
...🦋 Happy Reading bestie 🦋...
...***...
Bel masuk sekolah sudah berbunyi, semua murid berbondong-bondong keluar dari kelas mereka menuju lapangan.
Dihari senin seperti pada hari senin sebelumnya semua murid harus melaksanakan upacara bendera, mereka semua sudah berbaris sesuai dengan kelas mereka masing-masing.
Semula upacara berjalan lancar sampai Dodi dan Ari harus maju kedepan akibat bercanda dibarisan belakang.
"AYO MAJU!" Teriak bu Dian, suasana lapangan menjadi mencengkeram karena suara teriakan Bu Dian guru cantik yang terkenal baik tapi sangat galak pada murid-murid yang susah diatur.
Sepanjang jalan mereka menuju ke depan Bu Dian terus mengomel tanpa henti.
"Kalian ini selalu aja bikin ulah"
"Gak tau apa lagi upacara malah bercanda!"
"Udah gak pake dasi, gesper kamu mana?"
"Lupa bu gak bawa" jawab dodi.
"Yang namanya lupa pasti gak inget, gausah dijadikan alesan udah tau mau upacara harusnya disiapkan taro didalam tas dari malem biar gak lupa"
"Kamu juga udh gak pake dasi, gesper tidak pake, mana kaos kaki warna warni mending masuk TK aja sana"
"Kan biar berwarna bu" jawab ari.
" lDi bilangin bukannya dengerin malah ngejawab" sentak bu dian.
"Iya bu maap" jawab tertunduk.
"Tiap hari buat ulah gak kelar-kelar kalian gak cape apa?"
"Saya aja cape ngehukum kalian terus, bosen tau gak!"
"Nanti kalo kita gak buat ulah Bu Dian jadi gak punya kerjaan kalo jadi gabut gimana?"
"Ngejawab terus!"
"Iya-iya maap"
Pagi ini benar-benar diisi dengan drama yang Dodi dan Ari buat membuat Bu Dian jengkel semua murid hanya ikut tertawa saat Bu Dian memarahi mereka berdua habis-habisan.
Upacara akhirnya dilanjutkan lagi semua murid nampak fokus dengan guru yang sedang berpidato didepan hingga tiba-tiba dira pingsan membuat suasana menjadi ricu.
"Dir bangun dir" panggil aleta.
"Itu yang cowo bantu angkatin dong, malah ditontonnin emang topeng monyet" teriak bu dian dari atas podium yang langsung berlari kearah barisan dira, dengan tergesa-gesa anak laki-laki langsung membantu Aleta yang sedang menopang tubuh dira.
Sesampainya diruang uks begitu ramai murid yang piket berjalan mengusir murid-murid yang tidak berkepentingan untuk kembali kelapangan.
"Sana balik kelapangan aja" suruh aleta.
"Gak mau fely mau disini juga"
"Jangan ngeyel, mau diomelin sama Bu Dian kalo ketauan?"
"Yaudah" dengan terpaksa fely keluar dari ruang UKS untuk kembali kelapangan.
"Ada minyak kayu putih gak?" Tanya Aleta.
"Ada ka nih"
Aleta sibuk membalurkan minyak kayu putih kehidung Dira tapi gadis itu tetep tak kunjung bangun-bangun juga hingga 15 menit.
"Gimana udah bangun?" Tanya Bu Dian yang baru masuk ke dalam UKS.
"Belom bu"
"Tumben banget dira pingsan biasa dia paling kuat"
"Dari tadi sih ngeluh sakit perut sama kepalanya pusing Bu, udah disuruh ijin ke uks gak mau katanya masih kuat"
"Belom sarapan kali?"
"Kayanya sih belom Bu"
"Kamu minta tolong beliin makanan aja tuh sama yang piket" ujar Bu Dian.
"Rika" panggil Bu Dian.
"Iya Bu"
"Ini tolong beliin promag, roti sama teh hangat ya" pinta Bu Dian.
__ADS_1
"Promagnya yang cair ya dira gak bisa minum obat pil soalnya"
"Iya ka"
"Kalo gitu ibu kelapangan lagi ya kamu jagain nanti kalo udh siuman langsung disuruh makan dulu"
"Iya Bu" diruangan itu hanya terdapat aleta dan dira murid yang berjalan di UKS tadi pergi persama temannya.
"Sssttttt" ringis Dira memegang kepalanya yang pusing.
"Udah bangun" saat dira mencoba bangkit perutnya tiba-tiba keram.
"Aduh, sakit banget" keluhnya memegang perut.
"Makanya sarapan udah tau punya maag" dengan telaten aleta menuangkan minyak kayu putih lalu mengusap perut dira.
"Perut lu keras banget sih"
"Sakit banget ta, kayaknya keram deh" ringisnya.
"Iya sini gua usap-usap"
"Ssstttt" tanpa sadar karena menahan rasa sakit Dira mengeluarkan air mata.
