalam mobil yang terparkir di depan cafe itu.
"Gimana?" Tanya Zayan.
"Gua yang bakal ngomong sama mami"
"Maksudnya?"
"Gua bakal gantiin lu"
"Serius?" Tanyanya meyakinkan.
"Lu mau gak?"
"Iya-iya thanks my twins" senangnya.
"Hm"
"Udah cepet chat si aleta bilang lu gak jadi dateng karena ada urusan mendadak" suruh barra.
"Lu belum ketemu tuh cewe?"
"Belum"
"Lah terus?"
"Gak ada terusanya udah deh gak usah bawel lu mau gua bantuin gak?"
"Iya-iya"
Hampir 30 aleta duduk di kursi itu menunggu kedatangan orang yang mengajaknya untuk bertemu tapi sampai sekarang orang itu tak kunjung datang.
'tling
...WhatsApp...
...+62***********...
Aleta sorry banget gua gak bisa dateng
Gua mendadak ada urusan lu gak usah nunggu gua langsung balik aja
Sekali lagi am so sorry let๐๐ฅบ
"Nih cowo buang-buang waktu gua aja sih kesalnya begitu melihat pesan masuk dari laki-laki itu.
Aleta langsung memasukkan membereskan barang-barang dan berlalu pergi meninggalkan cafe itu
__ADS_1
Bersambung........