
...🦋 Happy Reading bestie 🦋...
...***...
Kelima remaja itu nampak asik berjalan dilorong makanan dengan Tasya yang mendorong troli belanjaan aleta dan fely yang mendorong troli belanja Dira.
"Mau beli apa lagi?" Tanya Tasya.
"Bentar gua liat list dulu" jawab Aleta.
"Duh jadi ibu-ibu repot ya belanjaannya banyak" keluh fely.
"Enak aja gua bukan ibu-ibu" sewot Dira.
"Tapi kan mau jadi ibu" jawab fely polos.
"Mahmud fel bukan ibu-ibu" tegur Dira.
"Mahmud itu apa?" Tanya fely bingung.
"Mama muda fely" sahut Tasya dan Karin berbarengan.
"Oh mama muda" jawabnya mengganggukan kepala.
"Inget fel Mahmud bukan ibu-ibu" tegur Dira.
"Iya mahmud" jawab fely, Aleta hanya menggelengkan kepalanya dengan perdebatan keempat temannya itu.
"Gua mau kelorong sereal dulu ya" ujar aleta.
"Bareng-bareng aja" ujar Dira, mereka pun berjalan beriringan menuju lorong sereal.
Saat aleta ingin mengambil choco crunch ada seorang anak kecil yang menabraknya sampai terjatuh dibawah kakinya.
"Yaampun" kaget Karin.
"Anak siapa nih" seru Tasya.
"Kamu gapapa?" Tanya Aleta membantu anak itu bangun.
"Ndapapa ante"
(Gapapa Tante)
"Ada yang sakit gak?" Anak kecil itu pun menggelengkan kepalanya.
"Maaf ya ante" ujarnya menyesal.
(Maaf ya Tante)
"Iya gapapa, kenapa lari-lari?" Tanya Aleta.
"adi ayyan cari susu sili telus keilangan momy" jawabnya menahan tangis.
(Tadi rayyan cari susu sendiri terus kehilangan momy)
"Eh bocil jangan nangis" ujar Karin.
"Sini kita cari momy kamu bareng-bareng" ajak Tasya.
"Benelan?" Tanyanya.
"Iyalah masa boongan" jawab Tasya.
"Namanya siapa?" Tanya fely.
"Ayyan"
"Hah?" Ketiga gadis itu bingung.
"Rayyan?" Tanya Aleta.
"Iya ante"
"Oh rayyan" jawab ketiganya berbarengan.
"Ayo kita cari sama-sama sambil temenin kita belanja ya" ajak dira.
"Oce ante" jawabnya memberikan jari jempolnya.
Mereka pun melanjutkan belajar mereka sambil mencari ibu dari anak kecil itu.
"Kamu umur berapa?" Tanya fely.
"Tida ante tapi ata momy dikit adi empat taun" jawabnya menunjukkan jari.
(Tiga tabte tapi kata momy dikit lagi empat tahun).
"Kamu kesini berdua sama momy kamu?" Tanya Tasya.
"Iya soalna Dady sibuk nda pulang-pulang" jawabnya sedih.
"Kan Dady kamu cari uang buat jajan rayyan jadi jangan sedih ya" ujar aleta.
"Iya ante"
"Ada yang ketinggalan gak?" Tanya Aleta.
"Gak ada gua udah semua kok" jawab Dira.
"Yaudah yuk bayar" ajak Aleta.
"Yaudah biar gua aja temenin Aleta sama dira kalian berdua ke pusat informasi sana bantuin tuh bocah cari emaknya" suruh karin.
"Oke"
__ADS_1
Setelah selesai membayar Aleta, Dira dan Karin mencari keberadaan kedua temannya.
"Gimana udah dateng emaknya?" Tanya karin.
"Belom" jawab keduanya menggelengkan kepala.
"Kok momy ayyan lama ya" tanya bocah itu menopang dagunya.
"Bentar lagi juga dateng sabar ya" ujar aleta.
"Rayyan" panggil seorang wanita remaja yang seumuran mereka.
"Momy" teriak anak kecil itu berlari menghampiri wanita itu.
"Kamu tuh kemana aja sih momy cariin juga, kebiasaan banget suka pergi sendirian" tegur wanita itu.
"Maap momy" sedihnya merasa bersalah.
"Untung aja ketemu kalo gak gimana? kalo Dady sampe tau nanti dia marah"
"Maap momy, janji nda agi ladi"
(Maaf momy, janji ga lagi-lagi).
"Makasih ya mba" ucap wanita itu.
"Iya sama-sama" jawab mereka.
"Saya Angel" ujarnya memperkenalkan diri.
"Oh gua Karin, ini Aleta, ini dira, ini fely dan ini Tasya" jawab Karin.
"Rayyan pasti ngerepotin kalian kan?" Tanya Angel gak enak.
"Enggak kok dia anak baik" jawab Fely antusias.
"Fely suka" lanjutnya.
"Maaf ya kalo ngerepotin"
"Iya gapapa santai aja" sahut Dira.
"Sekali lagi makasih ya mba, kita permisi dulu"
"Iya sama-sama" sahut mereka.
"Bye ante" ujar rayyan melambaikan tangan ke mereka.
"Dadah rayyan"
"Emaknya rayyan kayaknya masih seumuran kita deh" ujar Karin.