"Sakit banget?" Tanya Aleta khawatir.
"I-iya " jawab Dira tertahan.
"Lagi haid gak?" Tanya aleta.
"Gua malah belom haid hampir 2 bulan"
"Lu sama Rafael beneran udah tidur?"
"Apa hubungannya sih aleta? Kan gua udah ceritain semuanya ke lu gak ada yang gua tutup-tutupin gua jujur sama lu doang tentang semuanya"
'Dira belom haid, perutnya juga keras banget jangan-jangan dira hamil akh_ tapi gak mungkin' batin aleta.
"Permisi ini ka"
"Eh iya makasih"
"Nih minum promag dulu l" Dira tampak menurut apapun yang diberikan aleta dari ya minum obat sampai makan roti pasti dia makan tanpa banyak bertanya.
"Nih minum teh hangatnya" dengan perlahan dira meneguk teh hangat itu.
"Udah mendingan"
"Yaudah lu istirahat aja disini gua balik kelas"
"Gua ikut"
"Gausah udah istirahat aja ada mereka berdua"
"Yaudah deh"
'Tok'Tok'Tok
"Gimana Aleta?" Tanya bu dian.
"Tadi udah makan roti sama minum obat sekarang lagi istirahat Bu"
"Ohyaudah kamu kembali ketempat duduk"
"Baik anak-anak kita lanjutkan buka halaman selanjutnya"
***
POV Kantin
"Dira gak mau ijin pulang aja?" Tanya fely.
"Gak usah gua udah sembuh kok, ini juga udah enakan"
"Iya dir, lu pucat banget loh" khawatir tasya.
"Gua tadi kaget banget pas tau lu yang pingsan, mau nyamperin barisan kita jauh" kata Karin dengan tampang menyesal.
"Gua udah gapapa kok"
"Makan yang banyak biar cepet sembuh" suruh aleta.
"Iya"
"Haii adekku sayang" sapa nerisaa.
__ADS_1
"Ciee yang mau merried" ledeknya, keempat remaja itu langsung menatap kearah nerisaa bingung.
"Ngapain lu pada ngeliatin gua hah!"
"Gak tau ya kalo temen lu mau nikah?"
"Kasian"
"Mending lu cabut deh berisik" ujar Aleta.
"Eh, ada anak bansos tadi abis drama pingsan ya" seru sandra.
" Dia tuh sakit beneran " sahut fely.
"Drama banget lu" ujar nerisaa mendorong bahu dira, Dira yang sedang lemas dan tidak seimbang hampir jatuh kalo tidak ditahan oleh Aleta.
Dengan kasar aleta mendorong tubuh nerisaa sampai tersungkur kebawah dengan terburu-buru Sandra langsung membantu nerisaa.
" Kasar banget sih lu sama Kaka sendiri"
"Gua gak punya Kaka!"
"Tapi kita lu adek tiri gua dan lu harus nerima kenyataan itu"
"Najis tau gak!"
"Cabut lu sana" usir Aleta kesal.
"Bye" ujar nerisaa tanpa rasa malu sedikitpun.
"Bye anak bansos queen drama" seru sandra.
"Tuh nenek lampir dua rasanya mulut mereka pengen gua sambelin aja deh" kesal Karin.
"Pake cabe rawit enak tuh" usul Tasya.
"Udah gausah ngurusin orang gila" kata Dira.
"Mereka tuh gak punya malu ya" bingung Tasya yang tak habis pikir dengan kelakuan dia manusia itu.
"Emang urat malunya udah putus kali" jawab Karin santai.
"Aleta beneran mau nikah?" Tanya Karin tiba-tiba.
"Hm"
"Sama siapa?"
"Gak tau"
"Kok gak tau" bingung Tasya.
"Gua bahkan gak pernah ketemu dia jadi gua gak tau dia siapa"
"Kok bisa?"
"Gua dijodohin"
"Kapan?"
"Minggu besok"
"APA!" Teriak keempatnya kaget.
"Sorry, sorry, sorry" ujar mereka saat sadar menjadi pusat perhatian di kantin.
"Tapikan lu masih sekolah yakali nikah" seru Tasya.
"Gua juga gak habis pikir sama bokap gua kenapa gak si nerisaa aja yang dinikahin"
"Nah kalo dia gua setuju tuh"
"Yaudahlah mau gimana lagi"
"Aleta bukannya sama barra pacaran?" Tanya fely polos, Tasya dan karin nampak menepuk jidatnya dengan pertanyaan polos fely.
"Gak kata siapa?"
"Tapikan kalian deket"
"Lu juga deket sama Naufalkan"
"Iya sih"
"Tapi barra keliatan sayang tulus banget sama lu"
__ADS_1
"Gak ada yang tau takdir bakal gimana nanti, besok dan seterusnya bakal gimana untuk sekarang ya udah jalanin aja jangan banyak ngeluh"
Bersambung.......