"Iya, jangan-jangan mba" tuduh Tasya.
"Married by accident" sahut tasya.
"Duh kesindir" seru dira tiba-tiba.
"Eh sorry sorry gak maksud" ujar tasya tampak menyesal dengan ucapannya.
"Santai" kekeh Dira.
"Udah jangan ngomong sembarangan" tegur Aleta.
***
"Duh cape juga ya tapi seru" keluh tasya yang menyenderkan tubuhnya disofa rumah Aleta.
"Gua rapihin belanjaan dulu ya" ujar Aleta.
"Iya" keempatnya.
"Lu gak cape dir?" Tanya Karin.
"Cape lah"
"Gua tiba-tiba kepengen-" belum selesai Dira ngomong ucapan sudah dipotong oleh Tasya.
"Please jangan ngidam aneh-aneh dir" tegur Tasya.
"Sensi amat bu" seru karin.
"Gua trauma sama bumil, permintaannya Kaka gua waktu hamil ngidamnya aneh-aneh soalnya" keluh Tasya, mereka semua pun tertawa dengan tampang Tasya yang tampak tertekan.
"Yaelah gua cuma kepengen es doger"
"Nyari dimana anjir?" Tanya tasya.
"Nyari apasih?" Tanya Aleta yang baru keluar dari dapur.
"Ini nih si dira ngidam es doger" adu Tasya.
"Oh itu dideket Alf*m*RT depan ada yang jual" ujar aleta.
"Bener?" Tanya dira berbinar-binar.
"Sya beliin dong" pinta dira.
"Please deh ya nih bumil, kalo sampe gak ada gimana?" Melasnya.
"Ada kok dia emang mangkal di situ" jawab Aleta meyakinkan.
"Serius ta?"
"Iya, udah sana coba liat gua kadang suka beli sama barra"
__ADS_1
"Fely ikut"
"Ayoo"
"KALO ADA TUKANG GORENGAN BELI SINGKONG COKLAT KEJU YA" Teriak Karin, yang langsung dihadiahi jari tengah oleh Tasya.
"Tiati bestie" Teriak dira, yang diancungkan jempol oleh Tasya.
"Kalo mau makan atau minum ambil sendiri ya" ujar aleta.
"Iya elah santuy" jawab karin.
"Laki lu kemana?" Tanya Karin celingukan.
"Kerja" Karin mengangguk kepalanya mengerti.
***
"Pagi anak-anak" sapa pak ronal.
"Pagi pak" jawab murid-murid.
"Bapak tunggu dilapangan 10 menit ya"
"Baik pak"
Semua murid berhamburan untuk berganti pakaian olahraga raga.
"Dira yakin mau ikut olahraga?" Tanya fely sekali lagi.
"Iya fely"
"Tapi nanti kalo kenapa-kenapa gimana?" Khawatir fely.
"Kalo cape gua ngomong kok" jawabnya meyakinkan gadis itu.
"Ayo" ajak aleta, ketiga gadis itu berjalan menuju lapangan.
"Baik anak-anak hari ini kita voli ya satu kelompok isi tiga orang" jelas pak ronal.
"Baik pak" semua murid langsung berhamburan untuk mencari rekan kelompok mereka.
"Sudah dapat kelompok masing-masing?"
"Sudah pak"
"Ayo siapa yang mau duluan?"
"Kelompok kita pak"
Dengan berganti satu persatu kelompok maju untuk mengambil nilai voli sampai akhirnya pelajaran olahraga pun berakhir.
"Baik waktu sudah abis, masih ada waktu 15 menit untuk kalian istirahat dan berganti pakaian"
"Terimakasih pak"
"Kalian boleh bubar" murid-murid pun berhamburan keluar dari lapangan.
"Dira masih lama gak ganti bajunya?" Teriak fely dari luar.
"Bentar lagi fel"
"Duh fely haus mau beli minum dulu ya" ujar fely.
"Sendiri gapapa?"
"Iya gapapa, nanti sekalian fely bawain buat Aleta sama dira"
"Oke"
Fely berjalan menyusuri lorong sekolah yang nampak sepi karena pelajaran sedang berlangsung tapi begitu dia sampai dikantin cukup ramai karena anak kelasnya yang duduk istirahat disana.
"Mang mau air mineral 3 ya" pinta fely.
"Ini neng fely"
"Nih uangnya mang, kembalian ambil aja" fely memberikan uang 20 ribu kepenjual kantin.
"makasih ya neng"
"Iya mang makasih juga, fely duluan ya" saat keluar dari kantin fely tidak sengaja berpas-pasan dengan Karin yang membawa buku LKS ditangannya.
"Karin" panggil fely.
"Lu ngapain?" Tanya Karin bingung.
"Beli minum" jawabnya mengangkat kantong keresek yang berisi minuman.
"Oh kelas lu abis olahraga" yang dijawab anggukan kepala.
"Karin sendiri ngapain?"
"Ini abis ngambil buku lks diruang Bua Dian"
"Kok sendirian?"
"Berdua sama Tasya tapi dia ke toilet, mana gak balik-balik sampe sekarang tuh anak"
"Yaudah yuk kekelas aja" ajak fely.
"Duluan aja fel, kasian nanti tasya nyariin"
"Oke deh byee"
Bersambung........
__ADS_1